
Mata airin perlahan membuka sedikit demi sedikit kesadarannya pulih kembali diiringi seruan seseorang menyapanya dengan lembut.
"Kamu gak papa?".
"Emb.. aku kenapa?".
"Tadi kamu pingsan".
Wanita remaja itu membenarkan posisi duduknya dan ia teringat ketika hampir ditabrak oleh kendaraan saat ingin menyebrang.
"Apa kamu yang menyelamatkanku tadi?".
"Lain kali kalau gak berani menyeberang jangan turun ke jalan raya, akan sangat berbahaya untuk kamu".
Ucapan seseorang itu membuat airin menundukkan kepala tanda ia memang salah. Selama ini jarang sekali ia keluar rumah apalagi berjalan di tepi jalan raya, hal itulah yang membuat dirinya ketakutan hingga ia teringat harusnya sekarang ia membeli obat.
"Astaga obat ku".
"Kamu sakit?".
"Enggak. Tapi aku ingin menyebrang untuk pergi ke apotik, kakak ku sedang sakit".
"Biar Ku antar".
"Tidak usah. Aku gak mau ngerepotin kamu".
"Setelah kejadian tadi apa mungkin aku membiarkanmu menyebrang?".
Tekad pun sudah bulat seseorang penyelamat itu bersikeras untuk mengantar airin, dirinya takut airin akan kembali mengalami hal buruk jika dibiarkan sendiri. Akhirnya dengan rasa sedikit canggung airin pun mengiyakan permintaan sang penyelamat hingga keduanya sembarang dengan bergandengan tangan bersama.
"Terimakasih ya kamu sudah menolongku".
"Sama sama. Aku pergi dulu".
"Tunggu".
"Apa?".
Airin pun menanyakan siapa nama seseorang itu namun sang penyelamat justru menghindari pertanyaannya dengan mengatakan jika tidak perlu terlalu jauh mengenal mungkin kita tidak akan bertemu lagi.
Sedangkan di dalam masjid aletta merasa bingung sudah satu jam lebih sang adik belum juga kembali membuatnya menjadi resah. Wanita cantik itu pun bergegas mencari sang adik takut jika terjadi sesuatu padanya hingga ia menyusuri sampai ke jalan raya.
Aletta melihat sang adik sedang bercengkrama dengan seseorang di seberang sana yang membuat dirinya bertanya tanya siapakah dia.
"Airiin".
Teriakan aletta membuat kedua orang itu mengarah pada suara itu dan alangkah terkejutnya seorang penyelamat airin ketika mendapati aleta di seberang sana.
__ADS_1
"Aletta". Serunya lirih namun masih dapat didengar oleh wanita yang berdiri di hadapannya itu.
"Kamu mengenal kakak ku?".
Pertanyaan airin itu pun tidak mendapat jawaban justru seseorang itu buru buru pergi meninggalkannya sendiri. Disamping itu aletta sudah berjalan mendekat dan menanyakan kepada sang adik dengan siapa ia berbicara tadi hingga airin menceritakan semua yang terjadi sebelumnya.
"astagfirullah, tapi kamu baik baik saja kan dek?".
"Iya kak".
"Siapa dia dek. Kamu sudah berterima kasih padanya".
"Aku tidak mengenalnya kan. Tapi aku sudah berterima kasih padanya".
Airin pun tak menjelaskan jika tadi seseorang penyelamat itu mengenali kakaknya dirinya ingin mengetahui siapa seseorang itu hingga keduanya kembali ke rumah sakit tempat sang papa dirawat.
***
Siang itu cahaya surya nampak sedang bersembunyi karena awan hitam sudah menyelimuti megahnya langit. Haykal yang sedang berdiskusi dengan anggota osis itu nampak sedikit menunjukan ketegangan karena pertandingan basket untuk tahun ini akan segera digelar kembali.
"Siapa yang akan menjadi tuan rumah?".
"SMA KERTANEGARA".
"kal aku harap tim kamu lebih meningkatkan latihan lagi karna yang ku dengar ada kapten basket baru dari sma kertanegara dan dia sangat jago".
Imelda pun juga menasehati haykal jika semua anggota tim basket harus waspada karena takut terjadi sesuatu seperti tahun kemarin. Imelda juga mewanti wanti agar selalu bersikap sportif dan tidak pantang menyerah hingga nasehat itu disambut anggukan dari sang kapten basket.
