CINTA UNTUK HAYKAL

CINTA UNTUK HAYKAL
EPISODE 127-RINDU YANG TAK MENDAPAT BALASAN


__ADS_3

Pagi pun menyapa dengan sendu, dimana sang matahari tidak menunjukan sinarnya seperti yang kini haykal rasakan. Cintanya mendadak ragu di tengah hilangnya komunikasi. Dia bertanya pada dirinya sendiri dimana sang pujaan hati dan mengapa ia pergi tanpa meninggalkan kabar hingga sampai kapan ia menanti.


Sesampainya di sekolah imelda pun menghampiri haykal yang berada di parkiran, ia juga bertanya mengapa matanya terlihat sayu namun lelaki tampan itu hanya menjawab jika dirinya sedang tidak enak badan.


"Mengapa kau datang kesekolah jika merasa kurang sehat? Seharusnya kau berada dirumah untuk beristirahat".


"Tidak. Ada banyak hal yang membebani pikiranku jika aku berdiam diri dirumah".


"Apa ini semua ada hubungannya dengan aleta?".


Pertanyaan itu seakan membuat haykal tersulut emosi dikala rindu sudah menguasai jiwa namun tak tersampaikan bahkan tak mendapat balasan. Haykal hanya bisa berpura pura menghiraukan ucapan imelda dengan berjalan meninggalkan rekan osisnya itu karena merasa sudah cukup lelah ia memikirkan dimana sang kekasih.


Imelda tau mengapa haykal bersikap seperti itu hingga seseorang memanggilnya untuk menyampaikan pesan padanya.


"Mel kamu disuruh ke ruang guru. Sekarang".


"Iya".


Imelda pun bergegas menuju ke ruang guru dan sudah ada beberapa guru yang menunggunya disana.


"Duduklah mel".


"Baik bu, sebelumnya mohon maaf tapi ada apa ya bu?".


"Mengingat bahwa pertandingan bola basket tahunan akan diadakan di luar kota. Sekolah kita ditunjuk untuk mewakilinya, maka dari itu saya minta semua pengurus osis beserta tim basket mempersiapkan semuanya dengan baik".


"Apakah benar bu. Jadi tim basket kita yang akan mewakilinya?".


"Iya. Gimana anggota kamu siapkan?".


"Saya akan bicara sama haykal, selaku kapten tim basket. Oh iya bu siapa yang menjadi tuan rumah dari pertandingan bola basket tahun ini?".


"SMAN 3 kota semarang".


"Semarang bu?".


"iya".


Rasa bahagia pun menyelimuti hati imelda, segera ia bergegas menuju kelas untuk membicarakan ini semua pada haykal. Disisi lain haykal tengah sibuk di ruang belakang untuk menata bola basket beserta atributnya namun tiba tiba seseorang menyapanya dengan penuh kelembutan.


"Apa perlu ku bantu kak?". Seru seseorang itu yang ternyata clara hingga berani memeluk haykal dari arah belakang.


Sontak saja haykal merasa terkejut dengan aksi sang adik kelas dan dengan spontan ia membalikan badan sembari melepaskan pelukannya.


"Apa yang kau lakukan?".


"selama ini kau terus menggangguku, itu berarti kau menyukaiku?".


"Sesimpel itukah pemikiranmu? Cobalah berpikir mengapa kumbang selalu mendatangi bunga".

__ADS_1


"Karena madunya bukan? Persis seperti kakak yang terus mengganggu bahkan mengantarku pulang, apalagi kalau bukan cinta".


"Benar, kumbang selalu mendatangi bunga karena madunya tapi aku selalu mengganggumu bukan karena cinta melainkan ada sesuatu yang inginku tau darimu".


Mendengar ucapan sang wakil ketua osis membuat clara membulatkan mata sembari menatap tajam kearah haykal hingga bertanya apa maksudnya.


"Mengapa kamu memasuki ruang kerja ayahku?".


Aliran darah serasa seperti berhenti mendengar pertanyaan itu dan hati yang tadinya netral kini mulai menunjukan kegelisahan, wanita itu terus berusaha mengelak dari pertanyaan haykal dengan mengatakan tidak mengerti apa maksud dari ucapan sang kakak kelas.


kesengajaan haykal menyampaikan hal itu karena rasa penasaran yang terus menghantui dirinya membuat sang wakil ketua osis itu tidak merasa tenang hingga menanyakan langsung dengan orang yang bersangkutan. Kepanikan tampak diwajah clara dikala haykal perlahan mulai mencurigai dirinya. Disaat haykal menanti jawaban dari clara, cika datang tepat waktu memergoki mereka sedang berbicara berdua di ruang belakang hingga menghebohkan seluruh sekolah.


