
Dooooorrrrrrrr
"Airiinnnnnnnnn”. Teriak aleta
Wanita cantik itu terduduk dilantai karna merasa lututnya lemas mendengar tembakan itu namun ia terperanjat bangun saat Airin berteriak nama Reno.
Reno adalah laki-laki yang menghadang peluru pistol itu hingga dirinyalah yang tertembak dan tubuhnya terjatuh. Airin berlari menghampiri Reno yang tergeletak di lantai dan menangis sejadi jadinya diatas tubuh Reno.
Bersamaan itu beberapa polisi mengepung mereka dan menangkap para penjahat itu, mereka juga memanggil ambulans untuk membawa korban ke rumah sakit.
Sesampainya dirumah sakit Lendra dan Reno dibawa keruang UGD untuk ditangani. Tiba-tiba tubuh Airin melemas dan terjatuh pingsan membuat aleta berteriak histeris memanggil perawat.
Suasana malam itu sangat kacau ditambah Reno harus berjuang melawan hidupnya. Sejenak aleta melupakan Haykal yang masih berbaring lemah dirumah sakit, hingga sesosok perempuan mendatangi ruang Haykal yang tidak ada penjaganya.
Orang itu adalah cika dan ia melangkah mendekati tempat Haykal terbaring hingga mengatakan jika ia sangat sedih melihat lelaki tampan itu tak berdaya.
"Andai kau tahu kal, dari pertama kita masuk sekolah aku sudah menaruh hati padamu. Tapi kau memilih Aurel dan sekarang kau bersama aleta. Sedikit saja kau tak pernah menghargai aku yang selalu ada didekat-Mu. Dulu kita saling bercanda namun sekarang kau membenciku hanya karna wanita itu".
Isi hati cika yang sesungguhnya pun sudah ia ungkapkan di hadapan Haykal walau lelaki itu tidak dapat membalas ucapannya namun setidaknya ia dapat mendengar. Jari jemari Haykal menandakan ia merespons ucapannya dan mulai menunjukkan pergerakan.
"Apa kau mendengarku?, jari jemari mu mulai bergerak dan itu tandanya kau mendengarku. Tetapi sayang, rasa cintaku yang ku pendam selama ini kini berubah menjadi segunung kebencian terhadapmu. Kau telah menghancurkan hidupku. Jika memang kau tak bisa bersamaku maka aku pun tak akan mengikhlaskanmu bersama siapa pun termasuk aleta".
Setelah mengatakan hal itu ia mengulurkan tangan dan melepaskan oksigen yang terpasang dihidung Haykal membuat nafas lelaki tampan itu tersengal sengal dan ia segera berlari keluar saat alarm ruangan berbunyi tanda pasien dalam bahaya.
Beberapa suster pun berlarian ke ruangan Haykal ditambah bunda semakin panik karna ia mendapat kabar jika anak semata wayangnya dalam bahaya. Tadinya bunda dan sang suami berada di mushola rumah sakit untuk mendoakan sang anak namun suster memberitahu jika oksigen milik Haykal terlepas dari hidungnya hingga membuat bunda Karin khawatir.
...................
Disisi lain aleta tidak mengetahui kondisi Haykal saat itu karna dirinya sedang panik dengan situasi gempar malam itu. Adiknya masuk rumah sakit, Reno tertembak dan Lendra pun juga menjadi korban membuatnya sakit kepala hingga tiba-tiba nampak Diandra berlari menghampiri aleta.
"Ale. Aku sangat kecewa padamu, mengapa kau selalu membuat orang lain celaka".
"Diandra!!!! Mengapa kau ada disini? Dan apa maksudmu".
__ADS_1
"Aku sudah tahu semuanya, kau adalah biang dari semua masalah. Orang yang berusaha membela mu justru akan mendapat celaka. Kau jahat".
Diandra pun memaki maki aleta karna terhasut omongan cika dan membuat kedua sahabat itu berada dalam sebuah pertengkaran. Diandra yang mencintai Lendra pun sangat terkejut dengan ucapan cika, jika Lendra seperti ini karna membela aleta hingga wanita imut itu menyangka bahwa aleta adalah sumber dari semua masalah. Ia juga tidak mau mendengarkan penjelasan dari aleta dan tetap menganggap wanita cantik itu adalah parasit.
Aleta hanya bisa terdiam saat Diandra menangis dan memaki maki dirinya, pasalnya memang benar aleta lah yang menyebabkan semua ini hingga ia terduduk dikursi dan menangkupkan kedua tangannya ke wajah sembari menangis.
"Huuuhhuuh. Ya Allah beri hamba kekuatan untuk menghadapi cobaanmu ini huuuhhuuh”. Doanya didalam tangisan.
