CINTA UNTUK HAYKAL

CINTA UNTUK HAYKAL
EPISODE 33-PUTUS


__ADS_3

Haykal?".batin Monika diiringi langkah sosok perempuan memasuki halaman rumah.


 "Mama sudah pulang?". Seru wanita itu girang karena mamanya sudah kembali dan berlari memeluk sang mama


 "Iya sayang, mama mencemaskanmu".


 "Aku baik-baik saja kok mah”. Seru wanita itu yang ternyata adalah aleta puspa.


 Ale pun tampak terkejut ketika melihat orang asing berada dirumahnya,dirinya khawatir dia orang jahat yang ingin mencelakai keluarganya.


 "Maaf siapa Anda?". Tanya aleta sopan


 "Panggil saja tante monika,kamu pasti aleta ya?".


 "Dari mana tante mengetahui nama saya?".


 "Saya mamanya Aurel dan dia banyak cerita tentang kamu!!!".


 Deg


 Jantung aleta seakan berhenti mendengar ucapan mama Monika barusan, antara percaya dan tidak ia berpikir apa yang Aurel ceritakan tentang dirinya kepada sang mama.


 "Mamanya aurel?ada perlu apa Anda datang kemari.


 "Tidak saya hanya berteduh".


 Jawaban Monika itu pun seakan membuat aleta tidak mempercayainya, melihat penampilan dari mama Monika yang sangat glamor ini membuat nya berpikir dua kali untuk membiarkan keluarganya dekat dengannya.


 Aleta pun lekas mengusir mama Monika dengan sopan dan bernada lembut agar tidak menyinggung perasaannya, namun sifat Monika yang sama persis dengan anak sulungnya itu membuat nya merasa sakit hati.


 "Sekarang kau bisa berbicara seperti itu didepanku tetapi sebentar lagi aku akan membuat mu menangis di hadapanku". Batin Monika


 "Sayang!!!tante pulang dulu ya, kalau kamu merasa sepi bisa kok hubungi tante kita akan main lagi bersama”. Seru Monika kepada Airin


 "Terima kasih mbak, kami beruntung bertemu orang baik seperti mbak manik". Seru mama Helena


 "Ahh bisa aja mbak lena ini, anggap saja ini awal dari pertemanan kita". Seru Monika sembari menjabat tangan mama Helena dan lekas meninggalkan kediaman aleta karena taxi Online sudah menunggunya.


 "Mah jangan sembarangan menerima tamu itu tidak baik".


 "Sayang kamu boleh berhati hati terhadap orang asing namun jangan terlalu mencurigainya itu juga tidak baik".


 "Mama tidak mengerti seperti apa keluarga mereka".


 "Sudah ayo masuk, mama ingin dengar penjelasan darimu tentang orang yang menyerang kamu  semalam".


 Aleta pun teringat tentang kejadian tadi malam yang membuatnya tenggelam dalam lamunan. Dirinya masih merasa kejadian yang baru pertama kali ia temui itu membuatnya trauma dirumah sendiri.


 🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀


 Disisi lain Haykal yang baru saja tiba di kediamannya merasa terkejut melihat mamanya sedang menangis, dirinya mendekati bunda kesayangannya itu dan lekas menanyakan hal apa yang membuat bundanya seperti itu.


 "Ayah apa yang terjadi, mengapa bunda menangis?".


 "Tadi tante Monika kemari".

__ADS_1


"Untuk apa?"


 "Apa lagi kalau bukan soal kamu dan Aurel".


 "Lalu mengapa bunda menangis".


 "Monika menuduh kamu mempermainkan anaknya karena melihat foto kamu memeluk seseorang diatas jembatan".


 "Apa?".


 Haykal yang tidak terima dituduh macam-macam itu pun lekas beranjak dari duduk nya dan ingin segera menemui Monika tetapi ayahnya melarang. Ia tidak ingin ada pertengkaran lagi diantara mereka namun Haykal yang diselimuti emosi itu pun segera melangkah menuju kamar dan menghubungi Aurel,


 "Halo, assalamualaikum"


 "Akhirnya kau menelefonku juga”. Seru Aurel


 "Aku ingin bertemu denganmu sekarang".


 Aurel pun sempat terkejut dengan ucapan Haykal namun dirinya senang karena lelaki tampan itu ingin menemui dirinya.


 "Oke aku tunggu dirumah”. Seru Aurel manja


 "Tidak, kita bertemu dicafe biasanya saja”. Seru Haykal menolak


 Aurel merasa heran tidak seperti biasanya Haykal bersikap seperti itu namun dirinya tidak peduli yang paling penting adalah bertemu dengannya dulu. Dirinya berdandan secantik mungkin dan lekas berangkat.


 Satu jam sudah, Haykal menunggu Aurel dicafe tempat biasa mereka bertemu hingga sosok perempuan itu muncul dari arah pintu.


"Sayang". Seru Aurel sembari memeluk Haykal


"Ada apa sih?”. Seru Aurel protes


 "Aku ingin kita akhiri saja hubungan ini".


