CINTA UNTUK HAYKAL

CINTA UNTUK HAYKAL
EPISODE 70-RESTU


__ADS_3

Papa bisa percaya jika lelaki itu yang sendiri yang menjelaskan jadi kamu suruh dia datang kemari temui papa”. Seru pak adam sembari beranjak pergi meninggalkan ruang tamu.


Deg


*Astagfirullah papa kenapa sih harus serumit ini”. Seru ale dalam hati.


Sesampainya dikamar ia mengambil ponsel dan mencoba menghubungi sang kekasih, dirinya mengatakan jika papanya ingin bertemu dengan lelaki tampan itu hingga dibalas iya dari Haykal.


Satu jam telah berlalu aleta sedang berada didepan rumah menunggu sang kekasih datang dan tak lama kemudian Haykal pun tiba.


"Kamu lama banget?".


"Memangnya calon papa mertua ku nungguin ya?".


"Is kau ini, aku sangat mencemaskanmu bagai mana kalau papa bertanya banyak hal tentang kita".


"Kamu tak perlu khawatir aku akan menjawab sebisaku".


"Kalian sedang apa disana?” teriak pak adam dari teras diiringi tatapan tajam dari kedua bocah itu.


"Assalamualaikum om”. Seru Haykal sembari menjabat tangan pak adam diiringi aleta mengikutinya.


"Walaikum salam, duduk lah".


"Pah kenapa gak didalam rumah saja". Sahut aleta


"Disini lebih nyaman". Jawab yang pak adam


"Terima kasih om”. Seru Haykal dan lekas duduk.


"Kamu ngapain masih disini Al, ini kan ada tamu dibuat in minum dong".


Dengan wajah cemberut Aleta menuruti perkataan sang papa pasalnya ia khawatir apa yang ingin papa sampaikan hingga menyuruh Haykal datang.


Diteras Haykal sedang berbicara santai dengan pak adam hingga lelaki paruh baya itu menanyakan tentang hubungannya dengan anak perempuannya.


"saya menyukai aleta om”. Spontan Haykal menjawab hingga pak adam merasa terkejut dibuatnya.


"Apa??? Mengapa kau menyukainya".


"sebelumnya saya minta maaf om karna saya sudah berbicara lancang tetapi ini adalah kebenaran dan saya siap menerima resiko atas ucapan saya. Aleta mengajarkan saya arti sebuah kata tulus, sikap kedewasaannya membuat saya kagum dan nyaman, Cinta dan kasih sayang yang didasari dengan ketulusan hati tak akan pernah ada habisnya."


"Saya akui keberanian kamu ini pantas untuk dihargai tetapi kalian masih terlalu kecil untuk mengerti arti cinta".


"Saya mengerti om, kecemasan orang tua terhadap seorang anak apalagi anak perempuan, tetapi saya menyukai aleta dengan sangat tulus".


"Ketulusan seperti apa yang kamu maksud?".


" Ketika ketulusan dipertanyakan, saat itulah kesungguhan harus dibuktikan, bukan dengan ucapan, melainkan oleh tindakan. Saya tidak ingin meninggalkan janji tetapi saya akan berusaha menjaga aleta semampu saya".


"Ketulusan seseorang akan terpancar dari matanya. Kebaikannya akan terlihat dari tindakannya dan kebijaksanaannya akan terdengar dari kata-katanya maka buktikanlah dan jaga dia baik-baik.” nasehat sang papa diiringi tepukan tangan ke punggung Haykal


Senyum Haykal pun mengembang sempurna pasalnya ia sudah mendapat lampu hijau dari papa aleta hingga mereka mulai bercanda dan tertawa bersama. Pak adam pun juga bertanya tentang luka di pelipis mata aleta dan Haykal meyakinkan lelaki paruh baya itu jika ini tidak akan terulang lagi.


Tak berselang lama aleta pun keluar dan membawa dua gelas minuman juga makanan ringan.


"om ke dalam dulu ya".


"Iya om terima kasih”. Seru Haykal diiringi tatapan tajam aleta.


"apa yang papa katakan".


"Banyak".

__ADS_1


"Tentang???".


"Kita".


"Lalu??".


"Aku jawab semampuku tanpa mengurangi atau menambahi kenyataan".


"Maksudnya?".


"Aku bilang kita pacaran".


Aleta pun terkejut mendengar ucapan Haykal dirinya tidak menyangka jika kekasihnya mampu berbicara terus terang di hadapan kedua orang tuanya dan ia juga menanyakan apa jawaban dari sang papa tetapi Haykal enggan untuk memberi tahu hingga membuat aleta merasa kesal.


"Kok cemberut sih?".


"Papa jawab apa Haykal, tolong jangan buat aku penasaran".


"Merestui kita".


"Haa???"


Mata aleta membulat sempurna ketika Haykal mengatakan hal itu pasalnya sang papa tidak mudah percaya dengan orang baru tetapi mengapa Haykal mampu meluluhkan hati pak adam. Aleta masih tidak menyangka  dengan apa yang didengar hingga membuat nya melamun sesaat.


"Jujur padaku apa yang kamu katakan pada papa, hingga papa merestui kita".


"Ketampananku bisa meluluhkan siapa saja termasuk papa kamu".


