CINTA UNTUK HAYKAL

CINTA UNTUK HAYKAL
EPISODE 7-KEMARAHAN ALETA


__ADS_3

Plllaaaaakkkkkkkk".


Darah segar muncul dari sudut bibir ale Nampak semua orang terkejut dengan tamparan keras dari seorang wanita.


"apa yang kamu lakukan rel?”. Seru Diandra yang mendorong tubuh Aurel


"Hai beraninya kau”. Mendorong balik tubuh Diandra


"Hal apa yang membuatmu bisa menamparku?” tanya ale yang sudah mulai emosi


"Dasar wanita pel*kor, berapa kali aku bilang jangan pernah mendekati Haykal".


"Aku tidak pernah mendekatinya ini semua hanya kebetulan”. Seru ale dengan nada meninggi yang membuat Aurel melayangkan tangan ke udara ingin segera menamparnya kembali namun dengan cepat aleta menahannya


"Aku tidak akan membiarkanmu menyentuhku bahkan melukaiku lagi”. Sembari menahan tangan Aurel diudara


"Lepassskkaaann”. Pinta Aurel


"Yang pantas disebut wanita murahan itu kamu, bisa bisanya kamu kencan dengan kakak kelas itu di belakang Haykal, aku tidak pernah ingin mencampuri urusanmu tetapi kau selalu saja mencari masalah denganku". Seru aleta dengan melepaskan tangan Aurel, Mata Aurel yang memerah menandakan amarah yang sangat dalam membuatnya terus menghina aleta tanpa jeda,


"Dari mana dia tahu, apa waktu itu dia melihatku, apa dia juga yang bilang ke Haykal tempo hari??? Awas kau wanita pel*kor”. Batin Aurel


berbagai kata kasar ia lontarkan bahkan melibatkan nama kedua orang tua aleta sontak saja emosi aleta yang tadinya sudah mereda dengan refleks menampar pipi Aurel.


"PPPllllaaaaakkkkkkk".


Semua orang yang menyaksikannya nampak sangat terkejut dengan tamparan aleta yang terdengar keras membuat Aurel meringis kesakitan, bukan tanpa alasan aleta menamparnya karena Aurel sudah berani menghina kedua orang tuanya.


"Kau boleh sesuka hatimu menghinaku tapi jangan sekali pun kamu menghina keluargaku apalagi kedua orang tuaku, jika kamu takut kehilangan pacarmu itu maka jagalah dia, sebelum aku merebutnya ".nafas ale yang menggebu-gebu menandakan ia sangat marah keluarganya diusik


Nampak beberapa anggota osis berlarian menuju ruangan itu yang terdengar heboh,


"Hentikan, ada apa ini". Saru Imelda


Tidak ada jawaban di tengah kerumunan itu namun melihat aleta dan Aurel terluka diujung bibirnya, Imelda menyadari jika mereka baru saja berkelahi.


"Ternyata kalian lagi, apa yang sebenarnya terjadi. Belum puas kalian kemarin sudah membuat kehebohan". Timpal Imelda


Lagi-lagi mereka semua hanya terdiam, kemarahan Imelda selalu saja membuat orang lain gemetar karna suara lantang ia tunjukan diikuti sorot mata yang tajam. Tiba-tiba terlihat Haykal melangkahkan kaki masuk ke dalam ruangan tersebut dan langsung saja menarik lengan Aurel keluar dari sana walaupun Aurel terus berontak tetapi tenaga seorang perempuan tetap saja kalah dengan tenaga laki-laki. ia terus membawa Aurel pergi menjauhi ruangan tersebut, Mereka berhenti di sebuah lorong situasi disana nampak sepi sehingga Haykal melepaskan tangan Aurel.

__ADS_1


"Apa yang kamu lakukan disana?".


"Aku hanya memberinya pelajaran”. Jawabnya datar


"Pelajaran apa maksud mu?, dengan menamparnya, melabraknya atau menghinanya”. Tatapan mata Haykal yang sangat tajam pada Aurel


"Kenapa kamu seakan memojok kan ku, kamu tidak sedang membela wanita pel*kor itu kan?”. Lirik Aurel dengan nada menyindir


"Berapa kali aku harus bilang padamu, jika diantara kita tidak ada hubungan apa pun, aku hanya mencintaimu". Untuk ke sekian kali ia meyakinkan kekasihnya itu


"Aku tidak percaya dengan hatimu, jangankan membahagiakan aku membagi waktu untuk aku saja kamu tidak bisa”. Hardik Aurel sambil melangkah meninggalkan lorong tersebut Haykal melampiaskan emosinya dengan melayangkan pukulan ke tembok yang tidak bersalah Nampak seseorang tersenyum licik melihat sepasang kekasih itu sedang bertengkar dan melangkahkan kaki mendekati Haykal.


