
Aku akan membawamu ke kamar".
Yongki pun membawa Aurel menuju kamar yang sudah ia persiapkan, dirinya merebahkan tubuh Aurel diatas kasur dan menyelimutinya.
"Tidurlah aku akan menjaga mu”. Seru yongki dan duduk di sofa dekat pintu sembari meminum anggur yang berada di meja.
Namun Aurel tidak bisa tertidur nyenyak dirinya merasa kepanasan seluruh tubuhnya hingga tak kuat lagi ia menahan gairahnya.
Aurel pun bangun dari tidur nya dan menatap tajam kearah yongki namun dibalas tatapan santai dari kakak kelas itu sembari meneguk minumannya.
Aurel pun mulai menggoda sang kakak kelas dengan membuka satu persatu kancing bajunya hingga kancing baju terakhir.
Pemandangan seorang wanita yang hanya memakai Bra itu pun dianggap sudah biasa bagi yongki hingga ia menantikan aksi lebih dari itu.
Keinginan Aurel untuk membuat lawan jenisnya terpancing hasratnya itu pun terkabul kini yongki sudah berada diatas kasur bersama dengan Aurel.
Entah berapa kali pelepasan dari kedua nya tetapi malam itu berbeda dari yang sebelumnya.
Yongki merasa malam ini Aurel sungguh mempesona ditambah tubuhnya yang semakin seksi membuatnya hanyut dalam permainan wanita manis itu hingga mereka menghabiskan malam dengan penuh kenikmatan.
🐦🐦🐦🐦🐦🐦🐦🐦🐦🐦🐦
Ke Esokkan harinya Seperti biasa pagi itu sang surya menemani aktivitas dibumi dengan hangat, cahayanya seakan berbisik jika kita harus semangat menjalani takdir yang telah digariskan sang maha kuasa.
"Mama aku kangen”. Seru Airin sembari memeluk Helena dengan manja
"Baru 2 hari ditinggal, masak sudah kangen saja”. Seru Helena pada Airin namun dibalas anggukan dari anak bungsunya itu
"Mah gimana dengan acara lamaran kak Aditya?” tanya ale
"Mereka tidak bisa menerima kak Adit".
"Mengapa?".
"Karna kak Adit belum memiliki pekerjaan jadi mereka belum bisa menerima kak Adit sebagai menantu mereka".
Aleta pun melayangkan 1000 protes terhadap sang mama karna dianggap itu tidak masuk akal dan hanya gara-gara tidak memiliki pekerjaan bagi ale itu bisa dicari bersama sama yang terpenting adalah cinta dari keduanya namun tidak bagi keluarga Raisa.
Mereka menolak lamaran Adit memang karna Adit belum bekerja namun mereka juga belum terlalu mengenal keluarga pak adam.
Bagi mereka bibit,bebet,bobot harus dijunjung tinggi walau sebagian orang kini dengan seiring waktu sudah banyak perubahan.
Setelah menjelaskan kepada kedua anaknya, mama Helena pun lekas menanyakan keadaan mereka saat dirinya tidak ada dirumah, Airin pun mengadu jika masakan sang kakak tidak enak dan dirinya enggan memakannya namun dirinya lebih menyukai masakan Reno hingga memujinya yang membuat aleta kesal.
"mamah yang menyuruh kakakmu ini untuk menjaga mu jadi kau juga harus patuh padanya dan semua tanggung jawab atas kamu ada dipundak kakakmu saat mamah sedang tidak disini oke"
"Tapi mah”. Protes Airin
"Maaf in kakak ya dek belum bisa memberimu makanan yang enak dan kakak berjanji untuk belajar lebih giat lagi agar bisa memasak yang jauh lebih enak dari restoran terkenal”. Seru aleta dengan bangga dan menunjukkan wajah percaya dirinya.
"Coba kamu belajar dari Reno”. Seru mama Helena tiba-tiba
Aleta pun terdiam mendengar ucapan dari mamah Helena, dirinya berpikir jika ia belajar dengan Reno pasti Haykal akan cemburu terhadapnya namun jika menolak adiknya pasti kecewa.
"Iya mah nanti aku bicara dulu dengan mas ranonya”. Seru aleta asal
Mamah Helena pun menganggukkan kepala tanda ia mengerti dan segeralah mereka bubar dari sana menuju kamar masing-masing
Tingggg
Tanda pesan masuk dari ponsel aleta
*Ale kamu lagi sibuk gak?*
__ADS_1
**ada apa di?"* balas ale*
*kita jalan yuk sama anak-anak*
Aleta pun mengiyakan ajakan dari para sahabatnya itu dan segera aleta berpamitan pada sang ibu untuk menemui teman-temannya.
