
Keesokan pagi adalah hari yang paling semua orang tunggu yaitu hari weekend dimana tepat hari itu semua orang yang tadinya sibuk beraktivitas di luar rumah mempunyai waktu luang untuk bersantai dengan keluarga. Pada hari itu juga aurel meminta sang suami untuk menemaninya berziarah ke makam papanya hingga permintaannya itu disambut anggukan dari reno.
Sesampainya disana aurel tak kuasa menahan air mata hingga ia menjatuhkannya dan mulai menangis mengingat momen indah bersama sang papa tercinta hingga reno mencoba menenangkan dengan sedikit menghiburnya.
"Papa mertua, aku berjanji padamu akan selalu menjaga anak perempuanmu meski awalnya kita disatukan karena suatu alasan tapi tidak membuatku lalai akan janjiku. Tepat dimana aku mengucapkannya di hadapan keluarga dan penghulu". Seru reno sembari tersenyum dan menggenggam tangan sang istri hingga aurel menghentikan tangisannya.
Tak hanya itu reno pun memimpin aurel untuk membacakan doa sebelum meninggalkan pemakaman itu hingga aurel mencium batu nisan sang papa tanda ia sangat merindukannya.
Didalam sebuah perjalanan hanya keheningan yang terjadi hingga aurel teringat ucapan reno tadi dan mulai menjawab hingga memecah keheningan.
"Sebelum nya aku sangat berterimakasih padamu, tapi tidak perlu mengucapkan itu mungkin pernikahan kita ini tak akan lama".
"Apa maksudmu?".
"Seperti yang kamu bilang kita dipertemukan karena suatu alasan hingga alasan itu masih menjadi dinding besar dalam hubungan kita. Maaf mas reno".
Reno pun terdiam karena ucapan dari aurel pasalnya memang benar jika itu adalah sumber masalah dari hubungannya tetapi apa boleh buat dalam hati reno merasa tak nyaman dengan ucapan sang istri dan kini reno hanya bisa menanti keajaiban karna baginya menikah cukup sekali seumur hidup.
"Berhenti".
Sontak saja teriakan aurel itu membuat reno dengan spontan menghentikan mobilnya dan bertanya apakah terjadi sesuatu pada istrinya namun justru aurel tersenyum hingga menggelengkan kepala tanda ia baik baik saja melainkan aurel melihat seorang penjual rujak di pinggir jalan.
"Aku mau itu".seru aurel sembari menunjuk gerobak penjual rujak di pinggir jalan dengan nada manja
"Astagfirullah, lain kali jangan gitu ya. Buat aku panik".
Aurel pun menganggukan kepala tanda mengerti hingga mereka memarkirkan mobil dan menghampiri penjual itu.
"Mas rujak satu ya. gak usah pedes pedes banget".
"Aku mau yang mangga muda aja ya mas reno".
"Iya".
Disela sela menunggu abang penjual rujak reno memberitahu jika besok ia harus pergi keluar kota dan meminta solusi terbaik dari sang istri bagaimana dia nanti jika tidak ada reno di sampingnya.
"Aku akan ke rumah mama besok, mas reno jangan khawatir".
"Apa bagaimana aku gak khawatir itu lebih membuatku takut bukannya tenang". Maki reno
"Aku hanya berkunjung dan tak akan lama jangan khawatir. Aku juga akan menghubungimu nanti".
__ADS_1
"Ini mbak rujaknya". Sahut abang penjual rujak sambil menyodorkan satu bungkus rujak kearah aurel
"Terimakasih ya bang, yuk mas reno pulang".
Reno pun hanya bisa mengangguk pasalnya ia sendiri tidak dapat menahan sang istri yang ingin bertemu dengan ibu kandungnya hingga membuatnya diam dan mengikuti perintah aurel.
Disisi lain haykal sedang berada di jalan karena harus mengantarkan makanan untuk keluarga clara, jika bunda tidak memaksa mungkin lelaki tampan itu tidak akan mau mengantarkannya tapi lain cerita ini demi menjaga hubungan bisnis dari dua keluarga itu hingga haykal menyetujuinya.
Bruuukkkkkk..
"Astaga".
Haykal pun terkejut ketika mendapati seseorang kecelakaan tepat di hadapannya hingga membuat dirinya menghentikan motor secara mendadak. Haykal juga berlari untuk menyelamatkan seseorang yang terjebak didalam mobil itu dan beruntung tidak ada korban jiwa.
