
Pak Virgo membawa aleta ke klinik terdekat dan ia juga menghubungi keluarga aleta untuk memberitahu jika anaknya jatuh pingsan.
Disisi lain Monika tertawa puas melihat aleta lemah tak berdaya dan ia merasa sangat bahagia karna semua berjalan sesuai rencana.
"Cika, sepertinya kita akan mengadakan pesta malam ini".
"Bukan hanya itu, kita jadikan malam ini sebagai malam kemenangan Hahahahh. Aku sangat puas melihat aleta kalah"
Mendengar obrolan keduanya membuat Aurel muak dan mulai memberanikan diri untuk menanyakan apa maksud dari semua ini tetapi justru ia mendapat makian dari sang mama karna merasa jika mempunyai anak bodoh seperti Aurel.
Monika juga membandingkan Aurel dengan cika dari segala sisi hingga membuat anaknya merasa kesal dan meninggalkan mereka. Rasa sakit bertambah hancur pun menyelimuti hatinya, ia merasa sang mama tidak tulus menyayanginya dan dari dulu hingga sekarang hidup Aurel harus pada garis perintah sang mama. Dirinya tidak pernah merasa bebas hingga ia tidak bisa mengembangkan cita-citanya.
"Mama, aku lelah terus mengikuti alur ceritamu. Aku ingin bebas. Aku ingin mengapai impianku mah, mengapa kau tidak mengerti itu huhuhuhuhuuhuh... aku ingin seperti yang lain mah huhuhuhuhu”. Serunya lirih sembari menangis didepan jendela
Hatinya gundah, sebenarnya ia merasa tidak enak hati pada Haykal karna kebaikannya selama ini tetapi ia juga tidak bisa berbuat apa pun, dirinya takut ketika bayinya nanti lahir tidak memiliki seorang ayah. Yongki yang seharusnya ada disamping-Nya pun kini mencampakkan dirinya hingga ia putuskan untuk mengikuti rencana sang mama.
Sedangkan dirumah Haykal suasana sedang kacau balau dimana lelaki tampan itu hanya bisa menyimpan kemarahannya. Ia mengunci diri dikamar dan dalam hatinya pun tak karuan, pasalnya ia sendiri bingung harus berbuat apa dan meminta bantuan pada siapa.
Segeralah ia membersihkan diri dan mulai menjalankan ibadah sholat Dzuhurnya sembari berzikir dalam mata terpejam. menit demi menit pun berlalu hingga lelaki tampan itu tidak kuat lagi menahan tubuhnya dan menjatuhkan tubuh itu diatas sajadah lalu tertidur.
Dari pagi hingga perjalanan jauh lelaki tampan itu belum memakan sesuatu, hal itulah membuat tubuhnya lelah dan lemas hingga tanpa sadar ia tertidur dengan masih menggunakan pakaian ibadah.
Bunda menyadari kesalahan sang anak memang sudah sangat fatal namun jiwa seorang ibu tetaplah terpancar. Wanita paruh baya itu membawakan sepiring makanan ke kamar sang anak dan ketika ia membuka pintu dirinya mendapati Haykal sedang tertidur diatas sajadahnya.
Rasa iba dan pilu sempat membuat air mata bunda tidak dapat terbendung lagi hingga akhirnya wanita paruh baya itu memutuskan untuk meninggalkan kamar Haykal. Tangisan itu pecah ketika bunda mengingat ke masa lalu saat Haykal masih kecil. Dari kecil lelaki tampan itu tidak pernah berbohong dan keluarganya tidak pernah mengajari hal buruk padanya ia juga selalu menjunjung tinggi martabat keluarga. Rasa tidak percaya menyelimuti wanita paruh baya itu dari hati yang paling dalam dirinya yakin anaknya tidak mungkin melakukan hal itu namun semua terlambat sang suami tidak mau mendengarkan dirinya.
Dari luar beberapa warga pun telah berkumpul didepan rumah pak wira, mereka membuat keributan disana dengan melempari rumah pak wira menggunakan buah-buahan busuk dan juga telur busuk. Bagi mereka perbuatan Haykal sudah mencoreng nama baik didesanya hingga memicu kemarahan mereka.
Bunda dan pak wira yang mendengar keributan itu pun memberanikan diri mengintip dari balik jendela dan mendapati banyak warga sudah berkerumun didepan rumah hingga ia menghubungi pihak yang berwajib untuk menanganinya.
__ADS_1
Sedangkan Haykal terbangun karna mendengar teriakan dari luar hingga ia melihat dari balik korden. Dirinya sempat shok melihat beberapa spanduk yang menghinanya ia juga tidak menyangka kabar itu secepat virus menyebarnya hingga lelaki tampan itu menghubungi Reno.