Aleta mengatakan jika teman-temannya mengajak nya berlibur ditaman kota yang menyuguhkan berbagai pemandangan sejuk dan ditambah tanaman bunga yang indah bermekaran disana.
"Assalamualaikum mah”. Seru aleta
"Walaikum salah, hati-hati dijalan".
Sesampainya disana aleta disambut oleh tiga sahabatnya dan mereka melangkah menyusuri sepanjang taman kota tersebut
"Masya Allah sangat indah ya”. Seru aleta terkagum kagum
"Kamu belum pernah kesini?".
"Belum".
"Oke kalau begitu kita akan mengajakmu mengelilingi kota menikmati indahnya kota kediri dan akan aku tunjukan monumen kebanggaan kota kediri SIMPANG LIMA GUMUL". Seru Diandra antusias
"Waw, pasti seru”. Ucap aleta
"Tunggu apa lagi".
"Lest go”. Seru mereka bersamaan
Diandra menunjukkan semua yang ia ketahui tentang sejarah kota kediri diiringi ekspresi kagum dari wajah aleta karna tidak menyangka kota tahu tersebut memiliki sejarah yang luar biasa.
Setelah penat berkeliling mereka pun duduk dibawa pohon rindang ditaman hijau kota kediri.
Membeli berbagai minuman dan jajanan khas dari kota kediri untuk menghilangkan penat di tengah mereka.
"Wah iya gak lengkap kalau udah disini gak nyobain pecel tumpang pak somat iya kan?”. Sahut Bunga
"Pecel tumpang?”. Tanya ale sedikit kebingungan
Hahahahahahaha ketiga sahabat ale pun tertawa dengan ekspresi bingung dari ale hingga membuat wanita cantik itu merasa salah tingkah.
"Kamu belum pernah mencobanya ya".
"Kalau pecel sih aku tahu itu makanan yang diberi sambal kacang tapi kalau pecel tumpang maksudnya gimana ya?
Hahahahahahaha mereka bertiga pun kembali tertawa lagi mendengar jawaban aleta.
"memangnya kamu belum pernah makan pecel tumpang selama ini?”. Tanya Diandra
"Belum".
"Kalau pecelnya?". tanya bunga
"Pernah sekali pas SD”. Jawab aleta polos
"Terus kamu makannya apa".
"Ya makan seadanya yang dimasak bibi"
"Kamu tuh aneh ya Al papamu mengajarkan dirimu mandiri tetapi nenek mu memanjakan mu Duuhhh pengen deh jadi tuan putri sepertimu udah cantik,pinter,tajir lagi".
"Selain itu banyak cowok-cowok yang diam-diam menyukaimu ”. Seru bunga
Ucapan bunga tersebut seakan mengingatkan Diandra kejadian tempo hari dirumah sakit dimana dia mengetahui jika lelaki incarannya menyukai aleta namun lamunannya dikejutkan oleh tepukan tangan aleta yang ada dibahunya seakan wanita cantik itu tahu apa yang tengah ia lamunkan.
__ADS_1
mereka pun mulai melangkah menyusuri jalan menuju rumah pecel tumpang pak somat yang berada di ujung jalan.
Banyak toko yang mereka lewati seperti toko bunga, kue juga pusat oleh-oleh tetapi aleta melihat satu gang kecil di samping pusat oleh-oleh tersebut.
Diandra pun menghentikan langkahnya ketika menyadari jika aleta tertinggal dan langsung membalikkan badan.
"Ale ada apa?”. Tanya Diandra sembari menghampiri dia diiringi langkah dua sahabatnya mendekati mereka
Namun aleta menunjuk kearah gang tadi yang membuat tiga sahabat ale saling melirik dan kebingungan ingin menjawab seperti apa tetapi Diandra berusaha menjelaskannya.
"Itu gang penghubung ke BAR".
"disini ada BAR?".
"kamu tahu BAR?".
"hanya sekedar tahu tetapi mengapa tersembunyi?".
"Ya mereka takut terciduk polisi".
"Berarti ilegal?".
"Entah lah".
Aleta pun menganggukkan kepala tanda ia mengerti dan mereka melangkahkan kaki kembali namun mereka dikejutkan oleh Aurel yang baru saja keluar dari gang itu diikuti yongki dari arah belakang.
"Astaga itu Aurel?".
*
*
*
*
*BERSAMBUNG...
__ADS_1