
Siang itu lain dari biasanya haykal yang tadinya nampak dingin kini mulai sedikit memberikan perhatian pada clara sang adik kelas. Terlihat jelas dimata teman temannya jika ia selalu mengganggu clara hingga menawarkan diri untuk mengantarkannya pulang.
"Apa? Mengantarku pulang. Kayaknya tidak perlu deh kak, aku bisa pulang sendiri".
"Ahh.. sekali kali gapapa kan?".
"Aku takut sama kak ale. Dia pasti marah jika tau".
Clara mencoba sekuat tenaga untuk menolaknya namun lelaki tampan itu tidak menyerah dan mengatakan kekasihku tidak akan tahu jika kau tidak memberitahu hingga wanita itu mengiyakannya.
Jujur dalam hati clara jika ia merasa sangat senang karena sekarang haikal mulai luluh padanya tetapi ada kekhawatiran yang mengusik hatinya ketika haykal terus saja mengganggunya. Padalnya ini bukan sikap haykal melainkan mungkin ada tujuan tertentu jika lelaki itu bersikap hangat padanya.
Motor klx warna hitam pun melaju meninggalkan sekolah dan tiba di sebuah rumah mewah di kawasan kediri kota, hingga haykal memarkirkan motor dan clara mengucapkan terimakasih.
"Hanya itu aja?".
"Maksudnya kak?".
"Gak disuruh mampir?".
Hati clara seketika bagai tersambar petir mendengar ucapan manis dari lelaki tampan idola semua siswa di sekolah itu, dirinya sangat panik dan membuat tubuhnya gemetar. Melihat semua itu membuat haykal yakin jika ada hal yang tak biasa disana dan berusaha terus menggoda wanita itu.
Dengan berat hati akhirnya clara mengajak haikal untuk memasuki rumahnya namun di depan pintu ia mendapati seseorang paru baya yang menyapa keduanya.
"Hallo sayang kamu sudah pulang?".
Clara tampak terkejut dengan sikap pembantunya itu namun lega karena ia dapat membantu sandiwaranya dihadapan haykal.
"Ia mah. Ini kenalin teman aku namanya kak haikal". Selu clara sembari tersenyum simpul
"Tante rosmala".
Clara pun berpamitan untuk berganti pakaian sedangkan rosmala membuatkan haykal minum. Keadaan tersebut membuat haykal tersenyum pasalnya ia bisa berkeliling mencari kebenaran di setiap sudut untuk mengungkap siapa clara sebenarnya.
Sedangkan clara nampak sangat kebingungan dengan sikap sang kakak kelas itu. Dirinya melempar tas ke atas kasur dengan sangat keras dan bergumam.
"Aku tidak mengerti dengan sikapnya, apa mungkin jika haykal menyukaiku dan mengambil kesempatan saat aleta tidak berada disini atau ini hanya siasatnya".
"Ahhhh... apa sih maunya. Mengapa dia terus menggodaku".
"Aku tidak boleh lengah. Aku harus terus waspada".
__ADS_1
Dibawah sana haykal merasa bingung karena tidak mendapati apapun tetapi ia melihat banyak penjaga di luar rumah dan tak sengaja ia menjatuhkan vas didekat jendela yang membuat rosmala terkejut.
"Ada apa nak haykal?".
"Ehh tante ini tadi saya mencari toilet".
Rosmala pun menunjukan dimana toilet dan waktu bersamaan clara datang hingga menanyakan apa yang haykal lakukan. Seperti seorang asisten rosmala menceritakan semuanya pada clara hingga membuat wanita itu terkejut.
"Kak haikal dari mana?".
"Toilet. maaf ya".
"Papamu kemana?".
"Kerja".
"Hem…!!! Itu diluar kenapa banyak penjaga".
"Kak haikal gimana sih, penjaga itu bukannya untuk menjaga keamanan ya?".
"Iya tapi kan gak harus sebanyak itu?".
"Lebih banyak lebih aman". Serunya sembari tersenyum
Sedangkan di semarang aletta nampak berada duduk diruang tunggu. Hatinya sangat tidak nyaman. Ayahnya sedang berhadapan dengan maut, bahkan mama helena menangis histeris di depan pintu yang membuat nya semakin dirundung kesedihan.
