
Imelda pun menjelaskan bagaimana ia mengetahui aleta diserang dan ternyata Diandra memberi tahu jika tadi aleta dan Aurel bertengkar hingga Imelda merasa jika akan terjadi hal yang tidak diinginkan karna sifat Aurel yang temperamen itu pasti melakukan segala cara untuk melumpuhkan orang yang ia benci termasuk aleta.
Ditempat lain Haykal baru saja menyelesaikan ibadah sholat Dzuhurnya dan ia segera melangkah meninggalkan mushola menuju ruang kerjanya namun di tengah jalan ia berpapasan dengan paman andi.
"Permisi tuan muda”. Sapa paman andi
"Mengapa paman terburu-buru sekali, aku baru saja bergabung disini apakah paman tidak merindukanku?” tanya Haykal lembut namun tegas
Haykal memang sudah lama tidak kemari semenjak dia duduk dibangku SD dan baru kemarin ia menginjakkan lagi kakinya di perkebunan ini.
Kala itu paman andi masih muda dan dia sering mengajak Haykal bermain, bercerita dan bernyanyi. Kebetulan keduanya memiliki banyak kesamaan salah satunya menyukai musik hingga tak jarang dahulu mereka sangat dekat.
Mendengar kata-kata Haykal barusan membuat paman andi menghentikan langkahnya dan berbalik badan seraya membalas ucapan Haykal.
"Apa kau bercanda tuan muda, aku juga sangat merindukanmu”. Seru paman andi
"Kemarilah paman”. Seru Haykal sembari mengisyaratkan paman andi untuk memeluknya segeralah sang paman datang seraya memeluk dirinya bak seorang paman dan keponakan.
"Tak ku sangka kau secepat ini tumbuh dewasa ya”. Seru andi sembari menepuk-nepuk pelan bahu Haykal
"Ya kau memang benar paman maka dari itu aku ada disini untuk belajar menjadi seorang pemimpin".
"Ayahmu sanggatlah bekerja keras untuk mu dan juga keturunannya nanti, beliau adalah memimpin yang hebat".
"Aku tahu itu paman, dan aku juga bersumpah tidak akan membiarkan seseorang menghancurkan usaha yang telah dibangun ayahku ini"
Lagi-lagi andi mendengar kata-kata sindiran dari mulut Haykal yang membuatnya gelagapan hingga ia melamunkan apakan Haykal sudah mengerti tentang penyeludupannya di perusahaan milik ayahnya ini hingga ia putuskan untuk bergabung disini namun ia berpura pura tidak tahu menahu apa maksud ucapan Haykal tadi.
"Apa maksud mu? Apakah terjadi sesuatu dengan perkebunan ini".
"Oohhh tidak paman aku hanya mengamati jika dunia bisnis itu kejam dan harus waspada”. Seru Haykal sembari tersenyum palsu dan dibalas senyum palsu juga dari paman andi
*kau memang sudah dewasa tetapi apakah mungkin kau bisa lepas dari permainanku, dirimu dan ayahmu akan masuk ke dalam perangkapku*.batin paman andi
*perlahan namun pasti aku akan mengungkap siapa dirimu, tunggu saja dan akan ku ikuti permainanmu*.batin Haykal
Mereka pun berpisah diujung jalan karna ruangan mereka berbeda dan paman andi tiba-tiba dikejutkan dengan kedatangan seseorang yang ternyata Monika sudah menunggunya didalam ruang kerjanya.
"Ada apa kau datang kemari, sudah ku bilang jangan temui aku saat aku sedang diperkebunan,ini sangat berbahaya untukku".
"Mengapa kau cemas sekali aku hanya rindu padamu lagi pula aku melihat jika wira sedang tidak berada disini”. Seru Monika sembari bermanja dilengan andi
"Pak wira memang tidak berada disini tetapi Haykal yang menggantikannya".
Mendengar ucapan andi, Monika pun langsung membenarkan posisinya kembali seperti semula dan melotot tanda ia terkejut.
__ADS_1
"Mengapa Haykal berada disini ?".
"Sudah pergilah sebelum Haykal melihatmu berada disini".
Monika pun menganggukkan kepala tanda ia setuju dan ia buru-buru meninggalkan perkebunan itu namun tidak sengaja ia menabarak seseorang.
