
Mendengar suara orang meminta bantuan Haykal pun segera berlari ke sumber suara tersebut dan mulai berteriak nama aleta hingga orang yang berada di bawah sana pun bisa mendengar suara Haykal.
"Tolong...siapa pun diatas tolong".
“Saya aleta. Tolong".
Haykal tidak menyangka jika itu adalah suara kekasihnya, didalam hati merasa lega mendengar aleta masih hidup tetapi dirinya bingung harus bagaimana untuk menyelamatkan kekasihnya hingga ia mencari akar dan serat tumbuhan liar yang kuat untuknya membuat tali.
Setelah beberapa lama Haykal berhasil membuat tali dari serat tumbuhan di sekitar hutan, dirinya mengaitkan tali itu pada sebuah pohon dan ia mulai menuruni jurang itu dengan bantuan tali tersebut.
Bak bertemu setelah puluhan tahun berpisah aleta terkejut melihat Haykal ada di depannya, sedikit pun ia tidak menyangka jika Haykal akan mencari dirinya. Pandangan aleta tak berpindah ia terus memandang kearah lelaki itu hingga Haykal mengatakan apa kau baik-baik saja.
Sontak saja aleta langsung memeluk kekasihnya tersebut dengan erat seakan ia tak mau lagi terpisah dengannya walau sedetik. Dan Haykal pun yang menyadari jika dirinya terlalu jauh membiarkan aleta dalam kesedihan membuatnya juga memeluk aleta dengan sangat erat sembari mengatakan maaf.
Suasana di bawah sana sangat haru karna sepasang kekasih itu seperti baru pertama bertemu setelah sekian tahun menahan rindu. Ya rindu yang amat dalam mereka simpan karna kondisi yang tidak memungkinkan untuk bersama hingga keduanya larut dalam situasi saat itu.
"Ale apa kau baik-baik saja?”. Tanya Haykal dibalas anggukan dari aleta
Setelah itu Haykal mengajak aleta untuk naik ke atas namun wanita cantik itu menggelengkan kepala tanda ia tidak mampu memanjat karna luka dikakinya.
"Astagfirullah, kau terluka”. Seru Haykal terkejut saat melihat luka dikaki aleta sembari membungkus kaki aleta menggunakan syal yang aleta gunakan.
"Sementara gini dulu ya, nanti diobati saat kita sampai di perkemahan”. Seru Haykal menenangkan aleta dan disambut anggukan dari wanita cantik itu.
Dengan susah paya Haykal mengendong aleta untuk naik ke atas namun beberapa kali ia beristirahat karna kelelahan.
"Kal turunkan aku, aku tidak tega melihatmu seperti ini".
"Al ini adalah cara satu satunya untuk kita naik ke atas".
"Tapi kal...!!!!".
"Jangan khawatirkan aku, ini adalah satu bentuk tanda cintaku padamu”. Serunya meyakinkan aleta hingga ia melanjutkannya dan sampai diatas.
"Alhamdulillah".
Jam menunjukkan pukul 22:00 dan mereka memilih untuk beristirahat di bawah pohon rindang karna terlalu lelah jika harus berjalan. Haykal beranjak dari duduknya dan melangkah mengumpulkan ranting kayu di sekitar mereka sembari membuat api untuk menghangatkan tubuh keduanya.
"Maaf ya Al, kita bermalam disini dulu. Hari sudah semakin larut gak memungkinkan jika kita terus melanjutkan jalan". Seru Haykal pada aleta namun wanita cantik itu justru tersenyum dan merebahkan kepalanya dibahu Haykal.
"Kamu tidak perlu meminta maaf, aku yang seharusnya berterima kasih karna kamu telah menyelamatkanku. jika kamu tidak menolongku tadi mungkin aku sudah mati kedinginan".
__ADS_1
"Shutt, jangan katakan itu. Aku sangat mencintaimu".
"Cinta katamu, apa selama ini yang kamu lakukan padaku itu bisa disebut dengan cinta???? Kamu tahu aku sangat terluka melihat mu bersama Aurel dan lebih sakitnya lagi saat kamu bersikap acuh padaku bahkan kamu mengabaikan keberadaanku. Disitulah aku berpikir jika cintamu sudah menghilang". Seru aleta sembari membetulkan duduknya namun ditahan oleh tangan Haykal. Lelaki itu justru menyentuh pipi putih aleta dan mengatakan,
"Ada banyak hal yang ingin kuceritakan padamu. Berkali kali aku berpikir jika aku mampu memendamnya sendiri tapi kenyataannya tidak justru diam ku ini membuat aku hampir kehilangan dirimu".
"Saat ini adalah waktu yang tepat untuk mu mengatakan yang sebenarnya. Dan mungkin hari ini juga waktu yang tepat untuk kita mengambil keputusan melanjutkan hubungan atau menyudahinya".
