
Semarang, Jawa tengah
Adit pun sudah memutuskan langkah apa yang harus ia pilih dan dirinya segera menghubungi Raisa untuk menyampaikan keputusannya.
Mereka bertemu ditempat biasa dan Adit pun mulai menyampaikan keputusannya jika ia memilih mundur dari perjuangannya mempersunting wanita cantik itu.
Mendengar ucapan Adit membuat Raisa sangat kecewa pasalnya ia berharap jika lelaki itu mampu merubah sikap protektif dari ayahnya dan membiarkan dia menikah dengan lelaki pilihannya namun itu semua hanya angan-angan semata.
Bukan tanpa alasan Adit mengakhiri hubungannya dengan Raisa karna ia tidak bisa meninggalkan sekolah AKPOL, walaupun ia mempunyai kesempatan untuk mendapatkan pekerjaan di suatu perusahaan tempat temannya bekerja namun ia berpikir tentang impian untuk menjadi seorang KAPOLRI
"Aku tidak menyangka kau sanggup mengucapkan hal itu, dan tahukah kamu itu sangat menyakiti hati ku”. Seru Raisa sembari menitikkan air mata
"Maafkan aku Raisa, kau tahu aku sangat mencintaimu tetapi aku mohon padamu mengertilah situasiku sangat sulit saat ini”. Jelas Adit
"Lalu bagaimana dengan ku ?". tanya Raisa sembari menahan sesak didadanya karna tak sanggup lagi ia menahan tangisannya
"Raisa jika nanti kita berjodoh kau dan akan pasti dipertemukan kembali, dan jika Reno adalah jodohmu percayalah dia adalah orang yang bertanggung jawab”. Seru Aditya menangkan Raisa yang menangis tersedu sedu
Perpisahan itu sangat menyayat hati keduanya namun Raisa yang terlanjur sakit hati pada Adit pun memilih pergi meninggalkan tempat itu dengan mata sendunya.
Dirinya kehilangan arah dimana lagi ia harus berteduh jika tempat ternyamannya telah pergi meninggalkan dirinya.
Menurutnya ini sungguh tidak adil, mengapa Adit sangat tega dengan dirinya jika ia menyukainya dan mengapa dia meninggalkannya jika ia mencintainya.
Rasa emosi dan kecewa pun berlebur menjadi satu hingga menciptakan rasa benci pada lelaki itu, ia memutuskan untuk pulang dan pasrah akan takdir selanjutnya.
Sedangkan Aditya memilih untuk pergi meninggalkan kota Semarang untuk beberapa hari ke depan sembari menenangkan diri dan ia segera lepas landas menuju kota kediri.
🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀
Malam itu Haykal dan Lendra tidak sengaja bertemu di sebuah toko hingga Haykal menghentikan Lendra yang ingin berlalu mendahuluinya.
Dengan berat hati Lendra menghentikan langkahnya dan mencoba mendengarkan penjelasan dari sahabatnya itu.
"Ada apa denganmu len, apa salahku mengapa kau menjauhiku?".
"Tidak ada kau yang salah mengertiku, aku hanya kelelahan itu saja".
"Jika seperti itu mengapa kau tidak membalas pesanku bahkan tidak menjawab telfonku,kita ini sahabat bukan dan tolong katakan yang sejujurnya apa terjadi".
"Jika itu maumu baiklah, sekarang beri aku alasan mengapa kau putus dengan Aurel dan mendekati aleta".
"Apa? Jadi ini masalahnya, oke aku akan jelaskan jika diantara aku dan Aurel sudah tidak ada hubungan apa pun namun jika hubunganku dengan aleta dia adalah kekasihku sekarang”. Jelas Haykal
Tidak hanya itu Haykal pun mulai mencurahkan isi hatinya kepada sahabatnya itu betapa ia sanggat mencintai aleta
__ADS_1
Penjelasan Haykal itu membuat Lendra terkejut namun ia menahan emosinya untuk tidak memperkeruh suasana.
Jujur dalam hatinya terselip rasa cemburu dan tidak rela namun dirinya bisa apa jika ternyata mereka berdua sudah menjadi sepasang kekasih.
Ketika masih asyik bercerita terlihat satu motor melaju melewati mereka yang ternyata yongki dan Aurel segeralah Lendra memberitahu jika itu mereka namun Haykal acuh tidak mau lagi berurusan dengan Aurel.
Lendra berusaha meyakinkan Haykal untuk mengikuti ke mana mereka pergi namun Haykal malas untuk melakukannya hingga Lendra memaksa Haykal untuk mengetahui secara langsung siapa mantan kekasihnya itu.
