CINTA UNTUK HAYKAL

CINTA UNTUK HAYKAL
EPISODE 81-ES KEPAL DURIAN


__ADS_3

Sedangkan aleta yang baru saja tiba dirumah itu pun langsung berlari ke dalam kamar tanpa memedulikan keluarganya sedang bercengkerama di ruang tengah.


"Ale kenapa?”. Tanya Adit pada yang lain namun semua orang hanya  mengangkat bahu tanda tak mengerti


Melihat reaksi mereka yang datar membuat Adit menjadi penasaran dengan sang adik hingga ia menghampiri aleta.


Tok..tokk..tokk


"Dek. Kamu baik-baik aja kan”. Serunya namun tak dibalas oleh wanita cantik itu.


Raisa yang melihat Adit menghawatirkan adiknya pun menghampirinya dan bertanya apa yang terjadi tetapi lelaki itu hanya menjawab entah lah.


"Kapan kau akan ke Surabaya?".


"Mungkin besok aku ke sana, ada apa?".


"Mama bilang akan mengajak kamu keliling kediri sebelum kamu pulang".


"Aku sangat bersyukur sekali bisa diberi kesempatan untuk bertemu keluargamu yang baik hati, ramah dan penuh perhatian ini tetapi terima kasih tidak usah. Aku ingin menjenguk Reno saja sebelum pergi".


"Semua keluarga punya kadar keharmonisan dalam porsinya sendiri,  jadi kamu tidak bisa menyamakan satu keluarga dengan keluarga yang lain".


Raisa pun menganggukkan kepala tanda mengerti sembari tersenyum simpul hingga Adit yang menatapnya pun menjadi salah tingkah dibuatnya.


"Adit".


"Hemm".


"Boleh aku bertanya?".


"Apa?".


"Kau dan Natasya itu ada hubungan apa sebenarnya, maaf bukannya maksudku lancang  aku hanya ingin tahu".


"Dia sahabat masa kecilku, orangnya baik banget dan selalu support aku untuk mengejar impianku".


"Apa kau menyukainya?".


Ragu namun pasti Raisa menanyakan hal itu pada Aditya, sebenarnya sudah dari lama ia memendam pertanyaan itu tetapi tidak memiliki keberanian untuk menyampaikannya. Hingga lelaki itu mengatakan jika dulu pernah tersirat rasa suka padanya namun perasaan itu sudah berlalu.


Adit pun meyakinkan Raisa jika jujur dalam hati masih mencintainya dan tak mudah bagi Adit melupakan dirinya hingga membuat Raisa gelagapan dengan pernyataan Adit.


Raisa memilih berlalu dari pada harus membuka luka lama yang berusaha ia kubur dalam-dalam, namun ia tidak bisa menyembunyikan rasa cemburunya dikala Adit sedang bersama Natasya.


......................


Dirumah sakit Haykal sedang menemani Aurel makan siang di kantin. Saat itu keadaan Haykal mulai menunjukkan pemulihan hingga ia lusa dinyatakan pulang. Untuk yang terakhir kali ia menemani Aurel disana sekaligus mengurangi rasa sedih mantan kekasihnya  dari musibah yang menimpa keluarganya.


"ini mas pesanannya".


"Iya makasih mbak".

__ADS_1


"Apa-apaan sih kal, jauhkan es kepal durian itu dari hadapanku".


"Ada apa? Bukannya kau menyukainya".


"Sejak kapan aku menyukainya, mencium baunya saja membuatku mual".


Haykal pun merasa heran dengan sikap yang ditunjukkan oleh Aurel pasalnya dulu ia sangat menyukai es kepal durian itu tetapi mengapa sekarang ia sangat membencinya. Saat Haykal menyantap es itu tiba-tiba saja Aurel merasa mual dan muntah  hingga membuat lelaki tampan itu terkejut.


"Aurel apa kau baik-baik saja?".


Uekk.. uekkk.. uekkkk


Melihat Aurel tak berhenti memuntahkan seisi perut membuat Haykal menjadi khawatir  dan ia terus memijat leher bagian belakang Aurel sembari memberinya minum hingga tiba-tiba tubuh Aurel melemas dan pingsan.


"Astagfirullah, apa yang terjadi padamu. Suster... Suster. Tolong".


Haykal pun berteriak meminta bantuan kepada suster yang berjaga hingga Aurel dibawa keruang UGD. Lama Haykal menunggu dan akhirnya dokter keluar sembari bertanya pada lelaki tampan itu apakah dia suaminya.


"Bukan dok, saya teman sekolahnya. Ada apa dengannya?".


"Maaf sebelumnya, tetapi saya harus mengatakan hal ini pada keluarganya?".


"Salah satu anggota keluarganya sedang dirawat disini dok, nanti saya akan sampaikan padanya. Apa penyakitnya separah itu dok?".


"Pasien hamil".


Tampak dari raut wajah Haykal ia merasa sangat terkejut dan shok dengan apa yang barusan ia dengar. Sesaat ia terdiam namun dokter menyadarkannya untuk memberitahu keluarganya dan segera menemui sang dokter.


