CINTA UNTUK HAYKAL

CINTA UNTUK HAYKAL
EPISODE 84- HARI PERTAMA CAMPING


__ADS_3

Tawa mereka pun terdengar nyaring namun sesungguhnya tawa aleta hanya semu untuk menutupi sejuta luka dihatinya yang tak mungkin ia tunjukan didepan sahabatnya. Aleta bukanlah tipe orang yang suka membebani seseorang dengan masalahnya justru ia memilih untuk memendamnya sendiri hingga mereka berpisah diujung jalan karna ramah mereka tidak searah.


***


Malam itu Haykal datang ke rumah sakit untuk menjenguk mas Reno yang ternyata sudah sadar hingga mereka bercengkerama di ruangan itu.


"Gimana keadaan mas Reno?".


"Alhamdulillah sudah membaik kal".


"Siapa yang jaga in mas disini".


"Kalau siang sih biasanya Airin, tapi kalau malam sendiri".


"Hari ini biar aku temani ya, kasihan lihat mas Reno sendirian".


Haykal pun memutuskan untuk bermalam dirumah sakit menemani Reno dan dirinya merebahkan tubuh diatas sofa rumah sakit sembari berbincang dengan Reno.


"Bagaimana keadaan luar saat aku koma??".


"Kacau. Tahu gak mas banyak hal yang terjadi belakangan ini"


"Ada apa kal, semua baik-baik saja kan?".


seakan ia menemukan tempat ternyaman untuk menceritakan semua yang membebani pikirannya dan lelaki tampan itu memilih Reno untuk mendengarkan keluh kesahnya hingga Haykal menceritakan apa adanya pada Reno.


"Benarkah, terus yongki gak mau tanggung jawab gitu".


"Entahlah mas aku sendiri pusing memikirkan hal ini, aku gak tahu sampai kapan harus kusimpan rahasia ini".


"Kal serapi rapinya kau menutupi bangkai pasti akan tercium juga kebusukannya".


"Aku tahu mas tapi aku gak tega melihat Aurel dibully satu sekolah".


"Kau sangat menghawatirkan perasaan Aurel tetapi apa kau juga memikirkan perasaan aleta????". Seru Reno dengan mata tajam tanda ia tidak sedang bermain main namun pertanyaan itu tidak dijawab oleh Haykal.


Lelaki tampan itu hanya bisa membisu dengan pertanyaan Reno, dirinya tak mampu menjawabnya hingga Reno mengatakan jika ini sangat tidak adil untuk aleta.


"Lalu aku harus bagaimana mas".

__ADS_1


"Jika kau tak ingin Aurel dibully satu sekolah maka nikahi dia, biar aleta menjadi urusanku. Aku sanggup kok bahagia in dia, kau tidak perlu khawatir bukan".


"Apa maksudmu mas". Seru Haykal sembari membetulkan duduknya


"Aku menyukai aleta jauh sebelum dia mengenal mu tapi apa boleh buat jika dia mencintaimu, maka aku rela melepasnya. Tapi kali ini melihat dia terluka disisi mu, aku sangat tidak terima sekalipun kau sudah ku anggap sebagai adik ku sendiri".


"Tidur saja sendiri malam ini, aku tidak jadi menemanimu".


"Hahahahh. Mengapa ke kanak kanakan sekali haa?".


"Habisnya mas ngeselin sih. Aku cinta banget sama aleta dan bisa bisanya mas bilang suka dengannya di hadapanku.".


"Ya kan biar impas. Kamu sama Aurel aku sama aleta".


"Enggak. Sampai kapan pun aku tidak akan pernah melepaskan aleta. Sudahlah aku mau pulang".


Reno pun tertawa dengan sikap Haykal dan ia menghentikan kejahilannya kepada lelaki tampan itu hingga mengatakan jika ia hanya bercanda dan membuat Haykal tidak jadi pulang. Jujur dalam hati Reno itulah yang sebenarnya namun melihat reaksi Haykal yang kaget membuatnya mengalihkan perhatian. Ia tidak bisa melihat Haykal seperti itu dan memutuskan untuk berpura pura seolah itu adalah bercanda padahal itulah yang sesungguhnya.


“sudah sini, temani aku. Maaf ya”


“Tahu ah terserah. Aku mau tidur”.


“kal!!!! Kal!!! Haykal. Kau sudah tidur??”.


