
Terlihat wanita cantik sedang merebahkan kepalanya diatas meja namun Aurel tiba-tiba datang dan memukul meja itu dengan tangannya hingga memuat aleta terperanjat bangun.
BRUUUKKKkkkkkkk...
"Apa kau dan keluargamu diciptakan hanya untuk membuat masalah?".
"Maksud kamu apa?".
"Apa kau tidak melihat berita?".
Aleta yang merasa bingung itu lekas mengambil ponsel dari sakunya dan mengecek unggahan dari grup sekolah. Betapa terkejutnya ia saat melihat video ketika Haykal dihajar oleh sang kakak.
"Siapa yang telah mengambil gambar".
"Tanyakan itu pada dirimu, dari awal sudah kukatakan jika kau adalah sumber dari semua masalah".
"Ini tidak seperti yang kau lihat, ada kesalah pahaman disini".
Aurel pun terus memaki aleta namun wanita cantik itu hanya terdiam. Pikirannya kacau hingga ia tidak mampu menjawab pertanyaan Aurel. Dia bingung harus menjelaskan mulai dari mana dan memilih untuk membiarkan Aurel terus membentak dirinya.
Wali kelas pun datang dan menegur mereka hingga memberikan hukuman untuk keduanya. mereka harus berdiri didekat tiang bendera, di bawah terik sinar matahari hingga jam pulang sekolah. Keduanya sempat protes namun mereka tidak mempunyai pilihan lain dari pada kedua orang tuanya harus dipanggil.
Kabar pertengkaran mereka pun sampai ditelinga Haykal namun lelaki tampan itu hanya terdiam dibangkunya dan tidak melakukan apa pun. Beberapa orang merasa heran dengan sikap Haykal yang dingin, sehingga mereka menyimpulkan jika hubungan sepasang kekasih itu mungkin sedang tidak baik-baik saja.
Pelajaran kembali dimulai seperti biasa walaupun hati wakil ketua osis itu gelisah karna sangat menghawatirkan sang kekasih, namun ia berpura-pura tidak peduli dengannya.
Di lapangan sekolah Aurel tetap tidak bisa diam, ia terus saja memaki aleta namun wanita cantik itu masih menahan emosinya hingga seorang pria datang menghampiri mereka.
"Sayang apa kau haus, aku membawakan minum untukmu”. Seru seorang lelaki itu yang ternyata yongki
"Mengapa kau ada disini”. Tanya Aurel
"Aku mendengar kau bertengkar dan itu membuatku sangat mencemaskanmu, minumlah”. Seru yongki dengan nada mesra namun diiringi tawa kecil di bibir aleta tanda ia mengejek.
Aurel pun segera meneguk minuman itu hingga menyisakannya sedikit, dan setelahnya ia memberikan botol itu pada aleta seraya membalas ejekannya.
"Apa kau merasa haus?, aku masih berbaik hati menyisakan untukmu. Kau kan suka dengan bekas yang aku punya”. Sindir Aurel
__ADS_1
"Tolong!!!!!.. aku tidak mau berdebat denganmu dan satu hal lagi barang bekas itu bisa didaur ulang tergantung siapa yang menemukannya. Bahkan bisa menjadi lebih menarik dari sebelumnya karna berada ditangan orang yang tepat dan saat itu, kau akan menyesal karna telah membuangnya".
"Lalu mengapa Haykal kemarin datang ke BAR? Aku juga menyelamatkannya dan Bahkan dia juga mengantarku pulang. Apakah kau bisa menjelaskan tentang semua itu".
Mendengar ucapan dari Aurel membuat aleta terdiam sesaat tetapi ketika ia ingin membalas ucapannya tiba-tiba yongki mengatakan jika senang bertemu dengan kak Adit. Sontak saja, mata aleta mengarah pada lelaki itu hingga ia berpikir jika sikap kak Adit berubah itu ada hubungannya dengannya.
"Kapan kau bertemu dengan kakak ku?".
"Tempo hari sebelum dia menghajar Haykal Hahahahahahahahahahahaha". Sahut yongi sembari tertawa
"Apa kau dalang dibalik semua ini, dan kau juga yang mempengaruhi kakak ku untuk membenci Haykal". Hardik aleta dengan nada meninggi
"Aku tidak menyangka selain cantik kau juga pintar. Kau tahu aku sangat membenci Haykal".
Aleta yang tidak sanggup menahan api amarah didalam dadanya itu pun mulai melampiaskan kemarahnya dengan melayangkan pukulan kepada yongki.
Bruukkk..
Bruukkk...
