
Haykal merasa sangat panik ketika Aurel mengatakan perutnya sakit hingga lelaki tampan itu tidak menyadari jika 4 pasang mata mengawasi mereka. Yongki,cika,imelda bahkan aleta pun menatap tajam dari kejauhan kearah mereka berdua karna sikap Haykal yang lembut dan penuh perhatian pada Aurel itu sangat menyakiti mata mereka.
****
Malam itu setelah sholat isya’ semua siswa berkumpul di tengah lapangan untuk mengikuti kegiatan selanjutnya, hingga beberapa sambutan dari ketua dan wakil ketua osis pun telah disampaikan.
Mereka menghimbau jika semuanya harus waspada dan saling melindungi karna saat ini berada didekat hutan hingga para murid harus menjaga sikapnya.
Setelah mereka selesai melakukan kegiatan apel semua murid disarankan untuk beristirahat karna esok pagi mereka akan menjelajahi hutan untuk mengetahui betapa indahnya alam dan satwa liar di sekitar kita, hingga disambut antusias dari mereka dan Haykal membubarkan barisan tersebut.
Yongki yang sendari tadi memandang kearah Aurel pun kini menghampirinya dan menarik tangannya dari barisan itu dan membawanya menjauh dari sana.
"Lepaskan aku".
"Diamlah, aku tidak akan menyakitimu".
"Untuk apa kau mengajakku kemari haa?".
"Aku memang masih belum bisa menerima kehadiran anak ini, tapi bukan berati kau bebas mendekati Haykal lagi".
"Apa alasanmu melarangku??? dan jangan salahkan aku jika nanti Haykal akan menikahiku. Aku yakin dia akan menjauhkan anak ini dari ayah kandungnya sendiri, karna ayahnya tidak mau mengakui darah dagingnya".
"Apa kau yakin Haykal akan menikahimu??? Dan apakah kau juga yakin jika Haykal akan meninggalkan aleta".
Perdebatan itu semakin memanas dikala kecemburuan yongki pada Haykal sudah tak tertahankan lagi. Jujur dalam hatinya sangat mencintai Aurel namun ia tak mampu berbuat apa pun karna dua hal membebani pikirannya, mamah Aurel dan masa lalu yongki adalah kendala terberat dihatinya hingga ia tidak bisa mengakui anak dalam kandungan wanita yang tengah dirinya cintai itu.
Disisi lain Haykal kebingungan mencari keberadaan Aurel yang tiba-tiba saja menghilang, dirinya berusaha keras menelusuri setiap sudut namun tak menemukannya hingga ia menabrak aleta saat berlari.
Bruukkk
"Aduuhhh".
"Maaf-maaf. Aleta".
"Ada apa kal?? Mengapa kamu terlihat sangat khawatir".
Dengan spontan Haykal menjawab sedang menghawatirkan Aurel dan jawaban itu membuat aleta seakan membisu hingga wanita cantik itu terdiam. Haykal yang menyadari kesalahannya itu segera berpamitan pergi dari sana namun aleta menghentikan langkahnya dengan menahan tangan kekasihnya sembari mengatakan hal yang membebani hati lelaki tampan itu.
"Aku merindukanmu kal".
__ADS_1
"Istirahatlah hari sudah larut. Esok kegiatan akan semakin padat”. Seru Haykal sembari menepuk bahu aleta dan berlalu pergi.
Hanya kata itu yang mampu Haykal ucapkan dan jauh sebelum aleta mengatakannya dirinyalah lebih dulu yang merindukan kekasihnya namun ia tidak bisa berbuat banyak dalam situasi saat ini. Hatinya berjanji jika akan menyelesaikan masalah ini secepatnya agar ia dapat memeluk aleta kembali.
Haykal pun menemukan Aurel dan melihatnya sedang berbicara dengan yongki yang membuat lelaki tampan itu menjadi kesal hingga ia memutuskan untuk menghampiri mereka.
"Apa yang kau lakukan disini". Bentak Haykal tiba-tiba hingga membuat keduanya terkejut
"Tidak ada, kak yongki yang menariku kemari".
"Dengar ya yongki. Sebelum kau mengatakan jika akan bertanggung jawab pada bayi Aurel aku tidak mengizinkanmu mendekatinya atau bahkan berbicara dengannya".
"Apa hak mu?".
"Aku yang selama ini menjaganya brengsek, dan tak kan ku biarkan kau melukai mereka berdua". Ancam Haykal sembari memegang kerah baju yongki
Namun yongki yang merasa kesal pada Haykal itu pun lekas membalas ucapannya dan mengatakan jika kau tidak boleh serakah dan satu diantara dua wanita harus kau korbankan. Ucapan yongki sebelum ia berlalu pergi namun lelaki tampan itu tidak mengerti dengan maksud ucapan itu hingga bara dan Lendra menghampiri mereka.
