
Melihat wajah lucu bercampur sendu membuat Haykal tersenyum dan mengatakan semoga kau adalah tulang rusukku hingga memuat aleta yang tadinya murung berubah menjadi salah tingkah mendengarnya.
****
Lendra mulai membuka mata dan melihat sosok perempuan tertidur disamping-Nya. Perlahan tangannya menyentuh pucuk kepala wanita itu yang ternyata Diandra, hingga membuatnya terbangun.
"Lendra??? Kau sudah sadar".
"Apa yang terjadi, mengapa kau ada disini?".
Diandra pun menjelaskan semua yang terjadi pada lelaki dingin itu hingga ia juga menuduh aleta sebagai penyebabnya.
"Jangan salahkan dia, aku membantunya karna rasa kemanusiaan".
"Kau membelanya karna kau mencintainya kan?".
"Di aku memang menyukai aleta tapi itu dulu, dan setelah aku tahu jika kebahagiaan nya bersama sahabatku membuat ku sadar cinta memang tak harus memiliki".
"Lalu sekarang apa?".
"Kau benar, sangat menyakitkan berharap pada orang yang tak memiliki perasaan sama sepeti yang kita rasakan. jadi ku pikir melupakannya adalah keputusan terbaik".
Senyum Diandra pun mulai mengembang pasalnya ia mendapat lampu hijau untuk mendapatkan hati Lendra, meskipun belum tentu dengan mudah lelaki itu mampu melupakan aleta tapi ia akan berusaha untuk membantunya lupa.
"Apa kau butuh sesuatu?".
"Ya. Aku lamar".
Diandra pun dengan antusias mengambilkan nasi yang sudah diberikan oleh petugas rumah sakit dan mulai menyuapi Lendra. Suasana pagi itu membuat keduanya semakin menunjukkan kedekatan. Hati yang dahulunya jauh kini perlahan mendekat. Batu yang dulunya mengeras kini melunak. Hanya karna sebuah ketulusan mampu merubah segalanya.
"Mengapa kau ada disini, seharusnya kau ada disekolah”. Tanya Lendra sembari mengunyah makanannya
"Aleta saja mampu menghilang dari sekolah untuk menemui Haykal, mengapa aku tidak".
"Kau berbeda dengan aleta".
"Setidaknya kita sama-sama perempuan kan".
"Terserah kau saja".
Lama kelamaan hati Lendra mulai menyadari keberadaan Diandra yang selalu berusaha ada disamping-Nya, dan tanpa sadar kini Lendra mulai membuka hatinya untuk Diandra.
Tok..tokk..tokk
Pintu ruang rawat itu pun terbuka dan nampak aleta mendorong Haykal dengan menggunakan kursi roda memasuki ruangan, hingga membuat kedua orang yang ada didalam-Nya terkejut melihat Haykal telah bangun dari komanya.
__ADS_1
"Astaga, Haykal”. Serunya bersamaan seolah tak percaya melihat Haykal kembali
"Bagaimana keadaanmu len?” tanya Haykal memecah keheningan
"Baik, sudah membaik kok. gue gak percaya ini beneran elo kal?".
"Siapa lagi kalau bukan gue, berkat doa dari kalian aku mampu bertahan".
Lendra pun nampak bahagia saat sahabatnya mampu bertahan melawan maut hingga membuat suasana di ruangan itu menjadi haru. Aleta merasa tak enak hati dengan Lendra hingga ia meminta maaf padanya.
"Lendra, aku minta maaf atas semua yang terjadi padamu. ini salahku".
"Enggak Al, ini bukan salahmu. Kewajiban seorang manusia adalah membantu sesama dan apa yang menimpaku ini adalah musibah".
"Tapi len, aku yang ceroboh, harusnya aku memikirkan keselamatan kalian".
Lendra meyakinkan aleta untuk tidak menghukum dirinya sendiri karna semua yang terjadi adalah musibah hingga Haykal menggenggam tangan sang kekasih dan mengatakan kamu adalah wanita hebat.
"Meminta maaf bukanlah merendahkan harga diri, justru yang bersalah tetapi tak merasa salah itulah yang tidak punya harga diri". Seru Haykal sembari memandang aleta dan dibalas senyum dari wanita cantik itu.
