
"Gelangkuuuuu".seru aurel panik
"Ada apa rel?".tanya monika
"ini mah gelangku hilang".
"Astaga cuma gelang,entar beli lagi".
"Bukan gitu mah tapi gelang itu kan kenangan dari nenek".serunya panik
"Lagian kamu ceroboh banget sih".tegur monika
"Apa jangan jangan jatuh dibelakang sekolah?".tebak cika
"Mungkin,aku akan mencarinya".
"jangan besok saja,kamu gak liat diluar hujan".
"Aku takut gelang itu hilang maahh".seru aurel manja
"Besok aku akan bantu cari".ucap cika
Aurel pun sedikit tenang karna cika berada dipihaknya dulunya mereka berdua memang jarang berbicara seakrap ini maskipun bestatus saudara sepupu,aurel yang manja itu tidak mau memulai pembicaraan dahulu sedangkan cika yang cuek itu sangat malas berbicara dengan anak manja seperti aurel.
🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
Disisi lain haykal baru saja tiba dirumah ale namun rumah itu sepi seperti tak berpenghuni.Ale pun menceritakan bahwa mama dan adiknya sedang berlibur di semarang ia hanya tinggal seorang diri dirumah sehingga membuat haykal merasa iba kepada wanita cantik itu dan berinisiatif untuk mengajaknya tinggal dirumahnya.
"Tidakkk!!!aku bisa kok jaga diriku sendiri".tolak aleta
"Kamu selalu bilang padaku untuk tidak egois pada diri sendiri,sekarang lihat dirimu keadaanmu ini sungguh memprihatinkan dan luka mu harus segera diobati jadi biar aku membantumu".jelas haykal
"Tapi bisakan disini saja tidak usah pulang kerumahmu".
"Jadi kau mau aku mengobati mu disini,hanya kita berdua?".
Nafas aleta seakan berhenti mendengar ucapan haykal barusan dirinya mengerti maksut dari ucapan itu ia membulatkan matanya dan fikiranya pun melayang jauh kedepan membayangkan apa yang terjadi jika mereka hanya berdua dirumah sepi itu.
"Tttiiiiddddaaaakkkk!!!!!!".teriak aleta membuat supir taxi online terkejut
"Ada apa mbak?".tanya supir itu
"Tidak papa pak maaf".jawab ale sambil melirik kearah haykal namun ale membulatkan matanya ketika melihat ekspresi haykal yang tersenyum licik kepadanya.
"Jadi gimana?".tanya haykal berbisik
__ADS_1
*idiihhh!!!!..nihh orang modusnya kebangetan*.batin aleta
"Oke,tapi cuma semalam aku nginep dan awas kalau kamu macam macam".ancam ale membuat haykal tertawa girang karena berhasil membuat wanita itu menurutinya,sebenarnya tidak ada maksud jahat dihati haykal namun melihat kondisi ale luka membuatnya iba dan ingin mengobatinya,dirinya juga tidak mungkin berada dirumah ale karena tidak ada seorang pun disana ia takut terjadi fitnah diantara keduannya maka dari itu haykal membawa aleta kerumahnya yang jauh lebih aman karena ada bunda dan ayahnya.mobil pun melaju menerjang derasnya hujan petang membuat kedua penumpang itu merasa kedinginan hingga tak terasa mereka sampai didepan rumah haykal.
"Terimakasih pak ini uangnya".seru haykal menyodorkan selembar uang 50ribuan
"Terimakasih".jawab supir itu berlalu pergi
Toookkk...tooookkk...toookkk
"Assalamualaikum,bunda".seru haykal
"Walaikum salam".jawab bunda sembari membuka pintu namun terkejut karena ada sosok perempuan berdiri disamping anak semata wayangnya.
"Assalamualaikum bunda".seru aleta memecah keheningan dan lekas mencium punggung tangan sang bunda
"Walaikum salam siapa".
"Bunda lupa ya,saya aleta yang tempo hari bertemu bunda dirumah sakit".
"Aleta???ohhh gadis yang bantuin bunda membersihkan serpihan gelas itu kan?".seru bunda mengingat ingat kejadian dirumah sakit namun dibalas senyuman manis dari aleta.
"Bunda baru ingat!!!!oh iya wajah kamu ini kenapa??".lanjut bunda panik saat melihat luka diujung bibir aleta
"Tidak papa kok bun tadi hanya terjatuh".seru aleta
"Astaga,aku inikan anaknya sendiri dan aku juga sedang sakit tapi kok bunda mengabaikan aku".batin haykal
Dengan sedikit kesal haykal pun melangkah masuk dan duduk dihadapan aleta dan sang bunda,dirinya merasa heran mengapa bundanya seperhatian ini pada aleta sebelumnya ia tidak sebegitu perhatiaan kepada Aurel namun haykal masih terdiam dan mengamati sang bunda mengobati luka aleta.
