
Sinar mata hari perlahan mulai menengelamkan diri dibalik lautan indah..
Kehangatannya perlahan memudar
Diiringi cahaya senja kian menghilang.
Malam akan segera hadir mengantikan siang begitu juga matahari berganti bulan.
Lihatlah hari ini langit bertabur bintang menerangi seluruh antero angin menyapa lembut
membawa perasaan rindu yang mendalam
Dibawah sana nampak seorang remaja tampak sendang menunggu dokter memeriksa sang bunda.
Bunda karin hari ini diijinkan pulang karna kondisinya sudah setabil,berbagai cek telah dilakukan hingga bunda karin diperbolehkan rawat jalan.
setelah selesai berkemas mereka pun segera membawa bunda karin pulang kekediamannya.
Bukan hanya haykal dan sang ayah tetapi ada aurel dan kedua orang tuanya yang ikut mengantar bunda karin pulang.
Sesampainya dirumah bunda karin sudah dikejutkan dengan keluarga besarnya yang ada dirumahnya.
Mereka sengaja membuat supres untuk bunda karin.
"Bun bisa jalan ga? Atau mau haykal gendong?".tawar haykal
"Tidak sayang,tidak usah bunda kuat jalan sendiri kok".
Mereka masuk kedalam rumah disusul keluarga aurel, didalam nampak bunda karin dibawa kekamar oleh haykal karna kondisinya masih lemah bunda hanya bisa berbaring.
Disamping itu mamah monika menyengol aurel dengan sedikit kasar.
"Rel cepat kamu dekati bunda tanya apa yang dia butuhkan".seru monika berbisik
Aurel yang mendengar bisikan sang mamah tersebut langsung menekuk wajah nya dan berkata "kan ada banyak orang kenapa harus aku sih".seru dia.
"dasar bod*h kalo kamu perhatian sama bunda, haykal pasti kagum dengan kamu".nasehat bunda berbisik sambil tersenyum licik.
"Haaa..".seru aurel menghela nafas malas.
"Bundaa,..apa butuh sesuatu biar aurel ambilin". Sapa aurel dengan tersenyum lembut.
"Ahh tidak usah sayang,bunda lagi gak pengen apa apa kok".jawab bunda tersenyum.dan dibalas anggukan oleh aurel,
"Wah aurel kamu makin cantik aja".seru saudara bunda
"Iyha dong jeng, kalo aurel gak cantik mana mungkin haykal menyukainya, iya kan kal".seru mamah monik memuji sang anak sembari menepuk bahu haykal.
Dan haykal hanya membalasnya dengan senyuman.
Mereka berbincang cukup lama,melempar canda dan tawa hingga tiba tiba notif ponsel milik monika berbuyi.
Thingg..
*Aku sudah mendapatkan informasi yang nyonya butuhkan, lalu apa tugas selanjutnya".
*simpan saja dulu besok kita bertemu, tunggu perintah dariku..!!!!!!*.
Balas monika
"Siapa mah, kok mamah senyum senyum sendiri". Tanya suaminya
"Ahh bukan siapa siapa pah,kita pulang aja yuk pah kan sudah malam juga".
"Ya sudah ayo".
Mereka pun berpamitan pada keluarga haykal disusul satu persatu keluarga besar bunda undur diri hanya menyisakan tuan rumah.
__ADS_1
Haykal yang duduk disamping bunda nya itu nampak sangat menyayangi wanita paruh baya tersebut. Tidak sekali pun ia meninggalkan bundanya selain ada urusan penting.
"Haykal bunda mau cerita deh".
"Apa?".
"tadi itu pas kamu kesekolah karna latihan basket bunda gak sengaja jatuhin gelas rumah sakit".
"Haa?? Serius bunda tapi bunda gak papa kan?". Tanya haykla panik
"Tunggu dulu,bunda belum selesai cerita".
"Ketika bunda membereskan serpihan gelas dilantai itu ada seorang wanita cantik yang menghentikan bunda,ia meraih tangan bunda dan langsung membereskan serpihan gelas itu".
"Oh iyhaa....? siapa wanita itu bun".
"Bunda juga kurang tau sih, tapi yang jelas wanita itu cantik dan sopan.terlihat dari penampilannya wanita itu baik namanya siapa yaa bunda agak lupa".
Haykal mendengar cerita bunda dengan seksama sembari menegung secangkir kopi.
"Aa ..aa..aaaleta, iya aleta namanya".seru bunda tersenyum
"Uhukk..uhhuuukk..uhhuukkk".tiba tiba haykal tersedak minumanya sendiri.
"Sayang hati hati dong".
"Iya bun maaf,"
"Tapi bunda sedikit heran aja, soalnya jaket yang gadis itu pakai sama persis kayak jaket yang pernah bunda beli.in untuk kamu dari bali dulu pas bunda taour".lanjut bunda
"Ahh.. masak sih bun.paling cuma kebetulan aja".seru haykal meyakinkan bunda untuk percaya, haykal ragu untuk berbicara sejujurnya dia berfikir ini bukan waktu yang tepat untuk cerita tentanga aleta.