Kecelakan itu hanya kecelakaan kecil tapi cukup membuat cedera pengendara motor dan anggota yang menumpang di sebuah mobil taxi itu.
Haykal menolong seorang nenek di dalam taksi hingga membawanya keluar dari sana dan bertanya apakah nenek baik baik saja.
"aduh, jantung nenek dek dekkan takut nenek".
"Apa perlu dibawa kerumah sakit nek".
Banyak orang berlarian ke tempat kejadian hingga saling bantu membantu untuk menyelamatkan korban hingga polisi datang untuk mengevakuasi namun berakhir damai dari dua belah pihak.
Haykal bertanya apakah nenek itu bukan warga asli kota ini dan disambut anggukan dari wanita tua itu.
"Dimana nenek tinggal".
"Di Alamat ini".
Haykal pun segera menuju tempat dimana alamat yang telah diberitahu sang nenek hingga ia sampai didepan rumah. Sejenak haykal terkejut karena alamat itu mengarah ke rumah aleta dan ternyata benar.
"Lena lena". Seru sang nenek memanggil tuan rumah dan tak lama kemudian wanita paruh baya itu datang dengan tergopoh gopoh.
"Ibu mertua". Serunya sembari menghampirinya.
"Bantu ibu lena".
Mama helena sempat terkejut melihat haykal disana tetapi ibu mertuanya mengatakan jika pemuda ini telah menolongnya dari kecelakaan hingga mama helena mengucapkan terima kasih. Tak lama setelah mereka masuk kedalam rumah kedua cucunya datang menghampiri sang nenek dan berteriak bahagia karena lama tak jumpa.
Aleta menyadari jika haykal disana hingga bertanya apa yang terjadi dan sang kekasih pun menceritakan awal mula mengapa ia bisa mengantar neneknya pulang.
__ADS_1
"Terimakasih ya kal, kalau gak ada kamu gak tau deh nenek bakal gimana".
"Iya. Sekarang yang terpenting nenekmu kan baik baik saja".
"Kalian sudah saling kenal". Tanya sang nenek
Haykal pun menganggukan kepala tanda mereka memang kenal dan mengatakan jika mereka berteman tetapi justru aletta mengatakan jika si pemuda penolong neneknya itu adalah kekasihnya yang membuat semua orang terkejut termasuk haykal.
"Apa??". Seru sang nenek kaget.
"Maaf nek, mungkin aletta salah bicara".
Ucapan haykal itu membuat aletta memanyunkan bibir karena merasa kekasihnya itu tidak membela dirinya tetapi sang nenek sangat mengetahui bagaimana ekspresi cucu yang paling ia sayangi itu menunjukan jika mereka memang memiliki hubungan melebihi seorang teman.
Sejak aletta ditinggal kedua orang tuanya bertugas di aceh sang nenek lah yang selama ini merawatnya hingga ia tumbuh dewasa dan kembali lagi bersama kedua orang tua, hal itulah yang membuat nenek itu memaksa datang ke kediri karena rasa rindunya pada aleta.
nenek pun mengajak haykal untuk makan bersama keluarganya meskipun mama helena sangat tidak nyaman dalam keadaan saat itu tetapi ia berusaha seperti biasa agar ibu mertua nya tidak menaruh rasa curiga hingga senja pun menghilang dan haykal berpamitan pulang.
Di Kediaman reno tampak dirinya sedang mondar mandir di depan meja kerja, perasaan tak menentu menghampiri dirinya karena memikirkan ucapan sang istri hingga membuatnya sangat gelisah.
Ketakutan reno dipicu karena ibu mertuanya itu sangat jahat, setelah kejadian wanita itu dengan tega membunuh sang suami mungkin ia akan melakukannya juga pada anak kandungnya saat kondisi terdesak hingga membuatnya sakit kepala memikirkan hal itu.
Aurel tak sengaja melewati ruang kerja reno hingga melihat lampu di ruangan itu masih menyala tanda suaminya masih ada di dalam.
Tokk.tokk..tok
"Mas reno... mas rono".
Cklek..
"Ada apa rel?".tanya reno sembari membuka pintu
Aurel melihat kecemasan tampak di wajah reno hingga mengatakan apa yang sedang ia pikirkan hingga reno menarik aurel kedalam ruang kerjanya dan mendudukan ia dipangkuannya.
*
*
*
*BERSAMBUNG...
__ADS_1