CINTA UNTUK HAYKAL

CINTA UNTUK HAYKAL
EPISODE 13-KELUARGA AUREL


__ADS_3

Pagi itu sinar matahari terbit dari sumbunya, menandakan sebuah aktivitas pagi segera dimulai.


Semua asisten rumah tangga yang berada di kediaman Aurel nampak sibuk dengan rutinitas paginya, ada yang menyiapkan makanan, ada yang membersihkan rumah, bahkan ada yang sibuk mengurus hewan peliharaan keluarga Aurel. Tidak sekali pun tuan rumah menyentuh pekerjaan itu walaupun keadaan terdesak, mereka hanya bisa menyuruh dan memaki jika pekerjaan itu tidak sesuai dengan apa yang diperintahkan, ingin yang terbaik dimatanya dan selalu menyombongkan setiap inci hartanaya.tergila gila dengan kekayaan hingga membuat hatinya tertutup keserakahan.


Sinar mata hari pagi menembus jendela kamar wanita manis yang sedang terlelap itu menebarkan kehangatan di seluruh ruangan hingga silaunya membangunkan seseorang yang  masih mengarungi mimpinya.


 


"EEEhhhmmmm”. Seru Aurel mengelitkan tubuhnya.


Ia masih malas untuk membuka matanya hingga suara notif ponsel menyadarkannya.


Thiiiingg....


 


*Aku akan menjemputmu satu jam lagi, jika kau tidak keluar maka aku yang akan masuk ke dalam".


 


isi pesan tersebut seakan membulatkan mata cantik  Aurel, ia akan mati-matian menyembunyikan hubungan cinta itu dari keluarganya ia tidak ingin mamahnya mencelakai yongki karna telah mencintainya.


Ya yongi..


Yongi adalah kakak kelas Aurel yang sangat mengerti dirinya, dengan memenuhi semua permintaan Aurel yongki mampu merebut hati Aurel dari Haykal meski raga Aurel masih terikat dengan Haykal dalam status pacaran.


Dulunya Aurel memang mencintai Haykal tetapi karna Haykal terlibat anggota osis jadi waktunya terbatas untuk bersama Aurel hingga wanita manis itu merasa Haykal lebih mementingkan osis nya ketimbang dirinya pada akhir nya ia memilih melampiaskan kesepiannya itu kepada lelaki lain. Walau sebenarnya Haykal itu sangat menyayanginya, selalu membelanya dan selalu sabar menghadapi dirinya, tetapi Aurel yang keras kepala itu menilai bahwa Haykal sudah tidak mencintainya padahal keluarga Aurel berharap bisa berbesanan dengan keluarga Haykal.


Bagaimana tidak Monika yang menyukai harta itu sangat antusias menikahkan anak sulungnya dengan Haykal yang kaya itu, ayahnya memiliki puluhan hektar tanah, ibunya seorang sekretaris kantor, memiliki rumah mewah, perkebunan buah nanas yang luas, memiliki kendaraan mewah dan ia anak tunggal yang seluruh harta kekayaan keluarganya akan jatuh ketangan Haykal azza perwira.


Sedangkan yongki yang hidupnya pas pasan jauh dari kata berada, Dia iri kenapa keberuntungan harus ada ditangan Haykal ,Maka dari itu ia ingin sekali merebut apa yang Haykal punya termasuk Aurel.


Yongi mempunyai niat jahat terhadap keluarga Haykal dengan memperalat Aurel untuk menyerangnya. Begitu juga mamah Monika ia juga memiliki niat jahat kepada keluarga Haykal karna dendam masa lalu yang belum terbalaskan.


"Mah aku pergi dulu ya”. Pamit Aurel pada mamahnya yang berada diruang keluarga.


"Mau ke mana kamu?".


"Main aja sama anak-anak".


"Kamu itu seharusnya ikut jaga in bunda Karin supaya Haykal makin kagum sama kamu, bukannya main aja kerajaanmu".


"Aku lagi marahan sama Haykal".


"Haa kenapa bukannya kemarin baik-baik saja".


"Ya kan itu di hadapan keluarganya Haykal, maka aku pura-pura aja baik sama dia".


"Memangnya apa yang terjadi? Sampai kamu segitunya".


"Mamah tahu Haykal selingkuh, dia jalan sama cewek lain, ceweknya itu keg*tel*n banget sama Haykal, goda-goda in Haykal gitu mah".


"Ahh masak".


"Masak mamah gak percaya sih sama anak sendiri,".


"Ya bukannya gak percaya, setahu mamah Haykal tuh cinta mati sama kamu".


"ini bukan salah Haykal, dasar ceweknya aja yang ganjen".


"Oke kamu tenang aja sayang nanti mamah sendiri yang memberi pelajaran wanita itu, namanya siapa?".


"Namanya aleta anak baru disekolah ku".


"Nanti mamah yang beresin".

__ADS_1


"Oke, aku berangkat dulu, bye mamah sayang".


Mamah Monika sangat marah mendengar Haykal berpaling, ia takut rencana yang selama ini sudah direncanakan akan sia-sia.


Segera mamah Monika meminta anak buahnya mencari tahu siapa wanita yang bernama aleta lewat sambungan telefon.


"Hallo, saya ada tugas buat kamu".


"Siap apa tugasnya".


"Cari informasi mengenai aleta siswa baru yang ada disekolah bunga bangsa secepatnya".


"Bagaimana dengan bayarannya".


"Uang-uang dan uang saja yang kau pikirkan, kerjakan dulu baru aku transfer, dan ingat jangan temui aku sebelum kau membawa informasi itu, PAHAM".