Tut..Tuuuuttttt..Tuuuuttttt
"Hallo, Assalamualaikum mas Reno".
"Walaikum salam, ada apa kal".
"Bisa ke rumahku sebentar gak mas? Aku butuh bantuan. Banyak warga yang menyerang rumahku. Takutnya mereka berbuat nekat".
"Pasti karna masalah itu ya kal, sabar ya. Aku dan yang lain akan berusaha membebaskanmu dari kesalah pahaman ini".
"Dari mana mas Reno tahu kalau aku sedang berada dalam masalah".
"Aleta yang kasih tahu, dia juga masuk rumah sakit kal".
"Mengapa?".
"Astagfirullah, wanita licik itu benar-benar tidak punya hati".
Mas Reno pun mengakhiri panggilan setelah mengatakan jika ia akan pergi ke rumah Haykal dan lelaki tampan itu pun merasa lega karna Reno mau membantunya.
Haykal pun memberanikan diri untuk keluar kamar dan ingin segera menenangkan warga namun ia bertemu sang ayah di belakang pintu. Pak wira juga mengatakan jika tidak usah keluar tunggulah pihak berwajib datang.
Tak berselang lama beberapa polisi itu datang dan membubarkan kerumunan itu namun bukannya bubur mereka justru semakin tak terkontrol hingga pihak tuan rumah pun keluar. Kericuhan pun terjadi karna ucapan mereka seakan menyudutkan Haykal meski mereka berhadapan dengan beberapa polisi nyatanya itu tidak membuah amukan warga mereda hingga pak adam menembakkan gas air mata yang membuat warga mundur.
Setelah warga membubarkan diri para polisi itu menyarankan pak wira untuk lekas membuat tindakan agar kejadian ini tidak terulang lagi hingga pak wira mengatakan iya terima kasih. Pak adam adalah salah satu dari anggota polisi itu dan dia mantap Haykal dengan sendu pasalnya beliau juga tidak yakin Haykal mampu melakukan hal itu hingga ia meminta untuk berbicara berdua dengan Haykal.
"Ada apa om?".
__ADS_1
"Kamu masih mengenal saya kan?".
"Papanya aleta".
"Ada apa sebenarnya kal, om sempat shok mendengar kabar ini. Rasanya tidak mungkin sekali melihat kamu melakukan hal itu".
"Ini cuma salah paham om, Haykal dijebak. Namun Haykal juga tidak memiliki bukti yang kuat untuk menyangkal tuduhan ini semua".
Entah bagaimana awalnya hingga lelaki tampan itu menumpahkan rasa gundahnya di hadapan papa aleta, air mata pun sempat terjatuh saat ia menceritakan mengapa dirinya merahasiakah kehamilan Aurel dari yang lain namun keputusannya salah, ia justru terjerat masalah karna perbuatannya itu hingga pak adam mengatakan pasti ada bukti jika kau memang tidak bersalah.
Pak adam juga menenangkan Haykal agar ia terus tegar dan berdoa semoga ada titik terang tentang kesalah pahaman ini hingga Haykal menanyakan kondisi aleta pada sang papa.
"Alhamdulillah, sudah membaik. Dia hanya kecepekan".
"Maaf ya om, saya tidak bisa menjaga aleta dengan baik".
"Fokus saja kepada masalahmu, aleta itu urusan saya. Dia juga cerita kau menyelamatkannya dari hutan. Terima kasih ya kal, itu suatu tanda bukti kau telah menjaganya".
Ucapan pak adam itu pun membuat Haykal tersenyum simpul pasalnya ia tidak menyangka jika sempat-sempatnya kekasihnya menceritakan hal itu pada sang papa hingga membuatnya malu karna terus dipuji. Obrolan mereka pun menyita perhatian bunda Karin dan pak wira hingga akhirnya mereka menghampiri keduanya.
Haykal juga mengenalkan pada sang ayah jika pak adam adalah papa dari kekasihnya hingga pak wira mengatakan maaf karna telah mengecewakan anaknya.
"Tidak perlu meminta maaf. Haykal adalah anak yang baik".
Ucapan pak adam barusan membuat pak wira bingung pasalnya Haykal telah melukai hati anaknya tetapi sang papa mengatakan jika Haykal adalah anak yang baik hingga berpikir ada apa dengan pak adam sampai mampu mengucapkan hal itu dan seberapa jauh ia mengenal sang anak.
*
*
__ADS_1
*
**BERSAMBUNG..