CINTA UNTUK HAYKAL

CINTA UNTUK HAYKAL
EPISODE 94- MEMIKIRKAN JALAN KELUAR


__ADS_3

Ucapan pak adam barusan membuat pak wira bingung pasalnya Haykal telah melukai hati anaknya tetapi sang papa mengatakan jika Haykal adalah anak yang baik hingga berpikir ada apa dengan pak adam sampai mampu mengucapkan hal itu dan seberapa jauh ia mengenal sang anak.


***


Malam itu Haykal sudah berpenampilan rapi dan segera berpamitan pada sang bunda untuk keluar sebentar namun langkahnya dihentikan oleh sang ayah sembari mengatakan agar dia tetap berada dirumah.


"Sebentar saja yah!!!".


"Sebenarnya kamu mau ke mana sih kal??". Tanya bunda


"Mau jenguk aleta sebentar bun, tadi katanya masuk rumah sakit".


Mendengar ucapan Haykal membuat pak wira tersulut emosi pasalnya lelaki itu sangat berani menemui wanita lain disaat ia terjebak dalam suatu masalah karna telah menghamili seorang wanita hingga pak wira membentak Haykal.


Lelaki tampan itu mencoba membela diri dengan berusaha menjelaskan kesalah pahaman ini namun sang ayah justru menganggap jika Haykal mencoba lari dari tanggung jawab.


"masalah itu harus dihadapi bukan dihindari. Lelaki itu yang dipegang bukan janji tapi pembuktian. Jika kamu masih terlibat suatu masalah jangan temui orang baru, selesaikan dulu agar tidak mendapat masalah baru. Kau tahu, ayah membenci lelaki pengecut."


Ucapan sang ayah membuat Haykal terduduk lemas di sofa dan lelaki tampan itu mulai mencermati seruan sang ayah, pasalnya memang benar dia tidak bisa seperti ini terus Haykal harus mencari jalan keluar dari kesalah pahaman ini dan ia harus membersihkan nama baiknya. sementara ia harus menahan diri untuk tidak bertemu aleta secara langsung takutnya akan membuat aleta masuk dalam masalahnya. Segera ia mengeluarkan ponsel untuk mengirim pesan pada sang kekasih.


*Sayang!!! Maaf atas kejadian tadi pagi. jangan khawatir aku baik-baik saja dan aku masih berusaha mencari jalan keluar dari masalah yang sedang ku hadapi ini jadi sementara waktu kita tidak bisa bertemu. Aku harap kamu mengerti dan jaga kesehatanmu. I LOVE YOU".


Thiiiingg...!!!!!!!!


Pesan mesra itu pun telah terkirim pada sang kekasih dan berharap semoga aleta lekas membalas pesan itu namun lama Haykal menunggu wanita cantik itu tak kunjung membalas pesannya.


Dari luar rumah terdengar suara ketukan pintu hingga sang bunda datang membukakannya. Ternyata itu dari Reno yang tadi berjanji akan membantu Haykal, segeralah ia bertanya dimana keberadaan lelaki yang sudah ia anggap sebagai adik kandungnya sendiri.


"Hay kal".


"Hemm".


"Lemes banget. Semangat dong"


"Gimana keadaan ale mas?".


"Belum juga duduk, tawari minum dulu kek atau apa gitu. Ini mah nanyain aleta”. Protes Reno pada Haykal namun lelaki tampan itu membalasnya dengan melempari bantal sofa kearah Reno.

__ADS_1


Reno pun terkekeh melihat tingkah Haykal yang kesal pada dirinya dan ia memberitahu jika aleta sudah dibawa pulang ke rumah, namun ia juga bertanya mengapa masalah itu bisa tersebar. Haykal sendiri pun juga tidak mengetahuinya tetapi wanita licik itu berhasil menghancurkan hidupnya.


Curahan hati Haykal itu membuat Reno larut dalam masalahnya hingga ia menyarankan agar Aurel tes DNA untuk mengetahui siapa ayah dari bayi itu namun Haykal sedikit tidak yakin , apakah mau Aurel melakukan hal itu pasalnya dia juga sangat licik seperti sang mama.


"Tidak ada salahnya kan kita mencoba membujuknya".


"Tapi sampai kapan?? Besok ayah mengajak ku untuk melamar Aurel. Kita tidak punya banyak waktu".


"Mampus deh".


