CINTA UNTUK HAYKAL

CINTA UNTUK HAYKAL
EPISODE 17-HAYKAL CIDERA


__ADS_3

Brrruuuuuukkkkkk


Seseorang membuka pintu dengan kasar. Haykal dan ale nampak terkejut melihat kedatangan seorang wanita dengan membanting pintu.


"Apa yang sedang kalian lakukan disini?” tanya wanita itu yang ternyata Imelda ketua osis.


"Tidak ada”. Jawab Haykal datar tetapi tangannya masih menggenggam ale.


Buru-buru ale melepas genggamannya dan beranjak.


"Maaf aku pergi dulu”. Seru ale berjalan keluar sembari menyapu air mata dari pipi putihnya.


"Apa yang kamu lakukan kal?, berdua dengannya di ruangan tertutup seperti ini?".


"Apa kamu tidak percaya denganku, kaki ku sedang terkilir mana mungkin aku melakukan sesuatu ,berdiri aja sulit”. Seru Haykal


"Kenapa kau menggenggam tangannya".


"Karna dia menangis aku hanya ingin menenangkannya".


"Kenapa dia menangis".


"Apa aku harus memberitahumu dengan detail?”. Tanya Haykal balik


"Jaga sikapmu kal, kau ini seorang wakil ketua osis tidak seharusnya kamu berduaan ditempat tertutup seperti ini, apa lagi kamu sebagai salah satu contoh disekolah ini,"


"Iya aku tahu, aku minta maaf"


Disisi lain aleta yang baru saja keluar dari bescem tim basket itu berjalan di sepanjang koridor ia sangat khawatir Imelda marah kepada Haykal.


"Aduuhhh gimana kalau Imelda marah, ini kan salahku”. Gumamnya sendiri


Ia terus berpikiran buruk hingga satu suara membuyarkan pikirannya.


"Waw. Anak baru disekolah yang katanya polos ternyata seorang pelakor dan wanita penggoda".


"Apa maksudmu mengapa kau berbicara seperti itu?".


"Lalu apa yang pantas sebutan untuk mu, berduaan diruang tertutup kalau bukan mesum".


Plllaaaaakkkkkkkk


sebuah tamparan mendarat dipipi cika.


"Jaga bicaramu”. Hardik aleta


"Beraninya kau menamparku Haa.!!".seru cika sambil melayangkan tangannya diudara ingin segera membalas tamparan ale namun ditahan oleh seseorang.


"Apa yang kamu lakukan cika”. Hardik Lendra


"Lepaskan, bukan urusanmu”. Seru cika


"Mulai sekarang apa pun yang ada hubungannya dengan aleta itu menjadi urusanku”. Saru Lendra melepaskan tangan cika


"Apa dia wanitamu juga?”. Tanya cika sinis


"Itu bukan urusanmu".


"Aku harus belajar dengan mu, sekali mendayung 2 pulau terlampaui”. Seru cika bertepuk tangan melirik aleta


"Pergi kau dari sini”. Ucap aleta


"Tidak usah repot-repot mengusirku, aku jijik dengan wanita sepertimu”. Seru cika sambil berlalu


"Ale apa kamu gak papa?”. Tanya Lendra khawatir. Namun ale hanya menjawab dengan menggelengkan kepala.


"Kau mau ke mana?”. Tanya Lendra memecah keheningan.


"Pulang”. Jawab ale datar


"Kita kan searah, beriringan ya pulangnya, aku takut terjadi sesuatu denganmu dijalan”. Seru Lendra menawarkan diri


"Iyha,kamu keparkiran saja dulu aku mau ambil tas dikelas".


"Iya".

__ADS_1


Di sepanjang lorong ale menundukkan wajahnya ia sangat pusing memikirkan fitnah yang baru saja ia terima.


"Apa lagi ini, mengapa aku selalu dapat masalah”. Gumam ia sendiri


"Mereka salah paham denganku”. Gumamnya lagi


Sesampainya dikelas ia mengambil tas nya dan segera berlalu tetapi ale memilih jalan pintas menuju parkiran karna terlalu jauh antara parkiran dan kelasnya... dilorong itu nampak sepi tidak ada seorang pun disana. Sedikit gelap karna tertutup oleh bangunan yang tinggi dan hanya ada kelas bekas yang kosong.


Bulu kuduk ale langsung merinding melewati lorong tersebut, ale mempercepat langkahnya namun tidak sengaja ia mendengar suara.


"Aduuhhh,..pelan sedikit ini terlalu sakit dari biasanya”. Seseorang berbicara dari dalam ruangan kosong itu dengan nada lirih terasa berat karna nafasnya tidak beraturan.


"Nikmatilah ini tidak akan lama sayang”. Jawab seseorang yang lain.


Hati ale sangat gelisah ia sangat bingung harus bagaimana lari atakkah mendekat. Walau kakinya ingin berlari karna takut. Tetapi hatinya penasaran dengan suara tersebut. Hingga akhirnya ia memberanikan diri untuk mendekati salah satu kelas kosong yang tertutup itu...cahaya yang minim membuat kelas itu terlihat gelap dan menakutkan, ia berjalan dengan penuh hati-hati sembari mendekati pintu tersebut.


"Saaakkiiiittt". Seseorang itu menjerit


Dag..Dig..Dag


perasaan ale semakin tidak menentu, pikirannya ke mana-mana ia tidak bisa berpikir jernih membayangkan apa yang terjadi didalam, ale semakin mendekat ke pintu tertutup itu, jari jemari yang dari tadi sudah terasa dingin itu memberanikan diri memegang ganggang pintu itu namun ia masih menghentikan langkahnya.


