CINTA UNTUK HAYKAL

CINTA UNTUK HAYKAL
EPISODE 16-PERTANDINGAN BASKET 2


__ADS_3

"Siap”. Jawab anak buah Monika tersebut.


Setelah itu Monika menyusun rencana bagaimana cara bisa masuk sekolah itu untuk memata matai aleta.


Terlintas dibenanya untuk meminta bantuan kepada keponakannya yang bersekolah disana juga.


"Aku gak mungkin suruh Aurel melakukannya, anak itu terlalu ceroboh jika dikasih tugas”. Seru mamah Monika


"Apa aku minta tolong cika saja ya.. ia cika”. Lanjut mamah Monika tersenyum


Cika adalah keponakan mamah Monika, itu berati dia dan Aurel adalah saudara sepupu.


Mamah Monika sangat antusias ketika cika akan dimasukkan ke dalam rencananya karna dia bisa diandal kan sekaligus kedudukannya sebagai salah satu anggota osis jadi tidak mungkin ada yang curiga kepadanya.


Tuuuuuut...tuuuuttttt. Tuuuuttttt...


Panggilan terhubung...


"Hallo tante, ada apa? Apa sedang mencari Aurel?” tanya wanita itu yang ternyata cika


"Tidak sayang tante mencarimu".


"Ada perlu apa tante".


"Dengar-dengar ada siswa baru ya disekolahmu".


"Pasti Aurel ya yang sudah cerita".


"Eh kok tahu, kamu kan tahu sendiri bagaimana sifat sepupu mu itu"


"Emmm...lalu ada apa tante menelefonku?".


"Gini sayang tante mau minta tolong sama kamu untuk mengawasi anak baru itu, pastikan jangan sampai dia mendekati calon menantuku".


"Menantu tante..!!!".


"Iya,. Haykal maksud nya. Kamu juga jangan khawatir nanti tante tambah in uang jajanmu ya nak”. Monika tersenyum licik.


"Eh. Lumayan juga kalau aku porotin nih tante,tau aja gue lagi butuh duit”. Batin cika sambil tersenyum licik juga


"Oke tante siap, aku pastikan anak kota itu tidak mendekati Haykal”. Seru cika meyakinkan Monika


"Ia sayang makasih ya".


Panggilan pun terputus,..


Mereka yang sama liciknya itu sudah membuat kesepakatan untuk menghancurkan aleta.


🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹


Thiiiggggggg...


Tanda pertandingan dimulai.


Sma Cendrawasih dengan lihai mengiring bola hingga memasuki ring berkali kali. Mereka mampu mengendalikan permainan itu dengan baik hingga membawa mereka menang dalam melawan smk Kartanegara.


Dilanjutkan oleh sma GARUDA melawan smk PAWIATAN.


Seperti pertandingan sebelumnya mereka saling berebut bola dan mengiringnya ke dalam ring basket.


Namun permainan kali ini dikuasai oleh sma GARUDA, mereka sangat tangguh dan susah dilawan apalagi ketua tim basket ini sangat gagah dan berani, dengan mudah melawan smk PAWIATAN hingga akhirnya dinyatakan menang.


Para suporter sma GARUDA itu pun bersorak sorak tanda kemenangan.


Mereka sangat senang.


Pertandingan tidak berhenti sampai disitu. Kini giliran sma "BUNGA BANGSA" melawan smk "LIMA SILA".

__ADS_1


Suporter dari sekolah sma “BUNGA BANGSA" pun bersorak sorak menyanyikan yel-yel mereka diiringi langkah kaki sang kapten basket menuju tengah lapangan diikuti anggotanya.


Kedua tim basket itu pun saling berjabat tangan untuk mengikat tali persahabatan, setelah itu mereka memosisikan diri pada tempat masing-masing.


Tinggg..Tingggg..Thiiiingg


Suara bel tanda pertandingan pun dimulai. Wasit melempar bola ke atas dengan cepat Haykal meraih bola itu dan mengiringnya ke-ring hingga memasukkan 1 poin untuk sma “BUNGA BANGSA". lanjut Haykal mengoper bola itu ke-bara dan dikembalikan lagi ke Haykal sembari meloncat memasukkan bola ke-ring menambah poin lagi untuk sma “BUNGA BANGSA".