Pukulan yang terlalu keras itu membuat yongki kehilangan keseimbangan hingga ia terjatuh dan tersungkur ketanah, diiringi darah segar mengalir dari ujung bibirnya. pasalnya ale bisa melakukan hal itu karna ia sempat memperhatikan sang ayah saat mengajari kakaknya untuk bela diri, ditambah emosinya yang memuncak karna sudah ia tahan dari tadi hingga membuat Aurel ikut menyerang aleta karna ia kesal padanya.
Bagi aleta, kekuatan Aurel tidak sebanding dengan kemarahannya. ketika Aurel ingin memukul aleta ia justru yang terjatuh saat wanita cantik itu menepis tangan Aurel dengan kasar. Aurel pun berteriak saat aleta kembali melampiaskan amarahnya kepada yongki dan kakak kelas itu tidak bisa menepis pukulan aleta yang terlalu cepat.
Seperti kesetanan aleta menghajar yongki hingga teriakan Aurel memecah keheningan suasana belajar didalam kelas. Semua siswa berlari ke jendela melihat kehebohan di lapangan itu, tampak dua orang sedang berkelahi hingga Haykal terkejut melihatnya dan ia segera berlari ketengah lapangan diikuti bara, Lendra dan Imelda.
"Stop hentikan”. Teriak Imelda dari kejauhan tetapi aleta yang telah membabi buta itu tidak mendengarnya, hingga Haykal meraih tubuh aleta untuk menjauhkan dia dari yongki.
"Tenang Al tenang, sadar Al". Seru Haykal sembari memeluk tubuh aleta dan menahannya untuk tidak menyerang yongki.
"Minggir”. Teriak aleta namun Haykal tidak melepaskan pelukannya dan terus menahan tubuh aleta.
"Apa yang terjadi”. Bentak Imelda
"Ini semua salah aleta, dia sudah gila dan memukul yongki seperti ini”. Teriak Aurel sembari membantu yongki yang terkapar di tanah.
"Apa masalahnya mengapa kau memukul yongki Al?”. Tanya Imelda namun wanita cantik itu tidak membalasnya.
__ADS_1
Melihat kekasihnya yang dikuasai emosi dan ditekan banyak pihak membuat Haykal merasa iba seraya membawa aleta pergi dari kerumunan itu dan mengiringnya ke loteng sekolah diikuti bara, Lendra dan ketiga sahabat aleta.
Kini wanita itu terduduk dan didampingi oleh kekasihnya hingga Haykal membelai lembut rambut ale dan menanyakan apa yang sebenarnya terjadi namun aleta tetap dalam diamnya.
"Baiklah jika kau tidak mau bicara aku akan menunggumu”. Serunya sembari menggenggam tangan aleta namun wanita cantik itu justru menatap Haykal dengan tajam seakan ia teringat ucapan Aurel tadi.
"Mengapa kau ada di bar?, Mengapa Aurel menyelamatkanmu?, Mengapa kau mengantarnya pulang?, Dan mengapa kau tidak memberitahuku?” seru aleta lirih sembari menitikkan air matanya.
Haykal pun bersumpah jika pertemuan itu tidak disengaja dan kedatangannya diBAR bukanlah untuk minum namun menghibur hatinya yang sedang rindu pada wanitanya. Haykal juga menunjuk bara sebagai saksi jika diantara dia dan mantan kekasihnya itu tidak terjadi apa pun.
"Jangan terlalu mempercayai Aurel, kita tidak pernah tahu terkadang orang menyelipkan berita bohong untuk mempengaruhi seseorang".
"Yongi”. Seru ale lirih
"Ada apa dengannya? Mengapa kau marah padanya".
"Dia adalah dalang si balik semua ini, dia yang sudah mempengaruhi kakak ku untuk membencimu dan dia juga telah menghinamu lalu bagaimana aku bisa membiarkan lelaki licik itu terus tertawa”. Serunya dalam tangisan
"Jadi ini semua karna aku, sayang!!! jujur aku sangat kecewa dengan sikap yongki yang keterlaluan tapi aku tidak mau kau terlibat didalam urusanku dan biaralah aku menyelesaikannya sendiri. Aku takut kau terluka".
"Tapi aku sangat kesal padanya".
"Cukup kamu berada disisiku dan jangan pernah mengatakan untuk menjauhimu karna itu sangat menyiksa diriku".
Kini aleta pun memeluk Haykal dengan sangat erat dan mengatakan jika dirinya sangat merindukan kekasihnya. Kemesraan itu membuat para sahabatnya merasa iri dan mereka mengatakan jika ini lingkungan jomblo tolong jaga sikap, hingga membuat mereka semua tertawa mendengarnya.
*
*
*
*
*
*BERSAMBUNG
__ADS_1