
Berjanjilah pada bunda untuk selalu ada disisi bunda walaupun nanti kamu sudah mendapatkan cinta sejatimu".
Malam itu diakhiri dengan pelukan hangat dari keluarga kecil perwira.
..........................................
Semarang, Jawa tengah
BRUUUKKKkkkkkkk
"Aduuhhh maaf mbak aku gak sengaja".
"Iya gapapa, kamu bukan orang sini ya?".
Wanita itu tersenyum kearah Raisa dan menggelengkan kepala tanda ia bukanlah penduduk asli kota Semarang.
"Oohhh, Pantes kelihatan masih bingung dengan daerah sini kenal in saya Raisa".
"Natasya, senang bertemu dengan mbak Raisa".
Tanpa sengaja ketika Natasya kebingungan mencari kos baru ia bertemu dengan Raisa dipinggir jalan. Mereka pun mulai mengenal satu sama lain hingga bercerita tentang kehidupan sehari-hari. Raisa juga merekomendasikan kos terbaik didaerah situ hingga Natasya mengucapkan banyak terima kasih.
"Ya begitukah hidup terkadang yang baik belum tentu menjadi yang terbaik”. Seru Raisa
" Jangan pernah menyalahkan siapa pun dalam hidup. Orang baik memberimu kebahagiaan. Orang jahat memberimu pengalaman. Orang-orang terburuk memberimu pelajaran. Dan orang-orang terbaik memberimu kenangan." Balas Natasya
Mendengar ucapan Natasya membuat Raisa teringat kepada sosok lelaki yang telah melukai hatinya. Dalam benaknya tersirat rasa rindu yang mendalam karna beberapa hari mereka sudah tidak berhubungan lagi walau hanya sekedar menyapa atau menanyakan kabar itu pun juga tidak.
Mata Raisa memandang kearah bawah sembari menahan air mata yang hampir jatuh namun ia berusaha menyembunyikannya di hadapan teman barunya hingga Natasya bertanya mengapa wanita itu hanya diam saja.
"Tidak, aku hanya berpikir mengapa hidup ini penuh dengan kejutan".
"Yakinlah Tuhan selalu punya rencana terbaik untuk kita, terkadang kita hanya diminta sedikit lebih sabar karena belum siap menerimanya".
Raisa pun mengucapkan terima kasih karna Natasya sedikit mengurangi rasa kesepian dalam hari-harinya hingga mereka berpisah diujung jalan.
"See You next time Natasya aku senang bertemu denganmu".
"Semoga kau selalu ada dalam lindungannya, Bye Raisa".
🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
Kediri, Jawa timur
Kring...kring. Kriiinggg
Suara bel pun telah berbunyi menandakan jam istirahat pun telah tiba memberikan tanda jeda untuk semua murid sebelum melanjutkan kembali kegiatan belajar mereka.
__ADS_1
Guru yang bertugas pun segera meninggalkan kelas dan murid segera membereskan bukunya. Terlihat Aurel gelisah dibangkunya ia berniat ingin berbicara dengan mantan kekasihnya namun takut jika lelaki itu menolak.
Dengan mengumpulkan keberanian ia mendekati bangku Haykal dan menyapanya dengan lembut namun dibalas tatapan datar dari Haykal.
"Apa kau ada waktu? Aku ingin bicara".
"Katakan saja".
"Apa kau gila,aku tidak mungkin mengatakannya disini”. Seru Aurel sembari memandang sekitar melihat semua teman dikelasnya melirik kearah mereka berdua.
Haykal pun mengikuti ke mana Aurel pergi dan mereka berbicara didekat taman belakang sekolah. Hal yang pertama ia katakan adalah maaf untuk perbuatannya, yang kedua adalah maaf karna telah menghianatinya, yang ketiga adalah penyesalan dalam hidupnya dan keempat adalah permintaan untuk menyembunyikan aibnya.
"Banyak orang yang tidak sadar apa yang mereka punya sampai ia kehilangan. Tapi, itu bukan berarti mereka harus mendapatkannya kembali.” seru Haykal datar sembari memasukkan kedua tangannya ke dalam saku celana.
"Aku tahu, aku hanya minta kau memaafkanku".
"Aku orang yang cukup baik untuk memaafkan, tetapi tidak cukup bodoh untuk mempercayaimu lagi."
"Tapi ku mohon padamu jangan memberitahu orang lain tentang ini".