Mereka pun akhirnya melajukan motornya dan mulai mengikuti diam-diam ke mana Aurel dan yongi pergi hingga mereka berhenti di suatu gang.
"Apa apaan ini mengapa mereka berhenti disini”. Maki Haykal
"Sudahlah kal kita ikuti saja".
"Apakah mereka sering datang kemari?” tanya nya pada Lendra namun Lendra hanya membalas dengan mengangkat bahu dan mengucapkan
"Entahlah, ayo kita masuk dan mencari tahu".
Dalam hati Haykal merasa ragu saat masuk ke dalam BAR itu namun dia tidak memiliki pilihan lain selain melakukannya.
Sesampainya disana mereka sangat kebingungan mencari keberadaan Aurel dan yongki pasalnya tempat itu padat pengunjung hingga beberapa wanita seksi melangkah mendekati Haykal dan Lendra.
"Hay tampan, apa yang kau butuh kan aku akan sediakan untukmu”. Seru lembut wanita seksi itu dan berbisik ditelinga Haykal namun lelaki itu tidak membalas ucapannya hingga wanita seksi itu menyentuh dada bidang Haykal dan spontan Haykal menepisnya dengan kasar.
"Tolong nona jaga sikapmu, kami datang kemari untuk mencari teman kami bukan untuk bermain main denganmu”. Bentak Haykal pada wanita seksi itu hingga membuat wanita itu menjadi lebih gila dengan membuka kancing baju miliknya hingga memperlihatkan buah adanya yang padat berisi didepan mereka berdua
"Apa yang kau lakukan”. Bentak Haykal
"Jangan berpura pura, kau adalah salah satu dari sekian banyak lelaki berhidung belang disini".
"Apa maksudmu”. Seru Lendra mendorong pelan tubuh wanita seksi itu menjauh dari dekat Haykal
"Jika kalian datang kemari berarti ingin mendapatkan kepuasan bukan?".
"Jaga bicaramu, untuk apa aku mencari kepuasan sesaat jika wanitaku lebih cantik dari mu dan kau, bukanlah tandingannya”. Maki Haykal
Ucapan Haykal seakan membungkam wanita seksi itu hingga ia ingin menampar pipi Haykal namun lelaki itu sanggup menahan tangan wanita itu membuatnya melempar gelas anggur miliknya tanda ia sangat marah.
Kehebohan itu pun terjadi hingga sang pemilik BAR pun datang untuk melerai mereka.
"Ada apa tuan, apa yang terjadi?".
"Maaf aku telah membuat kegaduhan disini dan aku akan mengganti semua kerusakan ini, aku hanya ingin mencari temanku tidak lebih".
"Siapa temanmu tuan?".
__ADS_1
"Yongki".
"Tuan yongki dia sedang bersenang senang diatas bersama teman wanitanya".
"Bisakah kau antar aku ke sana".
"Tetapi tuan itu privasi, jika tuan berkenan akan ku berikan kamar yang lebih nyaman dan pelayanan lebih memuaskan".
"Aku akan membayar 10x lipat dari yongki asal kau bukakan kamar itu”. Bentak Haykal yang membuat semua orang terkejut termasuk Lendra
Pemilik BAR itu pun menjadi tunduk dan ia mengiring Haykal juga Lendra untuk menuju kamar dimana temannya itu sedang bersenang senang.
Hatinya menjadi gugup ketika ia berjalan mendekati kamar tersebut pasalnya pemilik BAR mengatakan jika itu kamar favorit mereka berdua hingga penjelasan itu membuat Haykal menjadi sangat emosi
Ceklek..
Pintu kamar itu pun terbuka dan terlihat sang matan kekasih dengan yongki kakak kelasnya sedang bermain permainan panas diatas ranjang hingga membuat Haykal dan Lendra terkejut.
Mata merah nampak dimata Haykal diiringi kepalan tangannya menandakan ia sangat emosi pada keduanya hingga ia melangkah menuju ranjang itu sembari menarik kasar yongki dan memukulinya.
Lendra yang melihat hal itu langsung melerai mereka berdua namun Haykal yang dikuasai emosi itu susah untuk membiarkan yongki lolos dari pukulannya.
Bruuk...
Bruukkk...
BRUUUKKKkkkkkkk..
Pukulan demi pukulan Haykal layangkan kearah yongki hingga ia tidak berdaya namun sang mantan kekasih berteriak agar Haykal menghentikan pukulannya.
"Seharusnya kau malu, bukannya menghentikanku”. Maki Haykal pada Aurel
*
*
*
*
*BERSAMBUNG.
__ADS_1