"Ternyata kalian sudah saling kenal ya".tanya bunda
"Iya". jawab haykal singkat namun jawaban haykal dibantah oleh aleta,dirinya mengatakan tidak yang membuat bunda bingung dengan keduanya.mata haykal pun mengarah kewanita itu tanda ia tidak mengerti apa maksutya.
"Tidak bunda,sebelumnya kita tidak saling kenal aku hanya melihatnya sekilas disekolah dan tidak pernah berbicara dengannya ini baru yang pertama kali".seru aleta tersenyum licik disambut ekspresi haykal yang kesal
"Ohh jadi begitu,harusnya ya kal kamu itu jagan jadi orang sombong kayak gini dong,mulai sekarang kalau kamu ketemu aleta harus nyapa dia oke".tegur bunda
"Engak bun dia galak".jawab haykal sembari melirik aleta
"Ahh masak,gadis secantik ini galak yang benar aja".seru bunda membela aleta
"Bener bun,buktinya dulu aja nih waktu pulang sekolah terus mendung aku berbaik hati mau ngaterin pulang terus nanya alamatnya dimana ehh malah jawabanya kepo, ngeselinkan bun".seru haykal mengadu
"Tapi setelah itu bun,dia mengancamku katanya kalau ga pulang bareng dia nanti ada hantu penunggu sekolah yang akan nemenin,kan serem".
__ADS_1
"Kapan aku bilang gitu,malahan nih bun dia peluk peluk aku bun alasanya takut petir kan gak masuk akal".balas haykal lagi sembari tersenyum licik
"iihhhhh,itu gak sengaja yaa".seru aleta membela diri sembari melempar bantal yang ada dipangkuannya kearah haykal
"Cielah cari kesempatan dalam kesempitan itu namanya".ledek haykal
"Engak yaaa!!!!itu real karena keadaan".aleta membela diri
"Setelah itu bun pakek minjem jaket aku lagi,itu loh bun yang warna biru".
*Astafirulloh,coba aja gak ada bunda udah gue tabok ini orang bisa bisanya membalikan fakta*.batin ale mengeratkan giginya disambut senyuman licik dari haykal.
"Sudah sudah jangan pada ribut,udah makan belum kamu nak?".tanya bunda pada aleta
"Belum".jawab haykal
"Bunda kan nanya aleta kenapa kamu yang jawab".hardik bunda lembut
"Aku kan juga lapar bun,karena...!!!".
Namun haykal tidak melanjutkan ucapannya dan memilih beranjak sembari melangkah mendekati aleta dan mengacak ngacak rambutnya
"Karena aku menghawatirkanmu tadi sampai lupa makan tau".seru haykal menlanjutakan bicaranya dan berlalu pergi membuat gadis cantik itu tersipu malu.
Bunda yang melihat tingkah mereka pun mulai tersenyum bahagia namun hatinya khawatir dengan perasaan mereka nanti justru akan melukai satu sama lain,bunda menyuruh aleta mandi dan memberikan baju ganti kaos dan celana jaens kebetulan postur tubuh bunda dan ale sama hanya saja berbeda usia,aleta pun mengangguk dan lekas menuju kamar mandi untuk menganti pakaiannya, setelah semua selesai berbenah diri mereka pun berkumpul dimeja makan.
"yah ini aleta yang dulu nolongin bunda membersihkan serpihan gelas dirumah sakit".seru bunda
"Wahh kebetulan sekali ya kita bertemu lagi,tapi kok bisa?".jawab ayah wira
"Ternyata haykal dan aleta satu sekolah yah,tadi aleta luka dan haykal membawanya kemari".jelas bunda
"Apa luka???kenapa,apa orang tua mu tidak khawatir mencarimu".tanya ayah wira
Aletapun hanya bisa menunduk dan bingung harus berkata apa kepada mereka tetapi haykal yang selalu memasang badan untuknya.haykal pun mulai menceritakan apa yang sebenarnya terjadi pada aleta yang membuat bunda dan ayah sangat terkejut mendengar pengakuan haykal yang sebenarnya dia juga mengatakan menemukan aleta digudang belakang sekolah dan alasan aleta dibawa kerumah hingga orang tua aleta yang ada disemarang peryataan haykal membuat mata aleta berkaca kaca menahan tangis dirinya sangat terharu pada sikap haykal yang perhatian kepadanya.
Malam itu bunda memeluk aleta karena merasa iba kepada wanita cantik itu,bunda memetaskan airmatanya sembari mendengar dari awal hingga akhir cerita haykal,sedangkan aleta yang sudah tidak bisa menahan air matanya itu pun mulai menjatuhkannya hingga ia menangis dipelukan sang bunda.
*
*
*
*
__ADS_1
BERSAMBUNG......