
Aleta dan regunya berjalan jauh dari jalur yang sudah ditentukan hingga mereka saat ini telah sampai di tengah hutan belantara yang jarang sekali orang masuk ke dalamnya. Berbagai hewan buas pun sudah menunjukkan keberadaannya dengan membunyikan suara saat mencium bau orang asing memasuki wilayahnya hingga mereka bertuju merasa ketakutan mendengarnya.
"Suara apa itu”. Teriak Diandra diikuti yang lain hingga saling berpelukan dan waspada
"Cik coba kau melapor tentang ini, kemungkinan besar kita tersesat".
Cika yang terlihat panik itu lekas mengambil HT(HANDY TALKY) dari tasnya dan mencoba melapor pada panitia yang lain namun ditegah hutan tidak ada sinyal sama sekali hingga membuat pendamping regu itu menjadi kesal.
"Ini semua gara-gara elo Al".
"Cika tolong, ini bukan waktunya untuk bertengkar kita harus cari jalan keluar bersama sama".
Namun cika yang tidak terima dengan ucapan aleta itu langsung mendorong tubuh wanita cantik itu hingga jatuh ketanah dan terus saja menyalahkan aleta. Diandra yang geram dengan sikap mereka berdua itu justru memilih untuk meninggalkan mereka dan berjalan lebih dulu.
"Sudahlah, ayo biarkan saja mereka terus bertengkar".
Jam sudah menunjukkan pukul 17:00 WIB dan mereka masih belum menemukan jalan keluar dari hutan, justru mereka mendapati jurang di tengah hutan hingga membuat satu regu itu menjadi sangat ketakutan.
"Hati-hati ada jurang".
"Al berhenti sebentar deh".
"Ada apa? Kita harus keluar dari sini sebelum malam tiba".
"Tapi aku capek".
"Kita juga lapar, dari tadi belum makan”. Sahut yang lain
Wanita cantik itu sampai lupa jika mereka belum menyantap apa pun setelah sarapan tadi hingga mereka memutuskan untuk beristirahat sejenak. Aleta mengeluarkan sepotong roti dan sebotol minuman dari tasnya, ia membagi roti itu pada ketujuh temannya untuk menganjal perut namun cika yang serakah justru merebut roti milik aleta dan memakannya.
"Astaga, kok elo serakah banget sih cik”. Bentak yang lain
"Ini semua kan salah aleta hingga kita kelapaan kek gini, lagi pula mana cukup aku segini doang".
"Sudah-sudah biarkan saja lagi pula aku gak lapar kok". Seru aleta membohongi teman-temannya padahal dirinya juga sangat kelaparan namun ia tahan karna memang ini semua adalah kesalahannya.
Lama mereka telah beristirahat dan kini memutuskan untuk melanjutkan langkahnya namun untuk sekian kalinya cika mencari masalah pada aleta.
"Andai aja bukan aleta yang memimpin jalan pasti sekarang gue sudah tidur nyenyak di tenda".
"Cika gue mohon banget kali ini loh jangan cari masalah sama gue, diam ku ini jangan kau artikan seperti orang lemah. Aku tahu ini memang salah ku , dan aku janji akan membawa kalian semua keluar dari hutan ini dengan selamat".
"Sampai kapan Al, kita sudah jalan jauh berjam jam dan tetap saja tidak menemukan jalan keluar".
__ADS_1
"Iya Al, jangan janji doang kita gak mau mati konyol disini”. Seru yang lain tiba-tiba menyudutkan aleta
wanita cantik itu pun dengan sekuat hati meyakinkan mereka jika tidak akan terjadi sesuatu namun cika yang muak dengan ucapan aleta itu pun lekas beranjak dan berjalan mendahului mereka. masih beberapa langkah berjalan tiba-tiba cika terpeleset dan nyaris terjatuh, untungnya dengan cepat aleta menangkap tangan cika.
"Cika pengang tanganku yang kuat ya".
"Jangan omong doang dong cepat tolong in aku". Maki cika pada aleta
"Dasar wanita gak waras, ditolong malah marah-marah”. Sindir Diandra yang kesal karna sahabatnya terus saja dipojokkan
Dan wanita cantik itu dibantu yang lain berusaha menaikkan tubuh cika hingga berada seperti semula.
"Apa kau baik-baik aja cik?".tanya yang lain
"Hemm".
