CINTA UNTUK HAYKAL

CINTA UNTUK HAYKAL
EPISODE 132-TARGET SELANJUTNYA


__ADS_3

Wanita cantik itu tak kunjung meredam justru semakin dirundung emosi. Haykal yang melihat aletta sudah diluar jalur tampak khawatir jika wanita itu akan mengucapkan hal yang macam macam hingga ia memilih untuk mengalah.


Lelaki tampan itu mendekati aletta dan meraih tangannya namun sang kekasih menghempaskannya, tak pantang menyerah haykal memeluk wanita cantik itu untuk menenangkannya yang mulai menangis.


"Sudah, jangan menangis. Maafkan aku karena telah menyakitimu. Rasa cintaku pada aurel sungguh sudah menghilang. Dihati ini hanya ada kamu. Aletta puspa".


Wanita cantik itu pun masih tetap diam walaupun haykal sudah berusaha meyakinkannya. Perlahan lelaki tampan itu mendekatkan bibirnya ke bibir aleta yang tampak pucat karena terus menangis.


Ciuman itu seakan menandakan jika haykal sungguh sungguh mencintai sang kekasih hingga keduanya masuk ke dalam suasana yang indah.


Aletta justru menikmati sentuhan yang haykal berikan, wanita cantik itu tidak menepisnya dan justru membiarkan haykal terus bermain dengan bibirnya.


Perlahan tangan haykal mulai aktif dan sedikit meregangkan pelukannya. Lelaki tampan itu menggendong aletta hingga menjatuhkan tubuh itu diatas ranjang. Tak sampai disana haykal mulai mencium leher jenjang milik aletta.


Nafas yang sudah tak beraturan itu pun menghampiri keduanya hingga tangan haykal perlahan membuka kancing baju sang kekasih. Satu dua dan tiga kancing itu sudah mulai berbuka hingga tinggal yang terakhir aletta menghentikannya. 


Permainan itu semakin memanas ketika haykal menepis tangan aletta, ia tidak membiarkan wanita cantik itu mengganggunya. Baju aletta kini sudah terbuka dan terlihat jelas dua buah gunung yang menjulang tinggi berada di hadapan haikal.


Tangan haykal perlan menyentuhnya hingga bibir lelaki tampan itu juga bermain di sana. Nafas aletta sudah tak karuan lagi, ia tidak dapat menepis hasrat yang begitu besar.


Disaat kedua remaja itu tengah asyik bermain permainan yang menguras tenaga tiba tiba mereka mendengar suara barang jatuh yang sangat keras.


Priiiannnggg...


Mata aleta yang tadinya mengatup mendadak terbuka sedangkan haykal yang tadinya asyik bermain pun menghentikan permainannya meskipun aktivitas panas itu baru saja dimulai. Kedua mata itu saling bertemu dan memberi kode lewat tatapan seakan bertanya apa yang telah terjadi.


Haykal mengangkat bahu dan menggelengkan kepala tanda ia tidak mengerti hingga aletta beranjak sembari membenarkan duduknya.


Priiianngggg…


Suara itu pun terdengar lagi hingga kedua remaja itu buru buru merapikan baju mereka dan berjalan menghampiri sumber suara.


Disisi lain airin dan yongki juga nampak terkejut dengan suara itu, hingga keempat remaja itu kaget ketika mendengar suara dari dalam kamar sang mama.


"Ma mama? Apa kau baik baik saja ma?".


"Ma buka pintunya ma?".


"Maa".


Kedua anak gadis itu pun mengedur ngedur pintu kamar mama helena namun tak ada jawaban dari dalam yang membuat keempatnya menjadi gelisah.


"Gimana ini kak, mama kenapa?".

__ADS_1


"Biar aku dobrak".


Haykal dan yongki pun mulai mendobrak kamar itu hingga terbuka dan alangkah terkejutnya melihat kamar mama helena sangat berantakan.


Banyak barang barang yang berada di lantai bahkan pecahan kaca pun berserakan di sana yang membuat kedua putrinya itu khawatir.


"Mamah ada apa mah?".


Suara lembut aletta pun menyadarkan mama helena dari lamunannya hingga tiba tiba tubuh wanita paruh baya itu lemas dan pingsan.


"Astaga".


Semua orang pun terkejut dan langsung membawa mama helena kerumah sakit terdekat. Sesampainya disana aletta menghubungi kak adit untuk memberitahukan kondisi sang mama hingga dua gadis itu berpelukan untuk saling menguatkan.


Tak berselang lama adit pun datang dengan tergopoh gopoh. Lelaki itu sangat khawatir terjadi sesuatu pada sang mama.


