
Pagi itu Sinar matahari berkilauan disela rerumputan, burung berkicau dengan bangga, mengajak kita berhimpun didalam kegembiraannya.
didalam kamar, Haykal sudah bersiap untuk berangkat sekolah iya melirik arlojinya menunjukkan pukul 06:30 seperti biasa ia segera menuju meja makan untuk sarapan terlebih dahulu.
*Sayang maaf in bunda ya tidak bisa menemani kamu sarapan tapi berjanjilah pada bunda kalo kamu harus menghabiskan sarapan yang telah bunda siapkan, Love You*.(isi pesan dengan tulisan tangan diatas meja).
Ia hanya menaikkan satu alisnya dan menaruh kertas yang ia baca tadi kembali diatas meja.
Bunda Haykal adalah seorang wanita karier maka dari itu ia harus selalu sendirian dirumah. Beruntungnya Haykal bukalah anak liar sehingga ia mampu mengendalikan dirinya, Kekosongan dalam hari harinya ia isi dengan berbagai macam kesibukan hingga ia tidak merasa bosan Dengan menaiki motor KLX warna hitam ia melajukan motornya menuju sekolah.
Kriiinngggghh..Kriiinggg..Kriiinggg
Tanda bel masuk kelas semua siswa yang tadinya masih berada di halaman pun berlarian menuju kelasnya masing-masing kecuali anggota osis yang sedang berkumpul di halaman sekolah, sesuai jadwal mereka akan melakukan kegiatan rutinnya yaitu penertiban siswa biasanya disebut juga razia, Dari kelengkapan seragam bahkan tas pun akan diperiksa, jika ada siswa yang melanggar aturan akan dikenakan hukuman. Mereka telah menentukan kelas mana saja yang akan dirazia Karna banyaknya laporan bahwa kelas XI-IPS dan XI-Ipa telah berani menyalahi aturan maka dari itu mereka putuskan untuk merazia kelas XI.
(Bara,wahyu,cika,sinta)mereka mendapat tugas menertibkan kelas XI-ips 2 Tanpa basa basi mereka langsung menjalankan tugas.
"Permisi pak..!!! Saya mohon ijin karena mendapat tugas untuk menertibkan siswa dikelas ini”. Seru cika
"Baiklah cika, lanjutkanlah”. Seorang guru yang tengah mengajar pun pamit sebentar ke luar
"Saya mohon pada kalian untuk kerja samanya". Seru bara Diikuti ketegangan di wajah para siswa tersebut. Anggota osis tersebut sudah menggeledah seluruh tas dan kelengkapan siswa. Banyak siswa yang terjerat dalam razia tersebut salah satunya aleta puspa, ia memakai sepatu warna putih dipadukan corak pink yang mencolok dihari itu membuat anggota osis menyita sepatu milik nya,
Karna ia merasa salah ale pun melepas kan sepatu yang ia pakai dan kini ia tidak memakai alas kaki apa pun. Setelah mereka selesai melakukan razia, kegiatan belajar pun dilanjutkan hingga bel tanda istirahat berbunyi.
"Hay”. Sapa tiga wanita yang sedang mendekati ale
"Iya”. Sahut nya
__ADS_1
"Boleh kita duduk?". Tanya tiga wanita itu dengan mengambil kursi didekat ale
"Silakan". Jawab ale
"Oh iya kita belum kenalan ya, namaku DIANDRA”. Mengulurkan tangan pada ale
"ini bunga dan itu Tasya". Lanjut Diandra memperkenalkan 2 temannya
Ale yang sebelumnya selalu seorang diri itu merasa sangat senang saat ada yang mau berteman dengan nya, Awalnya ia merasa semua orang membencinya tapi ternyata dugaan nya salah, ale dipertemukan oleh seseorang yang baik, Entah berapa lama mereka berbincang tapi kini keempat wanita itu menjadi akrab layaknya seorang sahabat.
Kriiinggg. Kriiinggg...kriiinggg
tanda bel masuk kelas pun berbunyi, Semua siswa nampak antusias melanjutkan kegiatan belajar.
Sedangkan Di halaman sekolah dan dibawa teriknya sinar matahari nampak beberapa siswa sudah berbaris rapi menunggu hukuman apa yang akan diberikan osis kepada mereka yang telah melanggar peraturan. Kaki ale begitu sakit dan terasa panas, ia harus berdiri disiang bolong tanpa alas sedikit pun. Tak berselang lama Haykal dan Imelda tiba di halaman.
"Oke sekarang sebagian dari kalian ke belakang barisan untuk mengawasi dari belakang". Perintah Imelda untuk anggotanya
"Haykal coba kamu keliling”. Lanjut Imelda
"Ale,,?? Apa yang terjadi”. Tanya Haykal sedikit panik.
"Aku memakai sepatu yang bukan aturan dari sekolah maka dari itu mereka menyitanya”. Sahut ale. Sontak saja Haykal segera menarik tangan aleta ke tempat yang lebih teduh dan mengambilkan ale sebuah alas kaki berupa sendal umum. ia juga memeriksa apakah kaki ale luka karna berdiri di bawah sinar matahari.
Semua mata memandang kearah mereka berdua, melihat Haykal yang begitu perhatian dengan aleta membuat mereka menggunjing keduanya.
"Ada apa diantara mereka".
"Iya, Haykal begitu perhatian dengan aleta".
"Apa Bener aleta seorang pelakor”. Gumam mereka.
__ADS_1
Haykal yang sudah tak tahan dengan gunjingan mereka pun langsung saja berdiri,
"Apa kalian lupa aleta ini siswa baru disini, dia belum sepenuhnya tahu peraturan disekolah kita ini, kalian jangan seenaknya berbicara dan menghakimi seseorang, bisa kalian bayangin betapa sakitnya berdiri tanpa alas kaki di bawah teriknya sinar matahari, coba sekarang lepas sepatu kalian, dan rasakan sendiri”. Hardik Haykal dengan nada yang tinggi membuat semua yang ada disana terdiam.
"Sudah -sudah.. siapa yang menyita sepatu ale?. Seru Imelda
Semua Anggota osis itu terdiam tanpa ada yang mengaku. Hingga bara menyebut nama cika.
Semua orang yang berdiri disana pun menatap kearah cika,
"Maaf sebelum nya, aku hanya menjalankan tugas". Sahut cika
"Hemm. Ya sudah aku mengerti, dan hukuman untuk kalian adalah berlari mengelilingi lapangan ini 3x putaran, cepat". Perintah Imelda. Mereka pun mulai menjalankan perintah tersebut,
"Ale, mendingan kamu kembali ke kelas dan jangan kamu ulangi lagi kesalahan hari ini". Lanjut Imelda.
Aleta pun hanya mengagukkan kepala tanda ia mengerti. Dikelas XI-ips 2 nampak sedang tidak ada guru, Aleta pun masuk dan segera duduk dibangkunya.
"Ale, kamu gak papa?". Tanya Diandra khawatir.
"Enggak kok, tenang aja".
"Ya sudah, ini aku pinjam i buku pelajaran, kebetulan tadi gurunya lagi ada kepentingan jadi kita cuma disuruh ngerjain ini saja”. Jelas Diandra yang duduk di samping ale. Tak berselang lama ada beberapa siswa yang masuk ke dalam kelas XI-ips 2 dengan langkah sedikit cepat. Ia menarik lengan Aleta dan tiba-tiba,
"PLAAAAaaaaaaaakkkkk"
*
*
*
__ADS_1
BERSAMBUNG....
JANGAN LUPA DUKUNG AUTHOR YA DENGAN CARA LIKE, KOMENTAR 😍😍😍😍