
“Iya, papa melaporkan pengkroyokan terhadap kak aleta dan temannya itu ke polisi, jadi mereka harus mencari bukti. Papa juga turun tangan tentang hal ini".
Deg.
"Oh. Iya semoga cepat ketemu". Seru Monika sembari tersenyum kecut
****
Sore itu mama Helena sangat kebingungan mencari keberadaan anak bungsunya. Pasalnya dia hanya mengatakan jika ingin keluar sebentar tetapi sampai senja hampir menghilang dia belum juga kembali.
"Mama lagi cari siapa?". Tanya aleta yang baru saja sampai dirumah
"Kak!!! lihat adik gak? Tadi pamitnya keluar sebentar tapi sampai sore gini belum kembali. Mama takut terjadi apa-apa dengan dia".
"Dengan siapa keluarnya mah?".
"Katanya sih sama mas Reno, terus mama coba hubungi Reno gak diangkat".
"Apa???".seru aleta dengan nada meninggi.
Aleta pun merasa terkejut mendengar ucapan sang mama, pasalnya Reno seharian ini berada dirumah sakit bersamanya. Dia berpikir jika ada yang tidak beres disini dan aleta pun segera keluar untuk mencari adiknya.
"aku akan mencarinya, mamah jangan kawatir”. Serunya sembari berlalu pergi.
.......................
Ditempat lain Monika membawa Airin jauh dari rumah. ia tahu jika dia membawa gadis itu ke rumah, Aurel dan suaminya pasti tidak setuju hingga ia membawa Airin ke tempat terpencil dipinggir hutan.
Bukan cuma Monika dan Airin, ia juga meminta bantuan pada andi untuk mengirimkan beberapa anak buahnya untuk berjaga. Kini Airin mulai merasakan hal yang tak masuk akal disini.
"Ada apa sayang?".
"Dimana keluarga tante, dari tadi aku tidak melihatnya?".
"Oohhh kita menginap disini dulu ya, karna rumah tante jauh kita istirahat disini dulu".
"Ini tempat apa sih tan kok sepi banget. tidak ada rumah selain ini, apa tante tidak mempunyai tetangga?".
Monika sangat kesal pada Airin karna terus saja bertanya namun ia mengabaikan pertanyaannya. Monika justru memilih untuk pergi keluar kamar dan menerima panggilan dari ponselnya.
"Hallo sayang ada apa?".
"Gimana anak itu bersamamu".
"Tidak, aku membawa adiknya".
"Bodoh, kenapa kau membawa adiknya. Yang ku butuh kan aleta bukan adiknya".
"Dengar dulu ini gak seperti yang kau pikirkan, aleta susah sekali untuk ditipu jangankan diajak pergi diajak ngomong saja aku kualahan".
"Percuma dong aku suruh anak buahku menghajar Haykal, agar tidak menolong aleta dan kalian masih tidak sanggup menculiknya".
__ADS_1
"kenapa kamu selalu marah-marah padaku. Haykal sekarang kritis dan sebentar lagi mungkin akan mati, sedangkan aleta dia ada yang menolong saat kita sudah berhasil mengepungnya".
Priiiiiaaaangggg
Vas bunga yang ada di meja pun terjatuh hingga membuat Monika membalikkan badan dan melihat Airin berada disana.
Airin sangat terkejut karna mengetahui siapa Monika sebenarnya. Dirinya tidak menyangka jika Monika adalah dalang dibalik semua ini dan dia juga memarahi Monika karna ia sangat kecewa. Bukannya meminta maaf Monika justru mendorong tubuh Airin dan melampiaskan kekesalannya pada gadis remaja itu.
"Ini semua karna kakakmu, dia sumber dari semua masalah. Aku berjanji akan menghabisinya".
"Kau jahat Monika, yang kakakku katakan itu benar kau orang yang licik".
Plllaaaaakkkkkkkk
Monika pun menampar pipi Airin dengan sangat keras hingga darah mengalir dari ujung bibir gadis remaja itu.
sedangkan Airin hanya bisa menangis saat anak buah Monika mengikat tangan dan kakinya dengan sebuah tali. Hatinya sangat sakit atas perlakuan Monika itu di tambah rasa penyesalan karna ia tidak mendengarkan ucapan sang kakak".
