
"Iya mas reno,ayo".
Mereka berdua pun mulai mengendap ngendap untuk memasuki rumah itu. Lendra melempar batu kearah selatan agar penjaga pintu beranjak dari tempatnya.
"Siapa itu?”. Teriak penjaga diiringi langkah nya mendekati suara itu namun ketika sang penjaga melihat ke sekeliling ia tak mendapati apa pun dan tepat saat itu Reno memukul penjaga itu menggunakan balok hingga membuatnya pingsan.
"Ayo mas Reno”. Seru Lendra saat mendapati situasi menandakan aman
Mereka mulai memasuki ruangan namun ia tak mendapati aleta disana. Mereka mencoba berkeliling tetapi tak mendapati satu orang pun disana.
"Kosong. ke mana yang lain?".
"Perasaan tadi aleta teriak meminta tolong namun mengapa tidak ada siapa pun".
Keduanya pun merasa kebingungan dengan situasi saat namun tiba-tiba dari arah belakang beberapa penjaga mengepung mereka hingga Reno mengatakan jika kita telah dijebak.
"Hahahahahahaha. Selamat datang dineraka”. Seru salah satu penjaga itu diikuti tawa dari semua penjaga
"Dimana aleta”. Seru Lendra dengan lantang
"Mungkin sudah dihabisi oleh bos. Hahahahahahaha".
Mendengar ucapan yang menyakiti hati, Lendra mengepalkan tangannya dan segera melayangkan pukulan pada penjaga itu hingga terjatuh namun beberapa penjaga membalas perlakuan Lendra yang membuat Reno turun tangan.
Pertarungan itu cukup sengit karna Reno juga memiliki kemampuan bela diri yang cukup tinggi namun ia sempat kualahan saat harus membela Lendra.
Lelaki dingin itu terus saja mendapat pukulan karna penjaga itu sangat banyak dan mengatakan jika mungkin kita akan mati disini. Pernyataan Lendra membuat Reno semakin tak karuan pasalnya ia juga menyadari mereka kalah jumlah.
Sedangkan dilantai atas paman andi membawa aleta ke dalam kamar dan menidurkan wanita cantik yang telah ia pukul hingga pingsan itu diatas ranjang. paman andi juga menaruh pistol yang ia bawa didekat aleta pingsan dan segera beranjak untuk mandi.
Perlahan aleta membuka mata, dia hanya berpura pura pingsan saat paman andi mencoba melumpuhkannya, aleta ingin mengetahui apa yang akan terjadi tetapi saat ia melihat pistol ada didekat-Nya ia mencoba menyembunyikan dibalik bajunya dan berpura-pura kembali saat paman andi keluar dari kamar mandi.
Paman andi berjalan mendekati aleta tertidur perlahan ia membelai pipi putih aleta dan mulai memuji kecantikan wanita itu. Hasratnya mulai tergugah saat merasakan kelembutan kulit putih aleta hingga ia ingin menyentuh bagian sensitif aleta, perlahan wanita itu mulai membuka mata dan menepis tangan paman andi yang hendak menyentuh daerah sensitifnya.
Paman andi terkejut karna aleta terbangun tetapi ia merasa aneh saat wanita cantik itu bersikap lembut padanya.
"Paman andi”. Seru aleta dengan nada lembut yang terdengar menggoda.
"Aleta kau".
"Paman mengapa kau tak mengatakan jika menginginkanku, mungkin jika kau bicara situasinya tidak seburuk ini".
__ADS_1
"Apa maksudmu? Apa kau juga menyukaiku".
"Hemm".
Aleta terus saja merayu lelaki paruh baya itu hingga rahasia yang puluhan tahun ia pendam pun terbongkar. Ia mengatakan Aurel itu anaknya hingga ia bekerja diperusahan keluarga Haykal hanya untuk menghancurkannya.
*dasar licik*. Batin aleta namun ia tersenyum saat paman andi memandangnya.
"Kau sangat cantik, mana mungkin aku rela membiarkanmu dimiliki oleh tuan muda Haykal".
"Jika aku menyukainya bagaimana, kekayaanmu masih jauh di bawah keluarga Haykal. Mana mungkin aku melepaskannya”. Seru aleta membalas kelicikan paman andi
"Aku berjanji pada mu akan ku habisi keluarga itu dan merampas hartanya".