"lebih baik lepaskan saja Aurel, dia tidak bahagia denganmu kau selalu menyakitinya dan aku dengan senang hati akan membahagiakannya hhhaaahhhhhaaaahhhaa”. Yongi menepuk bahu Haykal diiringi tawa dengan nada mengejek


"Pergiiii dari sini, sebelum aku menghajarmu”. Terdengar suara Haykal mengatur nafasnya agar tidak terbawa emosi. Tidak berselang lama setelah lelaki itu pergi dan Haykal yang sudah merasa tenang itu kembali ke kelas namun di tengah jalan ia berpapasan dengan bara dan Lendra


"Kal kamu dari mana saja, tadi kita mencarimu?". Seru bara khawatir.


"Maaf, tadi aku hanya menenangkan diri aja kok”. Balas Haykal


"Sebenarnya apa yang terjadi kal? Kenapa kau sangat perhatian dengan aleta". Tanya Lendra penasaran


"Tidak ada, itu hanya kebetulan. Aku hanya menjaga nama baik sekolah, mana mungkin anak baru dihukum karna ia belum mengetahui peraturan disini”. Jelas Haykal


"Iya aku tahu, aku sendiri juga bingung".


"Apa kamu ada rasa dengan aleta?".


Pertanyaan Lendra itu seakan akan menghentikan detak jantung Haykal. Ia juga tidak mengerti mengapa selalu ingin dekat dengan wanita itu.


"Mana mungkin Haykal menyukai aleta sedangkan dia sendiri cinta mati dengan Aurel". Jelas bara


Haykal hanya terdiam tidak menjawabnya dirinya juga bingung tentang perasaan nya.


🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀


Semarang, Jawa tengah


Aditya yang sedang mengantar temannya berbelanja itu merasa penat, ia duduk didepan ruko sembari memandangi jalan raya yang sangat padat oleh kendaraan.

__ADS_1


"Masya Allah, kalo udah belanja lupa waktu ya". Gumam ia dengan Melirik arlojinya


"haayyy dit,aku cari-cari ternyata kamu disini". Sapa Raisa sembari duduk di samping Aditya.


"Kamu belanja apa sih, lama banget”. Tegur Aditya


Wanita itu hanya tersenyum manja di hadapan Aditya, ia tahu betul bagaimana mengendalikan Adit ketika ia sedang merajuk. Dia adalah teman Aditya bernama Raisa, berkulit putih, bertubuh tinggi dan memakai hijab ia sudah bergelar menjadi seorang doktor. Mereka berteman sudah cukup lama dari mulai Adit memilih sekolah disini hingga akhirnya ia bertemu sosok wanita cantik dan baik hati, Tidak ada hubungan apa-apa diantara mereka selama ini padahal Raisa berharap ia akan menjadi pelabuhan terakhir bagi Aditya nyatanya Adit tetap nyaman di hubungan pertemanan ini. Adit menganggap bahwa Raisa terlalu sempurna untuk nya apalagi gelarnya sebagai seorang doktor membuat dirinya minder.


"Maafkan aku Raisa kau itu bagaikan putri dan aku hannyalah pelayan yang mimpi bersanding denganmu”. Gumam Adit dalam hati, ia selalu saja terpanah melihat kecantikan Raisa yang begitu anggun dan menawan, ia berpikir sampai kapan mampu menyembunyikan perasaannya ini.


Setelah mereka puas berbelanja akhirnya Aditya mengantar pulang Raisa karna hari sudah semakin larut dan dingin.


🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀


Kediri, Jawa timur


Hari yang semakin larut ditambah hujan yang baru saja mengguyur membuat malam itu terasa sangat dingin. Di kediaman Haykal nampak bunda yang baru saja menunaikan ibadah sholat isya' tengah memegangi perutnya, ia merasa tiba-tiba perutnya terasa sakit yang luar biasa hingga membuat tubuhnya lemas dan jatuh tersungkur dilantai.


 


"Bbbbrrruuuukkkkk".


 


*


 


*


 


*


 


BERSAMBUNG.....


 

__ADS_1


(Halo gais, kalo kalian suka dengan novel ini jangan lupa Like, vote dan komen ya. Biar Author jadi semangat).


😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍😚😚😚😚😚😚😚😚😚😚😚😚😚😚😚


__ADS_2