CINTA UNTUK HAYKAL

CINTA UNTUK HAYKAL
EPOSODE 112- MENITIPKAN AUREL DIRUMAH ALETA


__ADS_3

Keesokan pagi semua orang kembali ke aktivitasnya masing masing hingga reno yang tadinya gelisah menjadi lebih bisa mengontrol dirinya. Sebelum berangkat menuju bandara ia menitipkan aurel kerumah aletta terlebih dahulu, dengan tujuan agar aurel merasa lebih aman.


"Jadi ini istrimu?".


Reno pun terus terang kepada nenek dan mama helena tentang pernikahannya hingga disambut terkejut dari mereka termasuk airin namun reno menjelaskan jika mereka saling mencintai dan memutuskan untuk menikah. Ia sengaja tidak memberitahukan hal yang sebelumnya terjadi karena mungkin akan menyakiti hati aurel dan membiarkan aletta lah yang mengetahuinya. Bahkan wanita cantik itu memaklumi ucapan reno yang ingin menjaga perasaan sang istri hingga ia berpamitan pergi untuk berangkat keluar kota.


Aurel sedikit keberatan dengan keputusan reno tapi apa boleh buat dirinya tak mampu menolak hingga menyetujui jika ia harus dititipkan ke rumah aleta.


"cepat kembali ya".


"Iya".


Mobil reno pun melaju meninggalkan aurel di halaman hingga aletta menghampiri dan mengajaknya masuk kedalam rumah.


"Apakah reno sudah pergi?". Tanya mama helena.


Aletta pun menganggukan kepala tanda reno memang sudah pergi hingga mengajak aurel duduk di sofa.


"Nenek sedikit heran akan pernikahan dadakan kalian tapi apa boleh buat jika kalian saling mencintai, padahal dulu reno pernah bilang kepada nenek jika ia menyukai aletta".


"Nek?".


"Ada apa al??? Memang dia bilang sendiri sama nenek kok".


Mendengar ucapan nenek membuat aletta memandang ke arah aurel dengan sendu pasalnya ia tak enak hati pada wanita itu karena masa lalunya diungkap oleh sang nenek hingga mengajak aurel masuk ke dalam kamarnya.


Setelah ia berada di kamar aletta mengatakan jika tidak perlu memasukan ke dalam hati omongan neneknya tadi karena mungkin mereka cuma bercanda.


"Mana mungkin nenek bercanda, pasti ada sesuatu diantara kalian".


"Rel aku mau siap siap ke sekolah dulu, kamu istirahatlah disini ya".


Aleta pun masuk kedalam kamar mandi untuk berganti pakaian sekaligus menghindari pertanyaan itu, sedangkan aurel merasa sedih mendengar kata sekolah hingga membuatnya  meneteskan air mata.


"Bodoh..!!!! aku memang bodoh huhuhuhu".


"Anak ini huhuhuhuhu gara gara anak ini. Aku benci anak ini". Seru aurel sambil memukul mukul perutnya. 


Aleta yang baru saja keluar dari kamar mandi pun merasa terkejut karena perbuatan aurel hingga menghampirinya dan menghentikan aksinya.


"Rel apa yang kamu lakukan?".

__ADS_1


"Aku benci anak ini huhuhu, dia yang membuatku tidak bisa bersekolah huhuhu". Serunya sembari menangis


"Rel hentikan tolong, anak ini tidak bersalah rel. Ada banyak pelajaran yang bisa kamu ambil dari kehadiran anak ini salah satunya mengetahui kebenaran yang selama ini mungkin tersembunyi dan menemukan orang baik seperti mas reno. Aku sudah berjanji untuk menjagamu dan juga anakmu, jadi tolong jangan sakiti dia itu akan membuat mas reno hancur jika kalian berdua kenapa napa".


"Apa reno mencintaiku".


"Mungkin, karena dari sikap mas reno yang sangat mengkhawatirkanmu itu sudah menunjukan jika cintanya melebihi nyawanya".


Ucapan aletta itu membuat aurel merasa tenang sembari mengingat kebaikan sang suami selama ini padanya hingga mereka mendengar suara klakson motor.


Tinnn..tinnn..tinnn


Suara klakson motor pun terdengar jelas di luar rumah dan aletta mengintipnya dari balik korden hingga mendapati haykal disana.


"Siapa?".


"Haikal, aku pergi dulu ya rel. Jika butuh sesuatu bilang pada mamaku atau minta tolong adikku". Serunya pada aurel sebelum pergi meski wanita yang tengah hamil muda itu tidak menjawab tetapi aletta tetap melanjutkan jalannya dan mendapati sang nenek sedang bercengkrama dengan kekasihnya.


"Ale, ini sudah ditunggu sama haykal. Kenapa wajah kamu lesu begitu?? Kalian sedang bertengkar".


"Nek aku mohon banget, nenek jangan cerita aneh aneh kepada aurel. Diakan sedang hamil aku takut itu akan menjadi beban pikirannya".