"Minum dulu, supaya lebih tenang”. Seru aleta sembari menyodorkan air mineral
"Ini semua karna elo, gue benci sama loh”. Maki cika namun tak dibalas oleh wanita cantik itu.
Ketika mereka masih menghawatirkan keadaan cika tiba-tiba ketujuh siswa itu dikejutkan oleh seekor babi hutan yang muncul dari arah belakang, sontak saja membuat mereka semua panik bukan main.
"Aaaaaaaaaaaaaaa". Teriak mereka semua dan segera berlari namun tidak sengaja cika menyenggol tubuh aleta hingga ia terjatuh ke jurang.
Mereka berenam terkejut dan membalikkan badan sembari berteriak nama aleta saat mendapati wanita cantik itu terlempar ke jurang.
.................
Disisi lain semua regu telah kembali di tengah-tengah perkemahan itu dan mereka mulai mengikuti acara selanjutnya. Imelda menyuruh semua siswa membersihkan diri dahulu dan setelah itu bergabung lagi di tengah perkemahan untuk menyantap makam malam karna senja sudah menghilang.
Saat itu Haykal belum menyadari jika aleta tidak berada dalam gerombolan siswa perkemahan itu. Pikirnya mereka sudah lengkap hingga saat Haykal mengambilkan Aurel makan di dapur perkemahan tak sengaja ia berpapasan dengan yongki.
"Ambil makan kal. buat siapa, Aurel ya???".
"Menurut elo".
"Yang disini makan enak, yang dihutan gimana kabarnya ya. Atau mungkin sudah dimakan hewan buas".
"Apa maksudmu".
"Tidak”. Seru yongki sembari tersenyum mengejek namun tidak dibalas oleh Haykal, lelaki tampan itu tiba-tiba memiliki firasat buruk tentang ucapan yongki tetapi ia tetap melanjutkan jalannya.
"Mel kau gak makan”. Tanya Haykal saat bertemu Imelda disana
__ADS_1
"Udah tadi, elo makan belum".
"Habis ini,”. Seru Haykal sembari menyodorkan sepiring makanan untuk Aurel yang duduk disebelah Imelda.
Dari kejauhan anggota osis dipos terakhir melapor pada Imelda jika regu yang dipimpin oleh aleta belum sampai dipos terakhir, dia juga mengatakan jika kemungkinan mereka tersesat. Kabar itu seakan menghantam hati Haykal yang sejak dari tadi merasa tidak enak hingga ia terkejut mendengarnya dan beranjak dari duduknya.
"Apa kau yakin?".
"Iya kal, beneran".
Kepanikan yang teramat dalam terpancar dimata Haykal dan lelaki tampan itu segera melangkahkan kaki mencari kekasihnya namun tangannya dihentikan oleh Aurel.
"Kal kau mau ke mana??jangan tinggalkan aku".
"apa kau bercanda, aleta mungkin sedang dalam bahaya".
"Untuk apa kau peduli dengannya lagi".
"Aurel apa maksudmu??, dia itu kekasihku dan aku sangat mencintainya".
"Lalu aku ini kau anggap apa".
"selama ini aku menjagamu karna kasihan dengan kondisimu gak lebih, dan melihat darimu yang seperti ini membuat mata ku terbuka kau tidak pantas untuk bela”. Seru Haykal sembari mengibaskan tangannya dan berlari mencari kekasihnya.
"Rel kau benar-benar keterlaluan". Bentak Lendra sembari mengikuti langkah Haykal juga bara
"ku kira kau sudah berubah rel tetapi sama saja, kau tetap egois”. Sindir Imelda sembari berlalu
"Mengapa kalian semua hanya bisa menyalahkanku huhuhuhuhu!!". Seru nya sembari menangis disana.
Dari kejauhan yongki tertawa dengan kabar itu dan mengatakan jika carilah kal hingga kau menemukan jasadnya.
Hahahahahahaha...
Tawa yongki sangat puas dengan situasi saat itu hingga membuatnya merasa bahagia. Dalam hatinya ia berkata ini resiko yang harus Haykal tanggung karna telah berani mengancamnya.
*
*
*
*BERSAMBUNG..
__ADS_1
Nb: HT (Handy Talky) adalah sebuah alat komunikasi yang bentuknya mirip dengan telepon genggam yang dapat mengkomunikasikan dua orang atau lebih dengan menggunakan gelombang radio dan sering dipakai untuk komunikasi yang sifatnya sementara karena salurannya dapat diganti-ganti setiap saat.