Haykal yang menyadari dirinya akan mendapat masalah setelah ini ia pun beranjak meninggakan clara sendiri dan bergegas menuju kelasnya untuk menghindari sorakkan dari mereka. 


Brukk...


"Astaga kal hati hati dong, kamu kenapa sih?".tanya imelda yang tak sengaja bertabrakan dengan wakil ketua osis itu.


Haykal pun mengatakan maaf karena telah menabraknya dan mengatakan jika dirinya tidak sengaja namun imelda menyadari jika itu semua memang kecelakaan dan mengucapkan kata iya gak papa.


"Oh iya kal aku ingin bicara sebentar denganmu".


"Apa?".


"Sekolah kita ditunjuk untuk mewakili turnamen basket di luar kota".


"Lusa".


"Dimana?".


"Semarang".


Mendengar kota itu membuat haykal memandang imelda dengan tatapan tajam dan mulai memahami maksud dari ucapan sang osis hingga mengatakan kata aleta yang membuat imelda tersenyum.


"Iya, kita bisa bertemu ale disana".


"Tapi mel aku tidak tahu alamatnya?".


"Suami aurel pasti tahu?".


Haykal pun nampak bahagia mendengar solusi yang diberikan oleh sahabatnya segera ia bergegas untuk menuju rumah mas reno setelah bel tanda pulang dibunyikan.


Tok..tok..tok..


"Assalamualaikum".


"Assalamualaikum".


"Mas reno..aurel?".

__ADS_1


Beberapa kali haikal mengucap salam namun tak ada jawaban dari sang tuan rumah tetapi ia mendengar ada seseorang berteriak dari dalam yang membuatnya terkejut hingga memutuskan untuk melihat suara siapakah itu. Tepat saat itu pintu rumah pun tidak terkunci hingga membuat haykal dengan mudah memasuki rumah, semakin kuat suara teriakan itu membuat hati haykal semakin khawatir dan dengan cepat ia mencari sumber suara namun alangkah terkejutnya melihat aurel yang berteriak.


"Mas reno apa yang terjadi?".


"Syukurlah kamu kesini kal, tolong hubungi bidan. Segera".


Sontak saja haykal merasa panik dan bergegas mencari bidan terdekat untuk menolong persalinan yang dilakukan aurel. Tak berselang lama haykal telah membawa bidan itu menuju rumah reno dan mulai menangani aurel.


"Astaga, gawat".


"Apanya yang gawat dok".


"Ketubannya sudah pecah, saya takut terjadi sesuatu pada bayinya".


"Lalu apa yang harus kita lakukan dok, jangan buat kita khawatir".


"Bawa kerumah sakit saja".


Rintihan dari aurel pun sudah sangat menyakiti telinga reno dan haykal, mereka bertiga membawa aurel kerumah sakit terdekat untuk mendapat pertolongan dan sesampainya disana beberapa suster telah menyambut mereka.


Aurel dibawa ke ruang persalinan namun wanita manis itu tampak lemas dan pucat, reno terus menggenggam tangan sang istri untuk menguatkannya sedangkan haykal terus mendampingi mereka untuk memberikan support.


Kedua lelaki itu nampak kompak memberikan dukungan dan kekuatan untuk aurel menjalani proses persalinannya hingga tiba di ruang khusus mereka harus berpisah.


"Maaf kalian  tidak bisa masuk".


"Saya suaminya, saya ingin menemani istri saya".


"Maaf mas, ini ruangan khusus dan tertutup mohon untuk menunggu diluar, kondisi pasien sungguh tidak memungkinkan untuk banyak orang di dalam".


Mendengar ucapan suster membuat reno seakan shock dan tak kuat lagi menahan tubuhnya, beruntung haykal berada di belakang reno sehingga ia bisa menahan tubuh itu agar tidak jatuh ke lantai.


"Sadarlah mas reno, aurel membutuhkanmu".


"Aurel.. kal. Aku takut terjadi sesuatu pada istriku".


Suara berat reno menandakan jika dirinya sangat mengkhawatirkan sang istri hingga tak terasa butiran putih pun membasahi pipi reno.


*Aku tidak pernah melihat mas reno sehancur ini, dan aku sangat yakin air mata itu ada sebuah tanda bukti bahwa dia menyayangi aurel*.


Batin haykal sembari mengusap punggung reno untuk menenangkan lelaki yang sudah ia anggap sebagai kakak kandungnya sendiri itu.


*


*


*


*BERSAMBUNG.

__ADS_1


__ADS_2