BRUUUKKKkkkkkkk
"Maaf nyonya saya tidak sengaja”. Seru seseorang itu yang ternyata Reno sembari membantu Monika berdiri
Monika yang tidak mengetahui siapa Reno pun langsung menganggukkan kepala tanda ia menerima maafnya dan buru-buru meninggalkan tempat itu tanpa mengucapkan sepatah kata yang membuat Reno bingung.
Sikap wanita itu yang tidak biasa membuat Reno sedikit kebingungan tetapi dirinya tidak mengenal siapa wanita yang ia tabarak tadi, ia juga berpikir jika dia adalah salah satu staf disini sehingga dirinya tidak menaruh rasa curiga dan lekas melajukan langkahnya menuju ruang kerja Haykal.
Didepan resepsionis ia memberitahu jika dirinya ingin bertemu dengan Haykal dan petugas memberitahunya untuk menunggu sebentar.
Tak lama kemudian petugas membawa Reno menuju ruang kerja Haykal dan meninggalkan mereka berdua disana.
"Wah gak nyanka gue, ternyata adik kesayangan gue setampan ini saat memakai baju kerja”. Goda Reno
"Bagaimana cocokkan aku menjadi seorang Bos”. Seru Haykal sembari tersenyum kearah Reno dan tawa mereka pun pecah saat Haykal berlagak sombong layaknya seorang pemimpin kelas atas.
"Cocok banget, apalagi kau masih muda dan memiliki wajah setampan ini pasti banyak wanita yang mengincarmu”. Seru Reno sembari menepuk bahu Haykal.
Sedangkan Haykal nampak murung karna ucapan Reno barusan membuatnya teringat pada sosok wanita yang telah menguasai hatinya dia lah aleta puspa.
Haykal pun membiarkan Reno mengecek beberapa dokumen perusahaannya sedangkan dirinya menyambar ponsel miliknya dan lekas mengirimkan pesan pada wanita cantik itu.
*sayang, kau sedang apa aku merindukanmu*.
Pesan pun terkirim menuju ponsel kekasihnya itu dan tak berselang lama wanita pujaannya itu membalas pesannya.
*aku sedang memikirkan calon suamiku, mengapa dia tidak menghubungiku padahal aku sangat merindukannya*.
Balasan manja dari aleta seakan membuat Haykal kembali bersemangat dan segera ia membalas pesannya lagi.
*percayalah sesibuk apa pun calon suamimu dia selalu menjaga hati untukmu*.
Percakapan mereka didalam ponsel pun membuat keduanya merasa berbunga bunga dan sekejap melupakan masalah yang sedang mereka hadapi hingga Reno menyadarkan Haykal dari lautan asmara.
"Kal Haykal".
"Eh iya ada apa mas Reno?".
"Lapar nih".
__ADS_1
"Pesan aja pada OB suruh bawa in makanan".
Reno pun menghela nafas panjangnya dan ia menggelengkan kepala saat melihat Haykal fokus pada ponselnya sembari senyum-senyum sendiri.
"Gini nih kalu sudah jatuh cinta kayak orang gila". Seru Reno meledek Haykal
"Apa sih rewel banget, makanya jangan ngejomblo terus buru-buru gihh cari pendamping".
Mendengar ucapan Haykal membuat Reno teringat pada Raisa dan Adit bagaimana dirinya mengatakan pada aleta jika sudah melukai kakaknya dan bagaimana menjelaskan kepada Haykal jika ia menyukai kekasihnya.
Hatinya sangat gelisah memikirkan masalahnya hingga ia tidak fokus pada dirinya sendiri, tindakan apa yang harus ia ambil untuk saat ini namun jika ia melanjutkan perjodohan ini akan melukai sahabatnya dan jika ia tidak menerimanya akan sulit baginya melupakan aleta.
Melihat Haykal bahagia di samping aleta membuatnya rapuh untuk mengatakan yang sejujurnya namun jika ia terus diam akan membuat luka hatinya semakin dalam.
Dirinya terus berdoa semoga rasa cintanya pada aleta segera terhapuskan dan ia mencoba dengan berbagi cara untuk melupakannya namun sangat sulit baginya.
Wanita sempurna itu telah menguasai hatinya dan dirinya hanya bisa pasrah dengan keadaan sembari berharap jika tidak akan ada yang terluka hanya karna cinta datang disaat yang tidak tepat.
*
*
*
*
*
__ADS_1
*BERSAMBUNG...