Aleta tersenyum kecut kearah paman andi. Didalam hati ia sangat kesal saat mendengar ucapannya namun ia terus berpura-pura untuk mencari celah melumpuhkan lelaki itu.
"Dimana Monika?".
"Mengapa kau mencarinya, malam ini hanya untuk kesenangan kita berdua bukan orang lain".
"Lalu bagaimana dengan adikku?".
"Aku akan membebaskannya jika kau tidur denganku malam ini".
Setelah paman andi memetikan lampu ia meraih tangan aleta namun wanita cantik itu menolak dan mengatakan jika ia sendiri yang akan membuka bajunya, tetapi bukannya membuka bajunya ia justru mengambil tali untuk mencekik leher lelaki paruh baya itu.
Pak andi pun berteriak sekeras mungkin untuk meminta bantuan karna perlakuan kejam dari aleta dan wanita cantik itu mengatakan jika akan mengakhiri hidup paman andi saat itu juga.
Paman andi sangat terkejut dengan ucapan wanita cantik itu hingga membuatnya gemetar dan ia mencari pistol yang ia letakan tadi tetapi tidak ia temukan.
"Kau sedang mencari apa?”. Tanya aleta dengan nada yang menakutkan
Namun belum sempat ia memberitahu pak andi, jika pistol itu dibawanya para menjaga mengepung aleta.
"Diam disana atau bos mu akan mati”. Seru aleta memperkuat ikatan tali di leher paman andi yang membuat para penjaga itu berhenti karna melihat bosnya hampir kehabisan nafas.
"Suruh anak buahmu melepaskan adik ku atau kau akan mati konyol ditanganku" bentak aleta pada paman andi dan para penjaga pun mengikuti perintah aleta.
Aleta membawa paman andi menemui sang adik tetapi ia justru melihat Lendra tergeletak dilantai dan tak menemukan Reno disana. Rasa bersalah menyelimuti aleta namun ia tidak memiliki pilihan lain dan harus menyelesaikan permainan ini secepat mungkin.
Tangga demi tangga pun ia lalui untuk menemui sang adik dan ia melihat adiknya bersama Monika terikat tali disudut ruangan hingga aleta menyuruh anak buah paman andi melepaskannya.
__ADS_1
Ketika aleta lengah salah satu penjaga itu mendorong aleta hingga terjatuh dan membebaskan paman andi dari sana hingga lelaki paruh baya itu merasa menang.
Ia mendekati aleta dan adiknya hingga berkata jika ia tak bisa mendapatkan wanita pujaannya maka Haykal pun juga tidak akan mendapatkannya. Pukulan pun akan segera paman andi layangkan kearah aleta namun wanita cantik itu justru mengambil pistol dan menembaknya terlebih dahulu hingga suara tembakan itu terdengar sampai luar rumah.
Situasi saat itu sangat mencengkeram pasalnya setelah paman andi tersungkur ketanah karna tembakan dari aleta para penjaga mulai menyerang wanita cantik itu hingga tiba-tiba Reno datang dan membantu aleta menghajar para penjaga itu.
Beberapa tembakan pun aleta lacurkan hingga ada banyak penjaga yang mati karna aksi wanita cantik itu. Namun saat aleta berhenti sejenak dan melihat banyak darah tumpah karnanya, salah satu penjaga yang masih hidup itu memukul aleta dari arah belakang hingga membuatnya terjatuh dan pistol itu pun terlepas dari tangannya.
Dengan cepat penjaga itu mengambilnya dan mulai mengarahkan pistol itu pada Airin jika aleta masih melawan. Sontak saja aleta mengangkat tangan tanda menyerah karna ia sangat khawatir pada sang adik.
"Jangan. Jangan lakukan itu ku mohon".
"Kak.. tolong aku huuuhhuuh".
"Jauhkan pistol itu dari adik ku mohon".
Aleta terus saja memohon tetapi penjaga itu tidak punya pilihan lain saat mobil polisi menyalakan sirine tanda mereka sudah dikepung dan ia mulai melepaskan tembakannya.
Dooooorrrrrrrr
"Airiinnnnnnnnn”. Teriak aleta
*
*
*
*
*
*BERSAMBUNG
__ADS_1
ADUH BESTI AUTHOR DEG DEGAN NIH, KIRA-KIRA AIRIN MATI ATAU ENGGAK YA??