
Terkadang emosi itu memang susah untuk dikendalikan dan aku yakin abangmu itu tidak bermaksud menyakitimu”. Seru Lendra sembari mengusap air mata Diandra dan ia lekas berpamitan pulang.
malam itu berakhir dengan indah dimana benih-benih asmara dari pria dingin itu menunjukkan sinyalnya.
🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀
pagi pun menyapa dengan dingin karna suasana sedang mendung hingga angin menambah kabutnya membuat aleta malas untuk berangkat sekolah
belum juga satu hari mereka berpisah hatinya sudah merasa rindu, entah bagaimana awalnya yang pasti saat ini wanita cantik itu sangat mencintai kekasihnya itu.
Aleta berdiri di belakang jendela sembari membayangkan apakah kekasihnya itu juga merindukannya atau tidak sedangkan hatinya merasa gelisah untuk menjalani hari tanpa kehadiran Haykal.
Jam sudah menunjukkan pukul 06:00 segeralah ia bersiap-siap untuk pergi kesekolah dan berpamitan pada sang mamah.
Sesampainya ia disekolah banyak murid yang sudah berada disana aleta pun lekas melangkahkan kakinya menuju kelas.
"Ale?” sapa seseorang yang ternyata Imelda dan seketika aleta pun membalikkan bada
"Imel?".
"Apa kau tahu Haykal tidak masuk sekolah untuk beberapa hari ke depan".
"Ya aku mengetahuinya, ada apa?".Tanya aleta
"Tidak ada, aku harap kau bisa jaga dirimu jika ada apa-apa kau beritahu aku".
"Aku bukanlah seorang anak kecil dan aku bisa jaga diriku sendiri".
"Ini perintah dari Haykal”. Tegas Imelda sembari melangkah mendahului aleta dan berlalu
Aleta pun menggelengkan kepala tanda tidak menyangka jika Haykal menyuruh Imelda untuk menjaga dirinya seakan bahaya sedang mengintai hingga tak terasa bel berbunyi dan semua murid mengikuti kegiatan belajar.
Beberapa jam kemudian bel istirahat pun telah berbunyi diiringi semua guru mengakhiri kegiatan belajar dan keluar dari kelas.
"Aleta gue mau cerita nih”. Seru Diandra antusias lalu ia mengiring aleta keluar dari kelas sembari menceritakan beberapa hal yang ia alami semalam.
"Apa kau serius?”. Tanya ale terkejut diiringi anggukan dari Diandra.
"Aku yakin perlahan Lendra akan jatuh hati padamu”. Seru aleta percaya diri
"Aku tahu itu dan aku harus semangat, Oh iya dari tadi aku gak melihat Haykal ke mana dia Al?".
"Entahlah mungkin gak masuk”. Seru aleta asal karna ia ingin menyembunyikan yang sebenarnya
"Hubungan kalian baik-baik saja kan?”. Tanya Diandra tiba-tiba namun dibalas dengan senyuman malas karna mendengar nama kekasihnya disebut saja sudah membuatnya rindu.
__ADS_1
Melihat ekspresi aleta yang kurang enak dipandang membuat orang yang dari tadi menguping pembicaraan mereka pun menuai gosip jika hubungan aleta dan Haykal sedang kurang baik.
Tanpa mereka tahu gosip itu bagaikan virus yang mudah menyebar hingga seluruh sekolah mengetahui jika aleta dan Haykal putus.
Aleta pun berjalan menuju kantin namun ia merasa aneh saat semua orang menatap tajam kearahnya.
"Lihatlah dia itu hanya pelampiasan bagi Haykal".
"Iya buktinya dia tidak tahu mengapa Haykal tidak masuk sekolah".
"Emang udah jadian?".
"Denger-denger sih udah”.
"Gila cewek pelakor".
Gunjingan itu seakan menusuk hati aleta hingga dirinya tidak sanggup lagi menahan emosinya dan ia menghampiri kerumunan wanita itu.
"Jika kalian tidak mengetahui yang sebenarnya jangan lah menyebar gosip”. Maki aleta
"Kita tidak menyebar gosip, tetapi mengatakan sesuai apa yang kita dengar”. Sahut salah satu wanita itu
"Apa yang telah kalian dengar?”. Seru aleta dengan lantang namun ditidak dibalas oleh kerumunan wanita itu dan mereka hanya terdiam tak bersuara hingga datanglah seseorang yang membalas ucapan aleta.
"Aku mendengar jika hubungan kalian sudah berakhir dan itu adalah berita bahagia untuk ku”. Seru seseorang itu yang ternyata Aurel sembari tersenyum licik
"Apa yang kau tertawakan".
