CINTA UNTUK HAYKAL

CINTA UNTUK HAYKAL
EPISODE 34- OBAT PENENANG HAYKAL


__ADS_3

Benar saja dirinya melihat sosok lelaki tampan sedang berada diluar rumah dan ia segera keluar untuk menghampiri sesosok lelaki itu.


 "Apa ada?”. Seru aleta


 "Tidak ada, aku hanya ingin melihatmu”. Jawab Haykal


 "Astaga, apa yang terjadi mengapa wajahmu penuh luka? Apa kau habis berantem". Seru aleta sembari menyentuh lebam di wajah Haykal


 "Awww sakit”. Rintih Haykal


 "Maaf tapi ini kenapa?”. Tanya ale penasaran


 Haykal pun mulai menceritakan kejadian yang sebenarnya kepada wanita cantik itu, dirinya tidak mengerti mengapa ia sangat ingin terbuka kepada aleta.


 "Lalu keadaan Aurel bagaimana sekarang?".


 "Aku tidak tahu".


 "Aku pikir Aurel perlu waktu dia belum bisa menerima kenyataan untuk saat ini, hingga mencelakai dirinya sendiri”. Seru aleta


 Ucapan aleta barusan adalah obat penenang untuk haykal,dikala semua orang menyalahkannya namun ada aleta yang menguatkannya.


 "Andai waktu bisa diputar, aku ingin mengenalmu lebih dulu”. Seru Haykal


 "Tidak usah menyesali yang sudah terjadi, walau kau terlambat mengenalku setidaknya aku berada disisimu sekarang dan seterusnya".Ucap aleta sembari memandang wajah Haykal dengan senyuman.


 Tangan Haykal pun menyentuh jari jemari aleta dan menggenggamnya dengan erat seolah tidak ia izinkan wanita itu pergi.


Melihat lebam di wajah Haykal membuat wanita cantik itu merasa iba, dirinya segera beranjak dan meminta izin untuk masuk ke dalam rumah mengambil kotak P3K namun Haykal tidak mengizinkan wanita itu pergi dari sampingnya.


 "Kamu disini saja temani aku, itu lebih dari cukup”. Seru Haykal diiringi hembusan nafas ale yang panjang dan lekas kembali ke tempat semula.


 "Sekarang kamu pejamkan mata”. Seru aleta


 "Untuk apa".


 "Sudahlah lakukan saja jangan protes”. Hardik aleta lembut sembari tersenyum


 Haykal menuruti perintah wanita cantik itu ia segera menutup matanya rapat-rapat namun tidak melepas gengamannya,dengan cepat Aleta mendaratkan sebuah ciuman dipipi Haykal yang lebam sontak saja membuat Haykal terkejut namun menikmati ciuman wanita cantik itu dan setelah aleta menjauhkan bibirnya dari pipi haykal,dirinya perlahan membuka matanya.


 "Aku rasa luka ku ini sudah sembuh”. Seru Haykal sembari memandang kearah wanita yang baru saja mencium pipinya itu.


 "Dasar gombal, sudah sana pulang”. Hardik lembut aleta sembari tersenyum malu


 "Kau mengusirku".


 "Kamu harus istirahat agar luka mu cepat sembuh lagi pula besok kan sekolah dan kita bertemu lagi”. Seru aleta


 "Kalau aku masih betah disini bagaimana”. Jawab Haykal manja

__ADS_1


 "Ya sudah tinggallah disini seperti satpam aku mau masuk dulu tidak enak dilihat tetangga”. Maki aleta dengan nada lembut


Haykal pun tidak bisa berbuat apa-apa dirinya hanya bisa menganggukkan kepala tanda ia setuju dengan melepas gengamannya.selanjutnya ia lekas menyalakan motor dan melajukannya. Sedangkan aleta berjalan masuk ke dalam rumah namun didepan teras ia disambut oleh adiknya.


 "Siapa kak tadi?".


 "Teman, ada apa kamu diluar?".


 "Heran aja sama kakak, kalau aku yang menerima tamu tidak boleh kalau kakak boleh itu sangat tidak adil". Hardik Airin


 "Apa maksud kamu tante Monika???kamu baru pertama kali bertemu dengannya, kakak hanya ingin kamu berhati hati dengan orang asing saja bukan membatasi pertemanan kamu".


 "Tante Monika itu baik dia bukan orang asing dia sudah ku anggap sebagai temanku lagi pula tidak ada orang yang bisa mengerti aku kecuali tante Monika”. Bela Airin sembari melangkah meninggalkan aleta


 "Apa yang dilakukan tante Monika sehingga membuat Airin seperti itu, aku harus mencari tahu siapa tante Monika sebenarnya, aku gak mau dia memanfaatkan Airin untuk menyerangku karna aku yakin dia pasti juga membenciku”. Batin aleta dan lekas menuju ke dalam rumah.


 🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹


 Disisi lain ada Monika yang menghawatirkan anak sulungnya, ia takut terjadi sesuatu padanya. Melihat anaknya terbaring lemah membuat Monika berpikir haykalah yang mencoba melukai Aurel.