"Apa yang terjadi dek".


"Kita juga gak tau kak. Tiba tiba mama pingsan".


Adit pun terdiam, ia benar benar rapuh saat ini. Lelaki itu tidak tahu lagi apa yang harus ia lakukan hingga dokter keluar untuk memberitahukan kondisi nyonya helena.


"Apakah kalian keluarga dari nyonya helena?".


"Nyonya helena mengalami shock ringan dan depresi ringan. Sebelumnya apa yang terjadi hingga nyonya helena seperti ini".


"Dua hari lalu. Kita baru saja kehilangan papa. Mungkin itu yang menjadi penyebab mama depresi".


"Iya. Salah satunya. Pola makan tidak teratur hingga banyak hal yang nyonya helena pikirkan juga memicu kesehatan beliau, apalagi usia yang tak muda lagi. Saya sarankan untuk mencari suasana baru agar nyonya helena bisa melupakan kesedihannya".


"Iya nanti kami akan usahakan".


Dokter pun pergi dan kelima orang itu berjaga di depan kamar mama helena. Dokter juga memberitahu jika nyonya helena bisa langsung dibawa pulang setelah ia sadar nanti.


Yongki menyadari ada seseorang yang mengintai mereka dari jauh hingga melihat beberapa orang berbaju misterius memandang ke arahnya. Dengan rasa gelisah dan panik yongki mencari alasan untuk pergi meninggalkan mereka hingga ia mengatakan jika ingin ke toilet.


"Apa yang kalian lakukan disini". Tegur yongki kepada beberapa orang yang berbaju hitam itu.


"Apa kau lupa dengan tujuan kita, wanita itu adalah target selanjutnya".


Yongki menelan silva nya ketika ia menyadari jika tugasnya belum selesai tetapi ia tidak mampu jika harus membunuh aletta tepat di hadapan keluarganya apalagi disana ada haykal.


"Beri sedikit waktu. Ini bukanlah waktu yang tepat".

__ADS_1


Mata merah menerpa orang misterius itu, mereka tak menanggapi ucapan yongki justru salah satu dari mereka telah melepaskan pelurunya yang mengarah pada kepala wanita cantik itu. Tepat saat itu haykal dan aleta sedang duduk berdampingan.


"Sayang. Aku ngantuk banget nih".


"Aku lebih ngantuk dari kamu".


"Kalau gitu kita pamit pulang yuk. Tidur".


Mata aletta membulat sempurna mendengar ucapan sang kekasih. Wanita cantik itu tahu apa maksud dari haykal dan mungkin ia ingin melanjutkan permainan yang belum selesai tadi pikirnya, hingga aletta buru buru  menggelengkan kepala tanda tidak ingin melanjutkannya.


Dengan tersenyum manis haykal merangkul aleta dan memasukannya kedalam pelukan. Lelaki tampan itu juga berbisik jika jangan memikirkan hal hal lain yang mengotori pikirannya, Namun mereka semua terkejut saat sebuah peluru hampir saja mengenai kepala wanita cantik itu.


Dorrr…..


"Astaga".


Haykal nampak sangat terkejut dengan meluncurnya peluru itu. Sedangkan aletta masih nampak tak percaya jika saja haykal tidak menarik tubuhnya tadi pasti ia sudah tertembak.


"Aleta apa kau baik baik saja?".


Haikal pun berdiri dan melihat ada seseorang di seberang sana yang masih menyodorkan pistol ke arah sang kekasih.


"Hay kalian".


Bukan hanya haykal bahkan adit pun juga ikut mengejar beberapa orang itu hingga aksi kejar kejaran pun dilakukan. 


Wajah aletta masih tampak pucat dan airin datang untuk memeluknya. Gadis remaja itu menangis sedih dengan apa yang menimpa keluarganya hingga tangisan itu pecah dipelukan sang kakak.


Sedangkan yongki yang merasa terkejut pun ikut berlari bersama beberapa orang misterius itu hingga mereka bersembunyi disuatu gudang rumah sakit.


"Apa yang kau lakukan? Aku memintamu untuk memberikan waktu. Bagaimana jika kita tertangkap".


"Sudah tidak ada waktu yongki. aku yakin kau tak mampu membunuhnya. Jadi biarkan aku yang melakukan itu".


Wajah yongki tampak terkejut dengan ucapan mereka, ia tidak menyangka jika anak buah clara sekejam itu. Yongki hanya bisa menarik nafas panjang sembari ikut bersembunyi dan berharap haykal juga kak adit tidak menemukan mereka.


*


*


*


*BERSAMBUNG.

__ADS_1


__ADS_2