
Seminggu pun telah berlalu kini semuanya pun menjadi lebih baik dari sebelumnya sedangkan ayah Haykal tetap menjalani aktivitas rutinnya walaupun masih dalam pemulihan.
Disekolah nampak aleta sangat antusias menunggu jam istirahat tiba karna ia membuatkan bekal makan siang untuk kekasihnya. Hatinya pun tidak sabar mendengar suara bel dan ketiga sahabatnya itu bertanya mengapa sikap aleta hari ini sangat berbeda, namun wanita cantik itu menggelengkan kepala tanda ia baik-baik saja sembari menceritakan hal apa yang tengah ia tunggu hingga disambut anggukan dari mereka.
Jam kosong membuat aleta dan ketiga temannya itu menjadi bosan hingga mereka memilih untuk pergi ke toilet bersama. Tak disangka perbincangan itu pun didengar oleh cika, tersirat niat buruk pada bekal nasi goreng ayam milik aleta.
"Ini akan menjadi pertunjukan yang menarik, tunggu saja akan ku beri kau kejutan di akhir pekan". Serunya sembari kembali duduk dibangku setelah menabur bubuk cabai ke dalam bekal aleta.
Kriiinggg...kringggggg. Kringggggg
Bel istirahat pun telah berbunyi segera lah aleta pergi keluar diikuti tiga temannya untuk mencari Haykal namun ia berpapasan dengan bara dan Lendra didepan pintu.
"Ale?” sapa Lendra lembut
"Aku mencari haykal,dimana dia?".
"Dia sedang rapat diruang guru bersama Imelda”. Jawab bara
Terselip rasa sedih dari raut wajah aleta namun ketiga sahabatnya menawarkan diri untuk menemani wanita cantik itu hingga kekasihnya kembali diikuti Lendra dan bara. Diteras kelas ia duduk berhadapan dengan Lendra, dan lelaki dingin itu menanyakan Box apa yang dibawa oleh aleta.
"Ini bekal untuk Haykal, aku memasaknya sendiri”. Seru aleta sembari tersenyum bangga
"Aku sangat iri padanya”. Jawab Lendra sembari tersenyum kecut memandang aleta namun wanita cantik itu hanya membalas dengan memanyunkan bibirnya.
"Apa kau juga ingin dibawakan bekal seperti itu?? Oke, besok aku akan membuatkannya untukmu”. Sahut Diandra tiba-tiba
"Apa kau yakin bisa bangun sebelum ayam berkokok? Atau malah kau bangun setelah matahari meninggi".
Hahahahahahahahahahahaha..
Tawa mereka terdengar nyaring karna salah satu sahabatnya meledek Diandra yang ingin membuatkan bekal untuk Lendra. Pasalnya Diandra adalah salah satu wanita yang sering ditegur oleh guru karna terlambat. Wajah Diandra seketika memerah tanda ia malu sembari menundukkan kepala.
"Apa kau yakin akan membuatkanku bekal?”. Seru Lendra tiba-tiba karna merasa tidak enek hati pada wanita imut itu dan dibalas anggukan dari Diandra sembari tersenyum tanda ia yakin.
"jika begitu buatkanlah, aku akan mencobanya besok”. Seru Lendra tersenyum pada Diandra.
Ciieee..
mereka pun kini menjadi baper karna perlakuan Lendra yang lembut kepada Diandra diiringi tatapan bingung dari bara seolah tak percaya jika sahabatnya yang terkenal dingin itu mampu merayu wanita imut seperti Diandra.
"Apa kalian yakin aleta tidak memasukkan racun pada bekalnya??".seru cika dari kejauhan sembari berjalan mendekati mereka
"Apa maksudmu?” jawab aleta sembari berdiri sejajar dengan cika
"Bisa ajakan kau ingin menghabisi Haykal lewat bekal ini".
__ADS_1
"Apa kau sudah gila, mana mungkin aku melakukan hal itu pada Haykal".
"Iya, mana mungkin aleta melakukan hal itu?”. Sahut yang lain
"Bisa aja mungkin”. Seru cika
Mereka pun terus berdebat hingga akhirnya bara memutuskan untuk melihat bekal ale dan mencobanya.
"Apa kau tidak percaya padaku?” tanya ale
"Ini bukan masalah percaya atau tidak percaya tetapi aku hanya memastikan apakah ini benar atau tidak”. Seru bara sembari menyuap satu sendok nasi goreng ayam ke mulutnya.
"Astaga.. minum..minum..aku mau minum”. Teriak bara sembari mencari botol minuman dan meraihnya dari tangan cika
Mereka semua terkejut dengan ekspresi bara setelah mencoba nasi goreng aleta hingga membuat Lendra penasaran dengannya, segeralah ia menyendok nasi goreng itu dan memasukkannya ke dalam mulut.
Ekspresi yang sama pun ditunjukkan pada Lendra tetapi ia memilih menahan rasa pedasnya dan menatap kearah aleta dengan tajam namun ia tidak mengatakan apa pun.