 Tak berselang lama dokter pun keluar dari ruang UGD dan memberi tahu jika pasiennya mengalami luka di bagian pergelangan tangan karna bekas goresan yang cukup dalam, ungkapan dokter barusan membuat kedua orang tua Aurel terkejut.


 "Apa kita bisa melihatnya dok?".


 "Boleh silakan".


 "Mah pah".


 "Sayang apa yang terjadi??mengapa kau bisa seperti ini”. Seru Monika khawatir


 "Haykal mah huhuhuhuhuuhuh”. Tangis Aurel pecah ketika Monika mengingatkan kembali kejadian dicafe


 "Ada apa dengan Haykal sayang, apa yang dilakukan dia?”. Tanya Monika


 "Dia lebih memilih wanita itu dari pada aku huhuhuhuhuuhuh". Seru Aurel dengan menangis sendu.


 Mendengar ucapan Aurel membuat Monika seperti tersulut bara api yang membara, dadanya merasa sesak hingga ia sulit untuk bernafas. Rasa sakit hati yang dialami anaknya itu kian berpindah ke dalam dirinya.


 "Kau benar-benar membuat ku marah, aku berjanji akan menghabisi mu dan seluruh keluargamu, ALLEEETAA".batin Monika sembari mengepalkan tangannya.


 Kamu jangan berpikir ingin mengakhiri hidup mu lagi, takdir itu sudah ada yang menentukan mungkin kamu tidak berjodoh dengan Haykal”. Nasehat sang papa membuat Aurel dan Monika menatap tajam kearahnya


 "Apa maksudmu pah?".tanya Monika bingung


 "Mama jangan terlalu memanjakan Aurel lagi, dia harus belajar menerima kenyataan dan tidak semua hal harus ia dapatkan dengan mudah jika memang Aurel mencintai Haykal biarkan dia menunjukkan rasa cintanya sendiri jangan mama ikut campur”. Bentak papa bowo


 "Aku benci sama papa, papa sudah gak sayang Aurel lagi huhuhuhuhuuhuh”. Tangisan itu semakin pecah ketika mendengar ucapan sang papa yang tidak membelanya namun Monika yang juga kesal dengan suaminya itu malah mengumpat papa bowo dengan macam-macam hinaan hingga menimbulkan perdebatan.


 Yongki yang ada disana pun merasa bingung bagaimana cara memisahkan perdebatan mereka hingga ia meninggikan suara untuk melerai mereka.

__ADS_1


 "Om tante cukup, kasihan Aurel”. Bentak yongki disambut tatapan sinis kedua orang tua Aurel


 "Kamu siapa berani sekali membentak kita”. Seru Monika


 "Tante lihatlah Aurel baru saja terluka bisa kah kalian sedikit menurunkan ego untuk fokus kepada Aurel saja".


 "Aku tidak butuh nasehatmu dari bocah sepertimu”. Seru Monika sembari menunjuk wajah yongki


 Yongki yang berusaha melerai itu malah dapat masalah, ia dimaki-maki oleh Monika bahkan dia juga dihina karna berani menemui Aurel yang bukan selevel dengannya namun yongki hanya terdiam mendengar umpatan Monika.


 "Jauhi Aurel karna kamu itu tidak selevel dengannya".


 "Saya memang tidak selevel dengan Aurel namun saya bukan pengecut seperti Haykal”. Jawab yongki dengan bangga


 "Pergilah dari sini sekarang nak hari sudah malam”. Seru pak bowo melerai


 "Tidak om saya ingin menemai Aurel disini".


 Mendengar ucapan yongki membuat Monika pun dengan refleks mendorong badan yongki dan hampir terjatuh, emosinya semakin memuncak ketika yongki mengatakan ingin menemani anak sulungnya, dirinya merasa sakit di bagian kuping mendengar ucapan tersebut.


 "Kau dengar, tidak akan pernah aku izinkan anak ku berteman dengan orang-orang miskin sepertimu".


 "Terserah tante mau memaki aku seperti apa yang pasti aku akan tetap disini".


 "Sudahlah kak yongi lebih baik kakak pulang saja aku mau istirahat”. Seru Aurel tiba-tiba


 "Tapi rel aku sangat khawatir padamu”. Seru yongki menatap sendu sembari memegang tangan Aurel namun Monika menepisnya dengan cepat.


 "Jangan kau sentuh anak ku!!!!!".teriak Monika


 "Pergiiii kau dari sini atau aku panggilkan satpam”. Maki Monika lagi tetapi tidak membuat yongki pergi


 "PEEERRRGIIIIII".maki Monika dengan nada semakin meninggi hingga membuat yongki melangkah mundur dan meninggalkan tempat itu.


*


 


*


 


*


 


*BERSAMBUNG..


JANGAN LUPA LIKE, VOTE DAN TINGGALKAN KOMENTAR YAA BESTI😍😍😍

__ADS_1


__ADS_2