
Malam itu ditutup dengan sepasang kekasih yang merasa canggung dengan pasangannya karena baru saja menolak keinginan dari hasrat terpendamnya. Dan mereka terlelap bersama hingga sang fajar tiba.
***
Pagi itu haykal mengantarkan aletta pulang ke rumahnya namun aletta meminta untuk diturunkan di ujung gang karena takut kepada kedua orang tuanya.
"Ale,dengarkan aku. Ini semua salahku jadi biarkan aku bertanggung jawab pada kedua orang tuamu!!".
"Tapi kal..". Belum sempat aletta melanjutkan ucapannya haykal melajukan motor dan berhenti di depan rumahnya.
Tepat saat itu mamah helena mendengar ada suara motor memasuki pekarangan rumah hingga akhirnya ia melangkah keluar dan mendapati aletta disana. Mama helena hanya berdiri didepan pintu melihat kedua remaja itu menghampirinya dan ingin menjabat tangan mama helena namun sikap diam sang mama membuat keduannya mengetahui jika wanita paruh baya itu sedang marah.
"Tante maaf, semalam saya..". Belum sempat haykal menyelesaikan ucapannya, mama helena memotongnya dengan menyuruh aletta masuk kedalam rumah.
Aleta pun memandang sejenak kearah haykal dan melihat lelaki tampan itu menganggukan kepala tanda ia setuju dan aletta lekas meninggalkan haykal tanpa bisa mengatakan sepatah kata pun.
"Tante haykal pamit pulang dulu". Seru haykal sembari menjabat tangan helena
"Tante harap, ini terakhir kalinya saya melihat kalian bersama". Jawab helena saat haykal hendak melangkah
"Tante tidak perlu khawatir, setelah ini saya akan pergi jauh dari hidup aleta".
Ucapan haykal barusan tidak mendapat respon dari sang mama helena hingga akhirnya lelaki tampan itu pergi meninggalkan rumah aleta dan kembali kerumah. Tepat saat haykal sampai dirumah ia mendapati sang ayah tengah duduk di sofa dengan raut wajah yang memerah hingga sorot mata yang tajam. Lelaki paruh baya itu juga beranjak dari duduknya dan menghampiri tepat dimana haykal berdiri.
Plaaakkkkkkkkk
__ADS_1
Sebuah tamparan dilayangkan oleh sang ayah lagi kepada anak semata wayangnya karna tadi malam ia tidak kembali dan membawa seorang gadis ikut bersamanya.
"Ayah sudah memberikanmu izin untuk bertemu dengan wanita yang kamu cintai tetapi tidak untuk kau bawa bermalam".
"Maaf yah. Tapi ini tidak seperti yang ayah pikirkan".
"Kebodohan dari orang tua adalah kegagalan mendidik seorang anak dan pada hari ini semua harapanku untuk menjadikanmu sebagai seseorang yang berjiwa pemimpin hancur. Awalnya ayah berpikir jika membekalimu dengan tuntunan agama diiringi dengan sedikit kebebasan untuk kamu mencari jati diri yang sebenarnya ternyata tidak membuatmu menjadi manusia berakhlak melainkan seseorang yang hina. Kau tau kal?? ayah malu pada diri ayah sendiri karena gagal menjadi orang tua".
Lelaki tampan itu tidak mampu lagi berkata kata pasalnya sang ayah sudah terlanjur kecewa dengan sikapnya dan saat mengucapkan kalimat tersebut lelaki paruh baya itu menitikan air mata yang membuat haykal sangat menyesal.
Perdebatan itu pun dilihat oleh bunda karin hingga ia ikut hanyut dalam situasi panas itu sembari menangis dan melangkah mengikuti sang suami meninggalkan haykal.
Untuk yang pertama kalinya lelaki tampan itu melihat kedua orang tuanya menangis atas sikapnya hingga akhirnya ia menghukum dirinya sendiri dan berdiri dibawah shower kamar mandi miliknya. Di Bawah air yang mengalir dari sumbernya ia pun ikut meneteskan air mata disana, hingga menyatu dengan tetesan air shower karena hari itu ia sangat terpuruk.