"SIAP".


🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹


DIRUMAH SAKIT.


aleta nampak bahagia karena papanya datang, begitu juga Airin yang sudah merindukan papa nya. Mereka berbincang melempar canda tawa seakan tidak ada hal buruk yang terjadi hingga seorang suster datang ,


"Permisi".


"Iyha,ada apa sus?".


"Ini resepnya yang harus ditebus diapotik".


"Iya, makasih ya sus".


"Iya Bu sama-sama, saya permisi dulu".


"Mama keapotik dulu ya".


"Oohhh ya udah, makasih ya Sayang”. Seru mamah Helena kembali duduk


Aleta pun beranjak dari duduknya dan segera pergi ke ruang apotek diujung rumah sakit, dengan masih menggunakan seragam sekolah dan memakai jaket ia berjalan di sepanjang koridor, terlihat mata ale yang masih sendu karna tidak berhenti menangis sepanjang malam mengingat kejadian itu membuatnya murung kembali,.


"Apa yang sebenarnya terjadi pada hatiku, mengapa sangat sulit melupakan nama Haykal dipikirkanku”. Batin ale


"Mengapa kau harus hadir dan meninggalkan warna, kau tahu sangat sulit bagiku menghapus warna yang telah kau ciptakan itu”. Batin nya lagi.


Tanpa sadar ia sudah berada didepan apotek, ia segera mengulurkan resep yang sudah ditulis dokter ke petugas apotek itu.


"Ini mbak obatnya".


"Jadi berapa mbak".


"230 ribu".


"Ini uangnya".


"Terima kasih".


Ale pun segera pergi menuju ruang Airin, namun di tengah jalan ia mendengar benda jatuh,


Prrraaaaannnngggggg....,,,,


"Astaga, apa itu”. Ale membalikkan badan.


Dan segera mencari sumber suara tersebut. Ia masuk ke sebuah ruangan dimana sosok wanita paruh baya itu yang menggunakan baju pasien sedang memungut serpihan gelas yang pecah diatas lantai.


"Astagfirullah, tante ada apa, sudah biar saya saja yang membereskan serpihan gelas nya, nanti tante terluka". Menepis tangan ibu baruh baya itu.

__ADS_1


"Apa tidak apa nak, biar tante saja".


"Jangan tan, nanti tante terluka, lebih baik tante istirahat saja".


"Terima kasih ya nak, nama kamu siapa?".


"namaku Aleta tante,".


"Masya Allah nama yang cantik secantik orangnya. Panggil tante bunda saja ya". Seru wanita paruh baya itu yang ternyata bunda Karin, sebenarnya ale mengetahui namun ale pura-pura tidak mengenal wanita paru baya itu. Karna ia hanya mendengar dari Haykal dan belum pernah bertemu langsung dengan bunda.


"Baik bun, ada sesuatu yang bunda butuh in, biar ale ambil in?".


"Tidak nak tidak usah, bunda terima kasih sekali sama kamu".


"Iya bun sama-sama, apa tidak ada yang temani bunda disini?".


"Ada tadi anak bunda, tetapi dia harus pergi kesekolah karna besok ada turnamen basket".


"Kalo gitu biar ale temani".


"Gak ngrepotin kan?".


"Enggak kok bunda”. Seru ale menggelengkan kepala. Mereka berbicara layaknya seorang ibu dan anak. Sesekali melempar tawa seperti sudah lama mengenal hingga ayah wira datang.


"Assalamualaikum”. Seru ayah wira sembari membuka pintu.


"Walaikum salam”. Jawab keduanya


"Loh siapa ini?”. Ayah wira terkejut melihat ale.


"Ini aleta yah tadi dia bantu bunda membersihkan serpihan gelas yang tidak sengaja bunda jatuh in”. Seru bunda sambil menunjuk pecahan gelas dipinggir meja


"Ya Allah maaf in ayah ya bun gak bisa jaga in bunda".


"Ayah malu atuh sama ale”. Seru bunda melirik ale.


"He he enggak papa kok bunda”. Jawab ale tersenyum.


"Oh iya makasih banyak ya nak sudah bantu istri saya sekaligus mau menemani juga”. Seru ayah wira


"Iya om gak papa,. Bunda ale pamit dulu ya nanti kalo ada apa-apa bunda tidak usah sungkan untuk minta tolong padaku ya".


"Iya, sekali lagi terima kasih ya nak.".


Aleta pun pergi meninggalkan ruangan itu. Sedangkan bunda masih bergeming pada suaminya.


"Ya Allah cantik sekali dia ya yah, andai saja Aurel bisa selembut ale pasti bunda tenang kalo Haykal mencintainya".


"Astagfirullah bun, jangan bicara seperti itu ah bun gak baik".


"Kan bunda cuma berharap yah".


"Semua takdir itu ada pada Allah, bunda hanya perlu berdoa semoga Haykal mendapat wanita yang baik dan Sholeha untuk mendampinginya kelak”. Nasehat ayah wira


"Amin ya robbal alamin".sahut bunda.


Bunda terus saja memuji sikap ale padanya, ia juga membandingkan sifat ale dan Aurel terlintas dibena nya ingin mempertemukan ale dengan Haykal anak semata wayang nya tetapi ia buru-buru menepis pikiran buruk itu. Bunda tahu apa yang dilakukannya itu salah, jika ia melakukan hal tersebut itu sangat melukai Aurel dan biar waktu saja yang menjawabnya.


 *


*


*


*

__ADS_1


*


BERSAMBUNG...


__ADS_2