CINTA UNTUK HAYKAL

CINTA UNTUK HAYKAL
EPISODE 20-FINAL2


__ADS_3

"Aku yang akan menggantikan Lendra".


Semua orang menoleh ke arah sumber suara tersebut dan ternyata aleta yang mengajukan diri untuk menggantikan posisi Lendra.


"Iya aku yang akan menggantikan Lendra".


"Aleta???". Seru mereka bersamaan.


"Tidak, Apa yang kamu lakukan?". Timpal haykal karena merasa terkejut dengan ucapan wanita cantik itu.


"Kal tidak ada waktu lagi, kita harus menang, kamu mau sekolah kita didiskualifikasi hanya karena kekurangan anggota?".


"Tapi aku tidak mengizinkanmu mengikuti pertandingan ini".


"Sekali ini saja".


"Ini sangat berbahaya, aku dan Lendra buktinya".


"Aku bisa jaga diri kok".


"iya Al mana mungkin kita memasukkan kamu sebagai anggota tim kita lagian kamu kan wanita".


"Ini demi reputasi sekolah kita".


Setelah berdebat cukup panjang dan bernegosiasi kepada panitia akhirnya aleta diizinkan  menggantikan anggota tim Haykal.


Thing...Thing. Thing


Bel tanda pertandingan dimulai kembali dan kali ini tim Haikal melawan tim Cendrawasih untuk merebutkan juara 1.


Semua mata memandang kearah tim Haykal dimana sosok aleta yang memakai seragam basket berdiri disebelah Haykal.


"Apa yang sedang dilakukan wanita itu”. Hardik Aurel melihat aletta disana


"Iya ya, itu ale kan?”. Tanya Nindi sahabat Aurel


"Alah palingan juga cari muka depan Haykal”. Timpal Fany


Aurel yang emosi itu segera turun dari kursi penonton dan hendak melangkah menuju lapangan namun cika menghentikan.


"Lepas”. Maki Aurel


"Kau mau ke mana? Melabrak dia".


"Diam kau bukan urusanmu".


"Tunggu waktu yang tepat kita akan kerja sama".


"Maksudmu?".

__ADS_1


"Apa kau bodoh, tante Monika tidak akan membiarkan siapapun merusak hubunganmu dengan Haykal, dia menyuruhku mengawasi ale".


"Baguslah, teruskan tugasmu aku akan mengikutimu".


"Selama kau bisa mengatur emosimu semua akan baik-baik saja, tapi kalau kau gegabah seperti ini semua akan sia-sia".


"Oke aku mengerti".


"Dan satu lagi, aku sudah menyebar fitnah ke semua siswa sekolah ini karena kemarin aku melihat Haykal menggenggam tangan ale di beskem basket dan hanya berdua".


"Apppaaaa, kamu yakin?".


"Itu semua salahmu rel, saat itu kamu kemana hingga wanita pelakor itu datang".


Api kemarahan tampak terlihat di dalam mata cantik Aurel, ia sangat marah karena aletta sudah berani mendekati Haykal. Dirinya dan chika sudah menyiapkan rencana licik terhadap ale.


Di Kursi penonton nampak 2 sahabat ale  sedang menggelengkan kepala melihat ale yang sama keras kepalanya dengan Haykal.


"Lihat deh fan ale dan Haykal itu cocok banget ya”. Seru bunga


"Hmmb..,apalagi sama-sama keras kepala nya,,,aduh pusing aku”. Seru Tasya


"Hahahaha,” tawa keduanya tampak nyaring di telinga.


Sedangkan di tengah lapangan nampak ale gugup dan tegang, bagaimana tidak ini pertama kalinya ia mengikuti pertandingan basket walau sebelumnya ia hanya sering menonton saja.


"Kamu kenapa?".


"Apa yang kamu lakukan kal?” hardik ale sembari melepas genggamannya namun gagal


"Percaya padaku kita bisa mengalahkan mereka”. Seru Haykal meyakinkan ale.


"Bagaimana dengan kakimu".


"Fokus pada lawanmu jangan ke kakiku”. Hardik Haykal melepaskan genggamannya


"Iiihhh kau ini, batu banget dibilang in”. Timpal ale sedikit marah


Pertandingan pun dimulai seperti biasa wasit melempar bola ke atas dan dengan cepat Haykal meraih nya, mengoper bola kepada timnya dan mengumpan dengan sempurna sehingga bara bisa memasukkan bola kering.


Pertandingan terus saja seperti itu hingga Haykal melempar bola pada ale namun ale dihadang oleh kapten Cendrawasih.


