CINTA UNTUK HAYKAL

CINTA UNTUK HAYKAL
EPISODE 22-KEJANGGALAN HAYKAL


__ADS_3

"Haayyyykkaaaaalllll".


Mata ale pun perlahan tertutup hanya keheningan yang ada di ruangan minim cahaya itu. Diparkiran Haykal sangat gelisah mengapa aleta pergi begitu lama, dirinya mulai melangkah mencari keberadaan aleta satu persatu ruangan ia masuki tetapi tidak mendapati wanita tersebut.


"Ke mana dia”. Gumamnya


"Apa ke toilet??".gumamnya lagi


Haykal pun segera mencarinya ke toilet sekolah namun tulisan "RUSAK" yang ia temui.


"sejak kapan toilet ini rusak”. Gumanya


Ia pun melangkahkan kaki menuju toilet lain namun lagi-lagi toilet itu kosong dan di beri tanda "RUSAK”. Tidak ada aktivitas lagi disekolah itu suasana hening dan sepi yang tercipta Hati Haykal sangat gelisah semua ruangan sudah ia telusuri namun tidak menemukan aleta, ia berpikir ada ke ganjalan mengapa semua toilet diberi tanda "Rusak" padahal sebelumnya tidak ada kerusakan didalamnya.ia pun berpikir sambil berjalan menyusuri setiap lorong tiba-tiba ia teringat satu ruang di belakang sekolah segeralah ia berlari ke ruangan itu namun tidak menemukan seseorang.


Ruang belakang sekolah itu nampak sepi dan gelap karena sinar matahari tidak bisa menembus dengan sempurna terhalang oleh bangunan tinggi namun masih bisa masuk melalui celah-celah sempit. Haykal pun berteriak memanggil manggil nama aleta namun tidak ada jawaban hingga ia menginjak sesuatu.


"apa ini”. Seru Haykal membungkuk


"Gelang!!!!,punya siapa ini, mengapa ada disini?” gumanya


Ia memasukkan gelang itu ke dalam sakunya dan lekas mencari aleta lagi. Didalam gudang mata ale perlahan terbuka mendengar ada suara yang memanggil dirinya,


"Aku disiinii,tolonggggg aku”. Seru aleta dengan nada lirih yang membuat Haykal tidak mendengarnya


Aleta membetulkan duduknya dan melihat sekeliling ia menemukan Box berisi piala yang sudah rusak ada diatas meja didekatnaya,beruntung hanya tangannya yang diikat sehingga kaki nya bisa untuk menendang kaki meja itu dengan sekuat tenaga ia berusaha menendangnya namun gagal kondisinya saat itu sangat lemah, sekali lagi ia mencoba namun gagal lagi tubuhnya tidak kuat menendang kaki meja itu.


Suara itu terus saja memanggil nama aleta hingga suara yang awalnya jauh kian terdengar jelas, mata aleta membulat sempurna ketika mengetahui sumber suara tersebut ternyata Haykal ia mengumpulkan sekuat tenaga dan mengatur nafasnya untuk menendang meja kembali, berkali kali ia lakukan dan tanpa menyerah membuat Box itu terjatuh dari atas meja.


"Prriiiiaaannnngggggg".


Piala yang sudah rusak itu terjatuh berserakan dilantai menimbulkan suara kekacauan seperti pecahan piring yang membuat Haykal membalikkan badan dan mengarah ke sumber suara itu, tepat berada didepan pintu gudang Haykal mengetuk pintu itu sembari bertanya apakan ada orang didalam? Namun tidak  ada jawaban, aleta yang sudah lemas itu tidak mampu lagi menjawab ucapan Haykal namun ia menendang patahan piala yang berada disamping-Nya.


"Praaannkkkk".


"Hay katakan jika ada orang disana".


"Praaannkkkk”. Ale menendang lagi patahan piala itu


"Jika ada orang didalam bunyikan suara itu sekali lagi”. Seru Haykal


Aleta pun langsung membunyikan suara itu lagi dan Haykal menyadari bahwa memang ada orang didalam, ia segera membuka pintu namun terkunci dari luar mencoba mendobrak nya berkali kali hingga pintu itu terbuka. Mata Haykal membulat sempurna melihat serpihan piala berserakan dilantai ia juga mendapati seseorang terikat diatas kursi.


"Astagfirullah, Aleta!!!".seru Haykal menghampiri aleta


"Apa yang terjadi Al?”. Tanyanya sembari melepas ikatan tali ditangan  wanita itu dan tidak ada jawaban dari bibirnya namun aleta langsung berdiri dan memeluk pria tampan itu tangisannya pecah dibalik pelukannya. Keheningan yang terjadi hanya suara tangisan yang terdengar Haykal pun menyadari jika wanita ini sedang syok hingga membiarkan ia menangis.

