
"Halo assalamualaikum"
"Walaikum salam, Haykal kamu dimana sekarang?”. Tanya seseorang itu yang ternyata dari sang ayah
"Dirumah bara yah, ada apa?".
"Bisa temui ayah di perkebunan sekarang?".
"Iya yah Haykal segera ke sana".
Dia pun mulai berpamitan pada sahabatnya itu dan lekas berangkat menuju perkebunan buah nanas milik keluarganya, disana Haykal disambut oleh beberapa karyawan sang ayah yang memberi hormat kepada tuan mudanya itu.
"Siang mas Haykal, tumben datang kemari lagi nyari ayah ya?”. Seru salah satu karyawan sang ayah dan dibalas anggukan dari Haykal kemudian melanjutkan langkahnya.
*Aduuhhh gawat nih, tidak biasanya tuan muda itu datang kemari lalu untuk apa dia kemari*.seru karyawan yang tadi berpapasan dengan Haykal
"Ayah"
"Hay kamu sudah sampai, ayo ikut ke ruangan ayah”. Seru sang ayah dan diiringi langkah Haykal mengikutinya dari belakang
"Waaahhh Haykal gak menyangka ternyata perkebunan ayah sebesar dan seluas ini"
"Hehehehe itulah kesalahan kamu, harusnya kamu bantu ayah mengembangkan perkebunan ini toh suatu saat nanti perkebunan ini semua juga milikmu".
"Maaf ya yah Haykal belum bisa bantuin ayah, nanti insya Allah jika waktunya sudah tepat Haykal pasti akan gabung disini".
"Waw ayah sangat menantikan hal itu".
Haykal pun melangkah melanjutkan langkahnya dan mengikuti keruang kerja milik pak wira.
Setelah mereka sampai Haykal membaca beberapa berkas yang sudah tersusun rapi di rak milik pak wira.
Satu persatu ia coba pahami hingga menemukan sesuatu kejanggalan disana, dimana tercatat perkebunan PT.PERWIRA INDONESIA mentransfer beberapa keuntungan perkebunan kepada Ny. MODE.
Tanda tanya besar pun mengarah pada nya mengapa laba perusahaan dikirimkan kepada Ny. mode siapa sebenarnya Ny. mode ini?
Haykal mulai menanyakan hal itu kepada sang ayah dan lelaki paruh baya itu menjelaskan siapa Ny. MODE
Beliau adalah salah satu pemilik perkebunan apel yang berada dimalang dan saat perkebunan keluarga perwira diambang kehancuran beliau lah yang menyuntikan dana untuk PT.PREWIRA INDONESA namun setelah dinyatakan pemilik asli dari perkebunan apel tersebut meninggal dan kini pindah tangan kepada istrinya yaitu Ny. MODE
Mereka meminta bunga kepada perkebunan keluarga perwira karna dianggap sudah banyak membantu perkebunannya namun pak wira tidak menyadari jika yang tertulis dikontrak kesepakatan mereka itu semua 80% laba yang harus dikirimkan hingga membuat Haykal menggelengkan kepalanya.
"Apa sebelumnya ayah tidak membacanya".
"Tidak kal, tetapi mas Andi sekretaris ayah yang menangani pekerjaan disini saat ayah ada diluar kota dulu."
"Apa kata mas Andi?".
"Yang papa ingat mas Andi mengatakan jika semuanya baik-baik saja".
Kejanggalan mulai terlihat dari pandangan Haykal namun dia belum bisa mengatakannya kepada sang ayah, dirinya ingin mencari bukti yang kuat tentang semua ini sebelum membeberkan yang sebenarnya.
"Ini kan udah mau malam pah lebih baik kita pulang saja ya".
"Iya ayo, bunda pasti sudah menunggu".
"Tetapi aku bawa beberapa berkas ini ya yah untuk mempelajari lebih lanjut tentang masalah ayah".
__ADS_1
"Iya silakan tetapi disimpan baik-baik ya karna itu berkas penting".
"Ayah tidak usah pusing lagi memikirkan masalah ini Haykal pasti akan bantuin ayah untuk mengungkap kebenaran dari kasus ini".
Anggukan dari sang ayah menandakan jika dirinya percaya kepada anak semata wayangnya itu dan mereka lekas beranjak dari perkebunan menuju rumah.
Sesampainya dirumah, bunda merasa heran mengapa kedua lelaki kesayangannya itu tiba berbarengan dan menanyakan kepada suaminya.
"Apa ada masalah?".
"Mengapa kau berpikiran seperti itu".
"Tidak biasanya kalian datang bersamaan".