Permainan terus saja seperti itu tidak ada kesempatan lawannya untuk merebut bola, Haykal dengan kakinya yang lincah selalu bisa melewati serangan musuhnya namun situasi tersebut membuat tim lawan gelap mata tersirat niat buruk pada tim Haykal.


"Brrruuuuuukkkkkk".


Haykal terjatuh


"Awwwuuuuuwwww,sakiiitt".Haykal meringis kesakitan sambil memegangi kakinya yang terkilir.


Beberapa orang dengan sengaja menabrak Haykal hingga ia terjatuh, ada yang sengaja menabrak tubuhnya ada juga yang sengaja menjegal kakinya hingga membuat kaki Haykal terkilir. Tim Haykal pun saling berlari menuju Haykal diikuti tim medis untuk memeriksa kaki nya.


Dari kejauhan nampak aleta sangat terkejut, ia langsung berdiri dan ingin segera ikut berlari ke arah Haykal namun 3 teman nya itu menahan tangan ale.


"Jangan Al, sudah kamu disini saja”. Seru bunga


"Aku tidak bisa diam saja melihat Haykal seperti itu”. Jawabnya menepis tangan bunga.


"Ale lihatlah, Aurel sudah ada disana”. Seru Diandra dengan tangan mengarah ketengah lapangan.


Aleta yang awalnya ingin segera menghampiri Haykal mengurungkan niatnya karna sangat mungkin jika dia disana pasti akan bertengkar dengan Aurel, ale kembali ke bangkunya dengan perasaan cemas.


"Aku takut dia kenapa kenapa dii".tak terasa air matanya pun sudah membasahi pipinya.


"Astaga Al, jangan seperti ini aku tahu kau sangat menghawatirkan Haykal tapi disana sudah ada tim medis kok”. Seru Diandra sembari menghapus air mata ale


Mereka pun mencoba menenangkan ale sedangkan di tengah lapangan nampak Aurel berada di samping Haykal.


"Kal apa yang sakit?”. Tanya nya sembari menyentuh kaki Haykal


"Awwuuww,sakiiit rel”. Haykal menepis tangan Aurel dari kakinya


Apa kau mengusirku?” seru Aurel melirik tajam kearah Lendra.


"Sudah jangan bertengkar mendingan kamu kembali duduk ditempat mu rel biar kami bisa mengobati Haykal dulu".


Aurel sangat marah mendengar kata-kata salah satu tim medis itu,Bagaimana bisa seorang Aurel diusir dari tempat yang seharusnya dia ada disana. Ia berlari ke tepi lapangan dengan mata memerah menandakan ada kemarahan dalam jiwanya. Dari kejauhan seseorang memperhatikan tingkah Aurel hingga ia memutuskan untuk mengirim pesan.


*Keluarlah dari tempat menyebalkan itu dan Datanglah ke tempat biasa, aku menunggumu disana*


Isi pesan itu yang ternyata dari yongki. Aurel yang sudah membacanya itu pun langsung meninggalkan tempat itu dan lekas menemui seseorang yang telah mengirim pesan tadi.


Di lapangan nampak pertandingan ditunda 10 menit karna kaki Haykal harus diobati, ketika bel tanda permainan akan dilanjutkan Haykal tetap kekeh untuk melanjutkan permainannya walau teman temannya melarang tetapi Haykal tidak pantang menyerah. Dengan menahan sakit Haykal melanjutkan permainannya.


Hingga akhirnya poin berkali kali dicetak oleh tim Haykal dan kemenangan ada ditangannya.


suporter pun bersorak sorak gembira karna kemenangan sekolahnya, mereka sangat bangga pada wakil ketua osis tersebut diiringi anggota tim Haykal yang saling berpelukan.


Semua tim basket itu pun melangkah masuk kelapangan mereka saling berjabat tangan seperti semula.