"Hay cantik, sebenarnya kau bukan tandinganku aku malu harus melawan wanita".


"Bukan malu karena melawanku tetapi malu jika aku bisa mengalahkanmu".


Kapten Cendrawasih itu pun tertawa geli melihat tingkah ale yang menggemaskan ia menghalangi ale untuk menggiring bola ,ketika ale sedang melangkah kaki ale dijegal oleh kapten Cendrawasih tersebut namun dengan cepat Haykal menahan tubuh ale yang hendak terjatuh. Keromantisan dalam lapangan itu pun membuat mata semua yang melihat menyoraki keduanya sedangkan Aurel mengepalkan kedua tangannya.


Ale yang terkejut itu pun langsung berdiri dan kembali bertanding, ia menggiring bola kearah ring dan dilempar ke Haykal dikembalikan oleh Haykal melalui umpan agar ale dapat memasukkan bola ke ring, sebenarnya aletta ragu tetapi melihat Haykal menganggukkan kepala membuat aletta yakin dan akhirnya masuk.

__ADS_1


Di menit-menit terakhir ale mampu menambah poin yang mengakibatkan tim nya menang, dirinya sangat senang hingga loncat-loncat kegirangan dengan refleks tim Haykal pun saling berpelukan. Mereka tidak menyangka bisa menjadi juara walau banyak rintangan seperti ini.


Suporter pun bersorak sorak heboh melihat kemenangan ada ditangan sma “BUNGA BANGSA", Imelda sebagai ketua osis pun turut bangga pada tim basketnya.


"Tidak salah kal, kau menjadi kapten basket”. Gumam Imelda.


Setelah panitia selesai memberikan hadiah mereka semua pun membubarkan diri termasuk tim sma” bunga bangsa".


"Astaga gue gak menyangka bisa memasukkan bola”. Seru ale antusias


"Kamu memang hebat”. Sahut Haykal


"Enggak juga sih, kalo bukan kamu yang meyakinkan aku mana mungkin aku bisa".


"Itu bukan karena aku tetapi kemampuan yang luar biasa ini membuat mu menjadi berani dan hebat".


"Niat ku cuma gak mau reputasi sekolah kita ini hancur, dan seperti yang kau bilang pulang membawa kemenangan”. Seru ale tersenyum manis ke arah Haykal.


"Aku bangga padamu”. Seru Haykal mengusap pucuk kepala ale sambil membalas senyumannya.


🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀


Semarang, Jawa tengah


Setelah mengikuti tes dan dinyatakan lolos Aditya segera pulang ke rumah dinas sang ayah dan membersihkan diri karena ingin segera menemui sang pujaan hati.


Namun ketika ingin membuka pintu kamar dirinya dikejutkan oleh sang bibi yang menyampaikan bahwa ada tamu di bawah.


"Oke makasih bik”. Seru Aditya


Dia pun menuruni anak tangga dan lekas menuju ruang tamu, alangkah terkejutnya ia melihat siapa tamu yang datang..


"Airin mamah".


"Kak adiiiit".


Mereka pun berpelukan, bukan tanpa alasan mengajak Airin dan mamah ke Semarang, papa adam yang tidak bisa memberikan izin untuk anak nya masuk sekolah umum itu membuat dirinya membawa Airin berlibur ke Semarang, ia terpaksa meninggalkan ale untuk beberapa hari karena memang situasi tidak memungkinkan. Namun ia sangat yakin ale bisa menjaga dirinya untuk beberapa hari kedepan padahal bahaya sedang mengintai ale namun papa adam tidak menyadarinya. Dari kecil pun ale selalu saja ditinggal, dirinya tidak pernah dibawa papanya bertugas, ia dititipkan pada sang nenek selama kurang lebih 7 tahun, saat itu papa adam mendapat tugas berpindah pindah maka dari itu papa adam menitipkan ale di malang bersama sang nenek agar bisa sekolah dengan nyaman tanpa harus pindah-pindah sekolah seperti kak Aditya.


Airin dan Aditya selalu dibawa kedua orang tuanya karena Adit akan membantu ibu menjaga Airin yang sakit itu sesekali mereka semua pulang untuk menengok aletta.


Walau aleta terus merengek ingin ikut seperti kedua saudaranya itu tetapi sang papa tidak mengizinkan hingga saat ini baru ale diajak tinggal bersama mereka di Kediri, dimana tempat ia menemukan jati diri dan cinta sejatinya.


*


*


*


*

__ADS_1


BERSAMBUNG.....


__ADS_2