CINTA UNTUK HAYKAL

CINTA UNTUK HAYKAL
EPISODE 57-KEKECEWAAN HAYKAL


__ADS_3

"Seharusnya kau malu, bukannya menghentikanku”. Maki Haykal pada Aurel


"aku seperti ini karna kau”. Hardik Aurel


"Apa salahku".


Mereka berdua bertengkar di ruangan itu hingga Lendra dan pemilik bar pun melerai mereka sedangkan yongki terkapar tak berdaya diatas lantai hingga beberapa orang datang dan membantu yongki pulang sedangkan Haykal menarik Aurel dari sana dan membawanya keluar.


"Lepaskan aku tidak mau pulang, aku ingin melihat keadaan yongki kau jahat".


"Aku tidak habis pikir denganmu, lelaki itu sudah merusak dirimu tetapi kau masih peduli dengannya?".


Perdebatan mereka pun kian memanas hingga keduanya saling menyalahkan, kekecewaan Haykal pun tidak bisa terbendung lagi ia menendang tiang penerang jalan hingga lampu itu jatuh.


"Sudah hentikan, aku akan mengantar Aurel Pulang”. Seru Lendra sembari menarik lengan Aurel masuk ke dalam taxi Online yang telah mereka pesan


Sedangkan bara masih mencoba menenangkan Haykal yang merasa syok atas perlakuan mantan kekasihnya itu.


Beruntung Haykal sudah mengakhiri hubungannya lebih dulu sebelum ia mengetahui semua ini sehingga rasa sakit hatinya tidak terlalu dalam namun masih membekas, pasalnya dirinya sangat mencintai dan menjaganya dari hal-hal buruk tetapi kakak kelas itu telah membawanya masuk ke dalam lembah hitam yang hina


Kriiinggg..Kringggggg..kringggggg


Ponsel milik Haykal pun terus berdering namun dirinya enggan untuk menjawabnya, hatinya masih dikuasai oleh emosi hingga bara mengambil alih ponsel milik Haykal.


"Hallo".


"Assalamualaikum, ini siapa ya? Kamu bukan haykal”. Tanya seseorang itu yang ternyata aleta


"Heemmm,"


"Dimana dia?” seru aleta yakin jika penerima telefon itu bukan kekasihnya melainkan orang lain pasalnya jika memang itu dari Haykal pasti diawal ia akan mengucapkan salam terlebih dahulu


"Haykal sedang tidak ingin diganggu, katakan saja padaku apa pesan mu nanti aku sampaikan".


Aleta masih terdiam tak bersuara karna dirinya kebingungan dengan sikap Haykal saat ini dan keheningan pun yang terjadi hingga bara mengatakan jika ingin menutup panggilannya.


Tuuutuuutuuutuuu...tuuuuuut...tuuuuttttt


Panggilan pun berakhir dan bara mengembalikan ponsel milik Haykal kembali disamping-Nya namun lelaki tampan itu hanya diam tidak menanyakan dari siapa panggilan tersebut, fokus dia saat ini hanya kecewa pada mantan kekasihnya karna telah sejauh ini mereka berselingkuh.


Bara pun mengantar Haykal pulang ke rumah hingga mereka berpisah disana, setelah Haykal memasuki rumah segeralah bara melajukan motornya meninggalkan rumah sahabatnya.


Malam ini membuat Haykal merasa dadanya sangat sesak hingga ia mengambil air wudhu dan melaksanakan Shalat isya untuk menenangkan hati setelahnya ia memejamkan mata karna merasa sangat lelah.

__ADS_1


🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀


Detik demi detik pun berlalu diiringi jam berganti jam, pagi pun menyapa dan mengembalikan rutinitas seperti biasa.


Namun hari ini agak berbeda dari hari sebelumnya pasalnya ketiga murid yang diskors kemarin didatangkan lagi kesekolah dikarenakan sebentar lagi akan ada ujian maka dari itu mereka diberi keringanan.


Nampak didalam kelas seseorang tersenyum lebar karna sudah bisa kembali kesekolah diiringi kabar jika Haykal tidak berada disekokah untuk beberapa hari ke depan hingga dendam yang sudah ia tahan kini mendapat kesempatan untuk membalasnya.


Aleta dan ketiga sahabatnya pun memasuki ruangan kelasnya namun ia terkejut saat melihat cika menghampiri mereka.


