
"Sssttttttoooooppppp". Seorang laki-laki menghentikan pertengkaran mereka
"Ada apa ini?”. Sahut yongki memisahkan mereka
"Kak lepasin,biar ku habisi wanita pelakor ini". Timbal Aurel yang terus berontak diperlukan yongki
"Tenanglah rel, dengarkan aku jangan seperti ini". Seru yongki yang terus menahan tubuh Aurel agar tidak menyerang aleta lagi
"Aku tidak bisa membiarkan wanita jelang ini". Dengan nafas menggebu gebu menunjukkan bahwa ia terbawa emosi yang cukup dalam
"Hentikan rel, kamu tidak pantas berbicara seperti itu. Kamu tidak seharus nya marah pada aleta dia tidak tahu apa-apa”. Bela Lendra untuk aleta
"Apa katamu Tidak tahu apa-apa, dia baru saja bilang kalo pulang bersama Haykal dan memakai jaketnya, apa sekarang kamu ingin membela wanita jelang ini”. Hardik Aurel dengan nada meninggi sambil menjambak rambut panjang ale, sontak saja membuat Ale meringis kesakitan.
"Dengar ya aku sama Haykal tidak ada apa-apa kamu hanya salah paham". membalas jambakan Aurel
"Halah itu cuman alasanmu, aku tahu kau ini sedang menggoda Haykal bukan???Dasar wanita jelang". Hardik Aurel lagi
"cukup Aurel jaga bicaramu". seru Lendra
"Kenapa kamu terus membela wanita ini?". Lirikan Aurel begitu tajam pada lendra.Mereka terus beradu mulut saling membela dan saling menyalahkan, kehebohan pun terjadi suara yang bersorak sorak seakan memperkeruh suasana ruangan saat itu Sedangkan Aurel yang terus saja mengumpat ale tanpa ada jeda.
Diruang guru tampak dua siswa sedang mengerjakan tugas dari pihak sekolah, Event yang sebentar lagi digelar membuat ketua dan wakil ketua osis itu bekerja lebih keras karna Event itu diadakan disekolah "BUNGA BANGSA", Imelda dan Haykal harus mempersiapkan semaksimal mungkin didampingi guru BK. Ada seorang siswa yang tiba-tiba berlari memasuki ruang guru tersebut dengan tergesa gesa, ia memberitahukan pada guru BK bahwa aleta dan Aurel sedang bertengkar dikelas sontak saja membuat Haykal terkejut, Ketika Haykal ingin meninggalkan ruang itu namun guru BK menghentikannya.
"Sudah kalian disini saja, kamu panggil Aurel dan aleta suruh menghadap ibu”. Perintah guru BK pada siswa yang baru saja datang
"Baik Bu".
🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀
Di hadapan guru BK, keduanya bungkam tidak memberi penjelasan mengapa bisa ada pertengkar Walau berbagai pertanyaan terus dilontarkan tapi tidak membuat keduanya buka suara Hingga akhirnya mereka dibubarkan dengan hanya diberi sangsi.
__ADS_1
"Sayang ada apa?." Tanya Haykal tanpa dosa sambil merapikan rambut Aurel yang acak acakan
"Bisa bisanya kamu bilang ada apa? Ini semua salahmu". Seru Aurel dengan ekspresi datar
"Hah aku!!!, apa salahku”. Haykal terlihat kebingungan
"kenapa kamu bisa pulang bareng dia kemarin bahkan meminjamkan jaketmu?".Timpal Aurel
"Itu tidak benar, aku sama dia tidak ada apa-apa kok, aku hanya kasihan sama dia karna sudah sore tapi belum dijemput itu aja"
"Alahh.. alasan aja bilang aja demen". Timpal Aurel
Perdebatan mereka pun tidak berlangsung lama setelah Haykal meminta maaf dan menjelaskan semuanya akhir nya Aurel luluh dengan satu syarat kalo Haykal tidak boleh lagi mendekati aleta bahkan menyapanya pun tidak boleh dan Dengan cepat Haykal menganggukkan kepalanya. Bel pulang sekolah telah berbunyi semua siswa berhamburan keluar meninggalkan sekolah itu,nampak Haykal yang berjalan menuju parkiran itu berpapasan dengan aleta Keduanya tetap diam meskipun saling melewati, Haykal yang sudah terlanjur berjanji pada Aurel pun mengabaikan keberadaan ale yang baru saja melewatinya seakan orang asing dan melupakan kejadian yang sebelumnya. Hal itu membuat mata ale berkaca kaca sikap Haykal yang acuh padanya seakan menyayat hati walau ia sadar diantara mereka tidak ada jalinan kasih apa pun tapi entah kenapa hati ale begitu pilu melihat Haykal bersikap dingin padanya Perasaan itu mengalir begitu saja tanpa ia sadari.
"Aleta". Lambai seorang lelaki dari kejauhan hingga membuyarkan lamunannya
"Siapa ya?". Tanya ale pelan
"Kenal in aku LENDRA". menyodorkan tangannya siap untuk berjabat tangan.
"Kamu mau pulang”. Seru Lendra
"Iya tapi nunggu jemputan dulu”. Jawab ale sembari berjalan menuju luar sekolah
"Bareng aku aja, kayaknya kita searah". Tawar Lendra
"tidak usah”. Spontan ale menjawab karna trauma dengan kejadian tadi Dan Lendra yang sedikit kecewa itu pun tak patah arah dia menawar kan diri untuk menemani aleta menunggu jemputan Hingga akhirnya mobil Pajero sport warna putih membawa aleta menghilang dari pandangan Lendra.
🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀
Disisi lain ada Haykal yang sedang gelisah, ia bertanya kepada Reno tentang masalah yang tadi siang ia alami disekolah tapi Reno menyayangkan sikap Haykal yang egois, Diposisi ini memang serba salah tapi Haykal tidak bisa bersikap seperti itu pada aleta karena dia tidak tahu menahu soal hubungannya dengan Aurel tampak wajah Haykal bingung menghadapi dua wanita tersebut.
__ADS_1
"Saran ku ya kal, mending kamu kasih penjelasan ke aleta". Nasehat Reno
"Tapi mas aku sudah berjanji untuk tidak menemuinya lagi”. Seru Haykal sembari memainkan ponselnya
"Tapi apa hati kamu tenang dengan keputusan sepihak mu ini”. Lanjut Reno
Haykal hanya terdiam, ia sedang mencerna kata-kata Reno Ada benarnya juga sih, kalo Haykal tetap seperti ini ia sama saja menjadi laki-laki pengecut Hingga akhir nya ia bertekat untuk menemui aleta.
Malam itu Haykal yang sudah berada didalam kamarnya langsung menjatuhkan tubuhnya diatas kasur miliknya memandang i langit-langit sembari memikirkan nasehat Reno.
"Tapi gimana caranya aku bisa ketemu aleta dan aku sudah janji sama Aurel". Tanya pada dirinya sendiri. Ia baru teringat bahwa ada sebuah data tentang aleta di formulir waktu itu, Dimana saat aleta mengisi data di formulir ia memasukkan sebuah nomor telefon.
*
*
*
BERSAMBUNG.....
(Buat kalian yang suka dengan novel ini, jangan lupa Like vote dan komen ya sayang.. supaya Author makin semangat nulisnya.
__ADS_1
Hargailah karya orang lain, karna tidak mudah menjadi seorang penulis).
😍😍😍😍😍😍😍😍😍