CINTA UNTUK HAYKAL

CINTA UNTUK HAYKAL
EPISODE 9- NASI GORENG AYAM


__ADS_3

"Hemm, maaf aku tidak sengaja”. Seru ale menundukkan kepala.


"iya gak papa, aku mengerti. Oh iya kamu pulang dengan siapa?".


"Nanti aku pesan taxi Online”. Jawabnya datar


"Bareng aku aja gimana”. Tawar Haykal


"Enggak usah, entar ngrepotin kamu".


"Enggak kok, lagian aku juga harus sekolah. Kamu pamit mamah kamu dulu sana aku mau sholat dulu, nanti aku tunggu diparkirkan.


Mereka pun berpisah ditempat itu, Haykal yang melangkahkan kaki menuju masjid sedangkan aleta menuju  ruang inap adiknya.


"Mah”. Seru ale melangkah masuk ke ruangan itu.


"Loh sayang, kamu semalam ke mana? Mamah kira udah pulang". Tanya mamah Helena khawatir.


"Enggak mah aku ketiduran diruang tunggu, oh iya mah ale pulang dulu ya karna mau sekolah, nanti setelah pulang sekolah ale langsung kesini lagi". Pamit ale


"Iya nak kamu pulang sama siapa?".


"Taxi Online”. Jawabnya singkat.


"iya sayang hati-hati dijalan”. Nasehat sang mama.


ia tidak mungkin bicara kalau pulang dengan Haykal, secara mamah Helena belum mengetahui siapa Haykal.


Di ruang inap 205, nampak bunda sedang melaksanakan ibadah sholat subuh diatas kasur di imami sang suami. Ketika ingin masuk Haykal menghentikan langkahnya melihat ayah dan bundanya sedang menunaikan ibadah sholat.


Ketika mereka selesai beribadah Haykal masuk dan langsung berpamitan kepada kedua orang tuanya.


"Yah aku pulang dulu, aku harus sekolah”. Pamit Haykal


"Ya udah, ini kunci mobilnya”. Sahut ayah wira


"Bunda..,Haykal pamit dulu ya, jangan lupa makan dan obatnya diminum agar cepat sembuh”. Sembari mencium punggung tangan sang bunda.


"Iya, hati-hati dijalan”. Nasehat bunda sampil mengusap lembut pucuk kepala Haykal.


Seperti janjinya tadi Haykal sudah menunggu ale diparkirkan. Nampak dari kejauhan aleta melangkah menuju dimana Haykal berdiri. dengan menggunakan kijang Inova Rebon warna hitam ia melajukan mobilnya hingga berhenti didepan rumah aleta.


"Terima kasih ya kal sudah mengantarku..!!". Seru aleta.


"iya gak papa, satu jam lagi aku jemput".

__ADS_1


"Iya”. Jawab ale sambil tersenyum


jam menunjukkan pukul 06:00,nampak aleta yang sudah rapi dengan seragam sekolahnya itu pergi menuju dapur, ia mengambil bahan makanan didalam kulkas dan segera memasak nasi goreng ayam. Ale memilih masakan simpel untuk ia sarapan karna waktu yang begitu singkat. Dalam 20 menit ale sudah menyelesaikan masakan itu dan menaruhnya diatas piring,  membawanya ke ruang makan. ia juga membuatkan seporsi untuk Haykal karna merasa berhutang budi padanya.


Tin. Tinnnnn...tiiiinnnnnn


Klakson motor berbunyi, nampak Haykal sudah tiba didepan rumah aleta.


Ale yang menyadari itu pun langsung berlari keluar dan melambaikan tangan.


"Kal sini sebentar”. Teriak ale dari teras rumah.


Tanpa basa basi Haykal pun langsung menghampiri aleta. ia terus mengikuti langkah wanita cantik itu hingga tiba diruang makan.


"Kita sarapan dulu ya".


"Enggak usah repot-repot Al, aku bisa makan di kantin”. Seru Haykal menolak


"Jangan gitu kal, anggap saja ini tanda terima kasihku”. Bujuk aleta.


Akhirnya Haykal pun menuruti kemauan ale, ia duduk berseberangan dengan ale sambil menyantap nasi goreng ayam.