Disisi lain aletta mendapat teguran dari sang mama karena telah bermalam dengan haykal hingga menyuruh wanita cantik itu putus dengan sang kekasih. Sontak saja membuat aletta terkejut dan membela diri dengan mengungkapkan jika ia terpaksa bermalam karena suatu alasan. Tetapi sang mamah tidak mau mendengar penjelasan aleta dan perdebatan itu dihentikan dengan kalimat tidak ada restu untuk hubungan ini.
"Assalamualaikum kal, ada apa?". Tanyanya dengan terbata bata karena sulit baginya berbicara lancar setelah seharian menangis.
"Ada apa denganmu? Apa kamu sedang menangis?".
"Mamal!!!! Mama marah karena aku tidak pulang semalam dan mengatakan jika dia tidak menyukai hubungan kita padahal aku udah kasih penjelasan dengan semua ini tapi.. huhuhuhuhuhuhuhu".
Atela tidak sanggup melanjutkan ucapannya, dirinya hanya bisa menangis saat sang mama melarangnya melanjutkan hubungan itu.
"Sayang dengarkan aku!!!. ku mohon kamu jangan menangis lagi. Semua orang tua ingin anaknya tidak salah langkah dan orang tuamu benar. Berada disampingku adalah kesalahan untukmu".
__ADS_1
"Apa maksudmu".
"Ale aku sayang sama kamu, bahkan cintaku melebihi rasa cinta terhadap diriku sendiri. Tapi..."
"Tapi..tapi apa??".
"Kita memang harus berpisah. Hubungan kita ini hanya menyakiti diri kita sendiri al. Kamu harus melupakan aku".
"Setelah semua yang terjadi. Setelah kita lewati suka dan duka bersama kau memintaku untuk melupakanmu?".
Emosi dalam diri aletta sudah tak tertahankan lagi seperti air yang mendidih di suatu wadah yang akan meledak jika apinya tidak segera dimatikan tetapi haykal tetap pada keputusannya jika aletta harus melupakan dirinya, hingga kemarahan aletta memuncak karena rasa sakit hatinya saat haykal mengatakan jika ia masih memiliki perasaan pada aurel dan mau menerima pernikahan ini. Panggilan itupun tiba-tiba aletta tutup hingga ia membanting ponsel miliknya ke lantai dan diiringi amukannya sembari membanting seluruh benda yang berada di kamar.
Suara itu membuat airin terkejut hingga ia memutuskan untuk melihat ke kamar sang kakak dan mendapati aletta sedang menangis di sisi ranjang dengan suasana kamar yang kacau hingga tanganya terluka.
"Kakak. Apa kau baik-baik saja?". Tanyanya sambil mendekati sang kakak namun wanita cantik itu hanya menangis tak menjawab ucapan sang adik.
Perlahan airin duduk di samping aletta ditepi ranjang dan mendapati sang kakak menggenggam pecahan gelas berada ditangan yang membuat adiknya ketakutan. Untuk yang pertama kalinya ia melihat sang kakak kacau seperti itu dan berusaha memohon untuk melepaskan serpihan gelas itu hingga ia memeluknya juga mengatakan tenanglah kak, aku ada disini kakak jangan menangis.
Keberanian airin itu membuat wanita cantik itu menenang dan tubuhnya mulai lemas hingga ia jatuh pingsan, beruntung tubuh aletta berada di pelukan sang adik sehingga ia tidak jatuh ke lantai. Airin sempat kebingungan dengan situasi saat itu ditambah sang mamah tidak berada dirumah hingga memaksanya bersikap dewasa.
Airin merebahkan tubuh sang kakak ke atas kasur dan segera ia meminta bantuan pada mas reno.
*
*
__ADS_1
*
**BERSAMBUNG…