
Pagi itu kehangatan surya menyapa dengan sangat berbeda dimana aleta tampak lebih tegar dari sebelumnya karna kini perlahan semua kembali normal.
Dirinya kembali kesekolah meski semua siswa menatap aneh kepadanya tapi wanita itu mengabaikan mereka. Ia berjalan menuju kelas namun ditegah jalan ia bertemu dengan pak Virgo yang dahulu pernah menjadi narasumber disekolahnya.
"Aleta kan?".
"Iya pak, bukannya bapak ini pernah mengisi acara disekolah ya?".
"Benar, masih ingat nama bapak kan?".
"Enggak pak".
Pak Virgo pun memarahi aleta karna ia tidak mengingat namanya dan dengan antusias ia menceritakan pada wanita itu mengapa ia ada disana yang membuat aleta terkejut karna alasannya adalah ingin mengajak aleta untuk bekerja sama dengannya. Aleta sempat menolak tetapi pak Virgo meminta bantuan pihak sekolah untuk membujuk aleta hingga wanita itu tidak punya pilihan lain.
"Lalu bagaimana dengan ujianku pak?".
"Nanti itu akan menjadi urusan saya".
Tanpa pikir panjang aleta pun menganggukkan kepala dan berlalu pergi, dirinya tidak ingin berlama lama disana namun pak Virgo terus mengikuti wanita cantik itu hingga aleta merasa risih.
"mengapa bapak mengikuti saya?".
"Saya tidak mengikuti kamu kok, kebetulan kita searah".
Mendengar ucapan lelaki itu membuatnya menjadi kesal dan buru-buru berlari hingga tak memedulikan pak Virgo yang berjalan dibelakang-Nya, melihat gerak geriknya membuat aleta menyadari pasti ada maksud dibalik ini semua.
Kriiinggg...kriiinggg...kriiinggg
Terdengar bel tanda ujian segera dimulai diiringi langkah semua siswa memasuki ruangan. Aleta pun juga ikut dalam ujian itu, layaknya seperti yang lain tetapi ia harus mengerjakan dobel karna kemarin ia tidak mengikuti ujian.
Suasana dikelas itu pun mulai menunjukkan keheningan dimana semua siswa fokus pada ujiannya. Aurel,cika,lendra, dan Haykal pun tak terlihat disekolah, itu menandakan jika mereka akan mengikuti ujian susulan saat mereka sudah kembali disekolah lagi.
Hingga bel tanda waktu ujian berakhir pun berbunyi seluruh siswa harus mengumpulkan semua lembar jawaban yang telah mereka kerjakan, baik itu selesai ataukah belum. Suasana saat itu menjadi ramai layaknya pasar yang tawar menawar harga namun dikelas itu mereka mempermasalahkah tentang jawaban. Aleta duduk sendiri tanpa sahabatnya karna kedua sahabatnya yang lain tiba-tiba saja menjauhi dirinya. Entah apa alasan mereka berbuat seperti Itu, aleta pun juga tidak mengerti hingga membuat wanita cantik itu merasa bingung dimana kesalahannya.
Saat aleta hendak pulang, Imelda menghampirinya dan memarahi aleta karna tiba-tiba hilang dari sekolah membuat dirinya harus mencari wanita cantik itu . Ia juga mengatakan jika esok aleta akan mulai bekerja sama diperusahan milik pak Virgo hingga membuat wanita cantik itu protes.
"Apa tidak ada siswa yang lain? Mengapa harus aku".
"Entahlah, tapi yang pasti pak Virgo meminta dirimulah yang membantunya".
__ADS_1
"Orang itu pasti sengaja".
"Apa sebelumnya kau memiliki hubungan dengannya?".
"Amit-amit".
Aleta pun menepis omongan Imelda yang menyangka jika aleta memiliki hubungan dengan pak Virgo namun tiba-tiba ia menanyakan keadaan Haykal dengan wajah sendu hingga aleta pun merasa jika ada sesuatu dihati Imelda terhadap Haykal.
"Apa kau merindukannya?".
"Apa maksudmu, aku hanya khawatir padanya kita berteman sudah cukup lama”. Serunya sembari melempar pandangan
"Kau mungkin bisa menyembunyikan perasaanmu dibalik kata teman, tapi matamu tidak bisa membohongiku. Katakan saja jika kau menyukai lelakiku".
"Idihh. KePDan banget loh pakek bilang lelakiku segala. Kalian ini masih SMA tahu gak".
"Kok sewot sih, ya biar in lah dia kan memang lelakiku". Seru aleta sembari tersenyum mengejek
"Ya udah, terserah".
