
Dengan terpaksa mereka pun mendorong motor itu di bawah hujan yang begitu deras. Malam pun semakin larut tetapi mereka belum juga bisa menyalakan motor hingga mereka menemukan sebuah penginapan diujung jalan.
Apa???, tinggal satu kamar".
"Ya".
"maaf sebelumnya tetapi saya tidak melihat ada orang lain disini selain kita?".
"Semua kamar sudah dipesan, jadi bagaimana mau tidak?".
"tidak!!!, kita cari penginapan tempat lain saja".seru aleta
"Silakan, semoga kalian menemukannya. lagi pula ini sudah hampir larut malam dan hujan begitu deras. Saya tidak akan menjamin jika kalian kembali kesini kamar itu masih kosong".
ucapan resepsionis itu sangat membuat aleta kesal pasalnya ia tidak ingin satu kamar dengan Haykal namun apa boleh buat mereka terpaksa menyetujui untuk mengambil kamar itu dari pada harus tidur diluar hingga keduannya sampai dikamar ya sudah ia pesan.
Ceklek..
Pintu pun terbukan alangkah terkejutnya mereka melihat keindahan kamar yang menyuguhkan suasana romantis dan terkesan mewah seperti sepasang suami istri yang sedang honeymoon hingga membuat keduanya saling memandang dengan penuh tanda tanya.
"Astaga". Seru aleta tak percaya dengan apa yang ia lihat
"Sudah ayo. Masuklah dan bersihkan dirimu".
Haykal menyuruh sang kekasih untuk mandi dan membersikan diri karna tadi mereka basah kuyup hingga ia menunggu aleta selesai dan bergantian. Malam itu karna baju aleta basah ia tidur mengunakan piyama kimono yang disediakan oleh pihak penginapan dan Haykal pun memakai baju sama dengan yang aleta gunakan.
Lelaki tampan itu menyuruh aleta duduk ditepi ranjang dan membantunya mengeringkan rambut karna tidak baik tidur dalam kondisi rambut basah ucapanya hingga sang kekasih menganggukkan kepala tanda mengerti.
"Mengapa kau melakukan ini, memanjakanku seperti kucing peliharaanmu".
"Akan ku lakukan apapun untuk wanita yang sangat aku cintai. Memanjakanmu adalah candu untukku".
__ADS_1
Mendengar ucapan Haykal membuat aleta tersipu malu dan salah tingkah hingga selesai mengeringkan rambut, mereka beranjak tidur namun keduanya merasa bingung karna kamar itu hanya ada satu ranjang.
"Kamu tidur dibawah gih". Seru aleta sembari memberi Haykal bantal
"Enggak ahh,dingin".
"Terus kita mau tidur bersama??? jangan bercanda deh kamu".
"Pikiran kamu aja yang kotor".
Aleta merasa kesal dengan ucapan haykal yang menuduhnya berpikir macam-macam padanya hingga lelaki tampan itu menaruh guling ditengah mereka sebagai pembatas diantara keduanya.
"Sekarang kamu tidur!!! esok pagi kita akan kembali".
"Hemm..selamat tidur Haykal". Seru aleta dengan antusias dan mulai memejamkan mata.
Sedangkan Haykal hanya terdiam melihat aleta sudah memejamkan mata. Perlahan ia mengeser guling pembatas dan menatap tajam kearah wajah sang kekasih, kegalauan pun mulai melanda hatinya saat mengingat tiga hari lagi ia harus menikah dan meninggalkan wanita yang berada dihadapannya saat ini.
Keheningan pun terjadi dan lelaki tampan itu tiba-tiba mencium kening aleta hingga mengucapkan kata selamat malam sayang,semoga kamu selalu bahagia. Perlahan aleta membuka matanya dan mendapati mata haykal berkaca kaca setelah mengucapkan kalimat itu.
"Rupanya kau belum tidur ya".