Diandra yang mendengar ucapan Haykal pun merasa gemetar pasalnya ia juga bersalah karna menuduh aleta yang bukan-bukan hingga ia yang tadinya diam pun kini membuka suara.
"Maafkan aku Al karna sudah tidak percaya padamu. Aku telah salah menilai mu. Seharusnya aku tidak mudah percaya pada orang lain ". Serunya sembari berlari kearah aleta dan memeluknya.
Kedua sahabat itu pun kini sudah baikkan dan mereka berempat kini saling melempar canda dan tawa seperti dahulu.
..............
Melihat keadaan Reno membuat Airin sangat sedih karna demi menyelamatkan dirinya Reno mengorbankan seluruh hidupnya.
"Harusnya biarkan aku saja yang tertembak dari pada aku melihatmu seperti ini huhuhuhuhu”. Serunya didepan jendela ruangan Reno
Dirinya sangat menyesali perbuatan Reno hingga ia tidak menyadari seseorang dari arah belakan menepuk bahunya.
"Doakan yang terbaik untuk Reno".
Seketika ia membalikkan badan dan melihat wanita cantik memakai jas putih berada di hadapannya.
"Siapa kamu?".
"Saya Raisa teman Reno, kamu pasti Airin".
"Dari mana kau mengetahui namaku?".
"Dari aku”. Seru seseorang dari kejauhan yang ternyata Aditya.
__ADS_1
"Kakak".
Aditya pun pulang ke Kediri karna mendapat kabar dari sanga ayah jika keluarganya dalam bahaya, pak adam juga menceritakan jika Reno tertembak karna menyelamatkan Airin hingga membuat Adit menjadi khawatir dan segera pulang.
Bersamaan dengan itu Adit tak sengaja bertemu Raisa di bandara. Wanita itu sedang menjalankan tugas berkunjung ke Surabaya tetapi mendengar pernyataan Aditya tentang Reno ia putuskan untuk ikut bersama Adit mengunjungi kediri untuk melihat keadaan Reno.
Sesampainya di kediri Adit dan Raisa menuju rumah sakit dimana Reno dirawat dan mendapati Airin menangis didepan ruangan Reno.
...................
Di kediaman Aurel nampak Monika baru saja tiba dirumah-Nya setelah satu minggu lebih ia tidak kembali. Mendapati sang mama pulang Aurel pun langsung berlari menghampiri wanita paruh baya itu tetapi anehnya ia melihat Monika sedang mengemasi barang-barangnya.
"Mah mamah mau ke mana?".
"Sudah diamlah, jangan ganggu mama".
"Aku khawatir sama mama, selama ini mama dimana dan tinggal bersama siapa?".
"pergilah rel, aku sedang tidak ingin berbicara dengan siapa pun".
"Oke tapi setidaknya jawab pertanyaanku setelah itu aku akan pergi. Mengapa aleta mencarimu mah? Apa yang sebenarnya terjadi".
Mendengar pertanyaan dari anaknya membuat Monika menatap kearah Aurel sembari bertanya apa mereka datang kemari dan apa yang mereka katakan namun Aurel menjawabnya justru ia tidak mengerti apa maksud dari ucapan Monika hingga ia terus menanyakan jawabannya.
Dari luar cika tiba-tiba datang dan membantu Monika mengemasi barangnya. Situasi tersebut membuat Aurel semakin tidak mengerti.
"Apa hanya aku yang tidak mengerti tentang semua ini, apa yang kalian rahasiakan dariku. Cika aku".
"Kau tidak akan pernah mengerti rel, sekalipun kau tahu mungkin sudah terlambat". Seru cika pada Aurel hingga berlalu pergi
Tiba-tiba tangan Monika dihentikan oleh suaminya dan mengatakan jika jangan pergi meninggalkan rumah lagi tetapi Monika justru mendorong suaminya dan mengatakan jika ia akan mengurus tentang perpisahannya.
Pernyataan Monika membuat Aurel dan papanya terkejut mendengarnya, tanpa tahu sebab nya mereka terkena imbasnya. Papa Aurel pun tiba-tiba terjatuh sembari memegangi dadanya yang mendadak sesak hingga membuat Aurel menangis dan berteriak memohon pada sang mama untuk menolong papanya namun Monika tetap melajukan mobilnya dan tak memedulikan mereka.
*
*
*
*
__ADS_1
*BERSAMBUNG....