
Malam pun berakhir dengan perasaan sendu dimana kegelisahan masih menghantui lelaki yang kini sudah menjadi polisi itu.
Adit berjanji pada dirinya sendiri untuk menjaga keluarganya dari berbagai kejahatan yang mengintainya. lelaki itu berjaga sepanjang malam memikirkan sebuah ide agar sang mama bisa segera pulih.
Malam yang semakin larut membuat mata adit berat untuk terbuka hingga menutup dengan sendirinya seiring detikan jam berlalu.
***
Pagi yang cerah itu membuat adit semangat untuk menjalankan tugasnya sebagai seorang yang bertanggung jawab atas keluarga. Hari itu ia sengaja meminta izin kepada atasan untuk menemani sang ibu hingga mengajaknya untuk pindah ke kota malang tempat dimana ia dibesarkan dulu.
Semua orang berada di ruang tamu untuk mendengarkan apa yang lelaki itu sampaikan. langkah yang paling tepat saat ini adalah kesembuhan mamanya terlebih dahulu hingga menyampaikan terima kasih pada bunda dan pak wira.
"Adit sangat malu karena merepotkan kalian, terutama kamu kal. Dan sampai hari ini kalian selalu ada untuk keluarga kita. Saya sangat berterimakasih karena apa yang telah kalian lakukan untuk kami. Besok saya akan membawa keluarga saya untuk pindah rumah, hal ini saya lakukan agar mama bisa melupakan kenangan pahit dirumah ini. Bunda jangan pernah lupakan kami ya?? Pak wira terimakasih banyak dan haykal, semoga kita bisa bertemu lagi".
Haykal pun tidak menanggapi apa yang disampaikan kak adit, hatinya hancur seketika mendengar ucapan perpisahan itu. Mata haykal mulai berkaca kaca dirinya belum siap jika harus berpisah dengan aletta.
Bunda karin yang menyadari jika sesuatu terjadi pada putra semata wayangnya, langsung mengusap punggung lelaki tampan itu untuk meredakan perasaannya namun nihil rasa kecewa sudah menguasai haykal.
"Nak adit. Kapanpun kamu membutuhkan bantuan kami, keluarga Kita akan selalu ada untuk kalian. Jangan pernah merasa sendiri. Kami selalu mendukungmu".
Mendengar ucapan pak wira membuat adit merasa tenang dan tersenyum hingga bunda juga menyampaikan sebuah kalimat perpisahan.
"Jaga dirimu dan keluargamu baik baik adit. Semoga mbak helena segera pulih dan sesekali berkunjunglah ke rumah kami, ada seseorang yang pasti akan merindukan adikmu".
Ucapan bunda membuat haykal meradang, lelaki tampan itu beranjak dari kursi dan meninggalkan mereka. Perasaannya kala itu sangat campur aduk hingga ia memilih balkon rumah untuk menenangkan hatinya.
Sesaat lelaki itu melamun, ia membayangkan jika hari harinya tanpa sang kekasih mungkin akan sepi seperti sebelumnya. Air mata yang tadinya sempat tertahan kini mulai berjatuhan hingga membasahi pipi.
Baru pertama kali haykal menangis karena cinta, bukan penghianatan namun menyakitkan. Lelaki tampan itu mengepal erat tanda ia sangat tidak terima namun kepada siapa ia kecewa pun dirinya tidak mengerti.
Perlahan tangan lembut menyentuh bahu haykal, sontak saja perlakuan itu membuatnya menoleh.
"Ale? Ada apa kemari".
__ADS_1
Wanita cantik itu menggelengkan kepala dan duduk disebelah haykal. Mereka melihat langit yang sama dan sesekali keduanya saling melirik.
Namun mata haykal nampak tak berkedip dan bibirnya diam membisu meskipun ada aletta disampingnya.
"Apa kau marah?".
Haykal hanya bisa menggelengkan kepala tanda ia sangat bingung dengan perasaan dihati. Aleta yang menyadari jika sang kekasih sedang tidak baik baik saja memberanikan diri untuk menggenggam tangan haykal yang masih mengepal itu.
