
Semarang, Jawa tengah
Adit yang semalaman tidak bisa tidur karna memikirkan nasib nya esok hari, dirinya tidak menyangka secepat ini mereka akan menikah namun disisi lain hati masih ragu akan keputusannya itu.
Dirinya belum memiliki pekerjaan bagaimana nanti ia menafkahi Raisa sedangkan Raisa sudah bekerja dirumah sakit sebagai seorang dokter hingga sang papa menghampirinya.
"Ada apa dit?".
"Gini pah Adit ragu dengan keputusan Adit".
"Kenapa? Bukannya ini kemauanmu".
"Adit memang menyukainya pah sudah dua tahun terakhir namun jika melanjutkan ke jengang pernikahan Adit belum siap pah,adit kan belum kerja".
"Untuk itu kita bicarakan nanti ya setelah pulang dari sana dan keputusan mereka seperti apa".
"Iya pah nanti kita ke sana jam berapa pah".
"Nunggu mamah mu datang, Baru kita berangkat".
"Apa? Mama kemari".
Pak adam pun mulai menjelaskan kepada anak sulungnya bagaimana kepanikan sang mama mendengar berita mengenai dirinya yang membuat wanita paruh baya itu lepas landas menuju kota Semarang.
🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀
Ditempat lain tampak kepala sekolah telah memberikan sambutan tanda acara "BERBAGI ILMU" sudah dimulai. Semua siswa sudah sangat antusias dengan narasumber yang berasal dari kota BLITAR ini, tak lama kemudian beliau naik ke atas panggung untuk memberikan motivasi serta wacana bagaimana dirinya sukses mengapai cita citanya.
Berbagai tips beliau sampaikan dengan detail berharap para siswa mengikuti jejaknya. Ketika memasuki sesi tanya jawab para siswa pun mulai mengangkat tangan ingin bertanya kepada NARASUMBER yang katanya masih muda, tampan dan masih singgel.
Virgo Adiputra, dia lah pengusaha muda yang menjadi idola di setiap kaum wanita. Bagaimana tidak sudah memiliki wajah yang rupawan beliau juga seorang pebisnis terkenal di kota BLITAR hingga memiliki banyak cabang dan kekayaannya tidak habis tuju turunan.
"Pak bagaimana awal bapak merintis bisnis bapak?".
"Apakah bapak pernah mengalami kegagalan".
"Faktor apa yang membuat bapak memilih bisnis ini?".
Berbagai pertanyaan pun dilontarkan satu persatu siswa, mereka sangat antusias untuk bertanya dan dengan ramah pak Virgo menjawab semua pertanyaan dari mereka hingga seseorang bertanya mengenai privasi dari pak Virgo.
"Pak saya fany,bolehkan sayang bertanya tentang sisi lain pak Virgo?".
"Sisi lain maksudnya?".
"Begini pak, semua orang pasti memiliki dukungan di belakang kita nah saya mau tanya apa kah bapak sudah memiliki pasangan?". tanya Fany pada pak Virgo
Pertanyaan Fany itu seakan membuat semua siswa yang berada didalam Aula tertawa tak henti, mereka berpikir itu hannyalah alasan Fany karna sesungguhnya Fany bertanya seperti itu hanya untuk mendapatkan perhatian dari pak Virgo.
"Ada-ada aja pertanyaan kamu fani".
"Bilang aja kalau suka".
"Cie Fany".
"Malu atuh fan".
Ejekan demi ejekan mereka semua lontarkan kepada Fany hingga pak Virgo menghentikan kehebohan tersebut.
"Sudah kasihan Fany, perlu saya jelaskan memang benar apa yang dikatakan Fany semua orang pasti memiliki dukungan di belakang seperti halnya saya, mamah saya adalah orang nomor satu yang selalu memberikan saya nasehat, arahan dan juga petunjuk namun jika untuk pengisi hati atau biasa disebut pasangan saya belum memilikinya”. Seru pak Virgo yang membuat Fany kembali tersenyum.
__ADS_1
Dirinya masih memiliki harapan untuk bisa dekat dengan pengusaha muda yang kaya raya itu.Pak Virgo yang melihat semua siswa dari atas panggung nampak antusias dengan jawabannya itu merasa senang namun ada satu orang yang mencuri perhatiannya. Salah satu siswa mengusik pandangan pak Virgo hingga ia berdiri dan menunjuk siswa yang duduk di tengah itu.
"Saya pak?".
"Iya kamu,kemarilah".seru pak Virgo
siswa itu pun lekas menaiki panggung dan berdiri di hadapan pak Virgo, alangkah terkejutnya pak Virgo melihat kecantikan dari salah satu siswa disekolah ini.