"Awas ya mel, aku akan memata matai kamu. Tak kan ku biarkan kau mendekati Haykal”. Bisiknya pada Imelda
Ancaman aleta justru disambut tawa oleh ketua osis itu pasalnya aleta mengatakan dengan mata memerah seperti seorang singa yang ingin menyantap mangsanya hingga Imelda mengatakan jaga Haykal baik-baik, diluar sana banyak orang yang menginginkan lelakimu. mungkin saja suatu saat ada seseorang yang akan merebutnya dari mu. Dan akhirnya mereka berdua mengakhiri perbincangan sampai disana.
"Oohhh mas Haykal ya neng, dia ada di ruangan 213, kayaknya sih lagi menemin pacarnya karna papanya masuk rumah sakit kemarin sore".
"Maksud Anda apa?".
"Iya neng, sejak pasien itu datang dan dokter menanganinya mas Haykal setia menemani anak dari pasien itu hingga tertidur dikursi tunggu bersamanya jadi bapak simpulkan jika mereka pacaran. iya kan neng".
Hati aleta mendadak sesak mendengar ucapan petugas itu hingga pernyataan darinya pun tidak aleta jawab justru wanita cantik itu memilih berlalu mencari ruangan 213.
Matanya memerah, langkahnya gemetar, hatinya gelisah pikirannya pun tak karuan. Siapa yang petugas itu maksud jika aleta adalah kekasihnya dalam keadaan baik-baik saja tetapi apa mungkin Haykal memiliki kekasih lain.
Perasaan campur aduk pun terus menyelimuti hatinya hingga ia tiba diruang 213 dan melihat kesisi jendela siapa orang dibalik kamar itu.
Dirinya tidak dapat melihat siapa orang yang berada diatas kasur itu tetapi ia melihat Haykal sedang berbicara dengannya. Ia tak mendapati siapa pun selain mereka berdua hingga tiba-tiba aleta terkejut saat ada seseorang menepuk bahunya.
"Apa yang kau lakukan disini?".
__ADS_1
Seketika ia membalikkan badan saat ada seseorang menepuk bahunya dan alangkah terkejutnya jika orang itu adalah Aurel.
"Aurel, apa yang kau lakukan disini".
"Maksudmu apa? Gara-hara kamu papah ku masuk rumah sakit".
"Mengapa kau menyalahkanku, dan apa salahku".
Mendengar diluar ada keributan Haykal pun memutuskan untuk melihatnya, dengan menggunakan kursi roda ia membuka pintu itu dan bertanya pada Aurel apa yang terjadi namun belum sempat ia melanjutkan ucapannya dirinya terkejut melihat aleta disana.
"A..aaale, kamu ada disini. Meng..mengapa tidak menghubungiku dulu”. Serunya dengan terbata bata karna Haykal sangat gugup.
Aleta pun hanya memandang sebentar kearah Haykal dan berlalu pergi tanpa membalas ucapan dari kekasihnya yang membuat Haykal semakin panik. Dengan menggunakan kursi roda ia mengejar aleta dan memanggil manggil nama kekasihnya namun tak dipedulikan olehnya.
Aleta tetap tak menengok belakang hatinya merasa sakit karna ulah Haykal hingga ia mempercepat lajunya dan meninggalkan rumah sakit itu.
Disisi lain Haykal tidak enak hati pada aleta, pasalnya ia sangat yakin jika kekasihnya itu sedang cemburu hingga membuatnya kebingungan. Ia mencoba menghubungi aleta via telefon tapi tak dijawab oleh kekasihnya hingga ia hanya dapat meninggalkan pesan.
*sayang, angkat telefonku dulu kumohon*
*sayang!!!!aku akan menjelaskan semuanya tapi tolong angkat telefonku*
*sayang!!!!*
*sayang!!!kumohon, ini tidak seperti yang kau pikirkan. Jangan diamkan aku seperti ini setidaknya kau balas pesanku*.
beberapa pesan pun terkirim dari ponsel milik Haykal namun lama ia menunggu aleta tak kunjung membalasnya. lelaki tampan itu pun kembali menghubungi aleta tetapi kali ini ponsel milik aleta mati dan membuat Haykal sangat kesal.
"Mengapa kau sangat keras kepala”. Gumam nya sembari melototi ponselnya
Sedangkan aleta yang baru saja tiba dirumah itu pun langsung berlari ke dalam kamar tanpa memedulikan keluarganya yang sedang bercengkerama di ruang tengah.
*
*
*
*
__ADS_1
*BERSAMBUNG ..