CINTA UNTUK HAYKAL

CINTA UNTUK HAYKAL
EPISODE 11-MENJENGUK


__ADS_3

Kriiinggg...kringggggg. Kringggggg


"Halo, Assalamualaikum".


"Walaikum salam kal".


"Ada apa mas Reno?".


"ini, tadi barusan Aurel telefon mas nanyain kamu, katanya kamu ditelefon gak diangkat terus mas jawab kamu lagi dirumah sakit nunggu bunda, terus dia bilang mau menjenguk bunda nanti habis magrib".


"Oh iya mas Reno makasih maaf sudah ngrepotin, soalnya dari tadi aku gak pegang Hp".


"Iya kal santai saja, aku nanti agak malam aja ke situ, kamu mau dibawa. In apa?".


"Enggak usah mas, aku juga habis ini mau balik dulu sebentar".


"Oh ya udah, Assalamualaikum".


"Walaikum salam".


Panggilan itu pun berakhir dan Haykal segera pamit kepada bunda ia harus pulang dan membersihkan diri.


Setelah pamit Haykal sengaja berjalan melewati ruangan Airin, ia ingin melihat bagaimana keadaan aleta, dan berhenti didepan pintu tetapi ia hanya melihat ale dari jendela, disana terlihat seorang wanita cantik sedang tertidur, mungkin karna kelelahan ia jadi terlelap dan Haykal pun segera meninggalkan rumah sakit itu.


Disisi lain mamah Helena sudah tidak bisa menahannya lagi, ia takut kalau Airin nekat mengakhiri hidupnya lagi maka dari itu ia putuskan untuk menghubungi suaminya.


Tuuuuttttt. Tuuuuttttt...tuuuuttttt


Panggilan terhubung.


"Assalamualaikum mah"


"Walaikum salam pah".


"Ada apa mah?, apa kalian semua baik-baik saja,?".


"Pah mamah minta maaf, mamah gak bisa jaga in Airin".


"Mamah jangan bicara seperti itu, katakan dulu apa yang terjadi, jangan buat papa semakin khawatir".


Mamah Helena pun menceritakan dengan detail kondisi Airin dan Tanpa sadar mamah Helena menangis.


"Baiklah mah, nanti malam papah akan terbang ke sana, mamah jangan khawatir semua akan baik-baik saja".


"iya pah, hati-hati dijalan Assalamualaikum".


"Walaikum salam".


Setelah menutup telefonnya, mamah Helena kembali ke ruangan Airin nampak aleta tengah duduk di sofa.


"Mamah dari mana?".


"Dari kantin Sayang, kamu gak pulang?".


"Enggak mah, ale jaga in Airin aja".

__ADS_1


"Emang gak mandi?".


"Ya nanti mandi dikamar mandi umum".


"Gak ganti baju?, masak kamu pakai baju sekolah?".


"Gak papa mah kan besok hari libur".


"Hemm. Oh iya, selama mamah jaga in adik disini kamu kesekolah naik apa sayang?”. Tanya mamah Helena khawatir


"Hemm. Itu.. eh naik.. taxi Online, yah taxi Online, ale pesan taxi Online”. Jawab ale dengan gugup.


🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀


Senja pun telah menghilang, menghadirkan malam yang sepi ditambah hujan gerimis menghiasi membuat malam itu terasa hampa.


Di dalam ruangan 205,nampak bunda baru selesai melaksanakan ibadah sholat magrib, dari luar nampak ada beberapa orang sedang berjalan menuju ruangan tersebut dan bunda segera membereskan alat sholatnya.


Tok..tokk..tokk..


Seseorang mengetuk pintu,


"Permisi, selamat malam mbak Karin”. Nampak seseorang itu menyapa bunda.


"Astaga, mbak Monika". Seru bunda memeluk orang tersebut yang ternyata  Monika ibunda Aurel.


"Maaf ya mbak, aku dan keluarga baru bisa jenguk karna mbak tahu sendirikan kita ini sangat sibuk dan  pekerja keras”. Seru Monika


"Ia gapapa, saya jadi gak enak hati sudah ngrepotin kalian".


"Iya kan pak wira”. Lanjut pak bowo menepuk bahu ayah wira.


"aduuhhh Aurel makin cantik saja ya”. Puji bunda pada Aurel.


"Ahh Bunda berlebihan bisa aja kok, oh iya bun Haykal mana?”. Tanya Aurel sambil memandangi sekitar.


"Tadi pulang sebentar mengambil baju”. Jawab bunda.