“Emmm”.


“dasar kutu bantal”. Maki Reno


Sebenarnya dari tadi Haykal mendengarkan nasehat Reno namun lelaki tampan itu enggan untuk membalas ucapan Reno karna ia masih merasa kesal dengan lelaki itu. Keheningan pun terjadi di ruangan itu hingga malam semakin larut dan mereka berdua terlelap disana.


...............


Hari demi hari telah terlewati kini saat yang ditunggu pun telah tiba dimana seluruh siswa akan mengikuti kegiatan camping.


"anak-anak dengarkan aku, semua harus patuh pada pendamping masing-masing regu dan ingat kita saling menguatkan". Nasehat Imelda pada semua murid


Kala itu Aurel sudah sembuh dan ia memaksa untuk mengikuti kegiatan sekolah ini dengan terpaksa Haykal harus menjaganya karna takut terjadi apa-apa dengan Aurel dan bayinya.


"Apa kau yakin akan kuat". Tanya Haykal

__ADS_1


"Kan ada kamu". Jawab Aurel


Mereka pun mulai mendaki perbukitan untuk sampai ke tempat yang sudah ditentukan dan semua murid mengikuti sesuai perintah ketua osis. Kala itu   regu aleta didampingi oleh cika, walaupun mereka tidak begitu akur tetapi untuk kali ini mereka harus bekerja sama.


Sedangkan Haykal memilih mendampingi regu Aurel karna ia harus menjaga ekstra mantan kekasihnya itu. disaat Haykal harus menggantikan ketua osis berada di barisan depan, lelaki tampan itu meminta tolong pada Imelda untuk berganti menjaga Aurel.


 Jujur dalam hati Haykal merasa tidak nyaman dengan situasi saat itu, hatinya sangat gelisah dan matanya terus melirik keberadaan aleta untuk memastikan jika kekasihnya itu baik-baik saja. Ingin rasanya ia berlari dan memeluk aleta karna rasa rindu yang sudah ia tahan berhari hari itu sangat menyiksa dirinya tetapi terkadang ia berpikir apakah mungkin aleta merasakan hal yang sama.


Setelah mereka sampai ditempat tujuan, Imelda mengarahkan mereka untuk mendirikan tenda masing-masing dan perintah itu lekas dijalankan oleh semua murid.


"Kok loh diam aja sih, gak bantuin kita". Protes aleta pada cika


"Malas, kerja in aja sama yang lain".


"Kau ini pendamping didalam regu kita tapi mengapa seolah oleh kau acuh dengan tanggung jawabmu”.


"Jujur gue malas satu regu sama loh, gak asyik banget". Seru cika sembari berlalu meninggalkan mereka


Dalam hati aleta pun merasa kesal dengan ucapan cika, jika ia bisa memilih pun dirinya tidak akan mau satu regu dengan musuhnya itu tapi apa boleh buat ini adalah konsekuen. Sepanjang perjalanan pun keduanya terus saja bertengkar bak air dan minyak hingga saat ini wanita cantik itu merasa emosi dengan cika karna sikapnya yang ke kanak kanakan.


Berjam jam aleta dan teman-temannya berusaha mendirikan tenda namun tak berdiri juga, mereka tidak mengetahui bagai mana caranya dan cika yang seharusnya membantu kini entah dimana. Dari kejauhan mata Haykal terus memandang kearah regu aleta, pandangan itu terus saja mengarah pada kekasihnya meski kini dirinya berada didekat Aurel namun mata Haykal terus mengawasi dimana aleta berada hingga rasa iba pun menyelimuti lelaki tampan itu.


Aurel yang menyadari jika Haykal terus memandangi aleta pun lekas mengalihkan perhatiannya dan mengatakan jika perutnya sakit hingga mata Haykal beralih memandang Aurel.


"Apa yang sakit?".


"Perutku".


"Kamu bawa obatnya kan, diminum belum?".


Haykal merasa sangat panik ketika Aurel mengatakan perutnya sakit hingga lelaki tampan itu tidak menyadari jika 4 pasang mata mengawasi mereka. Yongki,cika,imelda bahkan aleta pun menatap tajam dari kejauhan kearah mereka berdua karna sikap Haykal yang lembut dan penuh perhatian pada Aurel itu sangat menyakiti mata mereka.


*


*


*


*BERSAMBUNG..

__ADS_1


__ADS_2