Haykal masih berusaha menyembunyikan kebenaran tentang hidupnya ia tidak sanggup melihat wanita cantik itu menangis jika dirinya berkata jujur dan memutuskan untuk mengalihkan pembicaraan hingga membuat sang kekasih berani mencium ujung bibir haykal.
Sontak saja haykal merasa terkejut tetapi sedikit merasa lega karna aleta tidak memperpanjang perdebatannya hingga ia mencium kembali kening aleta. Wanita cantik itu merasakan hal yang sangat berbeda dari diri haykal saat ini namun ia tidak berani bertanya hingga memutuskan untuk diam. Perlahan tangan aleta menyentuh pipi haykal sembari mengatakan jika ia sangat mencintai sang kekasih dan tiba-tiba Haykal menahan tangan aleta disana.
Haykal semakin mendekatkan wajahnya ke wajah aleta dan mulai mencium bibirnya dengan sangat mesra diiringi sorot mata wanita cantik itu membulat sempurna karna merasa terkejut dengan ciuman itu. Perlahan namun pasti ciuman itu semakin dalam hingga membuat keduannya merasakan kenikmatan dan tanpa sadar mulai ******* bibir lembut aleta diiringi pergerakan tangan yang mulai meraba kepunggung aleta.
Tidak sampai disitu Haykal mulai mencium bagian leher sang kekasih diiringi deshan dari aleta yang mulai muncul karna rangsangan yang haykal ciptakan.
"Haykal..!!!!"
__ADS_1
"Hemm".
Lelaki itu tidak memedulikan reaksi aleta dan masih bermain di area leher jenjang milik sang ke kasih hingga menciptakan sebuah tanda bukti cinta disana. Perlahan tangan Haykal mulai membuka setengah piyama yang aleta gunakan namun tangan wanita cantik itu menghentikanya tetapi haykal justru menepisnya.
"Haykal..!!!"
"Hemm.."
Kata itu kembali aleta ucapkan dengan nada rendah seakan ia menahan ******* yang begitu hebatnya membuat dirinya berat mengatakan sesuatu hingga ia mengumpulkan kekuantan untuk mengatakan jangan lalukan itu, ku mohon Haykal.
Mata Haykal sempat melirik tajam kearah aleta dan mereka saling beradu padang hingga akhirnya haykal menutup kembali piyama sang kekasih dan merebahkan tubuhnya kembali pada posisi semula. Perasaan campur aduk sedang menguasai jiwa haykal hingga ia tidak mampu mengatakan apa pun lagi, rasa kesal karna permainanya terhenti begitu saja hingga rasa bersalahnya karna telah memulai permainan itu pun menyelimuti hati lelaki tampan itu hingga membuat aleta merasa serba salah.
"Maaf kal".
"Hemm, aku mandi dulu!!!". Ucapnya sembari berlalu
"Bukannya tadi sudah mandi ya". Sahut aleta dengan polosnya
"Aku hanya ingin mendinginkan tubuhku, tidurlah hari sudah larut nanti aku menyusul".
Seruan Haykal membuat aleta semakin dirundung rasa bersalah tetapi ia tidak bisa melakukan hal itu hingga ia putuskan untuk memejamkan mata namun tidak bisa terpejam karna ia menunggu haykal kembali. Setelah lelaki tampan itu keluar dari kamar mandi ia melihat aleta belum juga terlelap hingga ia menghampiri wanita cantik itu dan bertanya.
"Mengapa belum tidur?".
"Ini juga mau tidur". Serunya sembari tersenyum kikuk tetapi dibalas senyum simpul dari Haykal. Pasalnya ia juga merasakan apa yang tengah aleta rasakan hingga ia menyuruh sang kekasih tidur dipeluaknnya agar merasa lebih tenang.
Malam itu ditutup dengan sepasang kekasih yang merasa canggung dengan pasangannya sendiri karna baru saja menolak keinginan dari hasrat terpendamnya dan mereka terlelap bersama hingga sang fajar tiba.
*
*
__ADS_1
*
*BERSAMBUNG..