"Baik dok”. Seru Haykal sembari terduduk lemas


“Rel”


“Huuu huu huuu kal ku mohon jangan beritahu siapa pun tentang hal ini”.


“mengapa? Cepat atau lambat orang akan tahu”


“Aku belum siap kal huu hu huuu”


“Siapa ayah dari anak yang kamu kandung ini, apakah yongki?”.


Aurel pun menganggukkan kepala tanda yang Haykal bicarakan itu benar hingga membuat lelaki tampan itu mengepalkan tangannya, ia juga menyuruh Aurel untuk menghubungi yongki agar datang ke rumah sakit sekarang.


Haykal pun mengatakan pada Aurel jika tidak perlu cemas, ia akan membantunya meminta pertanggung jawaban pada yongki namun setelah itu ia berpamitan pada sang mantan untuk  kembali ke kamarnya dan merebahkan tubuh pada kasur hingga sang bunda datang dan bertanya apa kau baik-baik saja.


"Iya, bun Haykal baik-baik saja kok".


"Ada kabar gembira untuk kamu".


"Kabar apa bun?".


"Hari ini kamu bisa pulang".

__ADS_1


Sejenak Haykal melamun, dirinya harus berbuat apa. Apakah ia harus menceritakan pada bunda ataukah menyembunyikan rahasia besar ini hingga ia mengatakan akan menemui Aurel dulu sebelum pulang.


"Aurel ada disini".


"Iya bun papanya masuk rumah sakit kemarin".


"Ya sudah jangan lama-lama".


Tanpa menggunakan kursi roda Haykal melangkah menuju ruang UDG namun ia tak mendapati Aurel disana, lalu ia melanjutkan langkahnya menuju ruang rawat papa Aurel namun langkahnya terhenti saat ia melihat Aurel dan Monika bertengkar didepan kamar papanya.


Monika datang untuk mengantarkan surat cerai namun disambut emosi dari anaknya karna tidak menginginkan hal itu. Aurel terus beradu cekcok dengan sang mamah hingga cika datang dan melerai mereka.


Haykal tetap dalam diamnya, ia berdiri di kejauhan dan mengamati pertengkaran itu. Hatinya merasa iba pada mantan kekasihnya hingga ia putuskan untuk menghampiri mereka karna tak tahan lagi melihat Aurel terus menangis mengingat dia sedang mengandung.


"Tante, ini rumah sakit jadi tolong jaga sikap tante. Apalagi suami tante sedang sakit harusnya tante ada disini menemaninya dan bukan seperti ini". Bentak Haykal pada Monika dan dibalas tatapan tajam dari wanita licik itu


"Kau masih hidup ternyata kal, tante pikir kamu tidak selamat".


"Mah apa yang mama katakan". Maki Aurel


"Dengar ya kal, jangan pernah ikut campur dengan masalah keluargaku. Urus saja pacarmu yang telah seberani itu menghabisi banyak nyawa. Beritahu dia jika aku tidak akan pernah melepaskannya. Dia harus membayar apa yang telah dia perbuat. Nyawa dibalas nyawa camkan itu". Seru Monika dengan nada tinggi dan berlalu pergi dengan cika.


"Aku pastikan kau tidak akan pernah bisa menyentuhnya”. Teriak Haykal dengan lantang.


"Kau menantangku!!! Baiklah jaga dia, sebelum kau kehilangannya".


Haykal pun merasa geram pada wanita licik itu hingga ia mengepalkan tangannya mendengar Monika telah bersumpah akan menghabisi nyawa aleta, mengingat wanita licik itu akan menghalal kan segala cara untuk mencapai tujuannya. Hatinya merasa sedikit menghawatirkan kekasihnya tetapi lamunannya dibuyarkan saat yongki tiba-tiba datang.


"Ada urusan apa kau menyuruhku kemari?”. Tanya yongki santai


Haykal pun seakan melampiaskan kemarahannya pada yongki, ia menyeret yongki ke taman belakang rumah sakit dan meminta pertanggung jawaban atas kehamilan Aurel.


Yongki pun sangat terkejut mendengarnya pasalnya ia tidak menyangka jika Aurel sedang mengandung anaknya. Jujur dalam hati yongki ada rasa bahagia menerpa tetapi ia takut jika anak yang dikandung Aurel itu justru akan menjadi bencana untuk nya hingga ia menyangkal jika itu bukan anaknya.


"Mengapa kau tidak mengakuinya, ini adalah anakmu".


"Jangan kau menuduhku, dia bukanlah anakku. bisa jadi Haykal lah ayahnya".


"Apa maksudmu, bagaimana bisa kau mengatakan hal itu sedangkan aku tidak pernah menyentuh Aurel. Kau jangan coba-coba lari dari kesalahanmu. Pengecut".


"Kau kan mantan pacarnya bisa jadi kau melakukan hal itu sebelum putus dengannya".


"Dasar brengsek, mengapa kau memutar balikan fakta".


"Sttoooppp. Bisakah kalian berhenti dan kau kak yongki. Aku kecewa padamu kau telah menghancurkan seluruh hidupku. Janjimu adalah luka untukku”. Serunya sembari menangis dan perlalu pergi


*


*


*

__ADS_1


*BERSAMBUNG


 


__ADS_2