"Terima kasih sayang kamu sangat luar biasa”. Seru seseorang dari dalam


"Hemm". Jawab seseorang yang lain


Ale sudah tidak bisa menahannya, kuping nya sangat sakit mendengar kata-kata yang sangat tidak pantas didengar itu.


"Brrrrraaakkkkkk".


Ale membuka pintu itu dengan sangat keras hingga mengejutkan seseorang didalam yang sedang merapikan baju mereka.


"Kaaaallliiiaann?".


seru ale sangat terkejut melihat Aurel dan yongi yang sedang merapikan kancing seragam masing-masing.


"Sial,kenapa ada dia disini”. Hardik Aurel dalam hati.


"Heh ngapain kamu disini”. Hardik yongki


"Apa yang baru saja kalian lakukan Haa”. Lanjut ale.


"Itu bukan urusanmu”. Hardik yongi


"Apa kau bilang kalian baru saja mencoret nama baik sekolah kita dengan kelakuan bejat mu itu,” hardik aleta dengan nada meninggi


"Diiiaaaammmm kau”. Teriak Aurel


"Awas kau. Jika berbicara kepada orang lain aku pastikan kau akan keluar dari sekolah ini”. Ucap Aurel emosi


"Apa kau baru saja mengancamku?” seru ale


"Bukan cuma mengancam mu tetapi aku juga membencimu".


"Oke, lakukan sebisamu untuk mencegahku," ale yang sudah tidak tahan itu langsung membalikkan badan dan ingin segera meninggalkan ruangan kotor itu namun ale menolehkan lagi kearah mereka.


"Sekali lagi, aku akan merebut Haykal darimu, dia tidak pantas mencintai wanita kotor sepertimu”. Lanjut aleta sambil berlalu pergi.


"Aaàlllllllleeeeeeetttttaaaa, aku benci denganmu”. Teriak Aurel


"Sudahlah kenapa kamu pusing,biarlah Haykal tahu lagian kita tidak perlu lagi menyembunyikan hubungan kita ini kan”. Seru yongi sembari membelai pipi Aurel


"Minggir ini karna salahmu”. Hardik Aurel pada yongi


"Tenanglah sayang aku akan mengawasi wanita itu".


"Beri pelajaran padanya jika berani buka suara”. Seru Aurel sambil beranjak pergi.


Diparkiran nampak Lendra celangak celinguk menunggu aleta yang tak kunjung datang, dari kejauhan nampak Haykal dan bara mendekati Lendra.


"Kamu belum pulang len?” tanya bara


"Belum masih nunggu seseorang”. Jawabnya datar


"Siapa?”. Tanya bara lagi

__ADS_1


"Aleta”. Jawabnya dengan mata berbinar berharap Haykal mendengar. Benar saja Haykal yang mendengar nama aleta disebut oleh Lendra membuat hatinya teriris. Baru saja dia menangis karna dirinya sekarang ada Lendra yang menunggunya.


"Oh ya udah kita duluan”. Seru bara menaiki motor membonceng Haykal.


Tidak berselang lama ale pun tiba diparkiran, ia mengatur nafasnya sebelum menemui Lendra.


Sapa aleta tersenyum.


"Mengapa lama sekali?”. Tanya Lendra khawatir


"Tidak, itu tadi aku harus nyari buku ku dulu”. Seru ale


"Ya sudah,ayoo".


Mereka berdua melajukan motornya, Lendra yang berada sejajar dengan motor ale sesekali melirik kearah wanita cantik itu, tetapi wanita itu hanya terdiam tidak bersuara hingga akhirnya mereka sampai dirumah aleta.


"Terima kasih ya len kamu sudah mengantarku".


"ia sama-sama Al".


"Oh iya kapan-kapan boleh aku main kesini?".


"Heemmm, boleh tetapi jangan sekarang adikku masih dirumah sakit aku tidak bisa menerima tamu untuk saat ini".


"Iya". Seru Lendra sembari mengusap lembut pucuk kepala ale.


Ale terkejut dan segera menepisnya karna merasa tidak nyaman, setelah Lendra pergi dari tempat ale, segera ia masuk ke dalam halaman. Dirinya memarkirkan motor nya dan lekas masuk ke dalam rumah, tiba-tiba


"Brrruuuuuukkkkkk".


Seseorang melempar batu berlapis kertas kearah pintu yang membuat ale terkejut.


Ale pun segera mengambil gumpalan batu dan kertas itu lekas membukanya.


*HIDUP ATAU MATI*


ale pun terkejut dengan isi pesan tersebut, ia tidak mengetahui maksud dari tulisan itu. Ia berpikir itu hanya orang iseng dan lekas membuang kertas dan batu itu.


Sesampainya dikamar ale membersihkan diri, mandi dan mengganti pakaiannya. Setelah selesai ia merebahkan tubuh  ke kasur miliknya mengambil ponsel dan segera menghubungi papanya.


"Hallo assalamualaikum pah"


"Walaikum salam nak, ada apa".


"Pah kapan Airin pulang? Rumah terasa sepi tanpa kalian".


"Besok kita pulang sayang, kondisi Airin sudah membaik kata dokter".


"Yeee benaran pah?".


"Iya sudah papa tutup dulu, dokter ada disini sedang memeriksa Airin".


"Iya pah,asalamualaikum".


Panggilan pun tertutup tetapi masuk panggilan lain dari nomor yang tak dikenal.


Ale enggan untuk menjawab tetapi panggilan itu terus saja berbunyi..


"Hallo, siapa ya"..


 


*


 


*


 


*


 


BERSAMBUNG.....

__ADS_1


__ADS_2