****
Keesokan paginya aleta terbangun dari tidurnya dan melangkah mendekati ruang sang adik dirawat. Ia melihat Airin dari luar dan mengatakan pada dirinya sendiri jika ia sangat bodoh, karna tak bisa menjaga sang adik. Setelah itu aleta melangkahkan kakinya lagi menuju ruangan Reno, dirinya hanya melihat Reno dari luar karna saat itu Reno sedang kritis dan tak sembarang orang bisa mendekatinya. Aleta mengucapkan banyak terima kasih pada Reno hingga memberikan support untuk melawan maut, ia juga mengatakan maaf untuk ke sekian kali.
Setelah itu ia mendekati ruang Lendra dan melihat Diandra tertidur di samping ranjang lelaki dingin itu. Rasa bersalah pun menyelimuti aleta pasalnya Lendra seperti ini karna membantunya.
Tepat saat ia melamun tiba-tiba ia teringat dengan Haykal dan segera berlari menemui lelaki tampan itu, namun aleta sedikit tak percaya dengan apa yang ia lihat. pasalnya alat bantu yang biasa terpasang kini sudah terlepas dari tubuhnya dan menanyakan pada bunda apa yang telah terjadi hingga sang bunda mengatakan semua kejadian dimalam tadi yang membuat aleta terkejut.
"Astagfirullah, siapa orang itu bun?".
"Entahlah Al, dia memakai jaket dan menutupi seluruh wajahnya".
"Alhamdulillah Haykal sudah sadar, dan sekarang dia lagi tidur".
"Ya Allah, alhamdulillah”. Seru aleta tak percaya jika kekasihnya kini sudah kembali
Angin segar pun kini aleta dapatkan karna kekuatan yang ia butuh kan saat ini sudah kembali. Haykal adalah sumber kekuatan aleta, lelaki tampan itu adalah bahu ternyaman untuk saat ini. segeralah ia memasuki ruangan dan melihat kekasihnya masih terlelap.
"Sayang!!!!aku datang, apa kau mendengarku???. Aku sangat bahagia mendengar kabar jika kamu sudah sadar. Kau tahu banyak hal yang ingin kuceritakan padamu”. Seru aleta lirih sembari merebahkan kepalanya diatas dada Haykal.
merasakan sentuhan pada tubuhnya mata Haykal perlahan terbuka dan mendapati sosok yang ia cari semalaman berada disamping-Nya hingga tangan Haykal sebelah kanan mulai menyentuh pucuk kepala aleta.
"Apa kau baik-baik saja”. Seru Haykal lirih nyaris tak terdengar namun masih jelas ditelinga aleta hingga membuat wanita cantik itu terkejut dan membetulkan duduknya.
"Haykal??".teriaknya tanda bahagia
__ADS_1
Tanpa basa basi aleta langsung memeluk sang kekasih dengan sangat erat seperti setahun menahan rindu. Dia juga menangis dipelukan itu hingga Haykal mengusap air matanya.
"Berapa tahun aku tertidur hingga kamu seperti ini!!!”.
“Apa kau bercanda, tidurmu itu membuatku hampir gila”. Balas aleta dengan nada sedikit meninggi karna kesal pada Haykal
“Apa yang terjadi, katakanlah" serunya sembari membelai lembut rambut aleta.
"Aku kehilangan kekuatanku dan aku sangat lelah. semua orang menyalahkanku tanpa tahu sulitnya diposisiku saat ini huhuhuhuhu”. Serunya sembari menangis
Aleta terus menangis sembari menceritakan hal yang tengah ia alami saat ini dan Haykal dengan saksama mendengarnya hingga ia mengatakan sabar dan menasihati sang kekasih.
"Saat kamu kehilangan arah, Allah selalu ada didekat mu. Kamu tak perlu takut menghadapi semua ini sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang benar”. Nasehat Haykal pada aleta
"Aku bersyukur memilikimu, dan sekarang Allah telah mengembalikan kekuatanku melalui dirimu. Entah apa yang terjadi padaku jika aku kehilanganmu".
"Sudah jangan katakan itu. Kita dipertemukan karna rencana Allah dan aku dikembalikan karna sudah takdir dari Allah. Sekarang kamu jangan bersedih lagi aku ada disini. Maafkan aku karna sudah tidak mendampingimu saat kau membutuhkanku".
"Haykal jangan pergi lagi ku mohon".
Melihat wajah lucu bercampur sendu membuat Haykal tersenyum dan mengatakan semoga kau adalah tulang rusukku yang sesungguhnya hingga memuat aleta yang tadinya murung berubah menjadi salah tingkah mendengarnya.
*
*
*
*
__ADS_1
*BERSAMBUNG..