"ini kamu sendiri yang masak?". Tanya Haykal


"Iya, maaf ya kalo gak enak.sebenernya aku gak terlalu bisa masak, tapi kalau hanya sekedar buat sarapan aja lumayanlah dari pada perut kosong”. Timpal aleta menundukkan wajahnya karna malu.


Sebenarnya rasanya memang tidak seenak masakan bunda tapi karna aleta sendiri yang memasak, ia pun menghargai wanita cantik itu.


"Enak kok, makasih ya”. Lanjut Haykal


Dari 6 bulan ia menjalin hubungan dengan Aurel belum sekalipun ia mencicipi masakan anak manja tersebut. Bahkan keluarganya melarang Aurel melakukan perkerjaan dirumah. Mereka membayar seorang pembantu untuk membereskan seluruh ruangan dirumah itu.


Berbeda halnya dengan aleta, ia selalu diajari sikap mandiri dari kecil walaupun keluarga ale termasuk keluarga berada bahkan nenek ale adalah salah satu pengusaha apel terbesar di kota Malang. Namun ale tetaplah menjadi seseorang yang sederhana dan rendah hati.


Setelah menyelesaikan sarapan mereka berdua berangkat kesekolah di tengah perjalanan ale begitu gelisah ia khawatir kalau Aurel salah paham kepadanya.


"Kal aku gak enak kalau Aurel marah padamu". Seru aleta menepuk bahu Haykal


"Kamu jangan khawatir, nanti aku turuni  diujung jalan kamu jalan kaki ke area sekolah gimana".


"Iya gapapa".


Benar saja setelah mereka sudah dekat dengan area sekolah Haykal segera meminggirkan motornya dan menurunkan ale diujung jalan. Haykal khawatir kalo ale turun di area sekolah bersamanya akan membuat semua orang salah paham.


"Maaf in aku ya Al, harus turunin kamu disini”. Seru Haykal merasa bersalah.

__ADS_1


"Tidak kal, tidak apa aku mengerti terima kasih ya udah baik kepada ku".


"Iya sama-sama”. Gumam Haykal tersenyum pada ale sembari melajukan motornya meninggalkan jalan tersebut.


Entah perasaan apa yang sedang aleta rasa, yang pasti ia merasa sangat senang. Namun ia juga menyadari kalo itu perbuatan salah, tidak seharusnya aleta memiliki rasa pada Haykal. hal tersebut membuat ale semakin bingung akan hatinya hingga tidak terasa ia telah sampai disekolah.


Saat ale sudah berada di area sekalah nampak Haykal masih ada diparkiran bersama teman temannya, ia sengaja menunggu ale dan memastikan bahwa ale baik-baik saja.


Saat ale berjalan mata ale dengan sengaja melirik kearah Haykal sontak saja Haykal membalas pandangannya dan tersenyum manis kearahnya membuat aleta salah tingkah dan langsung berlari menuju kelasnya, sedangkan Haykal hanya menggelengkan kepala melihat tingkah aleta yang mengemaskan itu.


🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀


Didalam kelas nampak 3 sahabat ale yang sedang berkumpul di satu bangku, mereka melempar canda tawa memperakrab tali persahabatan ketiganya hingga tiba-tiba aleta datang dengan tergesa gesa, ia meletakan tasnya diatas bangku sembari menetral kan nafasnya.


Jantung nya berdetak begitu kencang mengingat senyum Haykal yang manis padanya membuat ale senyum-senyum sendiri.


"Eh itu ale kenapa kok senyum-senyum sendiri". Seru Diandra menyenggol lengan bunga.


"mungkin lagi kesambet hahahhahaha"jawab bunga dengan candaan.


"Atau mungkin lagi kasmaran hahahahahahaha”. Lanjut Tasya


"Eh tunggu kasmaran? Sama siapa?”. Tanya Diandra pada kedua sahabatnya itu.


"Entah lah tanya aja langsung”. Jawab keduanya sembari melangkah menuju bangku ale. Ketika ketiga sahabatnya itu menyapa ale namun tidak ada jawaban dari bibirnya membuat ketiga sahabatnya itu melongo.


Ale yang tadinya melamun itu dibuat terkejut oleh teriakan ketiga sahabatnya itu.


"Aaallleeeeeeee"..


 


*


*


*


*


BERSAMBUNG......


jangan lupa dukung AUTHOR ya dengan cara,


Like

__ADS_1


komen


__ADS_2