"Ini hanya kebetulan bun aku sama ayah bertemu didepan”. Seru Haykal terpaksa membohongi sang bunda karna takut bundanya itu terbebani dengan masalah keluarganya.
Dari dulu hingga sekarang pak wira selalu menyembunyikan masalah yang terjadi dari sang istri sampai Haykal tumbuh dewasa dan memiliki jiwa kepemimpinan yang bijak barulah pak wira mengajaknya untuk membantu menyelesaikan masalah.
Haykal pun memasuki kamar dan mandi segeralah ia menunaikan ibadah sholat magrib, setelah menyelesaikannya ia menyambar sweter miliknya segera berpamitan pada sang bunda.
"Kamu mau ke mana lagi Haa?” tanya bunda
"Keluar sebentar bun".
"Kenapa kamu gak betah dirumah sih?".
"Ada janji bun diluar, maaf ya".
"Dengan siapa?”. Seru sang bunda penasaran
"Aleta”. Jawab Haykal sembari berjalan keluar karna takut bundanya memberikan segudang pertanyaan kepadanya.
Benar saja bunda merasa terkejut dengan ucapan Haykal yang membuatnya menyimpan tanda tanya besar.
"Mengapa mereka bertemu?".
"Apa yang disembunyikan Haykal dariku".
"Atau jangan-jangan mereka...???".
Namun pak wira menyadarkan istrinya itu dari lamunannya.
"Sudahlah sayang, anakmu itu sudah dewasa jangan kau kekang seperti itu dia juga butuh hiburan".
"Mas ini ya selalu saja membela haykal,tidur siang dia sudah pergi pulang sebentar lalu keluar lagi apakah akan terus seperti itu?".
"Nanti jika dia punya istri barulah dia betah dirumah".
"Ahh jangan bicara seperti itu, hatiku masih belum rela jika Haykal harus secepat ini menikah, dan meninggalkan kita".
"Cepat atau lambat semua itu pasti akan terjadi tetapi bunda tidak usah khawatir Haykal pasti tidak akan meninggalkan kita”. Nasehat sang suami hingga membuat wanita paruh baya itu menitikkan air mata tak kala membayangkan suatu saat nanti Haykal meminta izin untuk meminang wanita pilihannya dan hidup bersamanya.
🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀
Ditempat lain Lendra yang baru saja menyelesaikan pekerjaannya itu segera mandi dan menghibur diri ke rumah bara, sesampainya disana ia merebahkan tubuh di sofa milik bara.
"Dari mana bro?".
"Rumah".
__ADS_1
"Tadi Haykal menelefonmu mengapa tidak kau angkat".
"Aku tadi sedang bekerja lagi pula aku lagi malas bertemu dengannya".
"Kenapa bisa begitu".
"Aku sangat kesal padanya, diakan memiliki Aurel mengapa masih mendekati aleta juga".
"Oo jadi karna cewek?".
"Loh tahu gue kan, gue gak pernah suka sama cewek sembarangan dan sekali gue menyukainya pasti dia wanita istimewa".
"Ya..ya..ya si bucin, tapi saran gue nih ya mending cari cewek lain deh mengapa harus aleta kan banyak tuh cewek yang lebih cantik dari dia".
"Kok loh bilang kayak gitu, loh gak dukung gue? Oo gue tahu loh pasti dukung Haykal kan karna loh sendiri yang bilang jika sahabat loh selingkuh loh pura-pura gak tahu".
"Apaan sih loh baperan banget jadi cowok, gue bilang gini karna gue gak mau loh sakit hati nantinya lagian Haykal dan Aurel juga sudah putus".
Deg..
Kata-kata itu seakan membuat ancaman untuk hati Lendra, bagaimana tidak kemungkinan Haykal akan mendapatkan wanita incarannya itu lebih mudah karna keunggulan yang ia miliki dari segi mana pun hingga membuat Lendra terdiam.
"Sejak kapan mereka putus?".
"Baru beberapa hari yang lalu".
"Dia tidak cerita dengan kita".
"Dia baru saja pulang dari sini dan dia menelefonmu tetapi tidak kau diangkat jadi jangan menyalahkan Haykal tanya dulu dengan hatimu saranku bicaralah baik-baik secara persahabatan tanpa harus melibatkan emosi aku gak mau persahabatan kita menjadi taruhannya”. Nasehat bara pada Lendra namun dibalas diam oleh Lendra
Hatinya masih ragu dengan Haykal karna menganggap jika lelaki itu hanya memanfaatkan ale untuk kepentingan pribadinya sedangkan dirinya sangat menyukai aleta dengan sepenuh hati.
*
*
*
*
__ADS_1
*BERSAMBUNG....