"Kamu tidak dapat menyembunyikan rahasiamu selamanya. Dengan satu atau lain cara, saatnya akan tiba bahwa semua rahasiamu akan terungkap termasuk aibmu”. Seru Haykal sebelum meninggalkan Aurel disana namun saat ia membalikkan badan ia melihat aleta diujung taman yang tidak sengaja menatap kearahnya dengan penuh tanda tanya.
"Berhenti disana”. Teriak Haykal saat melihat aleta ingin meninggalkan tempat itu dan ia berjalan mendekati kekasihnya berdiri
"Apa yang kau lakukan disini?” imbuhnya saat sudah berada didekat aleta
"Apa yang kamu lihat belum tentu sama seperti apa yang kamu pikirkan".
"Apa kamu tahu yang sedang ku pikirkan?".
"melihat matamu saja aku bisa menebaknya jika kamu cemburu padanya".
Ucapan Haykal memang benar mata aleta tidak bisa menyembunyikan rasa cemburunya hingga wanita itu tersenyum kecut kearahnya karna ia merasa sangat kesal pada kekasihnya membuatnya membalikkan badan dan berlalu pergi.
Namun Haykal yang merasa lucu dengan tingkah sang pacar membuatnya tersenyum puas saat mendapati kekasihnya sedang cemburu segeralah ia mengikuti langkah aleta sembari merentangkan sebelah tangannya untuk memeluk pundak aleta dan membawanya dalam dekapannya sembari berkata.
"Apa pun yang terjadi dan Walaupun tidak ada hal lain di dunia yang bisa kau percayai, tetapi percayalah satu hal bahwa aku mencintaimu sepenuh hatiku." seru Haykal sembari mencium pucuk kepala aleta hingga membuat aleta tersenyum bahagia.
Mata Aurel terasa sakit melihat kemesraan yang ditunjukkan sepasang kekasih tersebut. Hatinya merasa terbakar karna hal itu harusnya dirinya yang berada diposisi itu dan bukannya aleta. Dia marah kepada dirinya sendiri mengapa ia melepaskan seseorang seperti Haykal namun nasi sudah menjadi bubur ia sangat menyesal.
"Jika kau tidak bisa mengembalikan dia lagi ke dalam pelukanmu maka jangan biarkan seseorang memilikinya”. Seru cika tiba-tiba
"Sejak kapan kau berada disitu?".
"Sejak kau dinyatakan kalah dari siswa baru itu".
"Dengar ya, aleta bukanlah tandinganku dan sampai kapan pun dia tidak sebanding denganku. Apa kau mengerti?”. Hardik Aurel dibalas anggukan dari cika tanda ia mengerti.
__ADS_1
Setelah bel tanda masuk berbunyi semua siswa kembali melanjutkan belajarnya namun Haykal meminta izin untuk pulang lebih dulu karna urusan mendadak.
Dia berbicara kepada Imelda untuk mengatur alasan kepulangannya dan ketua osis itu menuruti ucapan wakilnya untuk membantunya meninggalkan sekolah.
Sebelum ia pergi ia mengirim pesan lebih dulu kepada kekasihnya dirinya takut jika aleta menunggunya.
*sayang.!!!!..maafkan aku, jangan menungguku aku pergi karna ada hal yang harus aku selesaikan*.
Pesan pun terkirim dan ia segera meninggalkan sekolah. Ternyata mas Reno sudah menunggunya didepan gang dan mereka segera melajukan motornya untuk menemui NY.MODE
"Kau hanya diberi waktu 20 menit untuk berbicara dengannya".
"Jika begitu ayo tambah kecepatan motor kita aku gak mau menyia-yiakan kesempatan ini".
Mereka semakin melajukan motornya hingga tak sampai 20 menit mereka tiba disana.
"Oke kal, masuklah dan ini berkasnya".
"Sendiri???".
"Dia bukanlah orang yang suka dengan keramaian dan dia sangat dingin orangnya, kau berhati hatilah".
Haykal menelan silvah nya dan mengumpulkan keberanian memasuki ruangan itu perlahan tangannya gemetar namun demi masa depannya ia menjadi yakin.
Cklekkk..
"Permisi"
*
*
*
*
*
HALO GAIS GIMANA NIH KABAR KALIAN HARI INI, MASIH SEMANGATKAN ???
NAH AUTHOR MAU NGINGETIN AJA NIH JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK DIKOLOM KOMENTAR YA 😍😍😍😍
__ADS_1