__ADS_1


"sudah ya, jangan menangis lagi aku ada disini”. Bujuk Haykal lembut


Aleta pun menghapus air matanya dan lekas melepas pelukannya. Haykal bertanya tentang kejadian yang sebenarnya tetapi bibir aleta terdiam tanpa suara, ia pun mengerti jika wanita itu masih enggan untuk bercerita, matanya terpaku pada ujung bibir ale yang membengkak ia pun menyentuhnya tetapi wanita itu meringis kesakitan.


"Astaga Al apa yang sebenarnya terjadi hingga kamu seperti ini”. Batin Haykal


Ia membawa ale keluar dari gudang dan menuju parkiran untuk segera membawanya ke dokter namun ale menolak ia hanya ingin pulang dan istirahat.


"Baiklah aku antar pulang".


"Bukannya kaki mu masih sakit?”. Tanyanya lirih


"Aku akan memesan taxi Online"


"Iya".


Mereka berdua pun pergi meninggalkan sekolah itu dengan menggunakan taxi Online.


🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀


Dirumah sakit Lendra yang baru saja terbangun dari pingsannya itu merasa sedikit pusing, perlahan membuka matanya dan mendapati sosok wanita imut berada disamping-Nya namun sedang tertidur.


"Siapa dia, Apakah dia aleta?” tanya nya lirih sembari menyentuh pucuk kepala gadis itu membuat si gadis itu terbangun dari tidurnya namun alangkah terkejutnya Lendra ternyata itu Diandra.


"Diandra???".


"Kenapa kau ada disini?".


"Kau tadi pingsan dan dibawa ke rumah sakit, aku sangat khawatir padamu".


"Pingsan???".Lendra pun terkejut dengan ucapan Diandra ia mengingat ingat kembali apa yang tengah terjadi sebelumnya.


"Astaga, bagaimana dengan pertandingannya?".


"Jangan khawatir Haykal bisa mengatasinya, aku dengar aleta yang mengantikkanmu dan mereka menang".


"Apa!!!!Aleta".


"Iya, kenapa?".


"Tidak, lebih baik kamu pulang ini sudah sore".


"Aku akan menemanimu disini sampai keluargamu datang".


"Terserah kau saja".

__ADS_1


Dengan senang hati Diandra menemani Lendra yang sedang sakit itu ia juga menawari makan bahkan apa yang Lendra butuhkah ia siapkan namun perlakuan Diandra membuat Lendra tidak nyaman ia sudah terbiasa sendiri dengan sikap dinginnya itu tiba-tiba ada seseorang yang memberikan perhatian lebih untuknya.


🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸


Aurel pulang diantar oleh cika diruang tamu mama Monika sudah menunggu mereka karena sudah menjelang malam Aurel belum juga kembali.


"Kalian ini dari mana saja, jam segini baru pulang”. Hardik Monika pada keduanya


"Tan maaf tadi terjadi sesuatu disekolah”. Jawab cika


"Sesuatu apa?".


Cika pun menceritakan semua yang terjadi disekolah mulai dari aleta menggantikan Lendra hingga dikunci digudang belakang sekolah namun bukannya terkejut dan memarahi anaknya tetapi malah ikut tertawa mendengar cerita anak dan ponakannya itu.


Hahahhahahhhahahahahhah,tawa mereka saling bersahutan menertawakan kesadisan hidup ale disekolah barunya.


"Bagus, buat dia seperti sekolah dineraka”. Monika tertawa kembali


"Aku sangat membenci wanita itu mah”. Seru Aurel dengan mata memerah mengingat ancaman aleta tadi


"Sayang kamu jangan khawatir ada sepupumu cika yang akan membantu mu menghancurkan wanita itu".


"Iya tante”. Jawab cika


Sebenarnya cika sangat malas meladeni tante dan anaknya tersebut karena tindakan mereka sangat kejam dan keterlaluan itu tetapi demi uang cika pun menurutinya. Sedangkan Aurel yang masih manja kepada sang mamah itu pun merasa ada sesuatu yang hilang dan saat menyadarinya ternyata benda di pergelangan tangannya hilang.


 


*


 


*


 


*


 


*


 


Bersambung..

__ADS_1


 


(Author berserta keluarga mengucapkan selamat menunaikan ibadah puasa bagi yang menjalankan, semangat ya kita pasti bisa meraih hari kemenangan dan jangan lupa setelah membaca novel CINTA UNTUK HAYKAL Like dan tinggalkan komentar ya😚😚😚😚😚😚).


__ADS_2