"Ada apa kal?? Terjadi sesuatu ya".
"Enggak, ayo kita kembali ke tenda”. Ajak Haykal pada yang lain
...............
pagi yang cerah itu sekitar pukul 08:00 WIB Imelda mulai mengumpulkan lagi semua murid di tengah lapangan dan menyuruh mereka berdoa sebelum melaksanakan kegiatan jelajah hutan. Sang ketua osis itu juga menghimbau untuk saling bekerja sama dalam misi kali ini karna sangat berbahaya saat didalam hutan nanti.
"Kalian harus saling bekerja sama untuk menemukan pos yang sudah ditentukan panitia dan setiap pendamping regu harus melapor jika terjadi sesuatu apa kalian paham??".
"Paham”. Seru mereka semua dengan antusias.
Kala itu Imelda dan Haykal juga beberapa anggota osis yang lain tidak ikut jelajah, mereka akan mengawasinya dari setiap posko. Ketua osis itu juga melarang Aurel mengikuti kegiatan ini dan beralasan jika Aurel baru saja sembuh namun sejatinya karna kehamilannya hingga Haykal harus membawanya ke mana ia akan pergi.
Satu per satu regu pun sudah berangkat dan masing-masing regu terdiri dari 7 siswa dengan membawa peta di setiap regu, mereka sangat antusias untuk menjelajahi hutan. Semua regu pun mulai bernyanyi dengan riang namun tidak untuk regu aleta yang dihiasi oleh perdebatan antar ketua regu dan pendamping yaitu aleta dan cika.
“Apakah kalian bisa profesional, tolong sisihkan antara masalah pribadi dan kegiatan sekolah aku tidak mau regu kita kalah hanya karna pertengkaran kalian berdua". Bentak Diandra yang mulai kesal dengan perdebatan keduanya hingga mereka berdua terdiam dan melanjutkan jalan.
Ada 4 pos yang harus mereka temui dan pada jam 10:00 mereka sudah melewati 1 pos hingga kini mereka telah tiba dipos yang kedua.
"Mengapa kalian sangat lambat, kalian berada diurutkan regu terakhir".
__ADS_1
"Maaf kak, kami akan menyusul yang lain”. Seru aleta selagi ketua regu
"loh sih lambat jalannya". Maki cika sembari menyenggol lengan aleta
"Elo yang dari tadi ngajak ribut gue".
"Cukup...!!!!! Ayo kita jalan. Kita sudah tertinggal jauh". Bentak Diandra
Mereka melanjutkan jalannya kembali dan mulai mencari posko ketiga hingga jam menunjukkan 03:00 mereka sudah menemukan posko yang mereka cari walau sangat terlambat dan lagi-lagi mereka mendapat omelan dari panitia karna regu mereka tertinggal jauh. Cika terus saja menyalahkan aleta atas keterlambatan itu dan keduanya terlibat cekcok yang semakin panas.
Kesempatan itu pun yongki ambil untuk mengerjai aleta, kakak kelas itu mengubah tanda penunjuk jalan mengarah masuk ke dalam hutan belantara hingga tak sengaja regu aleta mengikuti arah tersebut.
"Lihat kal, karna ancamanmu padaku kau kehilangan kekasihmu”. Batin yongki tersenyum puas saat melihat regu aleta telah masuk ke perangkapnya.
Aleta selaku ketua dari regu itu merasa aneh dengan jalan yang tengah mereka lewati karna semakin mereka masuk banyak pepohonan rindang dan rumput yang sangat tebal hingga suasana menjadi mengerikan.
"Tunggu deh, kita gak salah jalankan”. Tanya aleta pada yang lain
"Apa maksudmu, kau yang membawa peta". Bentak cika
"Iya Al, jangan bercanda Ahh". Seru yang lain
"Semakin kesini kok semakin seram ya Al". Seru yang lain
"Aduuhhh Al, gimana kalau kita tersesat".
"Huustt jangan bicara seperti itu, kita pasti menemukan jalannya kok. Kalian tenang saja ya”. Seru aleta menenangkan mereka meskipun dirinya sendiri tidak yakin namun demi meredam kepanikan anggota regunya.
Aleta dan regunya berjalan jauh dari jalur yang sudah ditentukan hingga mereka saat ini telah sampai di tengah hutan belantara yang jarang sekali orang masuk ke dalamnya. Berbagai hewan buas pun sudah menunjukkan keberadaannya dengan membunyikan suara saat mencium bau orang asing memasuki wilayahnya hingga mereka bertuju merasa ketakutan mendengarnya.
*
*
*
*
*BERSAMBUNG...
__ADS_1