Selesai bermusyawarah haikal berjalan melewati lorong namun langkahnya terhenti ketika seseorang memanggilnya.
"masih berani kamu memanggil namaku?".
"Aku masih tidak terima kamu mengeluarkan ku dari osis secara sepihak seperti ini hanya karena membela aletta".
"Apa maksudmu? Berulang kali kau berbuat onar dan menyeret nama baik osis kita dalam setiap masalahmu, hal itu yang kamu anggap sepihak. Coba bercermin siapa yang salah".
Chika mengungkapkan kekesalannya pada haykal karna telah mengeluarkannya dari pengurus osis hingga menetapkannya sebagai siswa pembuat onar di sekolah membuatnya dijauhi oleh teman temannya.
Chika juga berjanji jika akan terus membuat onar dan mengganggu aletta bahkan bertindak lebih jauh dari sebelumnya.
"Kamu dengar cika. Jika kau ingin aku jatuh cinta padamu. Buatlah aku nyaman berada disampingmu. Bukan menghancurkan nama baikmu dihadapanku seperti ini".
"Apa maksudmu?".
"Aku tahu semuanya. Kau sangat menyukaiku bahkan kau sendiri yang mengucapkan hal itu di samping telingaku saat aku dalam keadaan koma tempo hari".
Chika pun tampak terkejut dengan ucapan haykal ternyata lelaki tampan itu mendengar semua pengakuannya. Wajah nya terlihat bingung dan pucat hingga ia melarikan diri dari sana untuk menutupi rasa malunya.
__ADS_1
Senyum licik nampak haykal tunjukan saat melihat tingkah chika dan tak lama setelah itu dirinya mendengar seseorang bertepuk tangan dari arah belakang.
Prok..prokk..prokk.
Sontak saja perlakuan itu membuat haykal menoleh dan mendapati clara berada di belakangnya sembari menatapnya dengan tajam. Adik kelas itu melihat dimana haikal dan chika sedang berdebat.
"Apa yang sedang kau lakukan disana?".
"Aku tidak menyangka, ternyata banyak sekali orang yang menyukai kak haykal".
"Itulah mengapa kamu harus waspada".
"Bagaimana dengan kak aleta?".
"Aku tidak bisa menciptakan bahkan menghilangkan rasa cinta itu dari setiap manusia tetapi aku akan membalas rasa itu ketika aku memiliki perasaan yang sama"
"Lalu denganku? Apa kak haikal juga menyukaiku".
"Mungkin".
Ucapan haykal itu membuat clara gelagapan tetapi ia tidak mudah terperangkap oleh strategi haykal hingga ia tersenyum untuk menanggapi kalimat itu.
Jujur dalam hatinya ia merasa senang tapi ia tidak boleh lengah hanya kena rayuan haykal hingga keduanya berjalan beriringan di sepanjang koridor untuk menuju kelas.
Banyak pasang mata yang menyaksikan keduanya semakin menunjukan keakraban dan menebak nebak jika mereka memiliki hubungan khusus, ditambah kini aleta tidak berada disana membuat kedekatan mereka semakin mengeratkan diri.
Ketiga sahabat aletta pun ikut panas dan emosi melihat keduanya semakin akrab, ingin rasanya melabrak wanita pelakor itu untuk membela sahabatnya namun mereka tidak memiliki keberanian untuk berbuat onar mengingat jika sudah duduk dibangu kelas tiga harusnya fokus belajar bukan memikirkan hal lain lagi.
Salah satu sahabat aletta mengambil gambar diam diam dan mengirimkan foto itu pada aleta hingga menambahkan kalimat di bawahnya.
*Cepat kembali atau milikmu tidak akan pernah kembali*.
Pesan pun telah terkirim dan tak lama setelah itu aleta membacanya hingga mengirimkan balasan pada ketiga sahabatnya itu.
*Terimakasih sahabatku kau telah mengkhawatirkan semua yang telah menjadi milikku, tapi maaf aku memiliki banyak alasan yang menahanku berat untuk kembali".
*Apa maksudmu. Kau akan pergi? Bagaimana dengan persahabatan kita?*
*Aku pasti tidak akan melupakan semua kebaikan kalian*
Kalimat itu pun mengakhiri percakapan mereka, namun ketiganya tampak terkejut dengan ucapan aletta hingga mereka berlari menghampiri haykal.
*
*
*
__ADS_1
*bersambung..