 "Apa maksud mu, aku tidak ingin putus darimu”. Seru Aurel menolak


 "Sadarlah rel hubungan kita ini hanya saling menyakiti, tidak ada rasa bahagia diantar kita".


 Aurel pun menangis sejadi jadinya dicafe itu ia sangat terluka dengan ucapan Haykal walau pria tampan itu sudah berusaha untuk menjelaskan tetapi hati Aurel yang terlanjur sakit itu membuatnya tidak mendengarkannya, ia memilih memohon dan berlutut dikaki Haykal untuk memberikannya kesempatan kedua.


 "Mama mu sudah sangat keterlaluan dia membuat bunda menangis dan aku tidak bisa menerimanya"


 "Aku minta maaf kal, tapi itu bukan salah ku itu salah mama". Seru Aurel memohon


 "Tetapi siapa yang mengirim foto itu kalau bukan kamu hingga membuat semua orang salah paham padaku dan satu lagi tidak ada niat sedikit pun didalam hatiku mempermainkan dirimu, aku tulus mencintaimu tapi itu dulu sebelum kamu menghancurkan kepercayaanku pada mu". Hardik Haykal


"Terserah apa katamu aku tidak peduli pokoknya aku gak mau putus darimu".


 Haykal pun tetap memaksa Aurel untuk menyudahi hubungannya tetapi Aurel tetap kokoh mempertahankan hubungannya hingga wanita manis itu memecahkan gelas yang berada diatas meja dan mengancam haykal,


 "Lebih baik aku mati dari pada aku harus putus denganmu”. Seru Aurel dengan nafas tergesa-gesa sembari mengiriskan serpihan gelas pada pergelangan tangannya.


 "Aauurell”. Teriak Haykal


 Dirinya tidak menyangka jika wanita manis itu berbuat nekat hingga ingin mengakhiri nyawanya sendiri, Haykal yang berdiri disana lekas menyambar tangan Aurel yang sudah mengalir darah segar itu. Ia meringis kesakitan dan merasa tubuhnya lemah karna darah terus mengalir diri pergelangan tangannya.

__ADS_1


 "Tolong..Tolong mas tolong in saya".


 "Ada apa ini mas?”. Tanya pelayan


 "Teman saya terluka tolong carikan taxi, saya ingin bawa dia ke rumah sakit".


 "Aku tidak mau ke rumah sakit, aku tidak kuat" seru Aurel dengan nada melemah membuat Haykal semakin khawatir.


 Setelah pelayan itu memanggil taxi ia segera membawa Aurel masuk ke dalam dan membawanya menuju rumah sakit terdekat. Tak lupa ia juga menghubungi Monika selaku kedua orang tua Aurel.


 Lampu UGD pun menyala tanda pasien sedang ditangani dokter, Haykal terus saja mondar mandir didepan ruang UGD dirinya sangat mencemaskan Aurel hingga seseorang datang menghajar Haykal.


 BRUUUKKKkkkkkkk


 Tubuh Haykal jatuh tersungkur diatas lantai, dirinya tidak siap mendapat serangan mendadak sehingga ia terkulai lemas dilantai.


 "Yongki?? Mengapa kau menghajarku”. Tanya Haykal lemas


 "Kau selalu saja membuat Aurel terluka, kau ini lelaki pengecut”. Hardik yongki sembari memegang kerah baju Haykal


 Perdebatan itu tidak berhenti disitu,yongki yang terbawa emosi menghajar Haykal tak henti -henti walaupun Haykal bisa menepisnya namun sesekali ia tidak dapat menghindari pukulan yongki hingga Monika dan papa bowo menghentikan pertengkaran mereka.


 "Sudah cukup, apa yang kalian lakukan?". Seru papa bowo memisahkan mereka


 "Dia duluan om yang menyerang saya”. Seru Haykal


 "Karna kau yang membuat Aurel seperti ini". hardik yongki


 Monika pun terkejut dengan pernyataan yongi dan memandang marah kearah haykal,durinya sangat kecewa dengan anak sahabatnya dan menyuruh Haykal pergi dari hadapannya dengan nada kasar. Lelaki tampan itu pun menurut dan lekas melangkah pergi dari tempat itu.


 Di perjalanan ia merasa sangat tidak tenang, dirinya diselimuti rasa gelisah dan rasa bersalah pada Aurel. Pikirannya pun kacau balau dirinya tidak mampu berpikir hingga tiba-tiba ia berhenti di sebuah rumah dan memandangi rumah itu yang membuatnya merasa tenang.


 Haykal mengambil ponsel dari balik sakunya dan lekas menelefon seseorang,


 "Halo, Assalamualaikum". Suara sapa an dari wanita didalam ponsel yang ternyata aleta.


 "Walaikum salam, keluarlah aku ada didepan rumahmu!!".


 "Apa". Seru Aleta terkejut dan lekas melihat dari jendela.


*


 


*


 


 


*


 


*

__ADS_1


*BERSAMBUNG..


__ADS_2