
Hatinya masih ragu dengan Haykal karna menganggap jika lelaki itu hanya memanfaatkan ale untuk kepentingan pribadinya sedangkan dirinya sangat menyukai aleta dengan sepenuh hati.
Disisi lain Haykal yang baru saja tiba dirumah aleta segera memarkirkan motornya dan lekas memasuki rumah,
"Permisi,assalamualaikum".seru Haykal
"Walaikum salam,sebentar".sahut seseorang dari dalam rumah
Ceklek.. pintu terbuka
"Maaf cari siapa ya?”. Tanya wanita paruh baya yang membukakan pintu
"Maaf tante aleta nya ada?".
"Ada, kamu siapa ya?".
"Saya Haykal tante, teman sekolah aleta".
Helena pun menganggukkan kepala tanda ia mengerti dan mempersilakan Haykal masuk ke dalam namun dirinya memilih duduk dikursi teras saja.
Tak berselang lama wanita cantik yang tengah menjadi kekasihnya tersebut melangkahkan kaki mendekati Haykal dan duduk disebelah nya.
"Mengapa diluar?".
"Enggak papa, lagi pula gak enak aja kalau dilihat sama mamah kamu".
Aletapun menganggukkan kepala tanda ia setuju dan Haykal menyuruhnya duduk lebih dekat dengannya sembari bertanya hal penting apa sehingga dirinya harus menemui dia.
Didalah hati aleta ingin menyampaikan hal-hal yang ia alami tadi siang saat bertemu ketiga sahabatnya hingga bertemu Aurel didekat BAR, namun ia mengurungkan niatnya karna takut jika Haykal akan mengingat dan memikirkan kembali mantan kekasihnya itu.
"Sebenarnya tidak ada hal penting aku hanya rindu padamu”. Seru aleta asal dan tersenyum menggoda
"Apakah kau tidak kuat menahan rindumu itu sampai besok, hingga kau bilang jika itu penting Haa?” maki Haykal lembut sembari menatap tajam kearah kekasihnya
Namun aleta membalasnya dengan menggelengkan kepala tanda ia tidak setuju jika harus menahan rasa rindunya.
"Aku tidak biasa menahan rasa rindu jadi jika aku merasa rindu itu hal terberat bagiku”. Senyum aleta menggoda Haykal lagi.
"Mengapa kau nakal sekali, selalu saja membuatku khawatir".
"Apa aku menyusahkanmu?".
"Tidak, kau sangat berharga bagiku, aku mencintaimu”. Seru Haykal dibalas dengan tatapan mesra dari aleta.
jika sudah seperti itu Haykal tidak bisa menahan dirinya lagi, dirinya segara memeluk erat wanita itu dan Haykal juga mendaratkan bibirnya dipipi putih aleta namun dengan cepat ia menariknya kembali dan lekas duduk seperti semula karna mendengar suara langkah kaki mendekati mereka yang ternyata mama Helena.
Tawa di wajah aleta pun tidak bisa disembunyikan lagi, dirinya tertawa melihat ekspresi Haykal yang sangat mengemaskan ketika salah tingkah namun dibalas tatapan kesal dari wajah Haykal.
"Maaf mengganggu, mama hanya mengantar minuman dan kue untuk kalian".
"Terima kasih tan, tetapi tidak usah repot-repot seperti ini saya merasa tidak enak".
"Ahh ini bukan apa-apa kok, kamu ini teman sekolahnya aleta?".
"Iya mah, namanya Haykal dia kesini karna ada yang mau dibahas disekolah”. Jawab aleta asal
__ADS_1
"Apa kamu membuat kesalahan disekolah". Tanya mamah Helena
"Iya tante, anak tante ini banyak melakukan kesalahan disekolah makanya saya harus datang kemari untuk memarahinya”. Sahut Haykal sembari tersenyum licik
"Benarkah, apa yang dilakukan anak tante?".
"Dia berusaha mencuri perhatian wakil ketua osis hingga membuatnya jatuh hati padanya, kejam sekali dia tan".
Aletapun merasa terkejut karna ucapan Haykal yang membuatnya malu hingga sang mama mengerti maksud Haykal dan menganggukkan kepala.
"Oo jadi seperti itu, dan kamu datang kemari untuk meminta pertanggung jawaban darinya?".
"Memangnya tante tahu siapa wakil ketua osis itu?".
"Tante belum mengetahuinya sih tetapi melihat kamu datang kemari tante yakin jika wakil ketua osis itu adalah kamu”. Sekak mamah Helena yang membuat Haykal bungkam
Aleta pun tertawa melihat Haykal terpojok dan masuk ke perangkapnya sendiri diiringi senyum kecut dari Haykal tanda ia menyerah karna ulahnya sendiri hingga mama Helena pun berpamitan kepada keduanya.
🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀
disisi lain Monika yang sedang terburu-buru dijalan itu pun telah sampai ke Cafe yang telah ia sepakati dengan seseorang.
"Maaf saya telat, mengapa kau menyuruhku kemari?".
"Aku membawa perintah dari sekretaris andi untuk mu agar menandatangani berkas-berkas ini".
"Berkas apa ini?".
"Kau yang meminta uang kepada sekretaris andi bukan, dan sekarang aku membawanya”. Seru lelaki itu yang ternyata ilham tangan kanan sekretaris andi
"Jangan terburu-buru seperti itu, kau harus menandatangani berkas ini dulu sebelum membawa uang ini”. Hardik ilham namun dijawab anggukan dari Monika dan segera menandatangani berkas-berkas tersebut.
Setelah menandatanganinya mereka pun segera membubarkan diri meninggalkan tempat itu, Monika yang terlihat sangat bahagia karna mendapat uang 1 milyar itu pun pulang ke rumah dengan sangat hati-hati karna takut terampok sedangkan ilham yang baru saja keluar dari Cafe itu pun lekas menghubung i sekretaris andi.
*Misi kita berhasil*. (Pesan dari ilham).
*bagus, pantau dia terus*. (balasan dari sekretaris andi).
*tetapi bagaimana dengan tuan muda Haykal? Tadi aku melihatnya datang ke perkebunan*. (Pesan ilham)
*selama dia tidak mencampuri urusan kita biarkan saja, Anak ingusan itu mungkin hanya bermain disana*. (Pesan sekretaris andi)
*Baiklah*. (Balas ilham).
🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
Semarang, Jawa tengah
Tangisan Raisa semakin menjadi ketika ia mendengar jika perjodohannya itu sudah disetujui keluarga besarnya. Dirinya meminta Adit untuk mendatangi rumahnya malam ini juga karna dia mendapat kabar jika calon suaminya itu akan datang ke rumah untuk melihat wajah Raisa.
Adit pun kebingungan harus melakukan apa namun ia juga tidak mempunyai pilihan lain selain menuruti kemauan Raisa.
Terkadang hal konyol seperti ini harus dilakukan seorang pejuang cinta agar dia tidak kehilangan orang yang sangat ia cintai.
Segera ia berpakaian rapi dan melajukan mobilnya menuju rumah Raisa namun di tengah perjalanan ia mendapatkan telefon dari salah satu petugas perusahaan jika dia diminta untuk interviu.
__ADS_1
Hati Aditya sangat gembira mendengar berita ini dan dirinya menjadi lebih percaya diri untuk menemui keluarga Raisa lagi.
Dirinya berhenti di sebuah toko bunga dan memberi setangkai bunga mawar merah yang indah dan harum segeralah ia lajukan mobilnya kembali menuju rumah Raisa.
Dirumah Raisa ternyata keluarga calon suami Raisa sudah tiba disana ,pak Sanjaya pun sangat antusias dengan kedatangan mereka yang ternyata keluarga mereka sudah bersahabat sejak kecil maka dari itu pak Sanjaya sangat yakin untuk menikahkan anak semata wayangnya dengan sahabatnya itu.
"Aku sangat senang bertemu denganmu lagi".
"Aku juga tidak menyangka kita akan menjadi besan”. Seru lelaki paruh baya itu kepada pak Sanjaya
Mereka pun asyik bercanda hingga tiba Raisa turun dari tangga menghampiri mereka dan alangkah terkejutnya semua orang karna wajah cantik Raisa yang membuat semua terpesona.
"Masya Allah, cantik sekali anakmu San".
"Ah kamu bisa aja Bima, anak mu juga tampan".
"Kalau sudah begitu kalian sangat cocok, yang satu tampan yang satu cantik”. Sahut mamah Raisa
Kini Raisa pun mulai bersalaman dengan tamu-tamu mereka tak terkecuali calon suaminya itu namun ia cepat-cepat menarik tangannya karna enggan bersentuhan dengan lelaki itu.
Setelah lama mereka berbincang kini pada intinya keluarga pak Bima menyampaikan maksud untuk meminang Raisa dan meminta persetujuan dati pihak keluarga setuju hingga satu suara mengatakan tidak setuju.
"Maaf saya keberatan".
*
*
*
*
*Bersambung...
__ADS_1
JANGAN LUPA DUKUNG AUTHOR YA DENGAN CARA VOTE,LIKE DAN TINGGALKAN KOMENTAR😍😍😍😍