Dengan menarik nafas Reno mengatakan pasti kita bisa hingga ia meminta bantuan pada Lendra dan bara untuk menjalankan misi ini. Keheningan pun sempat terjadi diantara keduanya karna sama-sama memikirkan jalan keluar dari masalah Haykal hingga suara ponsel berbunyi tanda pesan masuk segeralah ia membukannya.


*Iya sayang, aku mengerti!!!! Aku yakin kita bisa melewati ini semua. Kamu orang hebat. Kamu orang baik. kamu orang yang sangat kuat. Aku percaya padamu. I LOVE YOU TOO*.


Notif dari sang kekasih itu membuat Haykal tersenyum simpul sembari memandang kearah ponselnya dan segera ia membalas pesan itu.


*Katanya kamu sakit, gimana keadaannya sekarang?*.


Tinggg..!!!!


*alhamdulillah sudah membaik, kamu jangan khawatir*.


*Enggak!!! Aku wanita kuat kok. Dan wanita yang selalu berada di samping kamu. Susah maupun senang*.


Haykal tetap fokus pada ponselnya hingga Reno berdehem karna merasa kesal terus di cuekin oleh lelaki tampan itu dan ia mengakhiri pesannya sembari meletakan ponsel miliknya diatas meja.


Haykal pun berterima kasih pada Reno atas kesediaannya membantu masalahnya hingga lelaki itu berpamitan untuk pulang.


Disisi lain aleta juga tersenyum simpul melihat kearah ponsel hingga ketokan pintu membuyarkan lamunannya.


Tok. Tok...tok..


"Aleta, ada tamu".


"Siapa mah".


"Pak Virgo".

__ADS_1


*astaga, itu orang lagi. Maunya apa coba*.batin aleta sembari berjalan menuju ruang tamu.


Tiba diruang tamu ia melihat pak Virgo sedang bercengkerama dengan sang papa dan kedatangan aleta membayarkan percakapan mereka.


"Eh pak Virgo, ada apa?".


"Loh kamu kok gitu sih Al, pak Virgo ini datang untuk menjenguk kamu". Jelas sang papa


"Tadi kan udah nganterin pulang, kok sekarang udah disini lagi”. Seru aleta dengan polosnya


"Ale". Bentak sang papa


"Iya pah maaf".


"Enggak papa kok om. kamu benar Al tadi saya sudah nganterin kamu, tapi tetap saja saya masih merasa kawatir dengan keadaan kamu" seru pak Virgo sembari memandang aleta dan dibalas senyum malas dari wajahnya.


"Papa tinggal dulu ya".


Pak adam pun berpamitan pergi namun tidak meninggalkan mereka ia memilih untuk mengawasi keduanya dari kejauhan pasalnya tampak di wajah sang anak jika wanita cantik itu tidak suka dengan kedatangan pak Virgo.


Aleta pun duduk berseberangan dengan pak Virgo hingga lelaki itu menanyakan keadaannya dan aleta menjawab jika diri sudah membaik. Pak Virgo juga memperingati aleta untuk tidak terlalu stres memikirkan masalah Haykal karna lelaki seperti itu tidak pantas untuk kamu tangisi.


Mendengar ucapan pak Virgo membuat aleta menengok kearahnya sembari memandang degan tajam dan mengatakan jika pak Virgo tidak perlu mencampuri urusan pribadinya hingga ia mengatakan jika dirinya tengah mengantuk.


Pak Virgo pun menyadari jika aleta sedang kesal padanya hingga ia berpamitan pulang pada kedua orang tua ale sembari mengatakan jika terjadi sesuatu pada aleta tidak usah sungkan menghubunginya.


"Terima kasih nak Virgo. Kamu memang lelaki yang baik". Puji mama Helena


Ucapan mama aleta pun membuat pak Virgo semakin besar kepala hingga ia berlalu dengan perasaan gembira, menurutnya ini adalah awal yang baik untuk mendekati wanita pujaan hatinya.


Malam itu aleta tutup dengan ibadah sholat isya dan berdoa semoga masalah yang ia juga Haykal hadapi segera menemukan jalan keluar hingga di akhir kalimat ia mengucapkan kata amin sembari menangkupkan kedua telapak tangannya ke wajah dan bersujud.


Titik terlemah suatu hamba terdapat ketika ia tidak mampu lagi berbuat apa pun saat bertubi tubi masalah menghampirinya dan satu hal yang harus mereka ketahui disitulah Allah SWT merindukan hambanya untuk bersujud dan melihatnya meminta pertolongan.


*


*

__ADS_1


*


*BERSAMBUNG


__ADS_2