Kedua keluarga itu memang sudah akrab karena Monika adalah teman bunda Karin, walau sebenarnya bunda tidak terlalu menyukai keluarga tersebut karna mereka terlalu menyombongkan diri dan memamerkan hartanya. Namun bunda menghargai mereka karna anak semata wayangnya itu menyukai Aurel anak dari monika.tak berselang lama Haykal pun datang dan menyapa keluarga Aurel.


"Assalamualaikum”. Sapa Haykal sambil membuka pintu


"Walaikum salam”. Jawab mereka


"Om tante udah lama”. Sapa hangat Haykal sembari mencium tangan mamah Monika dan papa bowo.


"Iya lumayan kamu dari mana saja, lihat ini Aurel sudah menunggu mu dari tadi”. Seru mamah Monika


"Iyah maaf rel tadi pulang sebentar mengambil baju". Seru Haykal sambil duduk di samping Aurel.


"Iya gak papa". Dengan nada melembut bak seorang putri. Berbeda dari biasanya yang acuh kepada Haykal dan sekarang di hadapan keluarga ia nampak lemah lembut.


"Lihat deh mbak mereka serasi sekali ya”. Seru mamah Monika


"Hemm”. Jawab bunda singkat, ia tidak terlalu menanggapi omongan Monika. Sama dengan Haykal nampak santai menanggapi omongan mamah Monika sembari mengangkat gelas dan meminum teh panas yang ada di samping dirinya.

__ADS_1


"Gimana kalo setelah kepulangan mbak dari rumah sakit kita rencana in tentang pertunangan mereka”. Lanjut mamah Monika


"Uhhuukk.uhukk..Uhukk".


Tiba-tiba saja Haykal tersedak minumannya sendiri mendengar kata-kata mamah Monika.


"Sayang kamu kenapa?”. Tanya Aurel pura-pura panik.


"Ahh enggak gak papa kok maaf”. Jawab Haykal


"Kamu benar gak papa kal?” tanya bunda


"Enggak kok bun”. Jawab Haykal sambil menggelengkan kepala


"Kamu jangan kaget gitu kal ini kan cuma untuk mengikat kalian berdua, nanti setelah lulus sekolah baru nikahnya”. Lanjut Monika.


"Ahh gini, mendingan itu diobrol in lain kali aja ya, Kurang pas kalo kita bahas sekarang”. Sahut ayah wira


Kata-kata itu seakan akan membuat denyut nadi Haykal berhenti, ia menganggap hubungan mereka itu hanya semu, karena Aurel terus saja berpura pura baik di hadapan keluarga tetapi di hadapannya ia sangat lah acuh. Mana mungkin Haykal akan bahagia jika mereka menikah nanti.


Seketika Haykal membuang muka kearah jendela, ia nampak terkejut melihat sosok perempuan cantik sedang berdiri didepan jendela menatap dirinya, dan setela Haykal membalas tatapan itu segaralah wanita itu pergi.


"Apa ale dengar semua ucapan tante Monika tadi?”. Batin Haykal tidak tenang.


Ingin rasanya Haykal keluar dari tempat itu dan segera mengejar aleta untuk memberi penjelasan. Tetapi ia tidak bisa pergi begitu saja, Aurel pasti akan menahannya. Entah apa yang ada dipikirkannya membuat Haykal menjadi sangat gelisah.


 


🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹


Dimalam gerimis itu nampak petir menyambar nyambar seperti hati ale yang baru saja tersambar petir. Ia tidak menyangka sejauh itu ternyata hubungan Aurel dan Haykal. Kenapa ia sangat bodoh menyukai laki-laki yang sebentar lagi akan jadi suami orang.


Andai saja waktu bisa diputar, ale lebih memilih tidak pernah mengenal Haykal dari pada harus hancur di tengah jalan seperti ini..


Fikrian ale benar-benar kalut malam itu. Ia meneteskan air mata karna hati nya terasa sakit. Tiba-tiba Ale teringat kata-kata Haykal tentang takdir dan keajaiban..


"Apa benar ini semua sudah takdir ku, dan keajaiban yang kamu bilang itu apakah ada atau kah harapan yang palsu”. Batin ale sambil berjalan di koridor rumah sakit.


"Ya Allah, kenapa rasanya sakit sekali melihat kedua keluarga itu membahas pernikahan, apa kah aku harus merelakan Haykal begitu saja". Batin ale lagi. ia hanya menundukkan wajah sembari berjalan tanpa melihat depan, hingga akhir nya ia menabrak seseorang.


 


"Bbbbrrruuuukkkkk".


 *


*


*


BERSAMBUNG....


 


Jangan lupa dukung AUTHOR ya.. Like, vote dan komen supaya Author semakin semangat..😍😍😍😍😍😍

__ADS_1


__ADS_2