Mendengar ucapan Haykal yang konyol itu membuat aleta mencubit perut Haykal hingga ia berteriak kesakitan dan nampak di wajah aleta rasa senang karna merasa puas.


"Jail banget sih".


"Kamu tuh yang jail". protes aleta


"Mas Reno dari mana?".


"Dari rumah, nganterin Airin saja".


"mas Reno aku ganti baju dulu ya". Sahut Airin diiringi langkahnya menuju dalam rumah


"Hee.emm".


Airin pun berlalu pergi meninggalkan mereka dan Haykal pun mulai mengejek mas Reno karna telah berkencan dengan anak dibawa umur.


"Rese loe".


" Hahahahahahahahahahahaha”. Tawa keduanya.


*****


Malam pun berlalu begitu cepat hingga menghadirkan pagi yang cerah. Disekolah nampak Diandra menunggu kedatangan Lendra didepan gerbang dan tak butuh waktu lama lelaki yang ia tunggu pun tiba disekolah.


"Apa yang kau lakukan disini".


"Apa kau masih marah".


"Aku punya alasan untuk marah padamu".


"Maafkan aku,” seru Diandra dengan nada manja sembari menyodorkan sebuah kotak makan untuk nya.


"Apa ini?".


"Ini adalah janjiku sekaligus pembuktian dariku pada mu".

__ADS_1


Lendra pun membuka kotak makan dan terlihat nasi beserta lauk tertata rapi disana hingga membuat lelaki dingin itu menaikkan satu alisnya.


"Makasih”. Serunya sembari berlalu pergi diiringi tatapan aneh dari Diandra.


"Hanya itu. Nyebelin banget sih?”. Gumam nya sendiri


Diandra pun melanjutkan langkah menuju kelas dan terdengar suara bel tanda pelajaran segera dimulai. Semua siswa pun mulai mengikuti kegiatan belajar hingga guru mengatakan jika ujian kenaikan sudah ditetapkan oleh sekolah.


Mereka hanya bisa pasrah dengan keputusan sekolah jika minggu depan akan dilaksanakan ujian kenaikan kelas. Guru pun menghimbau kepada seluruh murid untuk meningkatkan belajar nya.


Mendengar guru menyampaikan hal itu membuat aleta dan ketiga sahabatnya membuat rencana agar mendapat nilai maksimal.


"Eh gais bagaimana kalau kita kelompok untuk belajar?". Tanya Diandra


"Setuju". Sahut mereka bertiga


"Tapi Al gimana kalu loh mengajak Haykal?". Seru Diandra


"Buat apa?". Jawab ale


"Iya nih di, buat ngajak in Haykal. jangan-jangan elo yang modus mau ketemu Lendra ya?". Sahut yang lain


"Kan aku ngajak Haykal, kenapa kalian nyahutnya ke Lendra"


"Pastilah, dimana ada Haykal di situlah ada Lendra dan bara".


"Bukan gitu maksudku, plis deh kalian jangan suuzon dulu. Aku ngajak Haykal karna diakan anaknya pintar jadi kita bisa belajar ilmu dari dia, Bener gak?


"Bener juga sih, kamu nanti bicara dengan Haykal ya tolong".


"Aduuhhh gais aku malu nih".


"Malu kenapa?".


Aleta pun menceritakan perihal semalam saat Haykal ada dirumah-Nya dam membuat ketiga sahabatnya menjadi heboh karna mendengar hubungan aleta dan Haykal telah direstui keluarga. Tatapan mata mereka seakan iri dengan hubungan itu. Diandra sengaja mengatakan selamat dengan nada yang sedikit keras, ia bermaksud untuk menyindir cika yang dari tadi mengupingnya.


Benar saja, cika merasa sesak didada pasalnya ia selalu iri jika kebahagiaan menghampiri aleta hingga ia memilih untuk meninggalkan kelas. Cika mengambil ponsel disaku milik ya dan mengirim pesan pada tante Monika untuk memberitahu apa yang terjadi disekolah hingga Monika merasa geram mendengarnya dan merencanakan sesuatu untuk mereka.


Disisi lain Haykal datang menghampiri aleta didalam kelas, awalnya wanita cantik itu terkejut namun ia juga merasa bahagia.


"sayang!!!!".sapa Haykal sembari duduk di samping kekasihnya.


"Heemmm tumben nyamperin kemari ada apa?".


"Kangen".


"gombal mulu nih kamu, oh iya kal bagaimana kalau kita ngadain belajar bersama saat ujian?".


Namun pertanyaan aleta membuat Haykal tersenyum simpul dan mencubit pipi aleta seraya berkata jika wanita cantik itu sedang modus.


"Astaga bukan gitu, aku sama yang lain sudah sepakat jadi nanti kita bisa bertanya tentang hal yang belum kita ketahui kepadamu, lagi pula kamu kan murid paling cerdas disekolah".


"Aku kira belajarnya cuma berdua aja, eh taunya sama yang lain juga”. Seru Haykal manja tetapi membuat aleta gemas pada lelaki tampan itu dan tersenyum mengejek kearah Haykal sembari menyenderkan kepala dibahu kekasihnya.


"Setidaknya kita bisa bertemu karna di setiap jam aku merindukanmu”. Serunya sembari memejamkan mata diiringi tangan senyum Haykal tanda ia sangat bahagia.


*


*


*


*

__ADS_1


*BERSAMBUNG..


__ADS_2