"Aku berpikir jika kau ini pintar tetapi kenyataannya tidak sama sekali, mana mungkin Haykal meninggalkanku sedangkan aku bukan wanita kotor seperti mu”. Maki aleta spontan membuat Aurel melotot seketika mendengar ucapannya dan ia melihat sekeliling memastikan semua orang tidak mengerti maksud aleta
"Apa maksudnya".
"Wanita kotor apa".
"Apa Aurel sudah..?".
Gunjingan itu terus bergeming ditelinga hingga membuat Aurel merasa tidak nyaman dan berlari pergi meninggalkan kerumunan itu,
Hal terpenting saat ini bukanlah harga dirinya tetapi aib nya tidak diketahui orang lain namun ia terlambat ale sudah mulai membuka aib itu hingga membuat Aurel semakin dendam padanya.
"Kau benar-benar menantangku, tunggu saja pembalasanku”. Seru Aurel sembari mengepalkan tangannya.
kring...kring. Kriiinggg..
Mendengar suara bel berbunyi tanda kegiatan belajar sudah selesai semua murid pun berhamburan keluar kelas dan melajukan motornya meninggalkan sekolah termasuk aleta.
__ADS_1
Di sepanjang jalan ia merasa sedikit menyesal karna ucapannya tadi didepan anak-anak yang telah merendahkan Aurel, dalam hatinya ia merasa bersalah terhadap wanita manis itu sebenarnya ia tidak ingin mencampuri urusannya namun wanita itu terus saja membuat masalah dengannya hingga ia mengucapkan hal itu untuk membuatnya kapok.
Aleta pun menghentikan motornya ketika melihat beberapa orang menghadang jalannya, ia pun terkejut dan ingin memutar jalan namun beberapa orang itu mengejarnya hingga terjadi cekcok dijalan dan akhirnya aleta pun berhenti.
"Aurel apa yang kau lakukan?". Maki aleta
"Apa kau merasa takut?".
"Tidak aku tidak pernah takut padamu atau pun teman temanmu ini". Ucap aleta
Mendengar ucapan ale yang masih tidak mau menyerah membuatnya menampar wanita cantik itu tetapi aleta sanggup menahan tangan Aurel diudara.
"Jangan sekalipun kau menyentuhku atau kau akan menyesal nanti”. Bentak aleta
Merasa sangat kesal pada ale karna ia bisa menghentikan tamparannya membuatnya meledakkan emosinya dengan mendorong aleta hingga terjatuh dan ia menundukkan tubuhnya sembari mengulurkan tangan untuk mencengkeram leher wanita cantik itu sembari berkata,
"Jika aku tidak menyukai orang aku akan berlaku kejam kepadanya dan aku tidak menyukaimu”. Seru Aurel sembari melepaskan cengkeramannya.
Dan aleta yang merasa hampir kehabisan nafas itu hanya terdiam dan menghela nafas sembari membalas ucapan Aurel.
"Sejujurnya aku menyesal mengatakan hal itu tadi tetapi melihat mu seperti ini padaku aku lebih menyesal mengapa tidak membuka aib mu didepan mereka”. Bentak aleta tiba-tiba dan diiringi langkah teman-teman Aurel mendekati mereka berdua namun ada beberapa orang datang di waktu yang tepat.
"Apa yang kalian lakukan”. Teriak bara dari kejauhan
"Jika kalian tidak pergi dari sini akan ku kasus kan sebagai pengeroyokan”. Sahut Imelda sembari membantu aleta berdiri
Mendengar ancaman mereka semua pun membubarkan diri namun tidak untuk Aurel ia tetap ingin menghabisi wanita itu tetapi temannya hentikannya.
"Jangan sekarang”. Bisik salah satu temannya pada Aurel
Kali ini Aurel membawa teman-teman dari luar sekolah hingga aleta tidak mengenal siapa saja mereka namun ia sedikit mengamati seragam mereka karna nampak jelas itu bukan seragam sekolah BUNGA BANGSA.
"sudah kubilang padamu jika terjadi sesuatu hubungi aku".
"Kau tahu dari mana aku diserang oleh mereka".
Imelda pun menjelaskan bagaimana ia mengetahui aleta diserang dan ternyata Diandra memberi tahu jika tadi aleta dan Aurel bertengkar hingga Imelda merasa jika akan terjadi hal yang tidak diinginkan karna sifat Aurel yang temperamen itu pasti melakukan segala cara untuk melumpuhkan orang yang ia benci termasuk aleta.
*
*
*
__ADS_1
*BERSAMBUNG....