Nama kamu siapa?”. Tanya pak Virgo
"Aleta”. Jawabnya singkat
"Oke aleta, dari sekian siswa yang saya lihat hanya kamu yang tidak bertanya kepada saya, mengapa?".
"Karna tidak ada yang saya ingin tanyakan”. Jawabnya santai diiringi tatapan aneh dari semua orang
"Kalau begitu biar saya yang bertanya, boleh?".
"Silakan".
"apa rencana kamu setelah lulus dari sekolah ini?".
"Seperti yang lainnya, rencana semua orang setelah lulus sekolah tidak jauh berbeda ada yang mengapai cita cita nya dengan melanjutkan kuliah terlebih dahulu, ada yang langsung bekerja dan ada pula yang ingin berwirausaha seperti bapak, namun rencana saya saat ini adalah menghadapi yang ada didepan mata dan berangan angan terlalu jauh itu hanya akan membebani diri sendiri". Jelas aleta
tepukan tangan dari semua orang mengarah pada aleta termasuk pak Virgo, mereka sangat kagum dengan ucapan aleta yang mampu sejajar dengan pak Virgo, tutur kata yang tepat dan nada yang lantang membuat ucapan aleta itu menjadi jawaban yang sangat tepat untuk memotivasi anak-anak muda.
"Saya bangga padamu,” ucap pak Virgo tersenyum kearah aleta dan dibalas senyum juga oleh dirinya.
Sedangkan cika Nindi dan Fany sibuk menggunjing aleta, dirinya tidak terima jika aleta sangat dibanggakan oleh sekolah apalagi pak Virgo.
"Biasa aja menurutku jawabannya".
"Lebay aja mereka terlalu memuji tuan putri".
Gunjingan dari mereka bertiga terhadap aleta diiringi penutupan dari acara tersebut.
Semua siswa pun mulai berhamburan keluar meninggalkan ruang aula ada yang berlari dan ada juga yang berdesak desakan. Aleta berjalan disisi paling kiri bersama ketiga sahabatnya melalui lorong panjang namun di tengah jalan tali sepatu aleta terlepas hingga membuatnya mengikat terlebih dahulu tapi sepatunya namun ketiga sahabatnya yang terlalu asyik bercanda itu tidak menyadari jika aleta tertinggal.
Aleta dengan santai mengikat tali sepatunya hingga seseorang berdiri di hadapan aleta,segeralah wanita cantik itu berdiri dan memberi hormat.
"Pak virgo,ada apa pak?".
"Tidak ada, kamu lagi apa?".
"Ini tali sepatu saya tadi terlepas jadi saya mengikatnya lebih dulu".
Sikap pak Virgo ini sangat aneh bagi aleta, dirinya menyadari ada hal yang tidak beres disini hingga ia memutuskan untuk pamit dari hadapan pak Virgo namun dihentikan oleh tangan pak Virgo,
"Tunggu sebentar Al”. Seru pak Virgo sembari menahan tangan aleta namun dengan cepat wanita cantik itu melepaskan tangannya.
"Jangan seperti ini pak tolong".
"Maaf saya tidak sengaja".
"Saya harus ke kelas pak permisi”. Seru aleta berlari menjauhi pak Virgo. Dirinya merasa merinding didekati pak Virgo segaralah ia berlari cepat untuk menjauh namun seseorang menarik tangan aleta dan menutup mulut ale dari belakang.
Aletapun terkejut dirinya berteriak meminta tolong namun suaranya tidak terdengar karna mulutnya terbungkam, dirinya memberontak ingin melepaskan diri dari sana namun seseorang itu lebih kuat dari tenaga aleta hingga ia dibawa ke sebuah ruang kecil dipinggir lorong.
"Diamlah”. Bisik seseorang itu
__ADS_1
Ale yang merasa dirinya terancam itu pun segera menggigit tangan seseorang itu hingga orang itu melepaskan tangannya dan merintih kesakitan.
"Awww, sakit”. Seru seseorang itu dan diiringi tatapan ale terkejut melihat orang yang baru saja membungkam mulutnya.
"Haykal?” seru ale terkejut
"Mengapa kau menggigitku".
"Itu salah mu mengapa kau berbuat seperti penjahat aku jadi takut dan refleks menggigitmu”. Seru aleta sembari meraih tangan Haykal dan lekas mengusap usap di bagian yang sakit.
*
*
*
*
*
*
#BERSAMBUNG.
buat kalian yang suka dengan novel "CINTA UNTUK HAYKAL”. Jangan lupa tinggalkan komentar ya biar Author tahu apa perasaan kalian setelah membaca karya Author ini 😍😍😍
__ADS_1