"Hay, apa kabar ale?” sapa cika dengan nada meledek


"Kau, bukannya kau sedang diskors?” seru aleta


"Siapa yang berani menghukumku terlalu lama, apalagi pacarmu itu tidak berada disekolah ini jadi aku akan merasa bebas melakukan hal yang aku suka".


"Kau jangan macam-macam, kita tidak akan membiarkanmu  melukai aleta lagi”. Bentak Diandra diiringi senyum dari cika tanda ia sangat tertantang.


Perdebatan itu pun diakhiri dengan bunyi bel tanda pelajaran dimulai diiringi langkah semua murid memasuki kelas dan duduk dibangku masing-masing.


Para guru pun mulai membahas materi yang sudah dijadwalkan hingga bel tanda istirahat pun berbunyi.


Kriiinggg. Kriiinggg...kringggggg


"Minggir, kau menghalangi bolaku".


"Aku ingin berbicara denganmu tolong jangan diamkan aku".


"Ada apa lagi?”. Tanya yongki pelan


"Apa kau marah padaku?".


Yongki pun mengungkapkan isi hatinya yang masih kesal dengan perbuatan Haykal semalam hingga ia menarik Aurel dari sana dan wanita itu tidak memedulikannya.


Namun Aurel meyakinkannya jika ia khawatir dengan kakak kelas itu hingga ia mengatakan jika dirinya terlibat perdebatan diluar bar bersama Haykal.


Mendengar ucapan Aurel jika Haykal mengatakan dirinya telah merusak Aurel membuatnya sangat marah dan mencengkeram kuat bola ditangannya diiringi sorot mata merah yang tajam mengingat dirinya dihajar oleh Haykal.


Namun ketika dirinya sedang dikuasai emosi tidak sengaja matanya menatap satu orang yang tengah berjalan sendiri, tersirat niat jahat pada diri yongki dan segera menendang bola ditangannya mengarahkan ke sosok wanita yang  berjalan santai dipinggir lapangan.


Brrruuuuuukkkkkk...


Tepat sasaran bola itu mengenai pelipis mata aleta yang mengakibatkan pelipis matanya membiru hingga keluar darah segar dari lubang hidung aleta yang membuat semua orang merasa terkejut termasuk Aurel, cika dan ketiga sahabat aleta.

__ADS_1


Tubuh aleta yang tidak siap mendapat serangan dadakan dengan cukup keras itu merasa ombang ambing diiringi kepalanya mendadak pusing hingga ia terjatuh dan pingsan.


Melihat sahabatnya pingsan diandar pun berlari dan mencoba menolong aleta namun Lendra juga bara yang tidak sengaja melihat kejadian itu pun langsung berlari kearah yongki dan menegurnya.


"Apa yang kau lakukan?”. Tanya Lendra sembari memegang kerah baju yongki namun kakak kelas itu beralasan jika dia tidak sengaja.


Lendra yang tidak mudah percaya itu pun lekas melayangkan pukulan kepada yongki namun ditahan oleh bara.


"Lepaskan, manusia seperti dia tidak pantas ada disini”. Maki Lendra pada yongki


"terserah apa yang kau katakan, aku tidak sengaja melukainya".


Perdebatan itu pun tidak berlangsung lama ketika guru datang melerai pertengkaran itu dan segera Lendra juga bara meninggalkan tempat itu menyusul Diandra yang membawa aleta menuju UKS.


Didalam UKS aleta pun sudah ditangani petugas dan dia sudah berangsur membaik hingga ia tersadar dari pingsannya.


Aleta  tersadar dari pingsannya dia mulai menangis tersedu sedu karna tidak mengetahui apa yang terjadi sehingga dirinya menjadi korban dan wanita cantik itu memanggil manggil nama Haykal dalam tangisannya.


"Huu huuu. Huuuhhuuh Haykal kamu dimana”. Serunya lirih sambil menangis


"Haykal. Huhuhuhuhuuhuh".


"Lendra bara dimana Haykal?” tanya lirih dan sendu diiringi nafas yang tersengal sengal namun dua lelaki itu hanya diam dan saling menatap tanda mereka bingung harus menjawab apa


"Tenanglah Al kita disini”. Seru Diandra menenangkan aleta.


Aleta pun menangis sejadi jadinya karna ia tidak menemukan Haykal, pikirannya pun kacau karna yongki telah tega menyerangnya tanpa tahu apa alasannya.


*


 


*


 


*


 


*BERSAMBUNG


 

__ADS_1


__ADS_2