CINTA UNTUK HAYKAL

CINTA UNTUK HAYKAL
EPISODE 51-NATASYA


__ADS_3

"Kau tahu len, dari pertama kali aku bertemu dengan Haykal hingga kini aku sangat mengagumi sikap kedewasaan dari dirinya dan bukan cuma itu dia juga baik ke semua orang tanpa terkecuali”. Seru aleta tersenyum sembari membayangkan wajah Haykal


Deg


Kata-kata aleta tersebut seakan membuat hati Lendra merasa sakit bak teriris seribu pisau, melihat ekspresi aleta saat menceritakan kebaikan hati sahabatnya itu membuatnya cemburu.


"Lendra”. Seru bos hingga lelaki yang dipanggil namanya itu membalikkan badan.


"Apa ingin ku potong gajimu jika kau terus disini”. Maki bos


"Maaf pak, ini semua salah saya bukan salah Lendra dan saya akan mengganti kerugian bapak atas jam kerja Lendra yang telah dibuat bicara dengan saya, berapa rupiah yang harus saya ganti?".


Pemilik toko itu merasa malu dengan ucapan aleta jika ia menerima uang pengganti itu maka harga dirinya sebagai bos telah disamakan dengan beberapa lembar uang saja hingga bos itu meminta maaf padanya dan menyuruh Lendra bekerja kembali  secara baik-baik diiringi senyum dari Lendra yang mengarah ke aleta tanda terima kasih dan dibalas anggukan dari wanita cantik itu.


"Aku memang tidak salah mencintaimu, walau pun suatu hari nanti kau juga yang akan melukaiku”. Batin Lendra menatap kepergian aleta


🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀


Disisi lain Airin yang gelisah karna seharian tidak melihat Reno pun lekas mendatangi lagi rumahnya untuk memastikan jika dia baik-baik saja.


Tokkk.tookk...tokk


"Assalamualaikum, mas Reno".


"Mas Reno".


"Mas Renoooo".


"Walaikum salam”. Jawab Reno malas karna baru saja bangun dari tidurnya


Pintu pun terbuka dan Reno keluar dari dalam rumah namun dia terkejut melihat Airin sudah berada didepan pintu dan berlari memeluknya.


"Oohhh ya Allah terima kasih karna mas Reno ternyata baik-baik saja”. Seru Airin diiringi tatapan heran dari Reno.


"Rin kamu gak papa kan?”. Seru Reno sembari memegang dahi Airin untuk memastikan apakah Airin baik-baik saja atau tidak


Namun wanita mungil itu menganggukkan kepala tanda ia baik-baik saja dan lekas melepas pelukannya dari tubuh Reno.


Dirinya juga menceritakan tentang kegelisahannya karna mencari keberadaan Reno hingga membuatnya ingin menangis karna menghawatirkan Reno.


"maafkan mas tidak memberitahumu jika sedang pergi keluar kota karna ada sedikit urusan disana”. Seru Reno menenangkan Airin


"Tapi mas janjinya tidak akan mengulanginya lagi, aku sangat rindu pada mas Reno”. Seru Airin manja


Deg


Ucapan polos Airin itu seakan menyambar hati Reno karna sudah lama ia tidak mendengar kata-kata rindu dari seorang wanita hingga membuat jantung Reno berdebar.


Namun Reno berusaha menepis perasaan yang campur aduk itu, bagi Reno cinta miliknya hanya untuk aleta bukan yang lain.

__ADS_1


Segera ia mencari alasan agar wanita mungil itu pergi dari rumahnya namun Arin tidak semudah itu diusir.


"Aku mau istirahat rin,kamu pulang dulu ya".


"Jika mas Reno lelah ya silakan istirahat tetapi aku akan nunggu mas Reno disini sampai mas bangun".


Reno pun berhati-hati menjelaskan kepada Airin untuk tidak menunggunya, karna Reno menghawatirkan hatinya jika terus berdekatan dengan wanita mungil itu dan tidak mungkin bagi Reno menyukai gadis di bawah umur lagi pula dirinya dan Adit hubungannya sedang kurang baik.


Hingga wanita mungil itu menganggukkan kepala tanda ia mengerti dan lekas meninggalkan rumah Reno.


terselip rasa tidak rela dihati Reno menatap kepergian Airin namun dirinya takut jika ia akan jatuh hati pada wanita mungil itu hingga ia menutup pintu dan lekas melanjutkan tidurnya.


🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀


Semarang, Jawa tengah


Siang itu Adit sudah bersiap-siap untuk interviu, dirinya sengaja tidak memberitahu sang papa karna ia tahu papanya akan memarahinya karna mengabaikan mimpinya.


Dirinya masih ragu untuk mengambil keputusan apa, disisi lain dia bersekolah diakademi kepolisian(AKPOL) ini untuk mewujudkan seluruh keluarganya namun dirinya juga tidak rela jika harus meninggalkan Raisa dan mengikhlaskannya menikah dengan orang lain.


Sampai di gedung interviu ia diarahkan oleh petugas untuk memasuki ruang interviu dan alangkah terkejutnya ia melihat teman lamanya yang menjadi HRD di perusahaan itu.


"Kamu Natasya kan?".


"Kamu Aditya?".


Mereka berdua pun tidak menyangka setelah puluhan tahun tak bertemu akhirnya kini mereka dipertemukan lagi.


"Bagaimana perjuangan mu di(AKPOL) sudah sampai tahap mana?


Pertanyaan itu membuat Adit terdiam dan menundukkan kepala dirinya bingung harus menjawab apa namun ia lebih memilih untuk menceritakan semua yang terjadi hingga ia putuskan untuk melamar kerja.


Jujur dalam hati Natasya sangat menyayangkan jika Adit harus keluar dari akademi kepolisian( AKPOL),karna ia tahu menjadi kapten kepolisian itu impian Adit dan juga keluarganya.


“Kau jangan terburu-buru mengambil keputusan dit, pertimbangkan risiko setelahnya”. Nasehat Natasya


"Apa tidak ada jalan keluar untuk masalahku sya?".


"Saranku mending kamu liburan dulu deh cari tepat ternyaman menenangkan pikiranmu, aku tahu mungkin kamu hanya lelah hingga tidak bisa berpikir jernih".


"Lalu bagaimana dengan interviu ini?".


"Aku akan menghendel semua ini tenang saja, hingga kau memberikan keputusan paling tepat".


Adit pun tersenyum puas mendengar ucapan Natasya dari dulu hingga sekarang Natasya adalah jalan keluar di setiap masalah Adit.


Mereka pun lekas melepas rindu karna telah lama tidak bertemu, Adit pun mengajak Natasya berkeliling kota Semarang untuk menikmati keindahannya.


Bukan cuma itu Adit pun mulai bercerita tentang kebersamaan mereka dimasa lalu hingga membuat merek tertawa bersama.

__ADS_1


Adit juga menanyakan dimana Natasya tinggal dan saling bertukar nomor WA milik mereka hingga senja perlahan menghilang dari pandangan dan digantikan oleh malam yang sunyi.


Adit mengajak Natasya untuk makan di restoran terenak di kota Semarang namun Natasya menolak ia lebih memilih makanan dipinggir jalan favoritnya.


"Kau tidak pernah berubah ya".


"Aku hanya tidak mau membuang buang uang, jika makanan disini saja tidak kalah enak mengapa kita harus membuang uang untuk makan di restoran yang belum tentu sepiring bisa membuat kita kenyang".


Hahahahahahaha mereka pun tertawa bersama seakan Nataya tahu bagaimana cara bahagia dengan kesederhanaan dan bernostalgia kepada masa kecilnya mereka.


Jam menunjukkan pukul 08:00 WIB malam dan mereka baru saja menyelesaikan makannya hingga suara ponsel berdering dari saku milik Adit tanda panggilan masuk.


"Hallo, assalamualaikum pah?".


"Walaikum salam, kamu diaman sekarang mengapa belum kembali?".


"Aku sedang bersama teman lamaku pah dan kita tidak sengaja bertemu tadi"


"Sekarang cepatlah pulang karna ada hal penting yang ingin papah tanyakan".


"Baiklah".


Aditya pun mengakhiri panggilan itu namun tampak kecemasan yang tersisa di wajah Adit mendengar ucapan sang papa.


Dalam bena nya ia bertanya kepada dirinya apa yang papa tanya kan hingga menyuruhnya pulang segera dan apakah itu tentang dirinya membuat keributan dirumah pak Sanjaya.


Deg


Perasaannya mulai tidak menentu ia melamun di tengah kota hingga Natasya menepuk bahunya dan menyadarkan dirinya.


"Apa kau tidak papa?".


 


*


 


*


*


 


*


 


 

__ADS_1


*BERSAMBUNG...


__ADS_2