Dengan menarik nafas Haykal mulai menceritakan hal yang sebenarnya, lelaki tampan itu memberitahu aleta alasan mengapa ia dekat dengan Aurel dan ia juga meminta aleta menyimpan rahasia ini.
"Mengapa yongki sangat keterlaluan seperti itu, bukannya dia mencintai Aurel???". Seru aleta dengan nada meninggi seolah ia merasakan sakit hati Aurel karna lelaki yang tak bertanggung jawab itu.
"Aku juga tak mengerti apa alasan yongki mengatakan itu".
"Lalu jika yongki tidak mau bertanggung jawab apakah kamu akan menikahi Aurel??".
"Astagfirullah, kok kamu berpikiran sependek itu. Kamu mau aku nikah sama Aurel???".
"Ya bukannya gitu, kamu kan selama ini dekat dengannya dan mungkin Aurel akan memohon padamu untuk menikahinya".
"Disitulah kamu yang seharusnya menahanku untuk tidak melakukan itu".
"Jadi kalau aku tidak menahan mu, kamu mau nikahinya”. Seru aleta sembari memasang ekspresi marah
Namun Haykal justru menertawakan ekspresi aleta yang memerah tanda ia sangat marah pada kekasihnya dan lelaki tampan itu pun mengantupkan kedua tangannya dipipi putih aleta hingga mengatakan sebuah pernikahan itu sesuatu yang sakral.
"Bagiku menikah cukup satu kali dengan wanita yang benar-benar aku cintai bukan hanya karna menolong seseorang harus mengorbankan masa depannya".
Jawaban Haykal itu mampu meluluhkan hati aleta yang tadinya sempat marah padanya namun kini ekspresinya penuh dengan senyum bahagia sembari mengatakan jika saat ini dirinya sedang kelaparan.
Haykal pun menengok sekeliling tidak mendapati apa pun dan ia bertanya pendapat pada aleta harus berbuat apa, hingga mereka mendengar ada gemercik air disebrang sana namun mereka harus turun ke bawah untuk mendekati sungai tersebut.
"Kamu tunggu disini gimana Al?".
"Gak mau aku mau ikut".
"Tapi kakimu??".
"Sudah mendingan kok, aku cukup kuat untuk berjalan".
Mereka pun mulai mendekati sungai itu dan Haykal membuat tombak dari kayu untuk menangkap ikan, lama sudah keduanya menunggu tetapi satu ikan pun tak mereka dapatkah hingga merasa frustrasi.
__ADS_1
"Aduuhhh capek, ini ikan susah banget ditangkap maunya apa coba??". Gumam Haykal
"Coba kamu merayunya dulu, agar ikannya luluh dan mau menyerahkan diri".
"Ini ikan sayang bukan kamu, kalau kamu mah dirayu dikit udah luluh".
"Oohhh jadi senang nih kalau aku marah?".
"ya gak gitu juga. Aku senang kalau dekat kamu terus. Kiss dulu gihh biar semangat".
"Haykal. jangan berbuat aneh-aneh ditempat asing ya".
"Paranoid banget sih kamu”. Seru Haykal sembari memercikkan air kearah wajah aleta.
"Ihh kamu dibilanginya, batu banget".
Saat sedang asyik bercanda tiba-tiba sebuah ranting pohon jatuh didekat mereka hingga keduanya merasa terkejut dan menghentikan tawanya sembari kembali fokus mencari ikan.
Tak berselang lama mereka mendapatkan dua ekor ikan yang berukuran sedang dan membawanya menuju tempat semua.
Haykal mulai membakar ikan tersebut dengan bahan seadanya sedangkan aleta menunggunya sembari bersender dan tertidur di bawah pohon.
"Ale bangunlah, sudah matang nih".
"Emmmmmmmmm"..
"Ayo makan dulu, kamu pasti sudah sangat lapar".
Wanita cantik itu mencium bau harum nya sangat menggoda dan perlahan membuka mata hingga menyantap ikan bakar tersebut dengan Haykal. Setelah merasa perutnya terisi keduanya kini menyenderkan kepala dipohon itu dan mulai memejamkan mata karna hari sudah menunjukkan tengah malam. Hari itu ditutup dengan sepasang kekasih yang terlelap bersama di bawah pohon.
*
*
*
*BERSAMBUNG ...
HAY GAIS GIMANA NIH PERASAAN KALIAN SETELAH NONTON CINTA UNTUK HAYKAL DARI EPISODE PERTAMA SAMPAI SAAT INI??? TULIS DIKOLOM KOMRNTAR YA...
__ADS_1
OHH IYA AUTHOR MAU KASIH TAHU, GAK LAMA LAGI AUTHOR AKAN MENGHADIRKAN NOVEL KEDUA NIHH YANG GAK KALAH SERU, TUNGGUIN YAAA
DAN BOLEH KOK REQUEST JUDUL BIAR AUHOR PILIH NANTI.😍😍😍😍