
"BRUUUKKKkkkkkkk".
"Astaga, bundaaaa!!!!
Kalll Haykal tolong nak bunda pingsan”. Teriak sang ayah
Mendengar teriakan ayahnya Haykal pun langsung berlari menuju sumber suara tersebut, dimana ia mendapati bunda yang sudah tergeletak di lantai.
"Ayah kenapa bunda?” seru Haykal dengan nada panik
"Mungkin asam lambungnya kumat cepat kamu siapkan mobil, kita bawa bunda ke rumah sakit terdekat".
"Baik,yah".
Dirumah sakit bunda langsung diperiksa diruang UGD, Haykal dan ayahnya sangat khawatir dengan keadaan bunda tidak biasanya ia seperti itu. Tak berselang lama dokter pun keluar dari ruang UGD
"Bagaimana kondisi istri saya dok?". Tanya ayah wira
"Jadi begini pak, istri bapak mengalami asam lambung yang tinggi, mungkin penyebab nya ia sering lupa mengawasi pola makan dan asupan gizi juga aktivitas yang padat membuat kondisinya drop, jadi saran saya istri bapak harus dirawat inap dulu sementara".
"baiklah dok, lakukan yang terbaik”. Seru ayah wira pasrah
"Apa bisa saya menemui bunda dok?”. Tanya Haykal khawatir
"iya nanti, setelah dipindahkan keruang rawat oleh suster, kalau begitu saya permisi dulu”. Seru dokter dan langsung meninggalkan ruang UGD
bunda pun sudah dipindahkan diruang rawat, dengan tubuh yang masih lemas ia hanya bisa berbaring diatas kasur
"Kal apa gak sebaiknya kamu pulang saja, biar ayah yang jaga in bunda kamu kan besok harus sekolah”. Nasehat ayah wira
"Tidak papa yah, aku juga akan jaga in bunda disini, besok subuh aku akan Pulang”. Jawab Haykal yang tidak ingin meninggalkan bundanya
"Terserah kamu saja".
"Oh iya yah, aku ke kantin dulu ya nyari kopi, apa ayah mau sekalian aku beli. In?"
"Tidak usah kamu aja sana".
Haykal yang sudah tidak bisa menahan kantuk itu segera pergi ke kantin untuk membeli secangkir kopi.
🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀
Di kediaman aleta, ia baru saja selesai mengerjakan tugas sekolah dan langsung merebahkan tubuhnya diatas kasur milik nya, rasa kantuk yang ia tahan dari tadi sudah tidak bisa ditahan lagi hingga akhirnya ia terlelap, namun tiba-tiba
__ADS_1
"Maahhh, kaaakk tolong”. Teriakan Airin dengan terbata bata. Aleta yang baru saja memejamkan mata itu pun nampak kaget dan membuka matanya kembali.
"Suara siapa tadi, perasaan ada yang minta tolong”. Gumam nya bingung
"Mah. Kak tolooonggg uhukk..uhukk..uhukk".suara itu semakin pelan namun yang lain masih bisa mendengar. Merasa ada yang minta tolong aleta langsung berlari menuju sumber suara itu, alangkah terkejutnya ia melihat adiknya sesak nafas diatas kasur.
"Rin kamu kenapa?”. Tanya ale sangat panik.
"Haa. Haaa.hhaa.uhukk uhukk”. Airin tidak bisa menjawab kata-kata sang kakak karna rasa sesak didadanya membuat ia hanya menunjuk kotak obat yang telah kosong
"Astaga obat kamu sudah habis, kenapa gak bilang sama kakak sih dek”. Seru aleta panik
"Astaga ada apa Sayang”. Seru mamah Helena yang baru saja datang
"ini mah obat Airin habis, dan ia merasa sesak nafas”. Jelas ale
"Apa!!!! kita bawa ke rumah sakit sekarang, mamah akan siapkan mobil kamu bantu adik ke depan".
"Iya mah".
Airin dibawa ke rumah sakit terdekat, hari sudah semakin larut membuat jalanan nampak sepi. Ale menceritakan pada dokter mengapa adiknya bisa sesak nafas dengan cepat dokter menanganinya. Selang infus pun sudah terpasang ditangan Airin juga selang oksigen untuk membantu ia bernafas. Beberapa menit kemudian ia telah dipindahkan keruang rawat. nampak mamah yang sudah terlelap disisi ranjang Airin tetapi aleta yang tidak bisa tidur itu memilih keluar kamar untuk menghilangkan rasa bosan. Ia duduk diruang tunggu pikirannya tidak menentu ia menyesali kenapa tidak memperhatikan kondisi adiknya.
"Andai saja aku lebih mengawasi Airin pasti dia tidak sampai begini, kenapa bisa obat Airin habis dan aku tidak mengetahuinya”. Gumam aleta pelan terasa berbisik tanpa sadar air matanya sudah membasahi pipinya. Dari kejauhan Haykal yang baru saja keluar dari kantin segera menuju ruang rawat sang bunda tetapi di tengah jalan ia mendapati sosok yang tak asing baginya sedang menangis.