"bagaimana rasanya??". Seru mereka bersamaan kepada Lendra sembari memandang aleta namun wanita cantik itu hanya menggelengkan kepala tanda tidak mungkin karna ia sudah mencobanya dirumah dan menurutnya nasi goreng ayam itu baik-baik saja.
Kehebohan pun terjadi saat cika berteriak ke semua orang jika aleta ingin mencoba membunuh Haykal dengan nasi goreng yang ia buat.
"cewek gila".
"Gak yangka ya gue aleta setega itu".
Gunjingan demi gunjingan pun terus dilontarkan hingga membuat keributan diteras kelas. Mata aleta pun mulai berkaca-kaca karna kecaman dari teman-temannya tak sadar perlahan butiran bening membasahi pipi putihnya. Terlihat dua orang berjalan menuju kerumunan itu yang ternyata Imelda dan Haykal.
"Ada apa ini”. Teriak Imelda
"Ale? Mengapa kau menangis”. Seru Haykal sembari mendekati kekasihnya dan mengusap air matanya
Bara pun mulai menceritakan semua yang terjadi sebelum ia datang dan hal itu membuat Haykal terkejut sembari memandang Box yang aleta pengang.
"Apa kau yakin?”. Seru Haykal melirik bara dan Lendra namun kedua sahabatnya itu menganggukkan kepala
Tanpa pikir panjang Haykal meraih Box yang aleta pengang dan membukanya, dirinya mulai menyendok nasi goreng itu sembari memasukkannya ke dalam mulut tetapi dihentikan oleh aleta. Wanita itu hanya bisa menggelengkan kepala tanda Haykal tidak boleh mencobanya namun melihat aleta sedih membuat Haykal merasa iba, segeralah ia menyuap nasi goreng itu dan mulai menghabiskannya.
Satu demi satu suapan ia masukan ke mulut sembari menahan rasa pedasnya dan menyembunyikannya di hadapan semua orang termasuk aleta diiringi tatapan heran dari mereka semua.
"Apa kau baik-baik saja kal?” tanya Imelda namun Haykal hanya membalasnya dengan anggukan.
Setelah ia menghabiskan nasi goreng itu tanpa sisa dirinya menatap aleta sembari berkata jika ini enak dan tidak beracun bahkan Haykal juga tidak merasa kepedasan hingga membuat kekasihnya merasa berbinar".
"katakanlah dengan jujur jika nasi goreng itu sangat pedas kau mungkin bisa menyembunyikan rasa pedas itu di hadapan kita semua tetapi kau tidak bisa menipu ku”. Seru cika dengan tiba-tiba hingga membuat Haykal meliriknya.
__ADS_1
"Aku yang merasakan mengapa kau yang memberi komentar, dan dari mana kau tahu jika ini sangat pedas atau jangan-jangan kau yang sudah menaburkan bubuk cabai ke makanan ini?".
Pernyataan Haykal barusan membuat cika merasa tercekik, karna kecerobohannya membuat lelaki tampan itu mengendus perbuatan jahatnya dan ia mengalihkan pembicaraan dengan menyebutkan jika Lendra dan bara baru saja mencobanya.
"Kita memang mencobanya tetapi tidak mengatakan jika nasi goreng ini sangat pedas”. Imbuh Lendra
Mata semua orang memandang kearah cika sembari menggunjingnya dan memojokkannya hingga Haykal mengatakan jika cika tidak mengaku ia akan menambah buruk hukumannya, seketika cika mengaku dirinyalah yang telah memasukkan bubuk cabai ke dalam bekal aleta.
"Apa??".maki aleta
Bukannya meminta maaf cika justru mengatakan jika dirinya membenci wanita cantik itu hingga perdebatan diantara keduanya pun terjadi.
"Hentikan ini”. Teriak Aurel diiringi mata semua orang memandangnya.
"Semua berawal dari dirimu, apa kau sadar kehadiranmu membuat semua orang mendapat masalah. Kau pikir kau siapa?? lihatlah, satu per satu orang membencimu”. Maki Aurel pada aleta
"Kehadirannya membuat mataku melihat mana orang yang benar-benar tulus dan mana orang-orang yang bertindak buruk salah satunya kau”. Bela Haykal sembari menarik aleta ke belakangnya dan kini ia berhadapan dengan mantan kekasihnya.
"Apa kau sedang membelanya???".
"Setidaknya dia adalah kekasihku jadi aku punya alasan untuk melindunginya".
"Kau benar-benar berubah, itu semua karna wanita ini”. Seru Aurel sembari melirik aleta dengan kesal diiringi keheningan dari semua orang.
*
*
*
*
*BERSAMBUNG...
HAY GAIS UNTUK MENAMBAH SEMANGAT PARA MEMBACA SETIA CINTA UNTUK HAYKAL, AUTHOR MAU NGASIHTAU SEPERTI APA SIH SOSOK HAYKAL DAN ALETA INI. TAPI JANGAN LUPA LIKE DAN TINGGALKAN KOMENTAR YA😍😍😍
HAYKAL AZA PERWIRA
__ADS_1
ALETA PUSPA