"Kau tahu bukan perpisahan yang menyakitkan tapi kematian. Aku yakin suatu saat kita pasti akan bertemu lagi".
Senyum aletta mengatakan jika dirinya ingin sang kekasih merasa tenang namun gagal haykal justrus tersulut emosi karena ucapannya itu.
Lelaki tampan itu menepis tangan aleta dengan kasar dan memandang tajam ke arah sang kekasih dengan mata merah.
"Semudah itu kau bilang! Seakan sudah tidak ada lagi rasa cinta itu dihatimu, atau cinta itu memang sudah menghilang".
"Apa yang kau katakan? Aku tidak bermaksud seperti itu, aku hanya ingin menenangkanmu. Cinta ini masih rapi tersimpan. Jangan kau berfikir jika aku akan melupakanmu".
Perdebatan keduanya pun semakin memanas dan dilihat oleh kedua orang tua haykal hingga aditya. Mereka pun turun dan meninggalkan sepasang kekasih yang sedang bertengkar itu, dalam diri adit merasa tidak enak hati pada bunda dan pak wira hingga mengatakan kata maaf.
Kalimat itulah yang mengakhiri perbincangan ketiganya hingga tiba tiba terdengar suaranya yang mengejutkan.
Dooooooo Rrrrr
Dari arah bawah ada yang melepaskan tembakan mengenai kaca di sebelah aletta hingga membuat haykal yang berhadapan dengan sang kekasih pun sontak meraih tangan wanita cantik itu dan memeluknya.
Haykal menoleh ke arah bawah dan beberapa orang misterius itu lagi melakukan serangan hingga adit yang tengah asyik berbincang dengan kedua orang tua haykal pun ikut merasa terkejut.
Mereka kembali menaiki tangga untuk melihat apa yang terjadi hingga bunda memeluk aletta sembari menenangkannya. Haikal dan adit pun bergegas keluar untuk mengejarnya namun airin justru menangkap salah satu orang misterius itu dan membawanya ke gudang.
Seseorang itu berontak saat airin menyekapnya namun tak disangka jika gadis kecil itu sangat berani. Ia tidak takut jika terjadi sesuatu padanya, mengingat orang misterius itu membawa sebuah pistol.
Senjata itu sudah diarahkan ke kepala airin namun masih menahan tembakannya hingga airin tersenyum getir kepadanya.
__ADS_1
"Kau ingin membunuhku? Selama ini aku kira kita teman, tapi ternyata kau penghianat kak yongki".
Seketika seseorang misterius itu menjatuhkan pistolnya, ia tidak menyangka jika airin mengetahui itu adalah yongki.
Sejenak yongki merasa terkejut namun airin melangkah mendekatinya hingga mengambil pistol yang terjatuh di lantai.
"Kau bilang kau sayang padaku, selama ini kau juga yang menghiburku tapi mengapa kau sekejam ini pada keluargaku".
"Aku tidak pernah bermimpi memiliki seorang sahabat yang amat jahat sepertimu?".
"Disetiap malam aku menangis karena memikirkanmu huhuhuhu".
Air mata airin pun tak dapat terbendung lagi lelaki itu yang tak sanggup melihat wanita pujaan hatinya menangis langsung membuka tutup kepalanya dan benar jika itu adalah yongki.
Lelaki itu memeluk airin namun dia menolak, ia meronta ronta di pelukan yongki sembari menangis tersedu sedu.
"Maafkan aku arini, aku terpaksa".
"Jangan membenciku, kumohon. Aku sayang padamu".
Kedua orang itu saling menangis hingga senja menghilang dan airin tertidur bersama yongki di gudang belakang rumah. Rasa capek dan lelah membuat mata keduanya mengatup dengan sendirinya tanpa mereka sadari.
Sedangkan adit tidak bisa menunggunya lagi ia akan membawa keluarganya pergi esok pagi, lelaki itu merasa jika situasi disini sangatlah tidak aman.
Haykal masih saja memeluk sang kekasih tanda tidak ingin berpisah dengannya dengan sangat erat.
"Haykal. Kak adit titip aletta ya, jaga dia baik baik?".
*
*
*
__ADS_1
*BERSAMBUNG