Pertandingan dimenangkan oleh 3 sekolah yang dinyatakan lolos ke tahap final. Setelah saling berjabat tangan mereka membubarkan diri dengan sangat tertib disusul tim Haykal kembali ke bescem untuk mengganti bajunya.


Ketika sampai dibescem Haykal merebahkan tubuhnya dikursi, ia merasa sangat lelah dan kesakitan karna kakinya yang mulai membengkak.


"Kal kamu mau ganti baju sekarang?”. Tanya bara


"Nanti aja kalian dulu aja, aku mau istirahat sebentar kakiku sakit banget”. Seru Haykal memejamkan mata


Tok..tokk..tokk


Dari luar nampak seseorang mengetuk pintu..

__ADS_1


Ceklek.


Lendra membuka pintu dan ternyata itu seorang wanita.


"Aleta?". Seru Lendra


Seketika Haykal membuka matanya mendengar nama aleta. Haykal membetulkan duduknya sembari melihat kearah pintu terdapat wanita cantik sedang berdiri didepan pintu.


Kondisi ruang itu saat ini telah sepi karna anggota tim basket yang lain sudah meninggalkan ruangan hanya menyisakan haykal,lendra dan bara.


"Len ke kantin dulu yuk nyari makan lapar gue”. Seru bara mengajak Lendra untuk meninggalkan mereka berdua.


Sebenarnya hati Lendra sangat gelisah meninggalkan ale dengan Haykal tetapi tidak ada pilihan lagi akhirnya mereka berdua meninggalkan ruangan tersebut yang hanya menyisakan ale dan Haykal.


"Masuklah”. Seru Haykal sembari menggeser duduknya


"Gimana keadaanmu?” tanya ale sembari duduk di samping Haykal.


"Sudah agak mendingan cuma masih bengkak”. Seru Haykal.


Ale pun melihat kaki Haykal yang nampak membengkak biru tersebut sesekali ia menyentuh kakinya untuk memastikan apakah bengkaknya parah atau tidak.


"Awwauuww sakit”. Rengek Haykal


"Kenapa kamu keras kepala sekali, sudah tahu kakinya terkilir masih saja dipaksa untuk bertanding”. Gumam ale dengan nada sedikit marah.


"Aku ingin membanggakan sekolahku dengan pulang membawa kemenangan".


"Hanya kemenangan yang kau pikirkan?”. Nada ale semakin tinggi, ia sangat gemas pada jawaban Haykal yang menyebalkan itu Dan Haykal hanya menganggukkan kepala


"Ku tahu kau memang hebat dengan kondisimu seperti ini kamu mampu bertahan hingga jadi juara, tapi lihat dirimu......hargai sedikit hidupmu, kakimu itu sedang terkilir jangan kau paksa, kekalahan bukan akhir dari segalanya”. Hardik ale dengan sedikit menahan tangisannya walaupun mata nya sudah berkaca kaca.


Seketika ale memalingkan wajahnya dan menjatuhkan air mata yang sudah tidak sanggup ia tahan.


"lihatlah aku sudah baik-baik saja,”. Seru Haykal


"Bagaimana bisa kau bisa bicara seperti itu, aku sangat cemas dengan keadaanmu tapi kau..huuhuuuhuuu".ale menangis sejadi jadinya di hadapan Haykal.


"jangan menangis lagi”. Haykal berusaha menenangkan wanita cantik itu dan menghapus air matanya, ia sangat bingung apa yang harus dirinya lakukan hingga tangan ale menepisnya.


"Sudah lah kau memang egois huuhuuuhuuu kau hanya memikirkan kemenanganmu kau tidak memikirkan dirimu sendiri".


"Ale dengarkan aku, jangan menangis lagi aku tak sanggup bila melihatmu menangis ".seru Haykal dengan menggenggam tangan aleta..


"Bbbbrrruuuukkkkk".


Seseorang membuka pintu dengan kasar. Haykal dan ale nampak terkejut melihat kedatangan seorang wanita dengan membanting pintu.


 


*


 


*


 


*


 


*


 


*

__ADS_1


 


BERSAMBUNG...


__ADS_2