"Aleta”. Sapa Haykal sembari duduk di samping ale. Saat itu ale sangat terkejut melihat kedatangan Haykal tidak menyangka bisa bertemu Haykal ditempat ini. Aleta pun tetap menangis tanpa memedulikan Haykal yang ada disamping-Nya.
"Huhuhuhuhuuhuh adikku kal. Dia sesak nafas, obat yang biasa adik ku minum habis dan itu salahku karna tidak memperhatikan dia..huuuhhuuh".jelas ale
"Kenapa adik mu mengonsumsi obat?, apa sebelum nya adikmu punya riwayat sakit?”. Tanya Haykal penasaran
"Aku tidak tahu betul apa sakit Airin kal, yang jelas kata papa Airin akan sesak nafas jika tidak meminum obat itu,” jawab aleta
"Apa yang sebelumnya terjadi hingga adikmu harus minum obat?". Lanjut Haykal
"Dulu saat nenek sakit, nenek terus memanggil manggil nama papaku, semua orang khawatir kondisi nenek memburuk dan akhirnya pamanku menghubungi papa yang sedang bertugas di Jawa tengah bersamaan dengan itu, mamah baru saja melahirkan Airin dengan terpaksa papa membawa Airin terbang ke malang walaupun dokter tidak mengizinkannya karna kondisi Airin yang baru saja berusia 1 minggu, membuat Airin tiba-tiba kejang dan terasa sulit bernafas hingga akhirnya dilarikan ke rumah sakit”. Cerita ale dengan menahan tangisannya. dulu waktu kejadian itu usia aleta masih terlalu kecil untuk mengetahui semuanya hingga akhirnya dia tidak tahu apa sakit Airin sebenarnya. Ia diwanti-wanti ayahnya untuk menjaga Airin tanpa tahu apa alasannya, Haykal yang mendengar cerita ale merasa sangat iba padanya ia hanya bisa menenangkan ale dari tangisannya.
"Sabar ya, ini semua juga bukan salahmu”. Menenangkan ale dari tangisannya
"Huuu...huuu....huu ini salahku kal andai aku tidak seceroboh ini pasti adik ku tidak sampai seperti ini".
"Kamu jangan sedih lagi, sudah jangan menangis kamu harus bisa nguatin adik dan mamah mu".
Haykal terus membujuk aleta dengan kata-kata lembutnya, ia merasa tidak tega dengan gadis cantik itu jika terus menangis, ia juga menghapus air mata ale yang jatuh membasah i pipi putih ale. Ketika ale sudah merasa tenang Haykal menyuruh ale segera tidur karna hari sudah menunjukkan tengah malam.
__ADS_1
"Tidurlah,besok kan harus sekolah".
"Aku belum bisa tidur kal, kamu sendiri kenapa bisa disini".
"Bunda Al tadi pingsan, asam lambungnya kambuh membuat kondisinya drop". Cerita Haykal
"Sekarang bagaimana keadaannya kal?".
Tanya ale penasaran.
"Alhamdulillah, sudah membaik sekarang bunda lagi istirahat, aku tadi ke kantin nyari kopi terus gak sengaja lihat kamu disini”. Seru Haykal.
Mereka yang sama-sama belum bisa tidur itu pun terus berbincang untuk menghilangkan rasa bosan dirumah sakit. Tak berselang lama mata ale yang sudah sembab itu terasa sangat berat hingga akhirnya ia terlelap di kursi. Haykal yang menyadari bahwa ale sudah memejamkan matanya segera menahan tubuh ale yang nyaris terjatuh, ia merebahkan kepala ale dibahunya.
"Masallah, kamu cantik banget”. Tatapan Haykal yang sedang memandang i wajah sembab perempuan yang sedang terlelap dibahunya itu. ia terus memandangi wajah putih ale hingga ia juga merasa sangat mengantuk. Mereka berdua pun akhirnya terlelap bersama, posisi ale saat itu duduk dengan kepala menyender di bahu Haykal sedangkan Haykal duduk dan kepalanya ia senderkan diatas kepala ale.
Malam dingin itu ditutup dengan benih-benih asmara yang perlahan muncul diantara kedua insan tersebut. Tanpa mereka sadari seperti ada magnet yang mengikat hati keduanya dan ingin selalu mendekat walaupun di tengah itu ada tembok yang membuat keduanya tidak bisa bersama.
Mereka tertidur dengan lelapnya hingga tanpa sadar suara azan subuh pun membangunkan keduanya.
"Allahu akbar, Allaaaaahu akbar....".seru Muadzin
"Astagfirullah, ternyata udah subuh". Sahut Haykal yang mulai menyadari hari sudah berganti.
Aleta yang masih terlelap itu pun terbangun ketika tangan Haykal menepuk pipi ale dengan lembut.
Ia nampak kaget sekaligus malu karna tidur dibahu Haykal.
*
*
*
*
__ADS_1
BERSAMBUNG........