"Kak maaf in aku, aku salah menilaimu. Kau menyayangiku, Monika jahat. Tolong aku”. Batinya dalam tangisan
Airin hanya bisa pasrah dengan keadaan dan mencoba berdamai dengan hati nya. Perlahan penyakit Airin mulai kambuh karna ia lupa tidak meminum obat tetapi ia membawanya disaku jaket.
Tangannya berusaha keras meraih obat itu dari jaketnya namun ketika ia mendapatkan obat itu, Monika merebutnya dan mengatakan jika ia tidak bisa membunuh aleta setidaknya ia dapat membunuh salah satu keluarganya.
Ancaman itu seakan membuat Airin merasa ketakutan ia terus saja berteriak meminta pertolongan namun Monika yang risih dengan teriakan gadis remaja itu membuatnya menyiram Airin dengan segelas air.
Byuuuuuurrrrrrrr
"Aku yakin kak ale pasti menemukanku huhuhuhuhuuhuh”. Serunya
"Hahahahahahaha. Oke kita lihat saja nanti jika aleta datang kesini berarti ia menyerahkan nyawanya sendiri Hahahahh".
Tawa Monika itu membuat sakit hati Airin, namun gadis remaja itu tidak mampu membalas ucapannya ia hanya bisa menangis disudut ruangan
......................
Dirumah sakit, Lendra merasa bosan duduk diruang tunggu dan akhir nya ia memilih berjalan jalan keliling rumah sakit.
Tuuuuttttt. Tuuuuuut...Tuuuuttttt
"Hallo, ada apa sih".
"Ketus banget, assalamualaikum gitu kek".
"Walaikum salam".
"Hehehehe, kamu tadi gak masuk kenapa len?".
"Kepo banget, ada urusan".
Diandra pun memanyunkan bibirnya ketika dijawab ketus oleh Lendra, namun ia tidak menyerah untuk mendekati lelaki dingin itu hingga ia bercerita tentang seharian ini disekolah.
__ADS_1
"Gak seru banget len, kamu gak ada disekolah dan aleta tiba-tiba menghilang. Duuhhh bete".
"Emangnya ale ke mana?”. Tanya Lendra pura-pura padalah ia tahu jika aleta berada dirumah sakit.
Namun Diandra sangat antusias menceritakan tentang sikap aleta yang misterius hingga tiba-tiba Lendra tak sengaja menabrak seseorang.
BRUUUKKKkkkkkkk
"Aduuuhhhhhh".
"Aduuhhh maaf, kamu?”. Seru Lendra yang tak sengaja menabrak Aurel yang sedang berjalan dilorong dan langsung mengakhiri panggilan Diandra.
"Lendra, ngapain loh ada disini?".
"Harusnya gue yang nannya, ngapain malam-malam loh ada disini".
Aurel pun terdiam ia tak mampu membalas ucapan Lendra, pasalnya ia baru saja memeriksakan dirinya ke poli kandungan karna merasa beberapa hari ini mual. Lendra hanya memandang Aurel dengan tatapan penuh tanda tanya namun ia tak sengaja melihat buku KIA berada wanita itu.
"itu apa?".
"Ahh apa sih, ini punya kakak gue. Udah ya aku duluan”. Jawabnya asal sembari berlari menjauhi Lendra.
Lelaki dingin itu merasa gerak gerik Aurel sangat mencurigakan tetapi ia belum menyadari buku KIA yang berada ditangan Aurel itu maksudnya apa hingga suara telefon berdering lagi dan Lendra memarahi seseorang yang menelefon itu karna dianggap jika dia adalah Diandra.
"Apa?? ini aleta ya, sory".
"Iya gapapa, mas Reno masih ada disana?".
"Iya, ada apa Al?".
Aleta pun menceritakan pada Lendra untuk menyampaikan berita bahwa Airin hilang dan Lendra pun segera berlari menghampiri Reno usai menutup panggilannya.
Dirinya memang belum pernah bertemu dengan Airin namun karna dia adalah adik dari wanita yang ia sukai, maka Lendra juga ikut panik dan menawarkan diri untuk ikut mencari Airin bersama Reno.
Reno dan Lendra pun berpamitan dengan bunda juga bara untuk pulang dulu karna ada kepentingan. mereka segera melangkah menuju tempat yang aleta sebutkan.
*
*
*
*
*BERSAMBUNG
nb: BUKU KIA ITU ADALAH BUKU (KESEHATAN IBU DAN ANAK).
__ADS_1