"Kak mengapa keluarga kita selalu mendapat masalah. Apa salah kita kak". Seru airin sembari menangis tersedu sedu
"Dek, jangan menangis lagi ya. Kita tidak boleh lemah. Kita harus kuat untuk papa".
"Aku takut papa kenapa kenapa kak".
"Shut. Kamu jangan bicara seperti itu. Papa baik baik saja kok. sekarang kita ke masjid yuk untuk berdoa".
Aletta pun menggiring airin untuk pergi beribadah dan berdoa agar sang papa dapat melewati masa kritisnya. Mata yang sudah berkaca kaca dan membengkak menjadi saksi jika kedua anak perempuan itu sedang memohon pertolongan pada sang pencipta hingga meneteskan air mata saat mengucapnya.
Hari pun semakin larut membuat airin tak dapat menahan rasa kantuk hingga ia tertidur di atas sajadahnya sedangkan aleta hanya bisa duduk disebelah airin dan terdiam sembari menemani sang adik.
Hatinya gelisah pikirannya jauh melayang tak tentu arah dimana ia memikirkan kondisi sang papa yang terus memburuk hingga suara ponsel membuyarkan lamunannya.
"Waalaikumsalam".
__ADS_1
"Gimana keadaan om adam?".
"Kondisi papa semakin memburuk kal. Tipis harapannya untuk bertahan. Aku gak tau lagi harus bagaimana huhu..huhu..huhu".
Air mata yang sudah tak tertahan lagi pun akhirnya membasahi pipi putih aleta membuat haykal pun ikut terdiam karna bingung bagaimana cara menenangkan sang kekasih.
"Sayang. Kamu harus kuat. Aku yakin keluargamu bisa menghadapi ini semua. Om adam itu orang yang baik dan berjiwa pemimpin pasti beliau akan bertahan untuk anak anaknya".
"Tapi..hu.hu..hu".
"Sayang!!!!
Rasa sesak pun haykal tahan karna tak mampu ada disamping sang kekasih saat dirinya sangat membutuhkannya. Ingin rasanya lari untuk menghampiri pujaan hatinya itu namun apa daya jarak terlalu jauh untuk ditempuh hingga ia hanya mampu menenangkannya melalui sambungan telepon.
Aleta pun menutup panggilan tanpa mengatakan apapun dirinya hanya bisa menangis tersedu sedu meski dalam hati menyimpan rindu, tetapi keadaan tak memungkinkna untuknya kembali.
Airin pun terbangun karena mendengar suara tangisan sang kakak dan ia membenarkan duduknya sembari bertanya apa yang terjadi. Aletta berusaha tegar dihadapan sang adik dan mengatakan jika semua baik baik saja, dirinya hanya rindu pada haykal membuat wanita remaja itu menjadi lega.
Airin belum mengetahui jika papanya dalam keadaan koma dan kondisinya terus memburuk, aletta sengaja merahasiakan karena takut sang adik drop. Kepala aleta semakin pusing kala mengingat mama helena yang terus histeris di pelukan kak adit membuat nya memegang kepala.
"Apa kau sakit kak?".
"Sedikit pusing".
"Aku beliin obat ya?".
"Tidak usah. Nanti juga sembuh sendiri".
Mendengar ucapan sang kakak membuat airin merah karena wanita cantik itu selalu memberikan support untuknya tetapi dia sendiri lemah dalam keadaan seperti ini hingga aletta mengiyakan apa kemauan sang adik.
Airin pun bergegas pergi menuju apotik yang berada di depan rumah sakit. Ia berjalan menyebrangi padatnya kendaraan hingga tak sengaja karena merasa ragu dirinya hampir tertabrak oleh pengendara.
"Aaaaaaaaaaaa".
Teriakan airin itu membuat perhatian semua orang tertarik padanya hingga seseorang menyeret tubuh airin untuk membawanya ke tepi. Sontak saja ia yang merasa shok dan perlahan tubuhnya lemas itu pun akhirnya pingsan di pelukan seseorang yang telah menyelamatkannya itu.
*
*
*
__ADS_1
*BERSAMBUNG..