CINTA UNTUK HAYKAL

CINTA UNTUK HAYKAL
EPISODE 63-KABAR DARI TETANGGA


__ADS_3

Orang-orang berkerumun mengelilingi mobil pak wira dan mereka berusaha menyelamatkan lelaki paruh baya itu segeralah mereka membawanya ke puskesmas terdekat.


***


Sore itu Haykal sudah berada dirumah ia merasa sangat senang karna dua wanita yang ia sayang i berada didekat-Nya. Bunda sangat marah pada Haykal karna sudah seberani itu mengambil tindakan yang membahayakan nyawanya namun ada aleta yang meyakinkan sang bunda jika semua akan baik-baik saja.


Jujur dalam hatinya ia juga sangat menghawatirkan kekasihnya itu tetapi dirinya tidak tega melihatnya terus dimarahi sang bunda, aleta yakin jika Haykal melakukan hal itu karna ingin mempertahankan perkebunan milik keluarganya.


Haykal hanya mampu mengatakan kata maaf di hadapan sang bunda hingga suara ketukan pintu menyadarkan mereka dalam larut kekawatiran.


Tok..tokk..tokk


Mendengar suara pintu diketuk aleta segera beranjak dari duduknya namun bunda menghentikan dan memberitahu jika beliau saja yang akan membuka pintunya.


"Kau temani saja Haykal, bunda akan membuka pintu”. Seru wanita paruh baya itu sembari berlalu


"Apa kau tidak dengar, bunda saja mengerti perasaanku”. Seru Haykal meledek aleta namun wanita itu membalas dengan tatapan sinis.


Aleta mengatur nafasnya dan mulai memarahi lelaki itu karna meninggalkan pesan yang misterius hingga dirinya sangat mengkhawatirkan kekasihnya.


"Bisakah kau berhenti membuatku khawatir??


Pernyataan aleta membuat Haykal larut dalam suasana sendu, melihat mata aleta yang berkaca kaca menambah rasa bersalah lelaki itu. Haykal mendekati aleta dan duduk disamping-Nya, melirik suasana di sekitarnya sedang sepi Haykal memberanikan diri untuk mencium bibir lembut aleta.


Emmuuahhh..


Mata aleta seketika membulat sempurna karna serangan tiba-tiba dari kekasihnya itu hingga ia tidak sadar jika air matanya perlahan membasahi pipi tanda sudah tidak dapat ditahan lagi. Haykal tidak segera melepas ciumannya tetapi justru menikmati ciuman itu hingga tangan aleta mendorong tubuh Haykal menjauhinya dan memarahi lelaki itu.


"Apa kau pikir setelah kau melakukan hal ini akan meloloskan mu dari kemarahanku?".


"Setidaknya akan mengurangi rasa bersalahku kepadamu".


"Apa?".


"Bahkan aku bisa menjadi lebih gila dari ini".


"Maksud kamu?”. Seru aleta sembari melototkan matanya


Dengan cepat Haykal meraih punggung aleta dan membawanya dalam pelukannya sembari mencium mesra bibir aleta namun wanita cantik itu memberontak dari dekapan lelaki itu tetapi Haykal justru mengunci aleta agar tidak bisa lepas dari pelukannya hingga teriakan seseorang menyadarkan mereka dari lautan asmara itu.


"Bunda”. Seru keduanya sembari melepaskan pelukan

__ADS_1


Mereka pun berlari ke depan dan mendapati bunda sedang menangis didekat pintu. Terlihat seorang tetangga yang memberitahu jika pak wira mengalami kecelakaan.


Kabar itu  membuat tubuh bunda melemas karna baru saja dirinya menghawatirkan putra semata wayangnya dan kini suaminya juga mengalami kecelakaan hingga membuat  bunda tidak bisa menahan tubuhnya lagi dan jatuh pingsan.


Semua orang yang ada disana terkejut melihat bunda jatuh ke lantai dan segera Haykal membawa sang bunda ke tempat tidur miliknya. Aleta mencoba menyadarkan bunda dengan membaluri minyak angin di bagian tubuh tertentu dan mereka berdua sangat kebingungan dengan situasi saat itu.


"sayang,,,!!! Bisakah kau temani bunda dulu, aku sangat mengkhawatirkan ayah".


"Pergilah aku akan jaga bunda".


Mendengar aleta mau menemani sang bunda Haykal pun merasa tenang dan segera melajukan motornya untuk mengecek keadaan sang ayah. Dirinya melewati garis polisi yang mengitari mobil sang ayah, hatinya merasa khawatir dengan kondisi lelaki paruh baya itu hingga ia melajukan motor dengan kecepatan maksimal.