"Apa iyha ya".
"Udah bunda, gak usah mikir kemana mana sekarang bunda istirahat dulu dan jangan lupa besok doa in haykal menang diturnamen basket".
Haykal langsung saja pergi kekamarnya dan merebahkan tubuhnya ke kasur miliknya, tiba tiba fikirannya tertuju ke aleta yang tadi dipuji oleh sang bunda.
"Apa ini tanda".seru hanyal sambil tersenyum memandang langit langit kamar.
"Apa kamu merindukanku al?".tanya haykal pada dirinya sendiri. ia segera menutup matanya dengan perasaan bahagia.
πΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉ
Disisi lain lendar yang baru saja keluar dari toko kue itu tiba tiba menerima sebuah notif dari ponselnya.
thiiing...
*Bunda sudah pulang kamu jangan kerumah sakit besok saja kita kerumah haykal*
isi pesan tersebut ternyata dari bara,mereka berniat untuk menjenguk bunda tetapi bunda sudah dibawa pulang.. dengan memegang ponsel miliknya ia tidak fokus kejalan hingga menabrak seseorang.
"Brrruuuukkkk".
"Aduuuhh".seru wanita itu
"Astaga,maaf saya tidak sengaja".seru lendra
"Lendra".gumam wanita itu
"Kamu kan diandra".seru lendra menebak.
"Iya, gak nyangka banget ya ketemu disini".seru diandra antusias
"Hemm, kebetulan aja kok".jawab lendra datar
"Kamu beli apa?".
__ADS_1
"Ini kue, sebenernya sih buat bundanya haykal tetapi berhubung bunda sudah pulang gak jadi deh".jelas lendra
"Ohh memang nya bundanya haykal sakit apa?".
"Entah,katanya sih asam lambung".
"Oh semoga cepet sembuh ya".
"Iya, eh kamu kesini mau beli apa?".
"Beli kue aja sih buat cemilan".senyum diandra malu malu
" kamu suka ini gak".sambil mengangkat tas kresek berisi kue yang seharusnya untuk menjenguk bunda tadi.
"Haa.. maksutnya?".tanya diandra bingung
"Kalau kamu mau buat kamu aja sayang kalau dibuang".
"Haaa beneran".tanya diandra antusias.
"Iya,mau ga?".
"Mauuuuu".dengan mata berbinar.
Diandra sangat senang bisa bertemu dan ngobrol bareng lendara apa lagi diandra sudah lama menaruh hati pada pria dingin itu, seumur umur baru ini pertama kali ia berbicara dengannya.
"Ya udah aku pulang dulu ya".seru lendra yang nampak biasa menghadapi diandra.
"Iya makasih ya".seru diandra yang hanya dibalas dengan anggukan oleh pria dingin itu.
Hati diandra sangat bahagia, ia melopat kegirangan karna mendapat kue dari lendra, maskipun awalnya kue itu bukan untuknya tetapi pada akhitnya diberika padanya. ia tidak memperdulikan lingkungan sekitar yang menertawakan tinggah diandra yang kekanak kanakan itu baginya ini adalah anugrah.
ππππππππππππππππ
Dirumah sakit.
Malam yang penuh bintang itu tak berarti bagi aleta, ia duduk diruang tunggu dengan hati hampa.
ia menyesali apa yang dilakukannya pada haykal, kini hatinya menjadi gelisah dan kini seharian haykal tidak datang mencarinya.
Terselip rasa rindu dibenaknya,ingin sekali menemui lelaki tampan itu tapi bagaimana caranya.ia hanya terdiam menunduk.
"Haykal maafin aku, aku juga tidak mengerti mengapa aku bisa bersikap seperti ini," batin ale menyesal
"Hatiku sangat sakit mendengar keluargamu membicarakan tentang perikahan".batinya lagi
"Haykal dimana kamu,aku rindu".
Perlahan mata ale berbuka diiringi butiran air membasahi pipinya, bahkan ia pun juga tidak mengerti mengapa dirinya sangat rindu pada lelaki tampan itu.
Bintang yang tadinya menghiasi langit pun perlahan menghilang.
Mendung tiba tiba menutupi sinar bulan hingga menjatuhkan benda bening dari balik awan.. butiran bening itu kian membasahi bumi. Semakin deras hujan menguyur malam itu membuat aleta sangat kedinginan. Ia mengambil jaket dipangkuannya dan lekas memakainya.
Perasaan nya sedikit tenang menggunakan jaket milik haykal,rindunya sedikit terobati lewat benda itu. Tiba tiba dari kejauhan ada suara seseorang yang memanggil namanya.
"Aletaaaa".
Aleta pun terkejut dan langsung membalikan badan menoleh kesumber suara tersebut.
"Haykal..???".
BERSAMBUNG...
( hallo semua jangan lupa ya setelah membaca novel ku ini, langsung like ,komen dan vote.
Harga i karya sesorang karna tidak mundah menjadi seorang penulisπππππ ).
__ADS_1