Diperjalanan haykal sangat penasaran dengan apa yang aletta ucapkan tadi pada sang nenek hingga ia menanyakannya apa yang sebenarnya terjadi namun aletta justru menyindirnya.


"Apakah pertanyaanmu itu didasari rasa khawatir atau cinta?".


"Apa sih yank kok jawabnya gitu".


"Tidak sekali dua kali kal, setiap menyangkut tentang aurel kamu selalu ada di garis terdepan. aku masih ingat bagaimana kamu meminta hak untuk menjaga aurel di depan suaminya dan aku".


Ucapan sang kekasih itu tidak mendapat jawaban dari haykal hingga membuat keheningan disepanjang jalan. Aletta sangat yakin jika haykal tersinggung pada ucapannya karena mungkin itu seperti memojokkannya namun wanita cantik itu hanya kesal pada sang kekasih yang terkesan masih memiliki perasaan pada istri orang. ia pun juga ikut terdiam karena haykal tak mengeluarkan sepatah kata pun hingga perjalanan itu hanya menyisakan keheningan di tengah ramainya jalan raya hingga sampai di area parkiran sekolah.


Saat haykal memberhentikan motornya aletta segera turun dan melepas helm hingga ia mengatakan jika akan ke kelas dahulu namun haykal menahan tangan sang kekasih disana.


"Rasa sayangku padamu tidak sesederhana itu al, jadi jika kamu berpikir aku dan aurel masih memiliki perasaan itu tidak benar. Aku tidak akan mungkin mencintai istri orang. Perlakuanku terhadap aurel hanya sebatas rasa iba sesama manusia. Kamu tidak perlu khawatir. Posisimu prioritas dihatiku". Seru haykal sembari mengacak ngacak rambut aleta hingga ia berlalu pergi mendahului sang kekasih.


Aleta yang merasa bersalah itu pun hanya bisa memanyunkan bibirnya dan merasa senang sembari merapikan rambutnya juga mengikuti langkah sang kekasih dari arah belakang hingga ia melihat haykal telah masuk kedalam kelas.


Kring..kring..kring


Seperti biasa bel tanda masuk pun berbunyi kali ini para guru menyuruh semua siswa kelas 12 berkumpul di aula menjadi satu, karena ada beberapa hal yang harus dibahas mengenai ujian yang kelak akan dihadapi untuk menentukan kelulusan mereka hingga perintah itu segera dilaksanakan oleh semua murid.

__ADS_1


Aleta dan beberapa sahabatnya pun berjalan menuju ruang aula hingga perjalanan mereka dihadang oleh bara dan lendra ketika hampir sampai di depan aula.


"Di kamu makin hari semakin cantik aja". Seru bara menggoda diandra yang membuat lendra menatap tajam ke arahnya.


"Jangan menggodaku, nanti ada yang cemburu". Jawab diandra sambil melirik ke arah lendra


"Memangnya kalian sudah jadian?".


"Tanyakan itu pada lendra". Sahut diandra sembari tersenyum puas namun ditengah tawa mereka aletta justru tidak merespon candaan mereka, ia seperti mencari sosok yang tak ada diantara yang lain hingga diandra pun bertanya apa yang sedang aletta cari.


"Nyari haykal ya?". Tanya bara sembari tersenyum dan mengisyaratakan ke arah belakang yang membuat semua orang langsung menengok belakang.


"Ehem."


"Uhuk..uhuk..uhuk".


Seakan semua orang salah tingkah setelah mendapati haykal ada dibelakang aleta hingga melangkah persis di hadapan sang kekasih dan menyentuh pundaknya sambil berbisik ke telinga aletta.


*Sayang*.


Sontak saja ucapan haykal yang manja itu membuat pipi aletta merah merona hingga dilihat oleh para sahabatnya.


"Astaga ini sekolah tolong ya untuk kalian berdua beri contoh yang baik". Sindir diandra


"Kalian aja yang baperan". Seru haikal membalas sindiran dari diandra hingga menggandeng sang kekasih memasuki ruangan.


Aksi haykal itu mengundang banyak pasang mata yang melihat genggaman tangan mereka hingga keduanya memilih tempat duduk di barisan depan. Clara yang melihatnya pun ikut merasa sakit hati dan berjanji akan segera menyingkirkan aleta dari sisi haykal hingga imelda menghampiri wakil ketua osis untuk memintanya membuka acara tersebut.


"Mengapa harus aku mel, kau pasti sengajakan?".


"Itu hukuman untuk siswa yang sudah berani menunjukkan kemesraanya di hadapan umum".bisik imela namun masih terdengar jelas ditelinga aletta hingga ia tersenyum mendengarnya.


Aleta juga meminta haykal untuk bertanggung jawab atas apa yang telah ia lakukan , walaupun sang kekasih melontarkan protes tetapi aletta meyakinkannya jika ini memang salah haykal hingga lelaki tampan itu pun menuruti apa kemauan sang ketua osis dan kekasihnya.


*


*


*


*BERSAMBUNG. .

__ADS_1


__ADS_2