Pikirannya pun kalut karna melihat mobil bagian depan rusak parah dan apa yang harus ia katakan pada bunda jika kondisi ayahnya nanti luka parah.


Ketika sampai di puskesmas ia bertanya pada penjaga, ruang dimana ayahnya ditangani dan petugas itu mengatakan ruang UGD.


Haykal menunggu ayahnya keluar dari ruang UGD diiringi suara ponsel terus berdering tanda panggilan masuk tetapi Haykal tidak  menjawab panggilan itu yang ternyata dari aleta. Haykal yakin jika bunda yang menyuruh aleta menghubungi dirinya karna ingin mengetahui kondisi suaminya dan dia memilih mengabaikan panggilan itu karna tidak tahu harus menjawab apa.


........................


Ditempat lain Reno mencoba datang ke rumah Adit ia menghawatirkan keadaan Airin yang tempo hari terluka karna ucapannya.


"Untuk apa kau masih menemuinya?” seru Adit


"Apa kau juga mencintainya?".


Pertanyaan itu seakan mencekik leher Reno pasalnya ia menganggap Airin itu sahabatnya dan dia juga tidak mengerti mengapa dirinya selalu rindu pada gadis remaja itu. Reno belum menyadari jika perlakuannya itu melebihi seorang sahabat.


Tak disangka gadis remaja itu muncul dari arah belakang namun perasaannya kini jauh lebih baik dari kemarin dan berani menghampiri Reno.


"Ada apa mas Reno mencariku”. Seru Airin tiba-tiba dan membuat dua lelaki itu terkejut.


"Airin”. Seru keduanya diiringi langkah Airin mendekati mereka sembari duduk di hadapan keduanya.


"Apa kau baik-baik saja?, aku sangat menghawatirkanmu".


"Hidup ini cukup aneh ya mas Reno, kau menghawatirkan ku tetapi kau menyukai orang lain".


"Apa maksudmu?” tanya Adit namun dibalas senyum simpul dari Airin


"Tanyakan itu pada mas Reno, terkadang ucapan tidak sejajar dengan perasaan”. Serunya sembari berlalu diikuti tatapan bengong dari Adit tanda ia tidak mengerti namun Reno mengerti maksud dari Airin.

__ADS_1


Dirinya memang pernah menceritakan jika dia menyukai sosok kakak perempuannya namun hanya sebatas suka tetapi tak disangka ingatan Airin setajam itu hingga membuat Reno tidak dapat membalas ucapannya.


.................


Ceklek..


Pintu UDG pun terbuka dan Haykal segera menghampiri dokter yang menangani ayahnya sembari berkata jika beliau baik-baik saja dan hanya cidera di bagian leher belakang juga lengannya.


Haykal dapat bernafas lega setelah mendengarnya dan ia memberitahu sang bunda jika ayah bisa dibawa pulang hari itu juga, tersirat rasa lega dari sang bunda mendengarnya dan ia segera merebahkan lagi tubuhnya diatas kasur.


"Ale terima kasih kau sudah menemani bunda dan sekarang pulanglah hari sudah mulai gelap bunda takut orang tuamu mencarimu".


"Aku akan menjaga bunda sampai Haykal kembali". Seru aleta menenangkan bunda


Tak butuh waktu lama Haykal membawa ayahnya pulang dan dengan hati-hati dia membantu sang ayah berbaring dikasur nya. Menyadari jika situasi sudah membaik ia berpamitan pada kedua orang tuanya untuk mengantar aleta pulang namun wanita cantik itu menolak.


"Aku tidak akan membiarkanmu pulang sendiri, aku akan mengantarmu".


"Tetaplah disini menemani kedua orang tuamu, aku baik-baik saja".


"Apa kau yakin".


"Aku akan menghubungimu jika sudah sampai”. Serunya sembari berlalu tetapi sebelum itu ia membalas dendam pada perbuatan Haykal tadi. Dirinya mencium ujung bibir lelaki tampan itu sebelum pergi.


Emmuuahhh..


"Dasar anak nakal”. Seru Haykal tersenyum kearah kekasihnya sembari melambaikan tangan pada wanita itu.


*


*


 


*


*


 


*BERSAMBUNG...

__ADS_1


 


HALLO GAIS GIMANA NIH PERASAAN KALIAN SETELAH MEMBACA NOVEL AUTHOR EPISODE HARI INI, BAPER GAK???? TUKIS DIKOLOM KOMENTAR YA...!!!!😍😍😍


__ADS_2